
“Kalian berdua cepat kemari dan minta maaf,” kata Bai An melihat ke arah Tu Long dan Hei Niu.
Dengan cepat Tu Long dan Hei Niu maju untuk meminta maaf.
Melihat kedua monster tersebut kesini. Tan Zu langsung mundur, karena ia mengira dirinya dan putrinya akan di culik lalu di jadikan budak.
Saat Tan Zu ingin berteriak.
Mulutnya tiba-tiba menganga lebar.
“Adik kecil maafkan paman mu yang tampan ini, tadi paman tampan hanya bercanda saja,” kata Tu Long mengusap pipi Tan Mue'er.
“Wuaah.. Paman sangat lucu, aku ingin bermain bersama pamana. Apakah boleh?” Kata Tan Mue'er penuh harap.
Matanya yang besar kini mirip seperti mata kucing yang imut. Sehingga Hei Niu langsung menjawabnya. “Tentu saja, paman botak dan paman tampan akan menemanimu.”
“Apa kau bilang? Ulangi sekali lagi,” kata Tu Long kini mulai berubah ganas.
Hei Niu juga ikut-ikutan mengganas.
Tan Mue yang melihat itu bukannya takut ia malah tertawa bahagia.
“Ha,,ha,,ha,, Paman berdua sangat lucu,” kata Tan Mue'er.
Tan Zu yang awalnya takut kini agak memberanikan diri maju ke hadapan putri kecilnya agar ia kini tidak sembarangan bicara lagi.
Tapi Bai An langsung menghalanginya.
“Biarkan saja, ia kini dalam masa membutuhkan kasih sayang dan sangat aktip dalam bermain,” kata Bai An.
“Ta..Tapi Tuan muda,” kata Tan Zu langsung diam saat melihat putrinya kini sedang tertawa bahagia.
Cukup lama Mue'er bermain-main dengan Tu Long dan Hei Niu, akhirnya ia kelelahan dan berlari ke arah ayahnya.
“Ayah, aku lapar,” kata Mue'er sedih sambil mengelus perutnya.
“Ayo kita cari restaurant di dekat sini,” kata Bai An sambil tersenyum. Ia dapat melihat jika ayahnya tidak memiliki uang dan masih ada jejak kegelisahan terlihat di mata Tan Zu.
Tentu saja Mue'er senang saat mendengar itu dan saat ia ingin mengatakan sesuatu.
Beberapa monster, iblis, dark elf dan iblis setengah manusia datang. Mereka sekitar berjumlah 15.
“Hei, itu dia budak kita yang melarikan diri,” bisik salah satu monster.
Iblis yang di bisikkan langsung melihat ke arah Tan Zu dan Tan Mue. Ia juga melihat ke arah Bai An dengan tersenyum sinis.
“Tangkap mereka semua,” kata Iblis tersebut, yang sepertinya menjadi pemimpin kelompok tersebut.
Tan Zu langsung ketakutan luar biasa, sedangkan Tan Mue kini mulai menangis lagi saat dirinya di kepung.
“Hahaha kita mendapat satu lagi yang masih segar,” kata salah satu Dark Elf dengan tawa menyeramkan.
Sedangkan kini wajah Bai An sangat dingin. Ia merasa sedikit marah saat melihat Tan Mue mulai menangis.
“Bisakah kalian pergi, mumpung hatiku sedang cukup baik.” Kata Bai An sedikit dingin ke arah kelompok tersebut.
__ADS_1
Bukannya pergi, mereka malah semakin tertawa.
“Hahaha, anak manusia, nyalimu cukup besar juga, lumpuhkan dia,” perintah Iblis yang menjadi pemimpin kelompok tersebut.
“Kau tenang saja ketua, biarkan aku maju untuk menghajarnya,” kata salah satu Dark Elf langsung melesat.
“Salahkan nasifmu yang buruk anak manusia,” kata Dark Elf tersebut mengayunkan belatinya ke arah badan Bai An.
Tapi. Sesuatu tidak terduga terjadi, tiba-tiba saja kepala Dark Elf tersebut terjatuh sebelum belati tersebut sampai ke tubuh Bai An.
“Jangan ikut campur Tu Long,” kata Bai An kini semakin dingin.
Tu Long yang wajahnya mengganas dari tadi langsung diam dan mengangguk.
Sedangkan kelompok tersebut kini sedang terkejut. Sebelum mereka sadar dari keterkejutannya. Bai An menggunakan itu sebagai kesempatan.
Ia langsung melesat ke arah semua kelompok sambil mengayunkan pedangnya.
Wuss..!!
Slas.!
Saking cepatnya, Tu Long dan Hei Niu terpengarah.
Bai An kini berhenti di depan iblis yang menjadi pemimpin kelompok.
“Kau...Kau apa yang kau lakukan? Apakah kau tidak tahu kami adalah perkumpulan gelap, jika kau membunuhku, semua organisasi perkumpulan gelap akan memburumu,” ancam iblis tersebut dengan menunjuk Bai An sambil melangkah mundur dengan kaki gemetaran.
“Walaupun kau pengikut semua Ahli Suci di dunia ini pun kau kira aku takut,” kata Bai An mengayunkan pedangnya ke arah tangan iblis tersebut.
“Ahkkk,, beraninya kau bajingan,” teriak iblis tersebut kesakitan.
Heeng..!
Bai An mendengus dingin. Lalu mengayunkan pedangnya lagi.
Slash..!
“Ahhkkk..!!,” teriakan pilu iblis tersebut cukup keras, tapi semua orang yang melalui tempat tersebut tidak ada yang peduli. Karena mereka tahu yang kuat lah yang berkuasa, dan yang lemah tertindas.
Saat Bai An ingin membunuhnya. Tiba-tiba saja Energi Semestanya bergejolak sangat ingin keluar.
Bai An yang dapat menyadari sesuatu langsung melihat ke arah iblis tersebut dengan teliti. Tak lama kenudian, ia langsung tersenyum menyeringai.
“Ternyata di kota ini ada juga pengikut Kaisar Dewa Kegelapan,” gumam Bai An.
“Hei Niu, kau bawa iblis ini ke penginapan, sekalian bawa ayah dan putrinya untuk menginap di sana,” kata Bai An melalui telepati.
Hei Niu langsung bergerak cepat. Dan membujuk Tan Zu jika di sini sudah tidak aman agar bisa mengikutinya.
Walau masih ragu, Tan Zu memberanikan diri bersama putrinya untuk ikut.
Sedangkan Bai An kini menatap ke arah Tu Long sambil tersenyum.
“Tu Long, kita akan berburu kelompok perkumpulan gelap malam ini, karena mereka salah satu pengikut Kaisar Dewa Kegelapan,” kata Bai An menyeringai.
__ADS_1
Wajah Tu Long langsung cerah, dengan semangat ia mengangguk.
Setelah itu, Bai An dan Tu Long langsung berjalan ke arah tempat yang agak sepi.
Setelah sampai, mereka berdua langsung mengenakan pakaian hitam dan penutup kepala untuk menutupi identitas mereka.
Walau De Cang mampu menutupi identitasnya, ia tidak ingin terlalu membebani para bawahannya.
Setelah di rasa wajah mereka kini sudah tertutup seperti assasint. Bai An dan Tu Long langsung terbang untuk naik ke atas atap.
Wuss..!
Wuas..!!
Mereka berdua terus melesat di tengah malamnya kota.
Beberapa saat kemudian, Bai An berhenti, lebih tepatnya kini Energi Semestanya menunjukkan di mana lokasi perkumpulan gelap.
“Hmm..!! Di rumah tersebut yang terkuat hanya berada di tingkat Kesatria Dewa Emas ⭐ 1 Awal,” gumam Bai An dengan suara kecil. Tapi gumaman Bai An dapat di dengar oleh Tu Long.
“Biarkan aku saja yang membunuh mereka semua Tuan muda,” kata Tu Long mengajukan diri.
Tapi Bai An menggelengkan kepalanya. “Jangan meremehkan lawan, aku cukup mengenal para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan.” Kata Bai An, kemudian menambahkan. “Kita harus bergerak cepat, jangan sampai menimbulkan terlalu besar gelombang pertarungan.”
Tanpa menunggu jawaban dari Tu Long. Bai An melesat seperti angin.
Tu Long langsung mengejar, ia juga menggunakan kecepatan penuhnya karena tak ingin ketinggalan.
Saat Bai An menyelinap masuk.
Tu Long datang langsung menabrak tembok hingga hancur.
“Sudah di beritahu jangan terlalu menimbulkan masalah,” gumam Bai An dengan kesal.
Apa boleh buat, Bai An harus bergerak cepat karena ia merasakan mereka telah keluar.
Dengan cepat siluet bayangan Bai An muncul di depan yang paling kuat.
Lalu mengayunkan pedangnya, tak lupa ia mengalirkan Energi semestanya.
“Tebasan Ashura,” gumam Bai An menggunakan teknik pedang terkuatnya.
“Sialan,” teriak ketua perkumpulan gelap terkejut, ia langsung menyilang pedangnya di sertai seluruh energi kegelapan. Karena ia merasakan krisis hidup.
Trank..!!
Crak. Crak..!!
Slash..!!
Tubuh ketua perkumpulan gelap langsung terbelah dengan mudahnya, seperti memotong tahu.
Setelah membunuh ketua perkumpulan gelap, Bai An langsung menghilang.
Dan..!!
__ADS_1
Bersambung.