Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pertarungan Hebat Xiong Zai


__ADS_3

Tubuh We Lian langsung melayang dan memperlihatkan wajah aslinya.


Saat ini terlihat wajah asli We Lian beserta tubuh We Lian terkena luka cakar.


Duar..!!


Tubuh We Lian berhenti setelah menabrak pilar kediamannya yang langsung menghancurkan sebagian dari kediaman We Lian.


Tu Long yang melihat wajah asli We Lian yang awal terkejut kini langsung tertawa terbahak-bahak.


“Ha ha ha,, aku tak menduga setelah sekian lama kita berpisah lalu bertemu, kau kini semakin lemah saja,” ejek Tu Long dengan nada provokasi.


We Lian..!! Tidak, lebih tepat Bo Long langsung mengeluarkan aura penuhnya, kediaman tersebut langsung bergetar hebat.


Wajah Bo Long kini menyeringai lebar, saat Bo Long ingin melesat untuk melanjutkan pertarungan lagi, ia tiba-tiba tidak bisa bergerak, auranya yang keluar juga langsung hilang.


Hal yang sama terjadi dengan Tu Long, kini Bo Long dan Tu Long tertarik ke arah Bai An.


“Apa kalian sengaja mengeluarkan aura besar agar klan We curiga, sehingga rencana kita gagal?” Tanya Bai An sambil mendengus.


Padahal Bai An sudah menmbuat perisai agar suara pertarungan mereka tidak dapat di dengar, tapi yang namanya Bai An, ya Bai An sudah.


Wajah Tu Long dan Bo Long seketika kusut, sudah tidak jadi bertarung, kena marah lagi, itulah yang ada di dalam benak mereka berdua.


Bai An kini menatap keduanya sambil mendengus ringan. “Kalian ini bertarung sudah tidak memikirkan sekitar, jika sampai kalian bertarung berlebihan dan tanpa sadar sudah bertarung di depan istana Kaisar Dewa Api, maka dapat di pastikan rencana kita akan gagal, karena sebelum kalian membunuhnya maka ia pasti akan mengirim pesan kepada para Kaisar Dewa.”


Mendengar itu, Tu Long dan Bo Long langsung menunduk karena paham, mereka paham saat ini telah berlebihan, walau mereka berdua mampu membunuh Kaisar Dewa Api, tapi seperti ucapan Bai An, apakah mereka mampu lebih dulu membunuhnya sebelum Kaisar Dewa Api mengirim pesan, terlebih mereka juga terlalu asik dengan pertarungan mereka.


Sementara Bai An dan Duan Du cekikikan, namun beberapa saat wajah keduanya langsung mengarah ke utara.


“Kak, aku merasa Paman Zai dalam bahaya,” kata Duan Du terlihat khawatir.


Mendengar itu, Tu Long dan Bo Long langsung melirik ke arah Duan Du.


“Ayo kita kesana,” ajak Tu Long.


Sementara Bo Long bertanya. “Seberapa kuat kau bocah nakal, sehingga dapat merasakan dampak pertarungan Xiong Zai?”


Saat ini Bo Long mungkin adalah yang terkuat di antara saudara Bai An yang Bai An temui, kecuali Duan Du dan Tu Long tidak terhitung.


Bo Long entah telah menemukan apa hingga kekuatannya telah mencapai Kaisar Dewa Alam ⭐ 1 Awal.


“Kau akan mengetahuinya nanti paman Bo,” jawab Duan Du tersenyum misterius.


Bo Long langsung memasang wajah jelek. Sementara Bai An cukup penasaran dengan Bo Long, ia kini semakin hebat dalam menyamar, bahkan dengan tingkat kekuatan seperti itu, Duan Du tidak tahu jika Bo Long sedang menyamar.

__ADS_1


Tapi Bai An saat ini memikirkan Xiong Zai sehingga ia berkata. “Jika disini sudah selesai, maka kita pergi ke tempat saudara Xiong Zai berada.”


Semua orang mengangguk, setelah itu mereka semua langsung menghilang.


Tap tap..!!


Saat sudah muncul tidak jauh dari lokasi pertarungan Xiong Zai.


Xiong Zai saat ini sedang di kepung 4 orang yang memiliki kekuatan Kaisar Menengah ⭐ 3 Puncak.


Namun mereka berempat juga sama-sama terluka parah seperti Xiong Zai. Hal tersebut membuktikan jika Xiong Zai sangat kuat jika melawan orang yang setara dengannya, bahkan mungkin bisa mengalahkannya dengan mudah.


Saat Tu Long, Bo Long dan Duan Du ingin turun tangan membantu, Bai An menghentikannya.


“Kalian memang ingin membantu dengan niat baik, tapi saudara Xiong Zai akan berpikir jika itu akan merasa merendahkan dirinya jika kalian membantunya, karena ia merasa kalian anggap lemah,” kata Bai An dengan nada serius.


Mendengar itu mereka semua menatap ke arah Bai An, saat melihat Bai An menatap Xiong Zai, pandangan mereka juga ikut mengarah ke Xiong Zai.


Mereka semua langsung terkejut saat melihat tatapan mata Xiong Zai yang penuh tekad, terlihat dari mata Xiong Zai bahwa ia ingin membuktikan jika ia kuat dan berguna untuk Bai An.


Duan Du langsung berkata. “Inilah orang yang di butuhkan kakak, seseorang yang tulus ingin membuktikan dia bisa berada di samping kakak, bukan seperti kalian yang kebanyakan tingkah,” ejek Duan Du.


Wajah Tu Long dan Bo Long langsung jelek mereka ingin sekali menguliti tubuh Duan Du, tapi saat ini mereka lebih baik fokus melihat pertarungan Xiong Zai.


Kaki kanan Xiong Zai dan tangan kirinya berada di depan, sementara kaki kiri dan tangan kanana berada di belakang, Xiong Zai juga sedikit membungkuk.


Tangan kanan Xiong Zai saat ini memegang pedang yang telah di lumuri darah musuhnya.


Sementara musuh-musuhnya hanya mengambil kuda-kuda biasa sambil waspada penuh kepada Xiong Zai.


“Senior, ternyata benar cerita yang ku dengar jika Jendral We Zai ini sangat kuat, bahkan dengan kita berempat pun belum cukup untuk membunuhnya,” kata salah satu pria berambut hitam legam mata merah.


“Apa kita akan menggunakan benda tersebut untuk membunuhnya, tapi setidaknya salah satu dari kita menggunakannya dan berkorban?” Tanya salah satu pria berambut hitam panjang dengan mata hitam jernih.


“Aku saja yang menggunakannya,” kata yang paling tua sambil melirik ke arah pemimpinnya yang di panggil senior. “Senior, langsung bunuh aku jika aku hilang kendali,” ucap pria paling tua langsung mengeluarkan pil bewarna hitam dengan garis-garis merah.


Saat ia ingin menelannya, ketiga orang tersebut ingin menghentikannya, namun.


Crash..!!


Tangan kanan pria tua tersebut langsung melayang beserta dengan pil tersebut melayang.


Hap..!!


Dengan seringai lebar Xiong Zai menangkap lalu memainkan pil tersebut.

__ADS_1


Wajah keempatnya langsung memerah marah.


“Aku akan membunuhmu,” teriak keempatnya secara bersamaan langsung melesat.


Xiong Zai tersenyum karena provokasinya berhasil.


Dengan cepat Xiong Zai tanpa ragu ataua takut ikut melesat ke arah keempatnya sambil mengayunkan pedangnya.


“Teknik Pedang Serigala Langit.”


“Tebasan Cakar Langit,” teriak Xiong Zai.


Seketika pedang energi berbentuk cakar serigala langsung melesat ke arah keempatnya.


Keempat langsung mengerahkan kekuatan penuh masing-masing.


“Teknik Bayangan.”


“Tebasan Pedang Bayangan.”


“Teknik Keheningan.”


“Hembusan Belati Angin.”


“Teknik Kehancuran.”


“Badai Penghancur Alam.”


“Teknik Kalajengking Racun.”


“Tebasan Racun Malam.”


Keempat serangan tersebut langsung bertemu dengan pedang cakar energi Xiong Zai.


Duar..!!


Hutan tempat mereka bertarung seketika berguncang hebat hingga terdengar sampai ibukota Kaisar Dewa Api.


Bahkan ibukota juga ikut berguncang akibat dampak pertarungan tersebut.


Saat ini Kaisar Dewa Api membuka matanya lalu melirik ke arah utara, tempat hutan yang biasa di lalui orang.


“Pertarungan yang hebat, aku yakin jika terkena serangan tersebut akan terluka, walau tidak parah,” gumam Kaisar Dewa Api memikirkan siapa yang bertarung.


Sementara di lokasi pertarungan, Xiong Zai berdiri dengan darah terus menerus keluar dari mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2