Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Ahir Lelang II dan Pulihnya Kekuatan Jing Ling


__ADS_3

“Sialan, jika aku tidak mendapatkan arak yang terahir, aku akan membunuh siapa yang mendapatkannya,” teriak Patriark Iblis Banteng dan Tetua Bintang secara bersamaan.


Mendengar itu semua ahli suci langsung mendengus kesal.


Sementara Bai An kini menyeringai dan berkata. “Heh,, kau pikir karena dirimu seorang ahli suci terus bisa berbuat seenaknya, apa kau tidak menyadari banyak ahli suci yang tersinggung oleh ucapanmu itu? Sungguh bodoh membuat diri sendiri dalam kematian jika para ahli suci bergabung menyerangmu. Maka.”


Bai An tersenyum mengejek ke arah Patriark Iblis Banteng dan Tetua Bintang.


“Itu benar, kau mengira karena kau seorang ahli suci yang cukup kuat bisa seenaknya saja menindas dengan nama klanmu, jika kau ingin menyerang ayo klan Monster akan melayanimu,” dengus Patriack klan Monster berkepala Rubah, ia adalah kakeknya Yao Jing.


“Itu benar, jika kami bekerjasama kau kira akan mampu melawan kami, walau kita sama-sama iblis,” teriak Patriark Iblis Kelelawar dengan marah sambil menatap tajam ke arah Patriark Iblis Banteng.


“Kalian akan menyesal telah meremehkan aku, dan kau,” tunjuk Patriark Iblis Banteng ke arah Bai An. “Kau akan mati setelah keluar dari kota Netral, tidak mungkin kau akan berdiam diri di sini saja,” ancam patriark iblis banteng.


Bai An langsung tersenyum tipis lalu menjawab. “Kau tenanglah, aku tahu siapa saja yang memburuku, tidak perlu menunggu ku, aku yang akan menunggu kalian nanti di arah barat luar kota, termasuk kau yang berada di ruangan VIP no 2.”


Mendengar Ras Elf yang di tunjuk. Elf Suci yang di kenal Jing Ling langsung mendengus dingin. Walau ia tidak pernah mengatakan sesuatu tapi mereka selalu merencanakan sesuatu dan rencana mereka telah di ketahui oleh Bai An.


“Heh,, ternyata kau cukup jeli juga kakek tua, seandainya kau jauh lebih muda mungkin aku akan berpikir ulang untuk membunuhmu, karena aku membutuhkan seoarang pelayan di kandang babiku,” kekeh Elf Suci tersebut.


Bai An langsung tertawa kecil.


“Kau tenang saja, kebetulan aku mempunyai beberapa budak yang haus akan belaian Ras Elf, jika aku membawamu mungkin mereka akan senang melayanimu,” kekeh Bai An.


“Ka.. Kau kurang ajar, berani sekali kau melecehkan Ratu kami,” teriak Elf Suci pria dengan geram.


“Sudah, biarkan saja ia puas bicara dan jangan terpancing oleh provokasinya karena semakin kau melayani ia di bacara semakin kau akan di baut marah,” kata Ratu Elf baru dengan dingin.


Sementara Patriark Iblis Banteng dan tetua iblis banteng yang sempat beradu mulut dengan Bai An kini menatap Bai An dengan penuh kebencian.

__ADS_1


Di panggung kini sang Manager hanya diam saja, ia tak peduli apa yang mereka perdebatkan, yang ia pedulikan adalah keuntungan dan barang yang ia lelang laku. Untuk masalah kerusakan ia tinggal memperbaikinya karena Taunnya De Cang mempunyai banyak cara memperbaiki rumah yang rusak tanpa biaya.


“Ehem-ehem..!! Tuan tuan sekalian, apakah kalian sudah selesai berdebat?” Tanya snag Manager tersenyum sebaik mungkin.


Semua orang dan orang yang berada di ruangan VIP langsung menatap ke arah sang Manager yang terlihat santai.


Sehingga salah satu dari Ahli Suci bebas berkata. “Apakah kalian tidak malu melihat Manager Lelang Naga dan Phoenix begitu santai melihat tindakan kekanak-kanakan kalian, ia bahkan sampai tersenyum melihat ruangannya yang di rusak oleh kalian.”


“Itu benar, apa gunanya kalian para ahli suci yang merusak barang milik pelelangan dan tidak mengganti rugi, mau di taruh dimana martabat kalian yang seorang Patriark dan tetua,” ejek Bai An.


“Heng,, kesabaranku ada batasnya. Jika kau bicara sekali lagi, aku bersumpah akan membunuhmu di tempat ini,” kata Patriark Klan Iblis Banteng dan Tetua Binatang secara bersamaan sambil menatap ganas ke arah Bai An.


“Aahh..!! Aku takut sekali,” kekeh Bai An.


“Kau,” teriak Patriark Klan Iblis Banteng langsung berdiri dan ingin melesat ke arah Bai An.


Tapi sebuah suara langsung menghentikannya.


Suaranya menggema di ruangan tersebut. Orang-orang yang tingkat kekuatannya berada di bawah Dewa Jendral pasti akan mengira Penguasa Kota berada di sini. Tapi sebenarnya ia tidak berada di sini. Melainkan ia berada di Istananya.


“Jika kalian ingin membuat keributan silahkan di luar kota ini,” kata Penguasa Kota kemudian suaranya lenyap.


“Hehe,, Penguasa Kota ini cukup cerdas juga, ia tak ingin seorang ahli suci mati di kotanya. Makanya ia langsung menghentikan Patriark klan Iblis Banteng,” gumam Bai An terkekeh kecil.


“Hmm,, dia salah satu pengikut Nyonya Ling, dia sebenarnya belum mengetahui keberadaan Pangeran, ia mengatakan itu tadi karena merasakan keberadaanku di sini dan aku sengaja melepas keberadaanku agar rencana Pangeran tidak gagal,” kata Gong Tanru kini mendekat ke arah Bai An.


Bai An langsung melirik ke arah Gong Tanru kemudian beralih ke arah Jing Ling yang kini kekuatannya kembali, tapi Jing Ling masih bermeditasi untuk memulihkan Energinya.


Bai An kini mengangguk saat merasakan tingkat kekuatan Jing Ling yang berada di Panglima Dewa Berlian ⭐ 4 Puncak, yang sebentar lagi akan menembus ke ⭐ 5 Awal.

__ADS_1


Jika seseorang mencapai Tingkat Panglima Dewa Emas maka ia akan di beri gelar Ahli Suci oleh orang-orang yang ada di dunia ini. Itulah yang Bai An tahu dari cerita Jing Ling beberapa saat lalu.


Setelah itu Bai An mengalihkan pandangannya ke arah beberapa ahli suci yang sangat membenci dirinya.


Untung Gong Tanru telah membuat formasi di ruangan ini dan semua ahli suci hanya bisa merasakan Bai An saja, sedangkan Jing Ling dan Gong Tanru tidak bisa mereka rasakan.


“Manager Lelang Naga dan Phoenix, jadi tentukan siapa pemenang arak legendaris yang terahir, lebih cepat di umumkan maka lebih baik karena mereka sudah tidak sabar ingin melihat ku keluar dari kota ini, begitu juga dengan diriku yang tidak sabar ingin menunggu hartaku,” kekeh Bai An langsung menyadarkan Sang Manager yang melamun karena suara Penguasa Kota tadi.


Sementara para ahli suci yang tidak bermusuhan dengan Bai An hanya bisa terkekeh mendengar ejekan Bai An dan yang membenci Bai An langsung mendengus dingin.


“Baiklah, harga tertinggi tadi adalah Patriark Klan Monster dari klan rubah yaitu 6500 kristal Emas, apakah ada yang ingin menawar lebih tinggi lagi?” Tanya sang Manager dengan senyum lebar.


Melihat semua orang diam. Sang Manager langsung berkata. “Baiklah jika tidak ada yang ingin menawar lagi, maka saya umumkan pemenang lelang terahir malam ini adalah Patriark Klan Monster dari Klan Rubah, dan untuk barangnya akan langsung di antarkan kepada Patriark sekarang juga.”


Mendengar itu Bai An langsung melirik Jing Ling dan berkata. “Ayo kita keluar saudari Jing, sudah saatnya kita menjemput harta kita.”


Jing Ling langsung membuka matanya, saat ia membuka matanya wajahnya langsung tersenyum melihat ke arah Bai An.


“Waktu tiba juga, sudah cukup lama aku menunggu saat-saat ini Tuan muda,” kata Jing Ling langsung berdiri.


Bai An mengangguk langsung keluar dari sana menggunakan jubah bertudung. Tak lupa Jing Ling juga menggunakan jubah bertudung agar tidak di kenali.


Saat Bai An membuka pintu.


Patriark dari klan rubah sudah berdiri sambil tersenyum seperti telah lama menunggu Bai An.


“Ada apa patriark?” Tanya Bai An pura-pura tidak tahu tujuannya.


...______________...

__ADS_1


Jangan lupa kepo'in "Novel Baru" Author besok sabtu pukul 09.00 akan update 10 Chapter.


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2