
Bai An mengangguk, ia kemudian melirik ke arah Tu Khul.
Tu Khul langsung maju.
“Tuan muda, saya bersama Tuan muda Bai En, Tu Long, Du nakal telah mengawasi mereka, dan benar saja apa yang Tuan muda curigai, Du nakal merasakan ada aura mengerikan di bawah tanah namun samar-samar karena adanya pelindung, mereka juga selalu membawa tumbal berupa bayi, wanita yang masih perawan untuk membantu sosok mengerikan di bawah tanah tersebut.”
Mendengar ucapan Tu Khul Bai An mengangguk santai, sampai saat ini belum ada yang mengetahui tingkat kekuatan sejati Tu Long, Duan Du dan Bai An, karena mereka bertiga masih belum ingin mengungkapkannya kepada para saudara dan bawahannya.
“Lalu bagaimana dengan Ling Qie, apakah kalian sudah mengawasinya?” Tanya Bai An dengan santai ke arah Tu Khul, Bai En, Duan Du dan Tu Long.
Tu Long mengangguk santai. “Sejauh ini, dia belum curiga dengan tipuan yang Tuan muda buat, jadi masih aman-aman saja untuk saat ini.” Jawab Tu Long dengan jujur.
“Oh ya benar juga kak, kami juga membunuh orang-orang yang membawa para budak untuk di jadikan tumbal, mungkin ini sedikit beresiko karena kita bisa ketahuan, tapi aku kesal dengan mereka yang mempunyai sangat jelek dan kasar,” kata Duan Du menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Bai An hanya menghela nafas berat, inilah yang ia takutkan jika Duan Du, Tu Long, Bai En bergabung, karena mereka semua cukup susah di beritahu, walaupun Bai An telah menempatkan Tu Khul juga berada di kelompok mereka, tapi tetap saja Tu Khul tidak bisa menghentikan tingkah mereka ini.
Duan Du yang saat ini menggaruk kepalanya kembali berkata. “ Tapi kau tenang saja kak, untuk saat ini mereka belum curiga, karena kami membunuh mereka di luar wilayah Kekaisaran Ling.”
Mendengar itu Bai An mengerutkan keningnya. “Jadi mereka menangkap warga yang tinggal di desa-desa kecil,” gumam Bai An melirik ke arah kakak angkatnya Cen Tian.
“Kak, kau bersama Liu Fang, Sin Ting dan Son Teng pergi dan habisi semua musuh yang ada di luar, bawahan beberapa anggota inti kelompok pembantai dan kelompok inti pengemis kumus yang baru masuk untuk pelatihan mereka, dan juga pastikan jika mereka benar-benar musuh, jangan membunuh sembarangan.” Kata Bai An sambil menatap mereka berempat.
Terlihat Cen Tian, Liu Fang, Son Teng dan Sin Ting langsung bersemangat, aura semangat bertarung mereka seketika bangkit.
“Hehe,, kau memberikan tugas ini ke orang yang tepat,” kata Cen Tian dengan mata bersinar.
Semua orang seketika jijik saat melihat mata tersebut, karena mereka tahu mata tersebut adalah mata keserakahan.
Bai An mangangguk lalu menyuruh mereka berempat bergegas pergi.
Setelah kepergian mereka berempat, kali ini Bai An melirik ke arah Tu Long.
“Tu Long, perintahkan Dan bersaudara untuk berlatih lebih dulu selama 3 hari ini di tempat Dunia Jiwa mu agar kekuatan mereka bertambah kuat, buat perbedaan waktu yang sangat tinggi,” kata Bai An melalui telepati.
Tu Long mengangguk santai.
__ADS_1
Setelah itu Bai An melirik ke arah Long Yuan. “Saudara Long, apakah semua bawahanmu yang dulu bersembunyi telah berkumpul semua?” Tanya Bai An dengan santai.
Long Yuan mengangguk. “Mereka saat ini berpencar di setiap sudut kota, bahkan ada yang sengaja berada di luar menjadi bandit.” Jawab Long Yuan jujur.
Sudut bibir Bai An langsung terangkat. “Suruh semua bawahanmu untuk membuat kekacauan ringan di luar kota, bila perlu hadang dan hajar beberapa klan menengah dan besar,” kata Bai An.
Long Yuan mengangguk, tanpa bertanya ia langsung menghilang dari sana.
“Kak, apa kau ingin membuat para penjaga kota di salahkan dengan keributan kecil ini?” Tanya Duan Du seketika penasaran.
Duan Du yang pintar dapat menangkap maksud kakaknya Bai An, tapi ia bertanya agar lebih pasti.
“Benar, aku ingin agar para bawahan Ling Qie bergerak, karena sampai saat ini mereka belum bergerak, terlebih agar para pengikut Kaisar Dewa yang ada di Alam Dewa berbeda bisa menyalahkan Ling Qie,” kekeh Bai An.
Semua orang yang ada di sana seketika ikut tersenyum menyeramkan karena ingin Ling Qie dan para pengikutnya menderita lebih dulu sebelum mati, karena dendam Bai An adalah dendam mereka juga.
Setelah itu Bai An kembali menugaskan para saudara dan bawahannya untuk mengawasi keadaan jika salah satu saudara mereka terjebak masalah maka harus di bantu.
Saudara yang Bai An maksud adalah para anggota kelompok pembantai, kelompok pengemis kumuh maupun para bawahan saudaranya, Bai An menganggap semuanya saudara.
Mereka bertiga muncul tepat di tengah kerumunan orang.
Tidak ada yang dapat menyadari ketinya yang muncul secara tiba-tiba.
Dengan santai ketiganya berjalan ke arah kedai kecil.
Tap tap..!!
Saat masuk tidak ada yang peduli dengan Bai An, Duan Du dan Tu Long, karena Ibukota ini adalah ibukota yang paling bebas sebenarnya.
“3 kendi,” teriak Tu Long mengangkat tangan untuk memberi isyarat kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai mengangguk ringan lalu memberikan 3 kendi berisi anggur kepada pelayannya untuk di bawa ke meja tempat kelompok Bai An duduk.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Silahkan di nikmati Tuan-tuan,” kata pelayan laki-laki berusia 30 tahunan.
Bai An mengangguk lalu melempar 1 kristal berlian tingkat tinggi.
“Sembunyikan itu dan bersikaplah santai, jika tidak kau akan di rampok,” kata Bai An.
Pelayan itu langsung pergi dengan santai, padahal hatinya kini berdebar kencang tanpa henti.
Kini Bai An, Duan Du dan Tu Long dengan santai minum.
Duar..!!
Baru saja Duan Du ingin meminum gelas keduanya, tapi gelas keduanya langsung hancur akibat tombak melesat ke arah gelasnya hingga menghancurkan gelas di tangannya.
Bahkan kedai tersebut hancur setengah akibat sebuah tombak yang melesat secara tiba-tiba.
Kini wajah Duan Du berkedut-kedut menunjukkan kekesalan, Tu Long yang melihat itu tertawa terbahak-bahak karena wajah Duan Du kini basar akibat percikan anggur.
Tak lama kemudian seorang Tuan muda datang dengan arogan, ia bahkan dengan sengaja mengeluarkan auranya agar bisa membuat semua orang takut, sementara di belakang Tuan muda tersebut ada 4 pria berbadan kekar dengan tingkat kekuatan Dewa Raja Tinggi ⭐ 3 Puncak.
Hal tersebut menunjukkan jika pemuda ini adalah dari klan besar, bisa jadi murid Kaisar Dewa atau klan kuno tersembunyi.
Tuan muda yang memiliki kekuatan Kaisar Dewa Rendah ⭐ 3 Puncak langsung melihat ke seluruh area, hingga matanya tertuju ke arah tombaknya yang berada tepat di samping Duan Du.
“Hei aku, ambilkan aku tombak itu cepat,” kata Tuan muda tersebut dengan nada perintah dan menunjukkan kesombongan yang tinggi.
Duan Du yang mendengar itu seketika tertawa.
Ha ha ha..!!
Ha ha ha..!!
Tawa Duan Du terdengar seram, hal tersebut membuat orang-orang di samping Duan Du langsung mengira Duan Du sudah gila dan ingin mati karena menertawakan sosok Tuan muda yang mengerikan.
Tapi mereka semua tak tahu jika telah membangunkan sosok mengerikan yang tak bisa mereka bayangkan.
__ADS_1