
Namun baru saja ia melirik ke arah kanan, kepalanya langsung putus.
Setelah membunuh orang yang membunuh yang berteriak tadi, orang tersebut lalu berteriak telah membunuh yang ke seratus.
Hal tersebut tidak di biarkan oleh yang lain dan itupun terus berlanjut.
Melihat hal tersebut, Bai An dan yang lain melirik ke arah Tu Khul.
“Berapa banyak yang kau janjikan yang boleh bebas?” Tanya Bai An.
“Benar,, tidak mungkin mereka membunuh orang yang telah berhasil membunuh 100 orang, kecuali sesuatu hadiah juga yang kau janjikan?” Sambung Duan Du bertanya.
Tu Khul langsung tersenyum. “Perkataan kalian berdua benar, aku telah menjanjikan mereka hadiah bebas tentunya dan juga 100 juta Kristal Berlian, tentu hal ini di buat kesempatan oleh mereka sehingga aku mengatakan hanya 10 orang saja yang bisa bebas dan 5 orang mendapat hadiah.”
“Kelima orang yang mendapat hadiah 100 juta kristal berlian di khususkan bagi yang telah membunuh 10 orang yang telah membunuh 100 orang, mereka juga boleh membunuh orang yang telah membunuh 100 orang dan 10 orang selama di dalam arena sehingga banyak dari mereka memanfaatkan kesempatan untuk membunuh pemenang tersebut.”
“Hehe,, bagaimana? Menyenangkan bukan, maka dari itu sampai saat ini belum ada pemenang karena hal tersebut, terlebih jika mereka kelelahan, mereka akan menjauh sendiri dan menunggu pulih, di saat itulah aku menghentikan pertarungan.” Kekeh Tu Khul.
Bai An, Duan Du dan yang lainnya sedikit bergidik melihat kekejaman Tu Khul.
Tapi saat memikirkan mereka musuh, rasa kasihan tersebut seketika hilang.
Tu Long yang merenung langsung tersenyum.
“Ehem..!! Bagaimana jika suruh 100 orang terkuat dan yang bisa bertahan langsung bebaskan saja dan juga aku sendiri yang akan memberikan mereka hadiah, jika mereka mau melawanku,” kekeh Tu Long.
Tu Khul mengerutkan keningnya, ia lalu melirik ke arah Bai An, melihat Bai An mengangguk.
Tu Khul yang awalnya ragu langsung yakin, walaupun ia masih ragu, namun jika Bai An sudah memberi izin maka ia harus yakin kepada Tuan mudanya ini.
“Baiklah, tunggu mereka memulihkan diri dulu, maka aku sendiri yang akan memilih yang terkuat,” kata Tu Khul.
__ADS_1
Hal itu membuat Tu Long langsung bersemangat. “Semoga saja mereka memberikan hiburan yang menarik,” gumam Tu Long.
Sementara Tu Khul langsung pergi karena saat ini penonton telah ramai dan mereka juga membayar mahal untuk memasuki kursi penonton.
Saat Tu Khul sudah sampai, ia langsung berkata di balik podium.
“Maaf membuat kalian semua menunggu karena aku akan membuat arena pertarungan hidup dan mati ini sedikit spesial, kalian mungkin akan senang melihat kejutan tersebut,” kata Tu Khul.
Para penonton, Bangsawan, Tuan muda, maupun kultivator tingkat tinggi merasa tertarik dengan apa yang di ucapkan pemilik Arena Kematian.
Jika pemilik Arena Kematian turun tangan maka pasti sesuatu yang menarik terjadi, sehingga mereka yang awalnya merasa marah kini antusais untuk menunggu.
Melihat wajah antusias mereka, Tu Khul kembali ke tempat dimana Bai An dan yang lain menunggu.
Tap tap..!!
“Hehe,, Tu Long, berapa lama waktu yang kau janjikan untuk mereka bertahan melawanmu, walau aku tak tahu ada di tingkat apa kau sekarang, hanya saja aku mengingatkan jika 100 orang yang ku pilih ini sangat kuat, bahkan aku yakin jika Kaisar Dewa Api pun akan kalah melawan 100 orang ini,” kekeh Tu Khul sambil bertanya dengan nada serius.
“Baiklah, tapi jangan sampai mati, karena mereka tak segan-segan membunuhmu,” kata Tu Khul sekali lagi mencoba menakuti.
“Sudah, lebih baik paman Tu Khul jalan saja, karena aku yakin kemampuanku,” kata Tu Long sedikit kesal, hal itu membuat Tu Khul terkekeh kecil lalu kembali pergi.
Saat pergi, Bai An melirik ke arah Tu Long. “Berapa persen kekuatan yang akan kau keluarkan nanti? Jika lebih 1% persen maka lebih baik jangan karena itu akan merusak arena,” kata Bai An dengan nada serius.
Tu Long langsung menjawab. “Setengah persen.” Nada suara Tu Long sangat serius.
Bai An langsung mengangguk, saat ia melirik ke arah kiri, ia sudah tidak melihat jejak Duan Du.
“Huuf,, anak nakal itu pasti ke kursi penonton untuk bertaruh,” kata Bai An dengan nada sedikit berat.
“Apa Tuan muda akan membuat masalah jika bertaruh?” Tanya Hong Ti penasaran.
__ADS_1
“Tentu saja, ia pasti akan memprovikasi setiap orang agar mau bertaruh dengannya, dan keributan sebentar lagi akan terjadi, kau pasti akan mendengarnya,” kekeh Tu Long dengan semangat.
Dan benar saja apa yang di ucapkan Tu Long, sebuah keributan terdengar di area penonton, hal tersebut membuat Bai An, Tu Long, Hong Ti dan Tu Khul yang ingin mengumpulkan 100 orang keluar melihat keributan.
Saat ini Duan Du tersenyum melirik ke arah pria kekar menunjuk ke arah dirinya.
“Apa yang kau tahu, hah, mana mungkin ada bocoran dari pihak Arena Kematian, terlebih ucapanmu terlalu berlebihan,” tunjuk pria kekar tersebut.
“Benar, apalagi ucapanmu yang terbilang tak masuk akal 1 melawan 100, jika itu benar terjadi maka aku pasti akan memasang taruhan terhadap 100 itu dengan pasangan 10 per 1,” teriak seorang pemuda ikut emosi akibat ucapan Duan Du.
“Heh,, jika kalian tak percaya maka tunggu saja, jika aku benar maka kalian semua harus menbayar 1 juta kristal berlian, bagaimana?” Kekeh Duan Du.
“Terus jika kau salah, apa yang akan kau berikan?” Tanya pria kekar tersebut sedikit melunak.
“Hmm..!! Begini saja, bagaimana jika kita bertaruh, jika apa yang aku ucapkan benar yang akan bertarung kini adalah 1 melawan 100 maka aku akan membayar 10 juta di setiap orang yang memasang taruhan, dan orang yang ingin memasang taruhan hanya membayar 1 juta,” kekeh Duan Du.
Mendengar itu banyak dari mereka merasa tertarik karena uang 1 juta kristal itu tidak terlalu banyak menurut mereka.
“Dimana kami memasang taruhan?, karena tidak mungkin kami memasang taruhan ke dirimu,” tanya salah satu pria sepuh.
Saat Duan Du ingin mengatakan sesuatu.
Bai An tiba-tiba muncul.
“Aku yang akan memegang taruhannya agar tidak ada yang berbuat curang, aku adalah salah satu pegawai Arena Kematian,” kata Bai An yang kini telah memakai jubah tetua Arena Kematian.
Melihat itu, semua orang langsung mengangguk percaya karena mereka yakin tidak ada yang berani menipu menggunakan baju tetua Arena Kematian.
Tanpa menunggu lama ribuan orang, tidak puluhan ribu orang langsung memasang taruhan tidak percaya dan hanya 3 orang memasang percaya termasuk Duan Du.
Bahkan ada yang memasang tidak percaya sebanyak 100 juta karena terlalu serakah ingin memangkan banyak uang, tapi ia tidak tahu jika sedang menyerahkan uangnya.
__ADS_1
Duan Du yang melihat itu diam-diam menyeringai licik.