Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Assosiasi Dunia


__ADS_3

Bai An berbalik lalu berjalan ke arah Pixiu. lalu mereka berdua berjalan masuk ke dalam Assosiasi Dunia seakan tidak pernah terjadi sesuatu.


Walikota Tang Rou dan Jendral Tang De hanya bisa tersenyum kecut melihat Bai An yang pergi begitu saja, tanpa menyelesaikan masalah yang ia perbuat dari awal.


“Kalian semua, bereskan mayat mayat ini. Dan kau Manager Sin ikutlah dengan ku dengan cara baik baik. Jika tidak Tuan muda Bai akan mengulitimu hidup hidup sama seperti anak muda tadi.” Kata Walikota Tang Rou.


Tubuh Manager Sin langsung merinding. Ia dengan cepat mengangguk lalu berjalan di belakang Tang Rou tanpa perlawanan.


Tang De dan para prajurit langsung menyelesaikan tugas mereka. Untung ada Yu Fan dan Jing Xan ikut membantu dari jauh menyegel tempat tersebut dari awal agar tidak terdengar terjadinya keributan. Karena jika itu terjadi. Pasti banyak sekali klan klan Besar atau Sekte besar ikut berkumpul untuk melihat kejadian tersebut.


Sedangkan di tempat Bai An dan Pixiu.


Para pelayan yang bekerja di Assosiasi Dunia melihat semua kejadian tersebut kini tubuh mereka bergetar saat melihat Bai An dan Pixiu sudah berdiri di dalam Assosiasi lelang.


Seorang tetua pertama Assosiasi dengan sopan muncul lalu berkata.


“Apa yang ingin Tuan muda cari. Biar saya yang melayani anda.” Tetua tersebut sedikit membungkuk hormat.


“Hmm apakah di sini seorang tetua sampai rela menjadi penuntun orang miskin sepertiku,” kata Bai An tersenyum sambil menaikkan alisnya.


Semua orang termasuk Pixiu dan tetua tersebut langsung mengutuk Bai An. Miskin apanya? tadi kau mendapatkan banyak sekali harta rampasan, itu bukan kompensasi tapi rampasan. Pikir semua semua dalam hati.


“Ahh..!! Itu sudah menuntun Tuan muda yang di segani seperti anda. Terlebih kekuatan anda pun lebih kuat dari saya. Jadi tidak etis bukan kalau para pelayan menuntun anda.” Dengan sopan tetua tersebut menjawab Bai An pertanyaan Bai An.


Bai An hanya mengangguk.


“Apa saja barang berharga yang Assosiasi punya. Dan untuk masalah harga tidak masalah aku akan membelinya berapapun harganya asal kau jujur. Kau juga dapat tenang, niat awal ku kesini dari awal juga untuk membeli beberapa sumber daya. Tapi ada harta yang menghadangku jadi aku layani dengan baik tadi.” Dengan santainya Bai An mengucapkan hal tersebut.


Glek..!!


“Dia tidak bisa di ganggu. Aku sekarang menyadari jika ia di ganggu maka ia akan menjadi seperti iblis. Tapi jika di ajak bertemen maka ia akan sangat baik.” Gumam tetua tersebut.


“Tidak baik mengobrol di sini Tuan muda, jika anda berkenan. Silahkan ikut saya ke ruangan Manager Sin,” ucap tetua tersebut yang langsung di jawab anggukan oleh Bai An.


Tap tap...!!

__ADS_1


Cklek..!!


“Silahkan masuk Tuan muda sekalian,” setelah membuka pintu tetu tersebut masuk lalu menyuruh Bai An dan Pixiu masuk.


Setelah mereka bertiga duduk.


Tetua itu langsung bertepuk tangan. Tak lama satu pelayan wanita yang sangat cantik datang dengan sopan.


“Bawakan kedua Tuan muda teh terbaik Assosiasi.”


Mendengar ucapan tetua itu, dengan cepat pelayan tersebut menjawab. “Baik tetua.” Lalu pergi.


Tak menunggu lama ia datang bersama dua pelayan lainnya membawa teh terbaik sama beberapa makanan ringan.


“Silahkan di makan Tuan muda, jika aku boleh tahu. Siapakah nama tuan muda sekalian?”


Melihat Bai An dan Pixiu hanya diam cukup lama. Ia tiba tiba teringat.


“Maaf kan aku yang tua ini. Lupa memperkenalkan diri. Nama ku adalah Jing Xuan, tetua pertama di klan cabang kota ini.”


Bai An mengangguk dan berkata. “Panggil saja aku An dan ini saudaraku Pixiu. Untuk marga ku kau tidak perlu tahu karena kau tidak akan mengetahuinya.”


“Untuk masalah sumberdaya. Apa saja yang anda butuhkan?”, tanya Jing Xuan.


“Jangan terlalu formal. Kau bisa memanggilku dengan cara biasa. Untuk yang ku butuhkan..? Hmm..!! Apa kau mempunyai pil tingkat 5 ke atas?”


Mata tetua Jing Xuan langsung melotot. Tentu saja ia akan terkejut. Karena pil tingkat 5 ke atas sangat jarang bahkan hampir tidak ada yang muncul.


Pil tertinggi yang beredar hanya pil tingkat 6. Itupun hanya pil tingkat 6 awal dan menengah saja.


Tetua Jing Xuan merenung beberapa saat. Apakah ia memberitahu Bai An atau tidak. Beberapa saat kemudian ia akan mengambil resiko. Toh tetua inti pusat akan datang besok. Tidak mungkin Bai An akan mencari gara gara.


“Kami ada pil tingkat 5 level Puncak. Tapi itu akan di lelang dua hari lagi. Kami tidak bisa menjualnya secara langsung kecuali melalui lelang. Pil tersebut juga belum datang karena tetua inti pusat Klan Jing yang membawanya kesini.”


Bai An mengangguk mengerti. “Lelang ya? Hmm apakah aku bisa mengiktuti lelang tersebut?” Tanya Bai An.

__ADS_1


“Tentu bisa.” Jing Xuan langsung melambaikan tangannya mengeluarkan token lambang Assosisi Dunia.


“Ini adalah token VIP Assosiasi, dimanapun kau berada, selama kau mendatang Assosiasi di setiap cabang Assosiasi bahkan Pusat Benua JingXin sekalipun kau akan mendapatkan potongan harga 10% Token ini juga berguna untuk menghadiri acara lelang tahunan Assosiasi Dunia,” kata Jing Xuan menjelaskan sambil menyodorkan token tersebut ke arah Bai An.


Bai An mengangguk lalu mengambil token tersebut tanpa sungkan.


“Apakah kau mempunyai tinta dan kertas kosong? Aku ingin menuliskan secara rinci beberapa sumberdaya yang aku butuhkan.” Tanya Bai An.


Tetua Jing Xan mengangguk, ia melambaikan tangannya mengeluarkan tinta dan kertas kosong.


Beberapa menit kemudian. Bai An menyodorkan kertas yang telah ia tulis bersama tinta tersebut.


Saat mengambilnya Tetua Jing Xuan menelan ludahnya sendiri.


“Kenapa? apakah ada yang salah?” Tanya Bai An saat melihat ekpresi tetua Jing Xuan.


Pixiu menutup mulutnya dan bergumam dalam hati. “Tentu saja salah Tuan muda, pasalnya tulisanmu sangat jelek. Bahkan aku yang berada di sampingmu pun tidak bisa membaca tulisanmu saat kau menulis tadi.”


“Kau juga kenapa saudara Pixiu, apa yang lucu?” tanya Bai An bingung melihat ekspresi saudaranya menahan tawa.


Untuk Mu Xia'er ia tidak tanggung tanggung tertawa terbahak bahak. Bahkan saking kerasnya ia tertawa. Perut Mu Xia'er pun sampai sakit.


“Hei kalian ini kenapa?” Tanya Bai An dengan kesal. Tentu saja ia tahu Yu Fan dan Jing Xan juga ikut tertawa dari kejauhan. Karena mereka berdua selalu memperhatikan Bai An dari tadi.


“I ini,, ini maafkan aku tuan muda..!! Bukannya aku terlalu lancang. Tapi tulisanmu sangatlah jelek, aku sampai tidak bisa membacanya.”


Blusshh...!!


Darah keluar dari bibir Bai An saat mendengar hal tersebut.


Bai An mencoba untuk tenang menahan malu bercampur marah.


“Kau bilang tulisan ku jelek? Apa kau buta? Ini adalah tulisan terbagus yang selama ini kau lihat. Kau harusnya beruntung melihat tulisan seorang yang akan menggapai puncak suatu saat nanti.” Dengus Bai An tidak terima tulisannya di katakan jelek.


Bai An kembali merebut kertas tersebut dari tangan Tetua Jing Xuan lalu membacanya. Ia langsung mengerutkan keningnya. Karena ia sendiri juga tidak terlalu bisa membaca tulisannya sendiri.

__ADS_1


“Hei Jing Xuan,, mana tulisan ku yang tadi? Mengapa kau menukarnya dengan tulisan jelek ini?” Tanya Bai An tidak terima.


Tapi dalam benaknya ia berkata sambil menahan malu. “Kenapa tulisanku begitu jelek ya?”


__ADS_2