
“Kau terlalu banyak bicara, terlebih lagi. Aku paling benci di ancam oleh pengecut yang akan mati seperti dirimu,” gumam Bai An dingin.
“Ayo kita kembali,” kata Bai An kini terlihat tidak memiliki niat bercanda.
Ming Ren mengangguk lalu Gong Tanru muncul di samping Bai An. Hal itu membuat Ming Ren terkejut, tapi ia tidak berani bertanya banyak.
Setelah itu Gong Tanru menyelimuti tubuh Bai An, Ming Ren dan Jing Ling dengan eneginya.
Mereka kemudian melesat ke arah Tu Long dan Bo Dong.
Wuss..!!
Setelah keluar dari Formasi Ilusi, Ming Ren baru sadar jika ia selama ini di lindungi oleh Formasi.
Awalnya ia heran, tentu saja heran karena saat Bai An membunuh para Pengikut Kaisar Dewa Kegelapan tadi, yang lain tidak ikut muncul untuk menolong.
Ming Ren tahu jika para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan yang datang sangatlah banyak, mungkin berjumlah seribuan.
Tap tap..!!
“Tuan muda,” teriak Tu Long semangat.
“Ayo kita kembali,” kata Bai An lalu melirik Ming Ren.
“Raja Ming, aku dari tadi tidak melihat banyak penduduk di Kerajaan mu, termasuk para pasukan mu. Kemana mereka semua?” Tanya Bai An dengan nada serius.
“Itu,, satu hari yang lalu aku sudah mendugi hal ini karena ada pengkhianat di Kerajaanku. Jadi satu hari yang lalu aku menyuruh mereka pergo secara bertahap dan yang terahir mereka pergi ke arah Kota Netral,” jawab Ming Ren dengan jujur.
Bai An langsung mengangguk. “Sungguh penglihatan masa depan yang tajam,” gumam Bai An tersenyum di balik tudungnya.
“Tuan muda,, kau ini mengabaikan ku dari tadi,” kata Tu Long dengan kesal.
“Ada apa Tu Long?” Tanya Bai An menggelengkan kepala.
“Apakah kita akan membunuh mereka semua?” Tanya Tu Long sambil menunjuk para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan yang ia dan Bo Dong lumpuhkan.
“Biarkan dulu, kita harus segera pergi dari sini. Karena mereka telah menyiapkan jebakan yang tidak berguna untuk kita. Ayo,” ajak Bai An.
Mereka semua langsung melesat dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh Jendral Riu yang terlihat masih mengamati.
Dengan segera Gong Tanru menggerakkan tangannya.
Crash..!!
Perisai tipis yang di pasang untuk mengetahui orang keluar masuk langsung sobek sebesar pintu.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, mereka keluar dengan hati-hati.
Tap tap.
Setelah keluar dari perisai Bai An langsung merobek ruang.
“Ayo cepat masuk sebelum mereka menyadari keberadaan kita,” perintah Bai An dengan cepat.
Semua orang ikut masuk, sementara Bai An masih belum masuk karena ia merasakan kehadiran beberapa manusia yang berlari dengan sembunyi-sembunyi.
“Hei kau, ayo kesini,” kata Bai An melalui telepati.
Jendral Manusia yang Bai An temui langsung melihat ke sana kemari, setelah ke arah utara, ia melihat Bai An. Dengan cepat ia melesat bersama 5 anak-anak, dua laki-laki dewasa dan 5 wanita tua.
Tap tap..!!
“Tuan, kau masih disini,” sapa Jendral Manusia tersebut.
“Kalian masuk ke celah itu, Raja kalian juga ada di dalam, cepat sebelum musuh datang,” perintah Bai An tanpa menjawab pertanyaan Jendral Manusia tersebut.
Semua orang ragu kecuali Jendral Manusia, ia langsung meyakinkan semua orang jika Bai An adalah orang baik.
Mereka semua langsung masuk.
Wuss..!!
Sementara Jendral Riu dan 10 bawahannya kini sedang asik mengawasi tiba-tiba yang mereka awasi berubah menjadi kosong.
“Eeh.. Kemana mereka semua?” Tanya salah satu bawahan Jendral Riu.
Jendral Riu yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangannya ke tempat 100 lebih Ahli Suci sedang menyiksa Jing Ling dan Ming Ren.
Tapi yang ia lihat juga kosong.
Dengan cepat Jendral Riu menghilang lalu muncul di tempat tersebut.
Setelah ia mengedarkan kesadarannya ke seluruh Kerajaan, ia langsung berteriak keras.
“Akhhh...!! Kurang ajar, bukan kita yang menjebak tapi kita yang terjebak olehnya, aku akan menemukan dan membunuhmu. Siapapun kau, karena kau berani berurusan dengan ku dan membunuh semua pengikutku maka kau akan menderita lebih dulu sebelum kau mati,” kata Jendral Riu berteriak sambil mengeluarkan aura kegelapan yang sangat pekat.
Betapa malunya dirinya saat ini, ia tak menduga bahwa dirinya yang terjebak.
Sementara 10 bawahan Jendral Riu kini diam tak tahu harus mengatakan apa. Tubuh mereka semua merinding, mereka tahu mereka pasti yang akan di salahkan sekarang.
“Kalian bersepuluh, cepat cari mereka, aku yakin mereka masih belum jauh dari sini. Jangan kembali sebelum kalian menemukan jejaknya. Jangan bertindak sembarangan, jika kalian menemukan jejaknya langsung hubungi aku segera.” Kata Jendral Riu menatap tajam semua bawahannya.
__ADS_1
Kesepuluh bawahan Jendral Riu langsung mengangguk, mereka langsung melesat menjadi 5 bagian ke berbagai arah.
Se itu Jendral Riu kini bingung mau menjelaskan bagaimana ke Tuannya.
Cukup lama Jendral Riu memikirkan sebuah alasan. Ia langsung tersenyum, ia langsung melesat ke arah Kota Monster menemui Tuannya.
Jendral Riu kini bisa di anggap telah menguasai Kerajaan Manusia, tapi tidak mempunyai penghuni sedikitpun.
Wuss..!!
Sementara jauh dari Kerajaan Manusia.
Tempat tersebut adalah padang gurun pasir, walau begitu. Kota-kota di sana sangat besar dan megah.
Iya kota ini adalah Kota Monster.
Hei Niu, Fu Chen dan Hong Chu kini sedang asik minum anggur. Terlihat jelas di wajah mereka kurang puas.
“Saudara Hei, lebih nikmat arak daripada anggur ini. Anggun ini sama sekali tidak berasa,” kata Hong Chu lalu membuang anggur tersebut.
“Kau benar, lebih baik keluarkan saja satu gentong kecil arak. Semua orang yang ada di kedai ini juga tidak akan terlalu tahu,” kata Hei Niu.
“Itu tidak bisa, apa kau tidak sadar jika wangi arak ini akan langsung menyebar jika membuka tutup araknya.” Kata Fu Chen melarang Hong Chu dan Hei Niu.
Hong Chu dan Hei Niu langsung sadar. Karena saat ini mereka sedang berada di kedai jadi tentu saja mereka akan mencium wangi arak ini walau sangat jarang para Monster ini tahu wangi arak. Tapi pasti ada satu atau dua yang tahu jika wangi tersebut adalah wangi arak.
Mereka kesini karena di kedai ini akan banyak sekali informasi yang di dapat.
Hei Niu dan Fu Chen dulu sering datang kesini untuk mencari beberapa informasi.
Mereka juga telah mendapat informasi yang lumayan bagus. Namun masih belum mau memberitahukan ini kepada Bai An, lantaran informasi yang mereka dapatkan belum pasti.
“Ahh..,, aku mendapatkan ide,” teriak Hong Chu.
Teriakan Hong Chu membuat semua orang langsung melirik ke arah meja mereka bertiga.
Pak..!!
Punggung Hong Chu langsung di pukul oleh Hei Niu dan Fu Chen secara bersamaan.
“Kau ini membuat malu saja,” bisik Hei Niu dan Fu Chen bersamaan.
“Hehe,, aku mendapatkan ide bagus. Bagaimana jika kita mengoleskan daun elang, karena daun elang memiliki bau yang tidak sedap. Kita akan mengolesnya di sekeliling tong kendinya,” kata Hong Chu mengutarakan niatnya.
“Heng..!! Kau ini ada-ada saja. Mana mungkin kita mau mencium bau yang sangat menyengat seperti itu. Terlebih lagi kita tidak memiliki Daun Elang,” dengus Hei Niu.
__ADS_1
“Hehe,, jika kalian ingin, aku ada.” Kekeh Hong Chu.