Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Berkumpulnya Semua Keluarga Bai An


__ADS_3

“Nak, kau ternyata telah dewasa dan kau kini sangat mirip dengan pendiri klan Ling.”


Bai An yang sudah tahu tentang hal tersebut langsung berpura-pura mengerutkan keningnya agar ibu tidak curiga.


Melihat reaksi putranya Ling Mei langsung tersenyum lalu menceritakan sedikit tentang berdirinya klan Ling.


Bai An langsung duduk menjadi pendengar setia.


Tak terasa 3 jam mereka semua telah disana dengan kebahagian karena telah berkumpul dan bebas.


Saat ini Bai An dan Duan Du berniat mengajak mereka ke titik pertemuan, tapi berpikir bagaimana cara agar ibunya tak tahu jika mereka berencana balas dendam.


Setelah menghubungi Yu Fan dan bertanya siapa saja yang telah datang, Bai An dan Duan Du tersenyum karena Bai En kakaknya kini telah ada di sana.


Tak lupa juga Bai An meminta kediaman sederhana untuk keluarganya kepada Yu Fan, agar sesampainya disana, mereka tak perlu berlama-lama mencari.


Saat Bai An ingin bicara, Duan Du yang cukup penasaran langsung bertanya.


“Ibu, ayah, dimana kakak ipar?”


Mendengar itu, semua orang heran, sementara Bai An langsung menutup mulut Duan Du dengan kesal.


“Kakak ipar siapa Du'er?”


Ling Mei orang yang dekat dengan Bai An dan Duan Du langsung mendekat dengan mata menyelidik.


Sementara Bai An dengan cepat memberitahu Duan Du melalui telepati.


“Ingatan mereka tentang Mu Xia'er telah di hilangkan, jadi buat alasan, jika tidak aku akan menyiksamu hidup-hidup,” ancam Bai An.


Tubuh Duan Du langsung lemas, dengan cepat ia berkata.


“Ah,, itu dia, aku lupa jika kekasih kakak saat ini sedang bersama bibi Bai Lin Xue,” kata Duan Du tiba-tiba.


Seketika mata semua orang langsung mengarah ke Duan Du.


“Dimana Xue'er?” Tanya Bai Lin Yin.


“Siapa nama kekasih An'er?” Tanya Ling Mei, Bai Chen dan beberapa orang dari klan Bai.


Duan Du kini tak tahu harus menjawab apa saat deretan pertanyaan menghampirinya satu persatu.


Sementara Bai An langsung menyumpahi Duan Du tersiksa karena asal bicara, tapi ia kini cukup aman karena tidak ada yang mendekat lalu bertanya ke arahnya.

__ADS_1


Tapi yang Bai An dan Duan Du tidak tahu, saat ini memang Bai Lin Xue ada di Alam Dewa Emas bersama He Yusi adik Fanghu dan Xi Xing, orang yang Bai An temui pertama kali di Dunia Kekacauan.


“Ehem-ehem,, apakah tidak bisa kalian bertanya nanti saja, karena saat ini kita harus pergi, aku takut musuh akan curiga lalu mengejar kita,” kata Bai An mencari alasan.


Seketika semua keluarga Bai An berhenti membanjiri Duan Du pertanyaan lalu melirik ke arah Bai An sambil mengamgguk.


Duan Du langsung merasa lega, tapi dengan cepat Ling Mei menjerat leher Duan Du menggunakan tangannya.


“Jangan berpikir untuk lari, karena aku ingin mengetahui siapa pasangan kakak mu Bai An,” kata Ling Mei tersenyum menyeramkan.


Bai Chen dan putra putrinya yang melihat itu langsung mengalihkan pandangan karena takut terlibat masalah jika ikut campur.


Duan Du yang melihat ke semua keluarganya kini mengalihkan pandangan tidak ada yang mau membantu langsung memasang wajah jelek.


Sementara Bai An langsung mengayunkan tangannya, ratusan benang energi lalu mengikat semua keluarganya berserta di selimuti oleh energinya.


Tak lama Bai An langsung menghilanh bersama keluarganya.


Wuss..!!


***


Tidak terlalu jauh dari lokasi Bai An, tempatnya adalah Ibukota Kekaisaran Ling.


“Hmm..!! Untuk lokasi sudah kita dapatkan, tapi seperti yang Tuan muda bilang, jangan sampai mereka tahu jika kita sedang melakukan rencana balas dendam, apalagi itu ibu Tuan muda,” kata Yu Fan melirik ke arah Bai En.


“Benar, ibu sangatlah keras kepala, jika ia sudah bicara satu hal, maka tidak ada yang bisa mengubah pendiriannya, walaupun itu demi kebaikan semua keluarganya,” sambung Bai En.


Long Yuan dan yang lainnya mengangguk paham.


“Jadi jika Tuan muda datang, jalani saja layaknya kita hidup damai tanpa ada yang mencurigakan, sementara saudara Fanghu dan Yu Fan nanti memberitahu anggota Kelompok pembantai untuk tidak melakukan sesuatu yang berkaitan dengan Tuan muda dan juga Kelompok pengemis kumuh melakukan hal yang sama,” kata Long Yuan menatap ke arah Yu Fan, Fanghu, lalu menatap ke arah Hei Long, Huang Feng, Sin Ting dan Son Teng.


Mereka semua langsung mengangguk paham.


“Lalu aku bersama Tuan muda Bai En akan menyambut mereka, sementara yang lain akan menunggu yang lain tiba.” Long Yuan kembali bersuara sambil melirik ke arah Lang Zai, Pixiu dan yang lainnya.


Sekali lagi semuanya mengangguk, setelah itu mereka semua bubar termasuk Long Yuan, Bai En, Cen Tian dan Liu Fang yang ikut menyambur keluarganya.


***


Wuss..!!


Tap tap..!!

__ADS_1


Bai An kini mendarat tepat di tempat yang telah di tandai oleh Long Yuan.


Terlihat juga Long Yuan, Bai En, Cen Tian, Liu Fang dan ada juga beberapa orang tambahan ikut menunggu, seperti Shen Linlin, dan Jing Ling.


Bertepatan Bai An mendarat, suara teriakan terdengar lantang.


“Ibuu..!!”


Ling Mei yang familiar langsung mengalihkan pandangan ke asal suara, seketika ia menjatuhkan air mata saat melihat putranya yang telah lama menderita juga.


Duan Du langsung menghela nafas lega saat dekapannya di lepas, namun Bai Chen kembali mendekapnya agar ia tidak bisa kabur, hal itu membuat Duan Du setiap saat memasang wajah jelek.


Sementara Bai En langsung melesat memeluk Ling Mei.


Isak tangis kebahagian kembali terjadi, para saudara Bai An juga ikut bahagia saat melihat itu yang kini bersembunyi di balik bayang-bayang.


Cukup lama berdiri di sana, Bai An langsung mengajak semuanya masuk.


Tap tap..!!


Saat sudah di dalam, berbagai hidangan sudah tersedia, mereka semua lantas duduk.


Bai An juga menyuruh Long Yuan, Cen Tian, Liu Fang, Jing Ling dan Shen Linlin ikut duduk.


Saat pandangan mata Bai An mengarah ke arah para saudaranya yang bersembunyi di balik bayangan tembok. Bai An langsung menghela nafas.


“Kalian semua ikut juga berkumpul, jangan seperti itu, itu akan membuat orang curiga,” kata Bai An dengan santai.


Seketika, Lang Zai, Hei Long, Pixiu dan yang lainnya keluar dengan wajah malu-malu.


Bai Chen yang melihat itu langsung melambaikan tangannya.


“Ayo, jangan malu-malu, kita semua adalah keluarga,” kata Bai Chen.


Seketika mereka semua maju lalu ikut berkumpul.


Tak menunggu lama, datang anggota kelompok pembantai berbisik kepada Yu Fan, Yu Fan lalu mengirim telepati kepada Bai An tentang Tu Long, Tu Khul datang.


Bai An menyuruh mereka masuk.


Selang beberapa menit datang lagi, Bo Long, Xiong Zai, Bai An kembali menyuruh mereka masuk.


Tak menunggu lama, suara keributan terjadi di luar, saat Bai An mengedarkan kesadarannya, ia mengerutkan keningnya saat tahu siapa yang membuat keributan.

__ADS_1


__ADS_2