Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kekesalan Bai An.


__ADS_3

Pagi hari...


Kini Bai An sedang berkumpul bersama Bai Luan, Shen Linlin, dan Fang Liu. Bai An lalu menceritakan tentang kepergian Xu Yue kepada Bai Luan dan Shen Linlin, sedangkan untuk Fang Liu hanya menjadi pendengar setia saja karena tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Bai An dan yang lainnya, ia hanya mengerti kalau Xu Yue itu telah pergi, hanya itu.


Setelah berbincang-bincang sebentar, terlihat kalau Lin'er terlihat agak sedih, karena tidak bisa bersama Xu Yue lagi dalam waktu yang tidak di ketahui. Bai Luan langsung mencoba menyemangati Lin'er.


Saat Bai Luan sibuk menghibur Lin'er, kini Bai An menatap Fang Liu dengan cukup serius, ia sebenarnya agak kasihan kepada Fang Liu, karena menurut pesan yang ia terima dari Shen Bai tadi malam sebelum masuk celah dimensi, Shen Bai memberitahu tentang cara membuka segel Fang Liu, namun tidak bisa sekarang karena Fang Liu masih sangat lemah.


Saat merenungkan kata-kata dari Shen Bai, Bai An hanya menghela nafas lalu melirik ke arah muridnya Fang Liu, "Liu'er apakah kau benar-benar ingin menjadi kuat seperti gurumu ini?" tanya Bai An tiba-tiba.


Itu cukup mengejutkan Fang Liu, Bai Luan dan Shen Linlin, "Aku ingin menjadi kuat guru!" jawab Fang Liu tegas.


Melihat tekad Fang Liu, Bai An mengangguk dan berkata, "Jika begitu kau mulai sekarang harus berlatih dua hingga sepuluh kali lipat dari yang lain. Karena guru akan melatih tubuh fisikmu hingga melebihi kekuatan yang orang punya."


Mendengar itu Fang Liu bingung, karena ia berpikir akan berkultivasi mulai sekarang dan ia berpikir jika ia berkultivasi dam berlatih dengan giat ia akan menjadi kuat seperti guru dan kakak seniornya.


Bai Luan dan Lin'er yang tadi tidak sengaja mendengar kata Bai An kini bertanya, "Guru kenapa berlatih tubuh fisik? bukannya guru akan membuka segelnya agar ia bisa berkultivasi?"


"Huuuff Luan'er dan khusus untukmu Liu'er, ini masalh yang serius akan guru beritahu kepadamu dan jika kau tidak mempunyai tekad dan menyerah begitu saja maka kau akan tetap seperti ini."

__ADS_1


Saat mendengar ucapan Bai An, Fang Liu dan Bai Luan menjadi serius, Lin'er juga ikut serius walaupun bukan ia yang diberitahu, sedangkan Bai An yang melihat mereka kini menjadi serius mengangguk.


"Luan'er kamu tahu kan tubuh fisik guru ini bagaimana kuatnya?" tanya Bai An. "Tahu Guru tubuh fisik Guru sangat mengerikan dan itu setara dengan tingkat kultivasi guru bahkan lebih dan jika digabung dengan energi guru yang sengaja guru segel itu mungkin setara True God!" Jawab Bai Luan.


Bai An mengangguk lalu melirik Fang Liu yang bingung, saat melihat Fang Liu kebingungan, Bai An langsung menepak keningnya karena ia lupa memberitahukan tentang tingkat-tingkat dalam kultivasi. Bai An langsung menyentuh kening Fang Liu dan cukup lama Fang Liu mencerna semua ingatan tentang hal kultivasi.


Bai An, Bai Luan dengan sabar menunggunya untuk menyerap semua ingatan tersebut. 1 jam telah berlalu kini Fang Liu langsung membuka mata dengan mata yang berbinar-binar. "Guru jika kakak senior Luan bilang hanya tubuh fisik Guru sangat kuat lalu berada ditingkat apa Guru sekarang?" tanya Fang Liu ia merasa gurunya ini sangat kuat.


"Hmmm Supreme Being Awal!" jawab Bai An santai, walau ia cukup heran mengapa Fang Liu bertanya seperti itu namun Bai An tetap menjawabnya.


Fang Liu langsung terjatuh saat mendengar itu dan ia menatap Gurunya ngeri, ia berpikir Gurunya berada di tingkat Puncak Alam Fana, namun pikirannya salah, ternyata kekuatan Gurunya berada di puncak Alam immortal.


Banyak sekali pikiran-pikiran Fang Liu setelah ia mendapat ingatan tentang kultivasi. "Ehem jangan terlalu melamun Liu'er!" ucap Bai An menghentikan lamunan Fang Liu yang entah kemana.


"Hehe maafkan Liu'er Guru!" ucap Fang Liu cengengesan dan itu menjadi bahan tertawaan Lin'er dan Bai Laun. Sedangkan Bai An hanya menggeleng.


"Jadi kau tahu kan tubuh fisik gurumu ini?" tanya Bai An lagi, Fang Liu mengangguk, "Tahu Guru," jawabnya.


"Guru akan melatih tubuh fisikmu dulu, jika tubuh fisikmu setara pada tingkat Tyrant atau awal menapaki Alam Immortal, Guru akan membuka segel di dantianmu dan memulai berkultivasi saat segel telah guru buka!"

__ADS_1


"Mengapa tidak sekarang Guru?" tanya Fang Liu heran. Bai An langsung menjawab, "Karena tubuh fisikmu masih lemah, jika segelmu dibuka maka tubuhmu akan langsung hancur dan pada saat tubuh fisikmu setara pada tingkat Alam Immortal saja bisa menahannya agar tidak hancur!"


"Mengapa bisa begitu Guru?" tanya Fang Liu lagi, hal itu membuat Bai An berkedut-kedut, sedangkan Bai Luan dan Lin'er langsung menutup mulut mereka untuk menahan tawa.


"Huuuf, kau akan mengetahuinya pada saatnya tiba!" jawab Bai An yang kini pasrah melihat sifat dan kelakuan muridnya yang blak-blakan.


"Kapan pada saatnya tiba itu Guru?" tanya Fang Liu lagi, hingga kini terdengar gelak tawa Lin'er karena tidak mampu menahannya, Bai Luan langsung menyumpal mulut Lin'er karena itu kurang sopan menurutnya.


Bai Luan tidak habis pikir, jika ada yang berani bertanya kepada Bai An dengan begitu banyak pertanyaan sampai-sampai membuat Bai An kesal, Ia saja dan yang lainnya tidak terlalu berani begitu banyak tanya, apalagi sampai membuat Bai An begitu kesal.


Namun sekarang ada orang yang begitu kepada Bai An dan orang itu adalah hanya seorang anak kecil. Itulah membuat mereka tertawa karena lucu saja menurut mereka.


"Liu'er itu akan terjadi pada saat tubuh fisikmu setara dengan tingkat Tyrant dan jika kau ingin tubuh fisikmu meningkat dengan cepat kau harung berlatih dua hingga sepuluh kali lipat dari yang lainnya, apakah kau paham!" ucap Bai An dengan pelan menjelaskannya.


Walaupun Bai An kesal dan terlihat menahan kekesalannya, ia sadar jika itu hanya anak kecil yang belum terlalu mengerti apa-apa dan ingin banyak pengetahuan jadi pantas Fan Liu banyak bertanya pikir Bai An, karena ia juga sewaktu seumuran dengan Fang Liu juga begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang ia sampaikan kepada Cen Tian dulu dan dengan sabar Cen Tian memberitahunya.


"Paham Guru!" jawab Fang Liu dengan mata bersinar-sinar karena ia tidak sabar melatih tubuh fisiknya agar bisa menjadi kuat seperti Gurunya.


Bai An langsung tersenyum lalu memegang kepala Fang Liu lalu mengacak-ngacak rambutnya yang membuat Fang Liu mengeluh dan cemberut.

__ADS_1


Sedangkan Bai Luan yang melihat itu menjadi iri karena Bai An tidak pernah melakukan itu kepadanya dulu saat pertamakali ia menjadi murid Bai An, dan Lin'er hanya terkekeh melihat kecemburuan Bai Luan kepada Fang Liu.


__ADS_2