
Mata Pixiu langsung melotot, ia cukup kaget saat mendengar ucapan Tu Long. “Monster sesungguhnya,” gumam Pixiu masih dalam kondisi terkejut.
Wuss..!!
Mu Xia'er muncul di hadapan Pixiu dan Tu Long. Tanpa menunggu lama, Mu Xia'er melambaikan tangannya santai.
“Keluar,, setelah menembus kau langsung masuk. Jangan lama, karena lubang hitam ini tidak langsung menghilang melainkan memiliki waktu 30 menit.”
Mu Xia'er langsung menghilang setelah ia mengatakan hal tersebut.
Tanpa menunggu waktu, Tu Long langsung memasuki lubang tersebut. Sedangkan Pixiu menjaga di dekat lubang tersebut karena takut ada yang masuk ke dalam dunia jiwa Bai An.
***
Di tempat Lang Zai, ia kini telah kembali dan Jing Xan langsung bertanya.
“Bagaimana? Apakah itu serangan musuh atau memang bencana alam?”
“Itu memang serangan. Terlihat dari bekas sisa ledakan yang aku lihat. Tapi yang menyerang aku tidak tahu. Kita hanya menunggu Tuan muda dan yang lainnya kembali. Karena mereka saat ini ada di dalam dunia jiwa.” Jawab Lang Zai melalui telepati.
Jing Xan mengangguk mengerti, tapi di dalam pikiran terbesit satu orang. Ya dia adalah orang yang melawan He Yusi. Itulah pikiran Jing Xan.
“Aku pergi berjaga di sekeliling dulu. Takutnya akan ada serangan datang ke kota ini.” Kata Jing Xan.
Jing Xan langsung menghilang setelah melihat Lang Zai mengangguk.
Saat Lang Zai ingin pergi, Tang Rou datang dengan tergesa-gesa bersama Jing Fu.
“Apa yang terjadi Saudara Lang Zai?” Tanya Tang Rou.
Sambil menghela nafas pelan, Lang Zai langsung menceritakan hal yang sama seperti bercerita ke Jing Xan. Tapi bedanya, ia tidak mengatakan tentang dunia jiwa.
Setelah mendengar semua cerita Lang Zai. Tang Rou dan Jing Fu saling menatap lalu mengangguk bersamaan.
“Aku harus meminta bantuan secepatnya ke Klan Jing Pusat untuk membantu penjagaan kota,” kata Jing Fu.
“Terimakasih atas bantuannya senior Fu.” Jawab Tang Rou.
“Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke Assosiasi untuk mengirimkan pesan bantuan melalui batu komunikasi,” kata Jing Fu lalu berpamitan dengan Lang Zai dan Tang Rou. Jing Fu merasa ini masalah gawat jadi ia harus mengabari Penguasa JingXin.
__ADS_1
Seandainya Jing Fu tahu jika Long Yuan ada di sini. Ia pasti akan terkejut dan merasa senang. Karena ia yakin jika ada Long Yuan pasti ada Jing Xan.
Karena dulu saat Long Yuan berkunjung dan berkumpul. Jing Fu ada di sana saat Long Yuan disana lalu pergi bersama Jing Xan.
***
Sedangkan di sebuah pulau yang jarang di jarang oleh manusia kini ada tiga orang seperti sedang menunggu sesuatu.
Dua orang ada yang Yu Fan dan Fanghu kenal, dia adalah Penguasa Liu Wang dan Pemimpin Teratai Hitam.
Sementara di depan Liu Wang ada seorang yang terlihat berumur 50 tahunan. Ia adalah pemimpin Teratai Hitam.
Di tempat yang agak jauh dari Liu Wang dan Pemimpin teratai hitam, seorang pemuda berdiri dengan gagah.
Dapat terlihat jika Liu Wang dan Pemimpin teratai hitam sangat menghormati pemuda tersebut.
Ia, pemuda itu adalah tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan yang pernah di lawan oleh He Yusi. Sehingga semua orang menebak jika orang yang menyerang Tu Long dan Bai An adalah ia.
Jika tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan ada di sini, lalu siapa yang menyerang Bai An dan Tu Long tadi?.
Tak lama sebuah retakan terjadi di udara. Tak lama retakan tersebut semakin besar.
Crak...!!
Prangg...!!
Saat retakan ruang hancur. Muncul beberapa orang di sana dengan luka luka ringan. Ada juga yang masih terlihat baik-baik saja.
Buk..!!
Buk..!!
Beberapa orang langsung terjatuh. Hanya Penguasa Hongcun dan Panglima Liu Qiu masih bisa menyetabilkan diri agar tidak terjatuh.
Wuss..!!
“Kakak, benar dugaanmu jika di sisi pemuda tersebut ada seorang Monster Tingkat tinggi yang langka, ia bahkan tahu jika aku menyerangnya walau aku berusaha untuk berhati-hati tadi,” kata pemuda tersebut lalu membuka jubahnya.
Wajah pemuda tersebut sangat mirip dengan Tangan Kanan Kaisar Dewa Kegelapan, begitupun dengan auranya.
__ADS_1
Tapi tak lama ia mengembalikan wajahnya ke semula. Auranya pun berubah. Tingkat kekuatan pemuda tersebut bahkan lebih tinggi dari Tangan Kanan Kaisar Dewa Kegelapan yang di sebut kakak.
Tapi jika Bai An, Lang Zai dan Pixiu ada di situ. Ia pasti akan mengenal pemuda tersebut. Dia adalah orang yang menyamar menjadi sosok Jendral Teratai Hitam saat Bai An melawan Klan Lee.
“Ooh..!! Bukankah kau hanya menggunakan setengah kekuatanmu saat menyerangnya tadi? Kau jangan membohongi kakakmu ini. Kakakmu mempunyai mata-mata yang ahli,” kata kakaknya tersenyum lembut.
Pemuda tersebut terkekeh lalu berkata. “Aku hanya memegang janji ku dengannya kakak. Kau tahu aku berjanji akan melawannya saat ia telah setara dengan ku,” jawab adiknya lalu menambahkan. “Aku juga merasa saat pertama kali bertemu dengannya dulu aku merasa gelisah, karena ada sosok mengerikan yang tersembunyi di dalam tubuhnnya.”
Sang kakak mengangguk lalu melirik ke arah Penguasa Hongcun dan Panglima Liu Qiu.
“Kalian berdua pasti tahu kesalahan kalian bukan.” Kata Tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan.
“Kami salah karena tidak merasakan musuh sedang memata-matai kami.” Jawab mereka berdua serempak dengan tubuh bergetar.
“Kali ini aku memaafkan kalian karena bangsa ku Monster memiliki kelebihan masing-masing. Aku tidak tahu apa kelebihan monster yang ada di sisi pemuda yang bernama Bai An itu. Tapi jika kalian berdua bertarung dengannya. Aku yakin kalian berdua akan kalah. Jadi dari itu aku memakluminya.” Kata She Gou.
Tangan kanan Kaisar Dewa Kegelapan yang bernama She Gou itu kemudian melirik adiknya Shi Qiang.
“Apakah kau akan pergi lagi?” Tanya She Gou.
“Iya kakak, aku di sini bosan dengan diskusi kalian. Lebih baik saat bertarung kau memanggil ku,” jawab Shi Qiang.
Tentu saja nama She Gou dan Shi Qiang adalah nama samaran mereka berdua.
“Hmm..!! Apakah kau tidak ikut membahas Energi yang telah lama kita tunggu-tunggu. Mungkin energi tersebut akan keluar sepenuhnya dalam beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun.”
Shi Qiang menggeleng lalu berkata. “Aku tidak yakin Energi tersebut mampu untuk menghancurkan perisai yang menyegel bangsa kita. Ayah pun sampai tertahan di sana yang jauh lebih kuat dari kita.”
Setelah itu Shi Qiang menghilang, entah ia pergi kemana.
“Hmm,, kalian telah lama mengikutiku. Bahkan saat kalian masih kecil aku menemukan kalian dalam kondisi menyedihkan. Sekarang kalian berdua telah menjadi penguasa. Itu berkat kerja keras kalian. Tapi aku menghubungi kalian karena saat ini sudah waktunya yang telah lama aku tunggu-tunggu.”
“Pangeran, ini bukan hasil kerja keras kami. Tapi ini berkat Pangeran. Jika para manusia-manusia serakah tersebut berhasil membunuh kami. Maka kami tidak akan bertemu dengan pangeran. Pangeran juga telah merubah nasip kami. Semua manusia tersebut memang pantas mati,” jawab semua orang yang ada di sana.
Liu Wang, Hongcun, Liu Qiu, Pemimpin Teratai Hitam dan para jendral. Semua mereka menundukkan kepala.
Sementara She Gou menyeringai sambil menjilat bibirnya. Tidak ada yang tahu jika ini sebenarnya ulahnya membunuh semua keluarga mereka dan membuat hutang budi dengan cara menolong lalu mengajarkan agar membenci manusia.
Sementara Shi Qiang yang bersembunyi dari jauh hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelicikan kakaknya. “Kakak sama persis dengan ayah sehingga ia lebih pantas menjadi Raja Monster selanjutnya,” gumam Shi Qiang kemudian pergi dari sana.
__ADS_1