
Bai An yang melihat itu langsung berkata. “Aku pergi dulu, jika lama-lama di sini akan menjadi gila.”
Tanpa menunggu jawaban dari Ling Dong, Bai An langsung menghilang dari sana.
Untung saja Bai An telah di beritahu cara pergi dari sana, yaitu cara pergi dari alam semesta lain ke yang lainnya.
Dalam satu bulan waktu berlalu Bai An muncul di atas langit, ia memandang ke arah bawah sambil bergumam. “Tunggu aku ayah, ibu, kakek, paman, kakak, aku akan membebaskan kalian semua dan membantai semua pengkhianat yang selama ini sedang bersembunyi di antara kalian.”
Sekilas nada Bai An sangat santai, namun memiliki tekanan yang mengerikan hingga segumpal awan yang tadinya diam kini berputar hebat menyebabkan badai petir.
Setelah itu Bai An kembali menghilang lalu muncul tidak jauh dari Duan Du dan Tu Long, tapi apa yang Bai An temukan bukanlah yang ia harapkan.
Saat ini tubuh Bai An langsung kaku saat melihat Tu Long dan Duan Du sedang di gantung dengan wajah memar oleh Mu Xia'er.
Bai An melirik ke arah Mu Xia'er yang memiliki wajah menyeramkan dan di belakang Mu Xia'er ada Mu San dan Mu Wen.
Melihat itu, Bai An langsung mengutuk Mu San dan Mu Wen hidup-hidup karena ia yakin jika mereka berdulah yang memberitahukan masalah apa yang ia lakukan beberapa bulan lalu.
Saat Bai An merenung, ia mendengar sebuah teriakan.
“Kakak,, tolong aku, aku tidak tahu apa masalahmu dengan kakak ipar, jadi jangan libatkan aku,” teriak Duan Du merengek.
“Benar Tuan muda, kau sungguh kejam melibatkan kami,” teriak Tu Long dengan kesal.
“Diam,,” bentak Mu Xia'er.
Mata Mu Xia'er tidak pernah hilang dari tatapan Bai An.
“Jelaskan pembelaanmu, jika alasanmu tidak logis, maka aku akan mengulitimu hidup-hidup,” kata Mu Xia'er dengan dingin.
Glek..!!
__ADS_1
Bai An langsung menelan ludahnya, jika bisa ia lebih memilih bertarung sampai mati daripada di hadapkan seperti ini oleh Mu Xia'er.
Bai An sebenarnya tidak takut terhadap Mu Xia'er, ia takut terhadap sumpahnya dulu yang tidak ingin membuat Mu Xia'er menangis, terlebih lagi jika bukan karena Mu Xia'er yang masih menjadi bola emas dulu, dan memberikannya banyak cara berkultivasi maupun membantu Bai An meningkatkan kekuatannya. Bai An mungkin masih hidup menjadi sesongok sampah di dunia antah berantah.
Mengenang hal itu, Bai An tersenyum terhadap Mu Xia'er, ada sedikit kelicikan di senyum Bai An, namun tidak dapat di lihat oleh Mu Xia'er dan yang lainnya.
“Kau tahu mengapa aku melakukan itu?” Tanya Bai An dengan suara serius.
Mu Xia'er hanya diam tanpa menjawab. Hal itu membuat Bai An langsung menjelaskan.
“Aku melakukan hal itu agar kau tidak kesepian, aku berpikir saat aku tak ada disana dan kau hanya seorang diri tanpa ada yang mengajakmu bicara, membuat aku memutuskan mencari istri lain agar bisa menemanimu bicara dan bercanda. Aku tak ingin mencari pelayan karena aku yakin itu terlihat kaku, terlebih jika aku mencari istri kau bisa puas bermain bersama jika sudah mempunyai anak.” Kata Bai An dengan nada sedikit sedih memikirkan jika Mu Xia'er sendiri.
Seketika hati Mu Xia'er luluh dan membenarkan jawaban Bai An, karena selama ini ia kesepian, ia tidak bisa meluapkan emosinya maupun keluh kesahnya.
Tapi seketika wajah Mu Xia'er langsung tegas sambil berkata. “Walau aku menerima jawabanmu, tapi tetap saja kau harus ikut di hukum karena aku sebagai wanita telah kau permainkan.”
Tanpa menunggu jawaban dari Bai An, Mu Xia'er sudah muncul di depan Bai An.
Bam..!!
Tangan Mu Xia'er hanya memukul udara, namun tetap saja karena memiliki tekanan yang kuat dari serangan Mu Xia'er menyebabkan serpihan serangan Mu Xia'er membuat tanah dan pohon hancur.
Bai An yang melihat itu langsung bergidik, walau ia tidak mati, namun tetap saja ia dapat merasakan rasa sakit.
Dengan cepat Bai An melarikan diri sambil tersenyum kasihan terhadap Duan Du dan Tu Long.
“Mau lari kemana kau kurang ajar,” teriak Mu Xia'er dengan wajah kesal karena tidak bisa melampiaskan kekesalannya tadi saat ingin memukul Bai An.
Mu Xia'er langsung melesat mengejar Bai An kesana kemari, namun ia masih belum bisa mengejar Bai An.
Sementara Duan Du dan Tu Long memasang wajah jelek saat melihat senyum mengejek dari Bai An tadi.
__ADS_1
Saat ini mereka yakin akan menjadi pelampiasan lagi jika Bai An tidak tertangkap, satu hari, dua hari atau mungkin satu minggu mereka akan merasakan rasa sakit lagi, itulah yang ada di dalam pikiran mereka.
Benar saja, jarak satu minggu berlalu Mu Xia'er datang dengan wajah semakin kesal.
Mata Mu Xia'er menatap tajam ke arah Duan Du dan Tu Long.
“Sebagai adik dan pengikutnya, aku yakin kalian memiliki sipat yang sama dengan si berengset itu, maka dari itu aku akan mengajari kalian agar tidak mengikuti langkahnya yang salah, apalagi jika kalian sampai memiliki lebih dari satu istri,” kata Mu Xia'er dengan nada dingin.
Glek..!!
Glek..!!
“Kakak ipar, ini sama sekali tidak ada hubungannya denganku, kenapa malah kau melampiaskan kekesalanmu kepada adik iparmu ini,” teriak Duan Du mencoba melepaskan tali energi yang selama ini mengikatnya, namun semakin Duan Du mencoba semakin ia kehilangan energinya.
Sama halnya dengan Tu Long, kini wajahnya sangat jelek. “Nona Xia, apakah kau tidak melihat wajah polosku ini, kenapa kau samakan aku dengan Tuan muda, aku sama sekali tidak pernah berbuat yang tidak-tidak, selama ini aku selalu menjadi orang yang penurut,” teriak Tu Long mencoba semua alasan agar ia di lepas.
Namun semua itu hanya di anggap kicauan burung oleh Mu Xia'er, dengan langkah santai Mu Xia'er berjalan secara perlahan.
Sementara Mu San dan Mu Wen sudah menjauh dan tugasnya hanya menjaga Duan Du dan Tu Long, mereka berdua yakin jika terus disana maka mereka juga akan mendapatkan hadiah yang tidak bisa mereka lupakan jika Mu Xia'er sedang marah.
Tak lama terdengar suara teriakan menggema secara bergantian.
Bai An yang mengintip dari kejauhan sampai bergidik ngeri, ia tidak pernah merasakan seperti bergidik ini kecuali saat ini.
“Untung saja aku bisa kabur, jika tidak, aku akan mengalami nasip yang sama dengan mereka,” gumam Bai An mengelus-elus dadanya lega.
Bai An juga tersenyum kecil memikirkan nasip na'as Duan Du dan Tu Long. “Hehe,, jalani saja nasip sial kalian, jangan salahkan aku, itu karena kalian saja yang tidak bisa kabur dari wanita iblis ini,” kata Bai An melalui telepati kepada Duan Du dan Tu Long.
Tidak jauh dari Bai An, saat ini Mu Xia'er telah puas melampiaskan kekesalannya.
“Heng,, jika aku menemukan pria brengset itu aku akan membuatnya lebih menderita dari kalian,” kata Mu Xia'er mendengus lalu menghilang dari sana.
__ADS_1