Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pertarungan Besar part 1 dan Keserakahan


__ADS_3

Untuk Bai An, saat ini ia duduk sambil menuang arak ke gelas yang ada di tangan kirinya.


Dengan santainya Bai An meminum arak di saat terjadi pertarungan besar-besaran.


Namun walau terlihat santai, Bai An tetap waspada, ia selalu mengedarkan kesadarannya untuk melihat semua saudara maupun bawahannya, jika ada di antara mereka yang hampir di bunuh, maka Bai An akan membantunya.


Bai An tentu saja tak ingin para saudara maupun bawahannya meninggal, karena Bai An sudah menganggap mereka semua keluarga.


Saat ini Bai An melirik ke arah perisai berbentuk burung sangkar, dan prajurit yang berada di bawah pempinan Ling Qie sedang menunggu perisai di buka.


Mereka juga terlihat bersiap membantai musuh yang ada di dalam arena atau lokasi pelelangan.


Bai An juga melirik ke arah Long Yuan, Lang Zai, Pixiu dan para saudaranya yang lain.


“Hmm..!! Kalian boleh bergerak, ingat jangan bunuh yang tidak bersalah, tapi jika mereka memancarkan niat membunuh ke arah kita, jangan segan-segan untuk mencincangnya,” kata Bai An melalui telepati memberikan perintah kepada para saudaranya.


Seketika terdengar suara gemuruh dari luar ibukota Kekaisaran Ling.


Mereka melesat dengan bersemangat lalu tanpa basa basi peperangan besar pun terjadi.


Walau terlihat kacau, namun perang kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah, guncungan demi guncangan di Alam Dewa Emas tercipta akibat pertarungan para Kaisar Dewa.


Di salah satu sisi arena, terlihat Bai En yaitu kakaknya Bai An langsung dengan beringas membantai anggota klan Ling yang dulu berkhianat, Bai En sangat mengenal mereka semua yang pengecut dan takut mati sehingga memilih ke sisi Ling Qie.


Crash..!!


Kepala salah satu petinggi kekaisara Ling yaitu pengkhianat mati.


Sementara para pengkhianat lain langsung mundur sambil waspada kepada kecepatan dan lemparan belati Bai En.


“Jangan takut, ia sendiri, jika kita bergabung maka kita bisa membunuh bocah kurang ajar ini,” teriak salah satua jendral rendah.


Seketika semua para pengkhianat saling melirik satu sama lain.


Mereka semua mengangguk lalu menyerang Bai En bersama-sama.


Sementara Bai En tersenyum mengejek. “Apa kalian buta, apa aku terlihat sendiri,” kekeh Bai En. “Coba buka mata kalian lebar-lebar, aku mempunyai saudara yang selalu membantuku dalam susah maupun senang, tidak pengecut seperti kalian,” kata Bai En dengan nada sedikit emosi bercampur mata memerah.


Benar saja, kelompok pembantai langsung muncul, terlihat nomer mereka satu digit yang artinya mereka adalah yang terkuat juga setara Kaisar Dewa.


Seketika 6 kelompok pembantai langsung melesat bersama Bai En yang memimpin paling depan.

__ADS_1


Bai En langsung bergerak jig jag sambil melempar belati kecil yang ia lumuri racun penyiksa.


Wuss..!!


Jlep jlep..!!


4 pengkhianat langsung tumbang dengan mata melotot, mulut mereka keluar busa menahan rasa sakit, hingga mereka mencekek leher mereka untuk bunuh diri.


Para pengkhianat yang melihat itu, tubuh mereka seketika bergetar hebat, saat mereka ingin mundur, sayang kepala mereka sudah lebih dulu melayang tanpa tahu siapa yang membunuh mereka.


Dalam hitungan detik semua pengkhianat di depan Bai En langsung mati.


Pandangan Bai En mengarah ke arah luar, ia melihat banyak pengkhianat juga disana, Bai En juga melihat perisai berbentu burung sangkar perlahan mulai hilang.


Tanpa menunggu waktu Bai En melesat ke arah para pengkhianat bersama kelompok pembantai.


***


Tak berbeda jauh, Long Yuan juga mencari orang-orang yang telah mengepungnya dulu termasuk para pengkhianat yang berpura-pura menjadi sekutunya.


Saat menemukan dua pria tua dengan tingkat kultivasi Kaisar Dewa Tinggi ⭐ 3 Puncak, Long Yuan tersenyum lebar.


“Akhirnya dua tikus farasit ketemu,” kekeh Long Yuan, mata Long Yuan langsung berubah kuning emas, jubah bertudungnya pun ia lepas agar mereka mengenali dirinya.


Long Yuan tidak menanggapinya, ia malah melesat dengan kecepatan tinggi sambil menghilangkan auranya.


Melihat Long Yuan menghilang, kedua pria tua terssebut seketika waspada tingkat tinggi, tentu saja mereka berdua sangat mengenal Long Yuan sang Kaisar Dewa Naga, atau Kaisar Dewa Naga Emas Api.


Crash..!!


Long Yuan muncul sambil merobek isi kepala salah satu dari mereka.


Long Yuan tersenyum sambil berkata. “Berikutnya adalah dirimu.”


Long Yuan kembali menghilang.


Melihat itu, pria tua yang tersisa langsung melarikan diri, karena tahu betul begaimana kekuatan dan pendendamnya Long Yuan, ia juga tak mampu melawan Long Yuan sehingga melarikan diri adalah hal terbaik.


Tapi sayang, baru saja ia melangkahkan kaki dua langkah, Long Yuan muncul sambil mengayunkan cakarnya.


Crash..!!

__ADS_1


Tubuh pria tua tersebut terbelah tanpa bisa menghindar maupun melawan akibat serangan tiba-tiba Long Yuan.


Long Yuan yang melihat itu sama sekali tidak senang atau puas, ia kembali mencari semua orang yang terlibat kecuali We Kai.


***


Kembali ke dalam arena, Cen Tian dan Liu Fang saat ini bekerjasama, namun terlihat bukan kerjasama yang menguntungkan, melainkan menguntungkan pihak sebelah saja.


Liu Fang dengan beringas membunuh musuh yang ia lihat, dan yang ia bunuh juga semuanya hanya prajurit biasa dari klan kecil, menengah maupun besar. Liu Fang memilih mereka karena agar cepat mengurangi jumlah musuh dan juga lebih mudah di bunuh.


Sementara Cen Tian, sibuk mengumpulkan harta maupun cincin penyimpanan musuh yang telah di bunuh Liu Fang.


Cen Tian melesat kesana kemari saat melihat mayat yang masih terselip cincin penyimpanan di jari manis mereka.


Liu Fang yang melihat hanya bisa menggeleng, hingga terlintas di otaknya pikiran licik.


“Kakak,, orang itu mengumpulkan cincin dari mayat yang aku bunuh, ia langsung menyembunyikannya di dalam cincin penyimpanannya,” teriak Liu Fang sambil menunjuk ke arah salah satu Jendral milik Kaisar Dewa Kematian.


Cen Tian yang mendengar itu langsung mengubah wajahnya menjadi ganas.


“Kurang ajar, berani sekali kau mencuri harta kakekmu ini,” teriak Cen Tian langsung melesat sambil mengeluarkan tombaknya.


Tanpa basa basi Cen Tian mengayunkan tombaknya saat Jendral tersebut sedang melawan jendral dari klan besar yang berada di pihak berlawanan atau sekutu Cen Tian.


“Mati,” teriak Cen Tian. Mendengar itu, wajah Jendral dari Kaisar Dewa Kematian langsung jelek, untuk jendral sekutu langsung lega karena saat ini sedang terluka parah.


Bom..!!


Ayunan tombak Cen Tian di sertai energi besar langsung menyebabkan ledakan cukup besar.


Cen Tian menyeringai kejam saat melihat serangannya, setelah asap menghilang, Cen Tian melihat mayat tergeletak dengan tubuh hancur.


Tanpa basa basi Cen Tian melesat lalu melucuti semua harta berharga jendral tersebut.


Setelah itu Cen Tian ingin kembali melanjutkan aksi mulianya ini langsung di hentikan oleh jendral sekutu.


“Apa mau mu?” Tanya Cen Tian dingin karena mengira jendral tersebut ingin mengambil harta yang ia dapat.


“Ah..!! Jangan salah paham, aku hanya ingin berterimakasih kasih karena telah menolongku,” kata jendral sekutu menunduk tanda ucapan terimakasih.


Cen Tian memasang wajah serakah saat mendengar itu.

__ADS_1


“Tidak ada yang gratis di dunia ini, jadi serahkan cincin mu itu sebagai bayarannya,” kekeh Cen Tian dengan mata bersinar.


__ADS_2