
“Apa yang ingin kau lakukan jal*ng,” teriak Lee Tan ketakutan dan mundur menggunakan tangannya.
Bai An yang melihat Xue'er maju hanya diam bercampur bingung, “Huh biarlah, apapun yang mau ia lakukan, tapi setelah ini aku ingin di beri penjelasan," gumam Bai An sambil melirik Bai Luan, kemudian mengalihkan pandangannya lagi ke arah Nona Xue.
Nona Xue saat ini sangat dingin dengan menenteng pedangnya, “Sudah mau mati masih sok mengancam, dasar pecundang,” kata Nona Xue lalu mengayunkan pedangnya, sebuah pedang transparan tercipta dari energi pedang Nona Xue lalu melesat ke arah Lee Tan.
Wuss,,
Lee Tan yang dapat melihat itu ketakutan, “Jika kau membunuhku, ayahku akan membunuh kalian semua, cepat lepaskan aku,” teriak Lee Tan ke arah para penduduk yang menonton dari jauh.
Slass,,
“Ahhkk,,”
Tangan Lee Tan langsung terpotong rapi,
Cruass,,
Darah Lee Tan langsung muncrat, membasahi lantai.
“Akhh,, Kau... Kalian semua akan menanggung akibatnya,” teriak Lee Tan mengancam tak karuan.
Nona Xue langsung melesat dan memukul dada Lee Tan, tangan Nona Xue sangat cepat di mata Lee Tan, namun berbeda di mata Bai An dan yang lainnya, mereka melihat tangan Nona Xue membentuk sebuah cakar untuk melumpuhkan Lee Tan.
Bom,,
Lee Tan langsung terlempar keluar dan kini ia telah menjadi manusia biasa, karena dantiannya telah di hancurkan.
“Akhh,,”
“Ayah,, Ayah...!”
Teriakan Lee Tan menggema di depan restaurant, ia teriak seperti orang gila.
Karena merasa kebisingan, Lang Zai langsung mengayunkan tangannya dan membentuk sebuah cakar energi lalu melesat.
Bom,,
Tubuh Lee Tan langsung hancur berkeping-keping.
Orang orang yang menyaksikan kejadian itu semua bergidik, mereka tidak ada yang mau membantu Tuan Muda Klan Lee yaitu Lee Tan, karena mereka juga pernah di siksa oleh Lee Tan dan selalu mengandalkan Klan Lee hanya karena Klan Lee salah satu abdi Penguasa Liu Wang.
Bai An kemudian berjalan ke arah Nona Xue yang sedang tertegun melihat Lang Zai betapa cepat dia membunuh Lee Tan.
“Nona, apakah kita bisa bicara?” tanya Bai An dengan sopan.
__ADS_1
“Ah,, ya bisa bisa,” jawab Nona Xue terkejut.
Bai Luan yang melihat itu menghela nafas dan mencoba meminta bantuan kepada Mu Xia'er.
Namun saat mereka akan pergi, Bai An dan yang lainnya merasakan aura yang cukup kuat sedang datang kesini.
Sedangkan Nona Xue langsung panik, dan ia terlihat mencoba menghubungi ibunya untuk meminta bantuan. Padahal ibunya dari tadi sedang menonton sangat bahagia saat melihat putrinya menyiksa Lee Tan, ia juga penasaran kepada Bai Luan, sepertinya ia pernah melihat Bai Luan tapi lupa dimana, sama halnya dengan Bai An, ibu Nona Xue juga seperti pernah melihat wajah Bai An, tapi lupa.
Wuss,,
Wuss,,
“Siapa yang berani membunuh putra ku?” teriak Patriark Klan Lee yang merasakan putranya telah mati saat ia sampai kesini.
Namun tidak ada yang mau menjawab pertanyaan Patriark Klan Lee, hal itu membuat patriark dan 3 tetua inti klan Lee yang bersamanya mengerutkan keningnya.
Lalu pandangan Patriark klan Lee yang bernama Lee Sin Chan itu berhenti di Nona Xue.
“Nona Xue, ini pasti ulah mu, apa karena ibumu lebih kuat dari ku sehingga kau seenaknya saja,” kata Lee Sin Chan dengan auranya langsung meletus.
Bai An, Bai Luan, Lang Zai dan Pixiu yang mendengar itu langsung mengerut dan berkata, “Kenapa tikus-tikus ini suka sekali menuduh wanita, dan terlebih lagi, ia dengan tidak tahu malu menuduh wanita yang lebih lemah darinya agar bisa menutup rasa malu klannya sendiri. Padahal ini adalah kebodohan putranya yang dimana seorang pecundang dan lemah.”
Mendengar sindiran Bai An yang terang terangan, membuat Mu Xia'er, Nona Xue, menutup mulutnya menahan tawa.
Sedangkan Bai Luan, Lang Zai, dan Pixiu tertawa terbahaka-bahak, beberapa penduduk yang menonton di kejauhan juga ikut tertawa bahkan ada juga beberapa kultivator liar yang cukup kuat ikut menyindir kelakuan patriark klan Lee.
“Siapa kau berani sekali merendahkan martabat klan Lee? apa kau tidak tahu akibatnya jika kau mengejek nama klan Lee saja hukumannya mati,” kata salah satu tetua inti berusaha menahan amarah, seandainya ia tidak di lihat oleh banyak masyarakat, ia mungkin akan memperlihatkan kelakuan kotornya.
Bai An tersenyum sinis, “Aku,” kata Bai An menunjuk dirinya, kemudian menambahkan, “Aku adalah yang menyiksa Tuan Muda klan Lee hingga memohon seperti hewan yang takut di sembelih, apa kau ingin mendengar apa teriakan memohonnya sebelum mati.”
“Ampun, tuan, aku pecundang, ampun tuan aku hanya anj*ng yang bisa mengonggong sama seperti klan ku.”
Ha, ha, ha,
Ha, ha, ha,
Mereka semua langsung tertawa saat mendengar kata-kata Bai An yang sangat menyakitkan untuk patriark klan Lee.
“Kurang ajar, aku sudah menahan diri, bunuh mereka semua, kecuali bocah ini.”
Teriak Patriark Klan Lee langsung melesat ke arah Bai An.
Bai An yang melihat itu langsung mengeluarkan pedang leluhur klan Bai, yang mana membuat ibu Nona Xue yang menonton langsung terperanjat dan melesat ke arah Bai An.
Wuss,,
__ADS_1
“Nak, dari mana kamu mendapat pedang ini?” tanya wanita yang terlihat berumur 40 tahunan, namun umurnya sudah sangat tua.
Bai An yang terkejut saat mendengar sebuah suara dan saat ia melihat ke arah asal suara, Bai An langsung membuka mulutnya tercengang, “Kau mirip ayah ku,” gumam Bai An, namun itu dapat di dengar oleh wanita yang berumur 40 tahun tersebut.
Saat wanita itu ingin bertanya, ia mendengar suara teriakan.
“Wanita ******, ini ternyata ulah mu,”
“Mati,”
Teriak Lee Sin Chan langsung mengarahkan pedangnya ke arah wanita tersebut.
Wanita itu mendengus, kemudian tangannya dengan cepat membentuk sebuah susunan formasi bertahan.
Duar,,
Serangan Lee Sin Chan di tahan dengan mudah, wanita itu membuat susunan formasi serangan.
Tiba-tiba ribuan pedang tercipta dari langit dan turun menyerang Lee Sin Chan dan 3 tetua inti klan Lee lainnya.
Wuss,,
Lee Sin Chan mendengus saat melihat serangan dari wanita tersebut.
Dengan cepat Lee Sin Chan menyuruh 3 tetua inti klan Lee menghampirinya dan membuat susunan formasi bertahan.
Bom,,
Bom,,
Duar,,
Duar,,
Suara rentetetan pedang menghujani ketempat Lee Sin Chan, para penduduk yang menyaksikan hal tersebut mundur lebih jauh lagi agar tidak terkena dampaknya.
Bai An, Bai Luan, Lang Zai, Pixiu dan Nona Xue juga mundur beberapa meter lalu Bai An membuat formasi perisai tingkat rendah karena ini hanya untuk menahan dampak dari ledakan saja.
Beberapa bangunan langsung hancur menjadi puing-puing, kepulan debu menutupi area tempat Lee Sin Chan dan 3 tetua inti klan Lee.
Saat kepulan debu menipis, Patriak Lee Sin Chan dan 3 tetua inti terlihat baik-baik saja tanpa ada luka atau pakaian lecet.
“Apa hanya segini saja kekuatan mu Bai Lin Yin, kau sudah tua rupanya sehingga kekuatanmu menurun, jika begitu sambutlah kematianmu,” kata Lee Sin Chan menyeringai.
Wanita yang terlihat berumur 40 tahunan bernama Bai Lin Yin langsung mendengus dingin.
__ADS_1
Sedangkan Bai An, Lang Zai dan Pixiu yang mendengarnya ada yang tertegun dan ada yang tercengang, saat mendengar awalan kata Bai.