
“Ta.. Tapi apakah anda tidak membuat saya jadi budak? Atau memeras saya terlalu tinggi seperti hasil penjualannya harus di serahkan semua kepada anda?” Tanya Pemilik kedai memastikan.
“Tidak perlu, anggap saja kita bekerjasama dan kau bisa mempercayaiku, kau bisa serahkan 30% hasil penjualan tiap bulannya kepadaku 70% untukmu dan para pelayanmu, ingat kau harus jujur dalam mengupah mereka, walau mereka budak yang kau beli,” kata Bai An dengan tegas.
“Anda tidak perlu khawatir Tuan, saya juga memiliki hati, walau saya iblis, saya tidak bisa selalu menindas orang sembarangan. Karena mereka juga ingin hidup nyaman,” kata pemilik kedai dengan hormat.
Sementara orang-orang yang makan dan minum kini bingung dengan apa yang di bicarakan oleh pemilik kedai dan Bai An.
Itu Karena Gong Tanru telah memasang sebuah formasi hening di sekitar Bai An agar tidak ada yang bisa mendengarnya kecuali Pemilik Kedai dan pelayan tersebut.
Bai An mengangguk santai dan bertanya. “Siapa namamu? Nanti aku akan mengirim orang kesini, jika kau membutuhkan bantuanku kau bisa menghubungi orang yang aku kirim kesini, sekaligus orang yang aku kirim akan menjaga kedai sebagai pelayan di disini.”
“Nama saya Bo Hong Tuan, dan ini Zi Yiu,” kata Bo Hong dengan hormat.
Wajah Bai An seketika memerah karena menahan tawa. Ia sebisa mungkin untuk tidak tertawa karena akan menyinggung iblis tua di depannya ini.
“Hmm..!! Baiklah Bo Hong, aku ingin bertanya? Apakah Lelang Arak Legendaris di undur atau telah selesai?”
Mendengar pertanyaan Bai An, dengan cepat Bo Hong menjawab. “Benar Tuan, Lelang kemarin telah di undur selama tiga hari, entah apa yang terjadi. Tapi alasan lelang di undur karena sedang menunggu para ahli suci, pedagang kaya, dan para Bangsawan dari Ras-Ras tertentu datang, dan acara Lelang akan di adakan hari ini saat malam hari.”
Mendengar itu, Bai An langsung bertanya. “Dimana acara lelangnya akan di adakan?”
“Acara lelang akan di adakan di Toko Lelang Naga dan Phoenix, toko mereka juga tidak hanya melelang arak legendaris saja. Melainkan beberapa barang yang cukup langka. Jika Tuan ingin mendaptar untuk mengikuti acara lelang, saya bisa membantu anda mendapatkan kursi biasa paling depan, karena di sana ada saudara saya yang bekerja sebagai pelayan Toko Lelang Naga dan Phoenix.” Jawab Bo Hong sambil menawarkan bantuan.
Tapi Bai An langsung menggelengkan kepalanya dan melirik ke arah wanita yang menjadi pelayan tersebut.
“Aku akan meminjam pelayanmu selama aku mengikuti acara lelang, apakah boleh?” Tanya Bai An dengan santai.
Bo Hong tidak langsung menjawab, melainkan ia melirik ke arah Xi Yiu. Tapi Zi Yiu tetap diam karena itu bukan haknya yang menolak, melainkan majikannya.
Bo Dong langsung bertanya dengan sedikit hati-hati. “Apakah Zi Yiu bisa anda kembalikan dengan selamat setelah acara lelang selesai?”
Bai An langsung tersenyum hangat. “Tentu saja aku membawanya dan mengembalikannya dalam keadaan yang sama, kau memegang janjiku ini,” kata Bai An dengan serius.
Mendengar itu Bo Hong langsung memutuskan akan memberikan Zi Yiu kepada Bai An. Ia kemudian mengalihkan pandangan ke arah Zi Yiu dan berkata. “Baik-baiklah saat bersama Tuan, aku akan kembali bekerja lebih dulu.”
__ADS_1
Bo Hong langsung pergi setelah melihat Zi Yiu mengangguk dengan patuh.
Zi Yiu kemudian berjalan lalu berdiri di belakang Bai An.
Tapi, dengan cepat Bai An melambaikan tangannya sembari berkata. “Duduklah ini perintah.”
Dengan ragu-ragu Zi Yiu duduk sambil menundukkan kepalanya. “Tuan, apa yang bisa saya lakukan untuk anda?” Tanya Zi Yiu.
“Kau bisa makan ayam panggang yang kau bawa ini, kebetulan aku sudah makan tadi di luar dan sekarang masih kenyang.”
Mendengar ucapan Bai An. Zi Yiu langsung mengangguk dan dengan sopan memakan ayam panggang tersebut, walau ia lapar dan jarang memakan ayam panggang, ia tetap harus menunjukkan sopan santunnya di depan Tuan sementaranya ini.
Bai An langsung tersenyum melihat cara Zi Yiu yang elegan saat makan. Itu membuktikan bahwa ia dulu dari kalangan Bangsawan yang telah jatuh, seandainya tubuhnya di bersihkan. Kecantikan pada Zi Yiu akan terlihat sepenuhnya.
Setelah makan dan mendapatkan informasi yang ia inginkan tadi, Bai An langsung pamit pergi bersama Zi Yiu, tak lupa Bo Hong ikut mengantar kepergian Bai An.
Setelah cukup lama berjalan. Bai An langsung menemukan penginapan yang cukup sederhana.
Nama penginapan tersebut adalah penginapan Malam. Tempat para bawahan Bai An berada.
Sebelum berkata, Bai An langsung mengubah suara aslinya menjadi seoarng pria tua.
“Permisi, apakah benar di sini penginapan?” Kata Bai An dari depan pintu dengan suara pria yang terdengar sepuh.
Tak menunggu lama Bo Dong langsung muncul di depan pintu. “Benar Tuan, apa yang bisa saya bantu?” Tanya Bo Dong.
“Hmm kami berdua ingin menginap, dua kamar untuk satu malam apakah bisa?” Tanya Bai An sambil.
“Tentu, silahkan masuk.” Ajak Bo Dong.
Tap tap..!!
Setelah mereka masuk, Zi Yiu langsung mendekat ke arah Bai An karena takut saat melihat Tu Long yang wajahnya semakin menyeramkan, karena luka-luka di wajahnya sampai saat ini tidak sembuh. Dan Bai An yang melihat itu tahu apa alasan Tu Long tidak menyembuhkan lukanya.
Saat Bai An dan Zi Yiu berjalan, hanya Jing Ling, Bo Dong dan Tu Long yang berada di penginapan malam.
__ADS_1
“Kemana yang lain?” Gumam Bai An dalam hati.
Setelah mencapai meja pelayanan. Bo Dong langsung memberikan sambil berkata. “2 kristal tingkat rendah untuk dua kamar selama satu hari.”
Bai An langsung memberikan dua kristal tingkat rendah.
Setelah itu, Bai An langsung jalan yang di tuntun oleh Bo Dong menuju kamarnya. Tak lupa Zi Yiu selalu mengikuti dari belakang.
Saat Bai An dan Jing Ling berpapasan, Bai An sempat tersenyum.
Hal itu dapat di rasakan oleh Jing Ling, walau kekuatannya kini tidak ada, tapi instingnya mengatakan jika pria tua tersebut adalah Bai An. Jing Ling juga merasakan aura samar-samar pria tau lainnya yang bersembunyi di bayang-bayang pria tua tersebut atau bisa di sebut Bai An.
Tap tap..!!
Setelah sampai kamar yang di tunjukkan. Bai An melirik Zi Yiu. “Kau bisa beristirahat untuk saat ini. Nanti saat menjelang malam aku akan memanggilmu,” kata Bai An.
“Ta.. Tapi Tuan, aku takut dengan monster tadi, ia sangat menyeramkan,” kata Zi Yiu.
Melihat itu Bai An langsung berkata. “Jika ada yang menyentuhmu, maka aku akan melindungimu, karena aku telah memiliki janji dengan Bo Hong. Sekarang lebih baik kau istirahat karena aku melihat kau sangat kelelahan.”
Zi Yiu langsung mengangguk patuh dan masuk ke kamarnya, setelah melihat Zi Yiu masuk. Bai An juga masuk ke kamarnya.
“Hmmm..!! Walau aku sering ke penginapan ini dalam beberapa waktu lalu, tapi baru sekarang aku melihat kamar di lantai atas ini,” gumam Bai An lalu berjalan santai.
Rencananya Bai An akan menunggu acara lelang akan di mulai ia akan keluar dan mengikutinya nanti. Jadi kini ia hanya duduk santai sambil tersenyum memiringkan kepalanya.
Di luar kamar Bai An, kini Jing Ling dan Tu Long tidak jauh dari depan pintu kamar Bai An.
Tu Long langsung mendengus-dengus setelah itu ia menggeleng.
“Aku tidak dapat mencium bau Tuan muda, yang aku cium hanya bau kakek-kakek Bau Tanah,” kata Tu Long sedikit berwajah jelek, sehingga menampilkan dirinya semakin jelek.
“Tapi aku yakin tadi aku merasa itu Tuan muda, aku sampai sekarang masih ingat senyumannya itu menyiratkan sesuatu,” kata Jing Ling dengan bingung.
“Sudahlah saudari Jing, kau terlalu merindukan Tuan muda sehingga kakek-kakek bau tanah kau anggap Tuan muda,” kata Tu Long sambari tersenyum mengejek.
__ADS_1
“Dari pada kau, mengamuk dengan tidak jelas seperti orang idiot,” kata Jing Ling langsung membuat Tu Long diam seribu bahasa.