Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Daratan Zhu, Wilayah Gurun Kematian


__ADS_3

“Kau bisa bangun, mulai sekarang kau tidak perlu berlutut lagi di depanku, termasuk kepada siapapun itu jangan pernah melakukan hal tersebut lagi.” Kata Bai An dengan nada tegas.


“Hei Niu akan menuruti perintah Tuan,” jawab Hei Niu dengan tegas sambil bangkit dari posisinya.


Bai An mengangguk lalu melihat ke sekelilingnya lebih dulu.


“Hmm..!! Apa nama gurun ini? Hei Niu.” Tanya Bai An melirik ke arah Hei Niu.


Hei Niu mengangguk. “Gurun ini bernama gurun kematian. Atau biasa juga di sebut Gurun para Monster.”


Hei Niu merasa aneh dengan Tuan nya. Tentu saja ia merasa aneh, karena di dunia ini siapa yang tidak mengenal Gurun para Monster ini, bahkan semua ras yang ada di dunia ini akan berpikir ulang kesini, walau kekuatan mereka besar. Tapi tidak mungkin melawan jutaan monster.


“Hmm..!! Melihat tingkah mu, lebih baik aku jujur saja. Aku baru saja datang ke dunia ini. Jadi kau bisa jelaskan tentang dunia ini lebih dulu.” Kata Bai An dapat menyadari perubahan di wajah Hei Niu.


Hei Niu tentu saja terkejut, tapi ia dengan cepat mengangguk.


“Dunia ini adalah Dunia Setengah Dewa. Aku yakin jika Tuan datang dari Dunia Biasa. Jadi aku memperkenalkan Dunia Setengah Dewa ada 10 dan Dunia tempat kita ini ada di urutan ke 3 terkuat. Nama Dunia ini Zhu Rong.” Kata Hei Niu kemudian melirik Bai An yang mengangguk. Hei Niu langsung melanjutkan.


“Dunia Zhu Rong ini tidak memiliki Benua, semuanya di anggap satu. Yaitu daratan Zhu, setiap daratan Zhu ada berbagai ras yang menguasai wilayah tertentu. Seperti Gurun para Monster ini adalah wilayah kekuasaan para monster, dan yang terkuat di daratan Zhu ini adalah Ras Elf, kemudian di susul kami bangsa monster, Binatang Primordial Ilahi, dan Iblis Murni. Untuk sisanya seperti para manusia, binatang roh iblis, iblis setengah manusia. Mereka hanya ladang ternak bagi kami, yang selalu di buru. Walau sampai saat ini para manusia masih bisa bertahan dengan mendirikan 3 kerajaan di wilayah yang berdekatan dengan Ras Elf dan Binatang Primordial, tetap saja kemusnahan manusia tidak akan terhindar lagi dalam beberapa tahun.”


“Hmm terus, apakah kau tahu siapa yang menyerang ku waktu aku lari?” Tanya Bai An cukup penasaran.


Hei Niu menggeleng. “Saat itu aku belum sampai kesana, jadi aku hanya mendengar jika ada mata-mata, manusia dan monster saja. Tapi berhasil kabur. Dan setelah itu pemimpin kami langsung menyuruh kami menyebar dengan di pimpin oleh beberapa Monster Tingkat Dewa Penguasa Puncak.”


Saat mendengar jawaban Hei Niu. Bai An langsung penasaran dengan siapa pemimpin yang di maksud.


“Siapa nama pemimpin mu?”


“Semua monster tidak boleh menyebut nama asli mereka. Mereka hanya bisa menyebut nama gelar jika memiliki gelar atau nama samaran. Dan gelar pemimpin kami di sebut Sang Pembantai. Dia juga ahli bersembunyi dan membunuh secara diam-diam.”

__ADS_1


Cukup lama Bai An bertanya tentang Dunia Zhu Rong ini dan berbagai hal termasuk mengapa ia di kira mata-mata. Ternyata saat ini manusia mencoba bangkit dengan misi bunuh diri ke Gurun Kematian untuk menyelamatkan para manusia yang selama ini di buat menjadi hewan ternak.


“Baiklah lebih baik kita cari tempat aman. Hei Niu, apakah kau tahu dimana tempat yang cukup aman di sini?” Tanya Bai An kini melihat hari sudah mulai gelap. Ia tidak menduga jika saat pagi hari ia keluar dan bertarung tak terasa malam hari datang begitu cepat.


Hei Niu berpikir beberapa saat kemudian mengangguk. “Ikuti aku,” kata Hei Niu langsung melesat ke arah timur.


Bai An langsung menarik tangan Tu Long kemudian menaruhnya di atas punggungnya. Karena saat ini Tu Long sedang mabuk. Jadi ia langsung membawanya tanpa ingin membangunkan Tu Long.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Hmm ada juga tempat seperti ini,” kata Bai An melihat hutan yang cukup luas, sambil terus melesat mengikuti Hei Niu.


“Masih banyak yang seperti ini. Ini adalah wilayah timur pertengahan. Dekat dengan Tempat tinggal para monster dan berdekatan dengan Istana Monster Suci. Aku membawa Tuan kesini karena aku berpikir para monster pasti tidak akan menduga jika Tuan akan bersembunyi disini.” Kata Hei Niu memberi penjelasan.


Wuss.!!


Tap tap..!!


Bai An dan Hei Niu berhenti secara bersamaan di sebuah air terjun. “Eeh, ada air terjun juga di Gurun ini,” gumam Bai An sedikit terkejut.


“Ayo, di balik air terjun itu ada sebuah gua. Dulu sewaktu kecil aku sering tidur di sana,” kata Hei Niu melesat masuk melewati air terjun tersebut.


Bai An langsung mengikuti, ia langsung melapisi tubuhnya dengan sedikit energinya agar tidak terkena air saat melewati air terjun tersebut.


Tap tap..!!


“Hmm tempat ini cukup bagus untuk ku menerobos ke tingkat selanjutnya. Selama ini ibu terus menyuruhku menahan agar tidak menerobos jika di dalam dunia jiwa. Aku tidak tahu apa alasannya, tapi menurutku apapun perkataan ibu. Itu adalah yang terbaik untuk ku.” Gumam Bai An dalam hati.

__ADS_1


Saat ini Bai An langsung berjalan lalu melempar Tu Long begitu saja.


Bruk..!!


“Tuan muda, apakah kau bisa sedikit lebih lembut,” kata Tu Long sedikit kesal.


“Aku yang seharusnya kesal, aku tahu kau sudah pulih saat di perjalanan. Tapi karena malas kau tetap pura-pura tidur. Mulai besok minumanmu akan di kurangi jika kau begitu terus,” ancam Bai An.


“Hehe, jangan seperti itu Tuan muda, mulai besok aku akan bekerja lebih keras lagi. Aku akan berlatih lebih giat untuk menembus tingkat selanjutnya.” Kata Tu Long langsung bergegas ke arah Bai An dengan tatapan memelasnya.


Hei Niu yang melihat tingkah Tu Long itu merasa jijik. “Apakah minuman itu lebih enak dari darah dan daging manusia sehingga ia melakukan hal menjijikan seperti itu?” Pikir Hei Niu dalam hati.


Bai An dapat mendengar apa yang ada di pikiran Hei Niu langsung tersenyum mengeleng.


Sambil terus berjalan. Bai An melihat kondisi dinding gua ini sedikit lebih baik dan pasti bisa menahan auranya agar tidak hancur saat menerobos nanti.


Tap tap..!!


Bai An berhenti tepat di ujung gua. Lalu melihat Tu Long yang masih belum berhenti memasang muka memelas.


“Huuff...!! Kau ini, baiklah tapi hanya dua botol kecil saja, jika kau meminta lebih maka aku akan menguranginya. Karena stok arak kita hanya bertahan sampai setahun.” Kata Bai An dengan serius. Padahal ia berusaha membohongi Tu Long sehingga berusaha menutupi kebohongannya.


Tu Long langsung diam beberapa saat, saat mendengar ucapan Bai An. Tak lama berpikir ia langsung mengangguk. “Tapi jika aku memiliki kontribusi yang besar kau harus memberikan ku lebih banyak saat aku melakukan kontribusi besar tersebut.” Kata Tu Long tersenyum menang.


Bai An yang tahu sifat Tu Long hanya mengangguk, ia tidak akan berhenti mengalah jika masalah arak. Tapi di satu sisi Bai An juga merasa menang, karena ia ingin membuat Tu Long patuh keapadanya sehingga memancingnya dengan minuman.


“Baiklah, untuk saat ini kalian berdua berjagalah di sana lebih. Karena aku ingin melakukan terobosan ke tingkat yang lebih tinggi. Dan untuk kau Hei Niu, jika kau ingin makan banyak daging manusia, kau bisa meminta kepadanya, karena ia mempunyai ribuan manusia yang telah di potong-potong kecil.” Kata Bai An.


Setelah itu Bai An melempar cincin penyimpanan berisi arak.

__ADS_1


__ADS_2