
Tu Long seketika mengeluarkan senyum mengejek ke arah Duan Du.
“Diam saja disana dan lihat bagaimana paman menghajar mereka untukmu.”
Wajah Duan Du seketika terlihat sangat jengkel mendengar kata-kata provokasi Tu Long.
Setelah itu Duan Du melirik ke arah Bai An yang kini santai sambil menikmati pijitan dari Hong Ti.
Bai An yang melirik wajah Duan Du kini memasang wajah memelas, seketika Bai An terkekeh kecil.
“Nikmati saja hari-hari menyenangkanmu yang seperti ini,” kekeh Bai An melalui telepati.
Duan Du semakin memasang wajah memelas agar Bai An memberikannya izin. Namun pandangan Bai An malah acuh tak acuh terhadap ekpresi yang Duan Du pasang.
Hal itu membuat Duan Du kesal lalu duduk bersila di udara sembari memejamkan matanya, Duan Du juga terlihat mengeluarkan beberapa pil kultivasi untuk meningkatkan kekuatannya.
Sementara Tu Long yang kini menatap ke arah Shi Qiang, We Tan dan Lin Yun.
“Ayo bangunlah dan puaskan paman dalam bermain,” kekeh Tu Long.
Dalam sekejap Tu Long menghilang lalu memukul Shi Qiang, We Tan dan Lin Yun secara bergantian.
Hal itu terus terjadi hingga kondisi mereka bertiga kini cukup tragis.
“Ukkhh..!! Orang ini sama sekali tidak memberikan kita kesempatan untuk bernafas,” kata We Tan sambil memuntahkan seteguk darah.
“Benar, padahal ia sama sekali tidak menggunakan energinya sama sekali dan murni menggunakan kekuatan fisik. Tapi tetap saja kita bukan lawannya,” lanjut Lin Yun.
“Terlebih ia menahan diri, jika ia serius kita mungkin sudah menjadi mayat dari tadi jika ia mau,” kata Shi Qiang mencoba mengingat sesuatu.
Sementara Tu Long yang sudah bosan bermain melirik ke arah Bai An untuk meminta pendapat, apakah di bunuh atau tidak.
__ADS_1
Bai An langsung berkata. “Lumpuhkan saja dia dan buat mereka tidak bisa berkultivasi maupun bertarung menggunakan energi selama 10 tahun lebih,” kata Bai An melalui telepati.
Tu Long seketika melesat dan ingin menotok bagian titik saraf di tubuh We Tan.
Namun dengan cepat Shi Qiang berteriak. “Tunggu dulu, kau tidak boleh membunuh kami karena aku masih mempunyai janji taruhan dengan Tuan mudamu.”
Tangan Tu Long seketika berhenti tepat di perut We Tan yang sudah berkeringat dingin, bahkan keringat menetes deras ke bawah.
Tu Long langsung menatap ke.arah Shi Qiang dan ingin bicara, namun Bai An sudah muncul di samping Bai An sampil menepuk pundak Tu Long.
“Hoho,, ternyata baru sekarang kau mengingatnya,” kata Bai An terkekeh.
“Tapi apakah kau yakin bisa menang melawanku dengan kondisimu yang seperti ini? Terlebih melawannya saja kau tak mampu,” tanya Bai An sambil menunjuk ke arah Tu Long.
Wajah Shi Qiang langsung cemberut. “Beri aku waktu 2 tahun, jika batas waktu telah lewat, kau bisa mencariku lalu membunuhku jika aku tak datang ke tempat yang telah di sepakati,” kata Shi Qiang mencoba memberanikan diri.
Bai An mengerutkan keningnya. “Itu sudah tidak perlu, dan juga janji kita dulu anggap saja tidak pernah terjadi. Tapi dengan satu syarat.” Kata Bai An tersenyum.santai.
Shi Qiang yang awalnya merasa senang mendengarkan kembali tegang saat mendengar ada syaratnya.
“Kau harus menggantikan Kaisar Dewa Kegelapan terdahulu, karena Kaisar Kegelapan terdahulu atau Tuan mu mungkin telah mati,” kata Bai An dengan nada serius.
Wajah Shi Qiang seketika menegang. “A.. Apa yang terjadi dengan Yang Mulia? Terlebih lagi kenapa kau memilihku?” Tanya Shi Qiang penasaran.
“Kau cukup tahu kau harus bersumpah menjadu Kaisar Dewa Kegelapan yang selanjutnya dan menjaga kedamaian karena aku melihat adanya kebaikan di dalam hatimu.” Kata Bai An lalu menambahkan. “Untuk apa yang terjadi dengan Kaisar Dewa Kegelapan terdahulu, mungkin saat kembali kau akan tahu.”
Setelah itu Bai An menatap ke arah We Tan yang kini tegang, di belakangnya Lin Yun tak kalah tegang.
“Kau punya keberanian, tapi hanya keberanian saja tidak cukup untuk seorang kultivator, kau juga perlu ini,” kata Bai An menunjuk ke arah kepalanya.
“Aku menyayangkan bakatmu, bakatmu sungguh bagus sehingga aku ingin menyegel dantianmu agar kau hanya bisa bertarung menggunakan fisik murni,” kata Bai An.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari We Tan yang terlihat ingin mengatakan sesuatu. Bai An langsung menembakkan energinya ke arah Dantian We Tan.
Hal itu membuat We Tan kesakitan hingga berguling-guling di tanah.
Setelah itu wajah We Tan sangat jelek saat merasakan berat beban badannya sangat berat saat ia ingin berdiri.
Bai An yang melihat itu tersenyum. “Biasakan saja dirimu, karena 10 tahun kemudian kau akan beterimakasih kepadaku saat segel yang aku pasang terlepas.” Kata Bai An ingin pergi.
Tapi Bai An terdiam kembali berkata. “Perjuanganmu akan sangat berat selama 10 tahun ini, kau juga akan melihat mana teman-temanmu yang benar-benar tulus menerima keadaanmu ini dan mana teman yang hanya memanfaatkan kekuatanmu.”
“Dan untukmu, mulai saat ini kau hanya akan mengikuti dia, hanya dalam keadaan hidup dan mati saja kau boleh menolongnya, karena saat ini kau adalah budaknya.” Kata Bai An ke arah Lin Yun kemudian menghilang.
Wuss..!!
Melihat Bai An menghilang, Shi Qiang kini memikirkan semua ucapan Bai An.
“Kedamaian ya? Aku rasa itu tidak bisa terjadi karena sifat manusia selalu berubah-ubah jika melihat ada kesempatan atau sesuatu yang menguntungkan maka sifat baik itu akan berubah.” Gumam Shi Qiang.
Sementara We Tan kini merenung sambil meratapi nasibnya, bahkan saat ini kakinya bergetar karena tidak kuat berdiri.
We Tan sudah terlalu biasa menggunakan energinya, jadi setiap aktipitas apapun selalu menggunakan energi, salah satunya berdiri maupun berjalan.
Lin Yun yang melihat itu langsung berkata. “Jangan berkecil hati, apakah kau lupa akan ucapan Tuan itu?” Tanya Lin Yun lalu kembali berkata. “Di setiap kata-katanya ada mengandung makna tersendiri, ini juga demi kebaikanmu, salah satunya kau dapat melihat siapa yang benar-benar tulus berada di sampingmu.”
We Tan langsung mengangkat wajahnya. “Kau benar, tapi apakah Kaisar Dewa Api akan menerima diriku lagi atau tidak, terlebih aku takut ia membunuhku jika melihat aku seperti manusia biasa yang tak lebih dari sampah.” Kata We Tan.
“Aku yakin semua Kaisar Dewa di alam dewa ini akan mati, setidaknya jika hidup maka mereka menjadi budak atau sampah. Jadi kau jangan gampang menyerah seperti itu, mana semangat dan jiwa petarungmu yang dulu, apakah hanya karena hal kecil ini kau langsung menyerah.” Kata Shi Qiang.
“Heng,, sungguh lemah, aku kecewa terhadapmu yang menjadi rivalmu.” Dengus Shi Qiang lalu melesat pergi.
Wajah We Tan kini membeku. “Kau benar Shi Qiang, seharusnya aku tidak gampang menyerah, dan Tuan tadi melihat semangatku sehingga ia ingin membuatku apakah semangatku masih tetap sama atau tidak, terlebih ia berkata aku akan mendapat manfaat yang tak bisa aku lupakan 10 tahun kedepan,” gumam We Tan.
__ADS_1
We Tan menggenggam erat tangannya hingga mengeluarkan darah.
Di kejauhan, Bai An, Duan Du, Tu Long dan Hong Ti melihat itu. Hanya Bai An dan Duan Du mengeluarkan senyum tulus.