Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Makan malam di hutan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Saat ini Bai An dan yang lainnya rencananya akan berangkat hari ini ke Kota Han.


Lin Xue juga telah mengetahui siapa Xia'er, tapi ia hanya mengetahui Mu Xia'er yang tinggal di dalam dunia jiwa Bai An karena di segel oleh sesuatu dan juga tahu jika Mu Xia'er hanya bisa keluar dari dunia jiwa hanya dalam waktu beberapa jam saja.


Namun, walaupun begitu. Mu Xia'er dan Lin Xue sekarang sangat akrab dan setiap hari mereka selalu bersama.


Bai An saat ini melihat Lee Dong dan Lee Song yang terlihat enggan untuk berpisah dengan Bai An.


Beberapa hari ini mereka juga jarang bertemu dengan Bai An karena sedang sibuk mengurus klan dan juga memperbaiki kerusakan akibat pertarungan mereka.


“Tuan Muda, apakah kau tidak bisa menunda beberapa hari lagi disini,” kata Lee Song.


“Hmm,, bukannya aku menolak ajakanmu, tapi saat ini aku benar-benar di kejar oleh waktu karena ingin segera menghadiri acara lelang di Kota Han.”


Mendengar ucapan Bai An, Lee Dong langsung mengangguk sambil menepuk bahu Lee Song.


“Baiklah Tuan Muda, kau harus berhati-hati. Jangan terlalu gegabah dan jika kau mengalami kesulitan jangan ragu untuk mengabari kami, walau kekuatan kami tidak seberapa untuk bantuan. Tapi kau yakinlah, kami rela mati mu Tuan Muda.”


Kata-kata dari Lee Dong membuat Bai An terharu, ia kemudian tersenyum. “Kau tenanglah, aku pasti akan menghubungimu dan juga, suatu saat Yu Fan datang, ia akan membawa kalian semua pergi dari sini secara bertahap, patuhilah apapun yang ia ucapkan. Anggap ucapan dari Yu Fan adalah dari ku.”


Mereka berdua mengangguk walau mereka berdua cukup heran, tapi mereka berdua yakin jika Bai An memiliki suatu rencana untuk kebaikan mereka sendiri.


Setelah acara pamitan kepada klan Lee Bai An langsung melesat pergi bersama Lang Zai dan Pixiu.


Untuk Bai Lin Yin, Bai Lin Xue, Bai Luan dan Mu Xia'er, mereka menunggu di perbatasan kota.


Wuss,,


Wuss,,


Wuss,,


Saat Bai An sampai perbatasan kota, ia melihat ketiga wanita yang sama sekali tidak menggunakan jubah untuk menutupi kecantikan mereka.


“Nenek, kapan kau akan kembali?” tanya Bai An, berpura-pura.

__ADS_1


“Aku akan kembali sekarang, jagalah Bibi mu An'er,” jawab Bai Yin Lin tersenyum hangat.


“Ibu, apakah kau tidak bisa ikut bersama kami, aku juga pasti akan sendiri karena sebentar lagi Xia'er akan kembali ke Dunia Jiwa,” kata Lin Xue sedikit enggan dan matanya berkaca-kaca.


“Ibu tidak bisa ikut nak, ibu juga akan di temani oleh Luan'er.”


Mendengar jawaban Ibunya, Lin Xue hanya mengangguk pasrah, “Baiklah, ibu harus makan teratur dan harus menjaga kesehatan dan kau Luan'er, kau harus menjaga Ibuku, dia juga nenek mu karena kau adalah murid dari keponakanku.” Suara Lin Xue terdengar mengancam, namun terasa lucu bagi Bai Luan, Lin Yin, Lang Zai, Mu Xia'er dan Pixiu, hanya Bai An yang masih belum mengetahui jika Bai Luan adalah kakeknya.


Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan, Bai Luan dan Bai Lin Yin langsung melesat pergi ke arah lubang hitam menuju dunia jiwa Bai An yang terlihat tersembunyi.


Setelah melihat kepergian Bai Lin Yin dan Bai Luan. Bai An kini melirik Bibinya Lin Xue yang terlihat sedih.


“Ayo jangan terlalu sedih Bibi, ada An'er dan Xia'er yang menemani mu.”


Setelah mengatakan hal tersebut, Bai An sengaja meninggalnya agar Lin Xue mengejar Bai An dan yang lainnya, hal tersebut ia lakukan agar Lin Xue melupakan kesedihannya.


Satu hari kemudian..


“An'er apakah kita tidak bisa berhenti dulu, atau kita menggunakan kereta kuda saja atau kereta hewan buas, aku merasa lelah berlari begini terus, kadang terbang, kadang lari.”


Bai An, Lang Zai, dan Pixiu hanya bisa tersenyum pahit, karena Lin Xue setiap jam mengatakan hal tersebut dan setiap jam pula mereka beristirahat.


Untuk Mu Xia'er ia sengaja kembali ke dunia jiwa agar bisa menciptakan pintu dimensi antar dunia yang langsung menuju kediaman Klan Bai, ia melakukan itu karena Bai Luan dan Lin Yin akan menemui putra dan putri mereka.


Kembali ke Bai An.


“Baiklah Bibi, kita akan mencari tempat yang aman dulu untuk kita beristirahat.”


Lin Xue langsung mengangguk dengan semangat.


Setelah menemukan tempat yang cocok, Lang Zai dan Pixiu langsung membagi tugas, mereka akan mencari kelinci hutan atau ayam hutan untuk di bakar, sedangkan Bai An akan mencari kayu bakar di sekitar Lin Xue, sedangkan Lin Xue menyiapkan bumbu bumbu penyedap makanan.


Setelah Bai An kembali, Lang Zai munyusul dengan membawa beberapa ayam hutan.


30 menit kemudian, ayam panggang telah jadi dengan aroma yang mempunyai ciri khas yang unik karena bumbu yang Lin Xue racik, namun mereka saat ini sedang menunggu Pixiu yang masih belum kembali.


Bai An dan Lang Zai juga telah mengedarkan energi kesadarannya untuk menemukan Pixiu namun tidak bisa di rasakan atau temukan.

__ADS_1


“An'er kita makan saja lebih dulu, nanti saudaramu itu akan menyusul, aku sudah lapar dan ini juga sudah malam," kata Lin Xue kesal.


“Tidak boleh, Bibi harus menghargai apa itu kekeluargaan, saudara Pixiu juga keluarga kita, jadi bibi harus menunggu dengan sabar," kata Bai An cukup tegas.


Wuss,,


Mu Xia'er tiba-tiba muncul, “Apa yang di ucapkan oleh An'Gege benar, Bibi.”


Lin Xue langsung bersemangat setelah Mu Xia'er muncul, “Jika kau ada disini dari tadi, aku tidak akan mengeluh Xia'er, karena hanya aku seorang wanita disini jadi aku merasa kesepian dan bertingkah seperti tadi untuk menghilangkan kebosanan.”


Lin Xue langsung berlari lalu menarik tangan Mu Xia'er lalu membicarakan masalah tentang kesukaan wanita.


Bai An dan Lang Zai langsung menghela nafas saat Mu Xia'er datang membantu.


“Xia'er apakah kau tahu dimana saudara Pixiu saat ini?", tanya Bai An melalui pikirannya.


“Iya,, saat ini dia sedang membantu seorang pria tua bersama cucunya dari kejaran Kelompok Teratai Hitam dan pengikut Penguasa Liu Wang,” jawab Mu Xia'er santai.


Bai An langsung berdiri, namun ia langsung duduk saat mendengar suara dari Mu Xia'er lagi.


“Tenanglah, Pixiu saat ini sedang kesini, karena ia telah membantai habis mereka.”


Bai An langsung tenang.


Lang Zai dan Lin Xue sama sekali tidak mengetahui apa yang di bicarakan Bai An dengan Mu Xia'er, namun saat melihat Bai An berdiri lalu duduk, Lang Zai langsung bertanya melalui telepati.


“Apa yang terjadi dengan saudara Pixiu? Tuan Muda,”


Bai An langsung memberitahukan apa yang dikatakan Mu Xia'er kepada Lang Zai sehingga ia mengangguk-angguk.


Untuk Lin Xue ia tidak terlalu mementingkan hal tersebut.


***


Di tempat Pixiu berada, saat ini ia sedang melesat santai mengikuti kecepatan pria tua dan cucu perempuannya.


“Oh ya, ingat apa yang aku pesan tadi, jangan sampai tidak sopan kepada Tuan Muda ku, apalagi bersikap manja atau mengeluh akan sesuatu, Tuan Muda ku tidak menyukai hal tersebut,” kata Pixiu memberikan peringatan kepada mereka berdua.

__ADS_1


Mereka berdua langsung mengangguk patuh,, mereka menyadari jika pengikutnya saja sekuat ini malah melebihi Jendral dari pengikut penguasa Liu Wang, berarti Tuan Muda mereka adalah sosok orang yang tegas.


Laki-laki tua tersebut bernama Chu Shen dan cucunya bernama Chu Jia.


__ADS_2