Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Klan Xio ketahuan Berkhianat dan bergeraknya Para Assasin.


__ADS_3

Mendengar kata kata Xio Dan. Mata Patriark Xio dan tetua pertama menjadi cerah. Mereka berdua langsung mengangguk saat mendengar rencana Xio Dan.


“Kau sangat pintar Dan'er. Tidak sia-sia paman akan melepas posisi patriark kelak untukmu.” Kata Patriark Xio.


“Hmm..!! Tapi kapan kita akan kesana? Karena menurutku lebih cepat lebih baik,” kata Tetua pertama bertanya ke arah patriark Xio dan putranya Xio Dan.


“Kita bisa pergi sekarang. Tapi harus hati-hati karena banyak mata-mata di sekitar kita Ayah, Paman,” kata Xio Dan mengutarakan pendapatnya.


“Baiklah, ayah dan pamanmu akan pergi mempersiapkan barang yang layak sebagai hadiah untuk bertamu lebih dulu.” Kata Tetua pertama.


Melihat Xio Dan mengangguk, mereka berdua langsung naik ke atas.


“Maafkan aku telah menipumu ayah. Ini demi kebaikan dan kelangsungan hidup Klan Xio kita.” Gumam Xio Dan lirih sambil melirik ke arah tertentu. Ya arah pojok penginapan tersebut tempat Long Yuan berdiri tanpa di ketahui oleh siapapun.


“Tuan, kau bisa melanjutkan rencana selanjutnya,” ucap Xio Dan melalui telepati.


Long Yuan hanya diam saja. Beberapa saat kemudian Long Yuan berkata. “Kau tidak akan menyesal mengikuti Tuan muda Bai. Aku dulu sangat ingin menjadi budaknya, tapi di tolak. Kau beruntung bisa menjadi budaknya karena hanya ada dua orang yang menjadi budaknya terhitung kau.”


Tanpa menunggu jawaban Xio Dan. Long Yuan langsung menghilang.


“Semoga pilihanku ini benar dan bisa merubah sifatku menjadi lebih baik dengan menjadi budaknya Tuan muda Bai,” gumam Xio Dan lirih.


**


Di tempat Bai An.


Kini ia sedang di penginapan dan sekarang berada di kamarnya.


Cklek..!!


Bai An jalan secara perlahan setelah ia keluar dari kamarnya.


Bai An mendengar banyak sekali orang membicarakan tentang acara lelang yang akan di gelar siang ini. Ia masih belum menemukan hal yang mencurigakan.


Tapi bawahan Fanghu, yaitu Po Hen memberitahu jika di penginapan ini ada anggota klan Liu sedang menyamar menggunakan identitas klan Gu dari Benua Hongcun.


Langkah Bai An terhenti saat ia mendengar suara samar-samar dari kamar di sebelahnya.


Dengan cepat Bai An menghilangkan auranya agar tidak ada yang bisa merasakannya.

__ADS_1


“Gu Zu apa kau sudah mengabari patriark klan Xio, klan Sa dan klan Nu.” Tanya anggota klan Liu.


“Sudah Panglima Liu, rencana anda juga sangat bagus. Yaitu mencari gara-gara dan mengacau saat lelang ahir lelang.” Jawab Gu Zu patriark klan Gu.


“Hmm..!! pelankan suaramu, aku ingin kau dan klan lainnya mencari gara-gara sesama sekutu, cobalah buatlah senyata mungkin, bila perlu nanti saat ribut ada yang terluka. Suruh klan Nu sengaja mencari masalah dengan pihak Assosiasi,” kata Panglima Liu tersenyum licik.


Patriark Gu Zu hanya mengangguk paham.


Bai An yang tadi ikut mendengar ikut tersenyum licik. Setelah mendengar itu, Bai An pergi dari sana dengan santai.


Saat masih di tangga, Bai An melihat jika semua orang yang duduk makan di bawah adalah kebanyakan anggota klan Gu.


Untung saja pemilik penginapan ini bawahan Fanghu. Jika tidak, ia tidak akan bisa menginap disini. Karena semua kamar disini telah di pesan oleh Gu Zu.


Setelah turun, Bai An mencoba bergaul dengan para anggota klan Gu.


“Hei, kau dari kelompok mana?” tanya salah satu anggota klan Gu.


“Kelompok? Maaf aku baru ikut bergabung jadi aku tidak tahu di kelompok mana aku berada,” jawab Bai An santai.


Para anggota klan Gu termasuk beberapa tetua yang cukup jauh dari lokasi tempat Bai An makan semua memandang dengan tatapan menyelidik.


Tak lama, ia menemukan ide.


Dengan cepat ia menulis sesuatu dan berkata. “Ini ada selembaran surat yang di berikan oleh Patriark Gu Zu, tapi aku tidak bisa membacanya,” kata Bai An memberikannya kepada anggota klan Gu yang tadi bertanya.


Dengan cepat ia mengambilnya, ia langsung mengerutkan kening saat melihat isi tulisan yang ada di kertas.


Tak lama semua orang berkumpul. Hal yang sama terjadi saat melihat tulisan tersebut.


Lalu seorang tetua luar datang dengan arogan sambil merebut kertas tersebut.


“Hmm..!! Ini benar mirip dengan tulisan patriark Gu, karena dulu aku pernah melihat tulisannya seperti ini. Jadi wajar kalian menjadi curiga karena kalian tidak pernah melihat tulisan patriark kita yang sangat bagus ini,” kata tetua luar tersebut sambil menutup mulutnya.


Tak lama semua orang ikut menutup mulut menahan tawa.


“Ada apa ini?”


Saat mendengar suara tersebut. Semua orang melirik ke arah atas. Saat melihat siapa yang bertanya. Semua orang langsung bergidik ngeri dan bubar ke tempat mereka masing-masing.

__ADS_1


Patriark Gu Zu langsung mengerutkan keningnya saat melihat tingkah mereka.


Saat ia ingin bertanya. Datang seorang assasin yang di tutupi kain balutan hitam semua. Lalu berbisik.


“Apa?”


Teriakan Patriark Gu Zu cukup besar sehingga dapat di dengar oleh semua orang di bawahnya termasuk Bai An. Bai An juga dapat mendengar apa yang di bisikkan oleh assasin tersebut.


“Hmm..!! Xio Dan ketahuan berkhianat, mata mata dan informan mereka cukup hebat dan cepat mengetahui ini,” gumam Bai An dalam hati.


“Long Yuan, lindungi Klan Xio dari serangan assasin gabungan klan sekutu.” Gumam Bai An memberi perintah kepada Long Yuan melalui telepati.


“Xio Dan. Kau harus hati-hati dan suruh orang-orang yang ingin berkhianat untuk pergi ke tempat yang di tunjukkan oleh Long Yuan kepadamu,” gumam Bai An melalui pikiran. Karena Xio Dan adalah budaknya, jadi ia bisa tahu semua isi pikiran Xio Dan dan apa yang ia pikirkan. Jadi tidak heran jika Bai An ingin menghubunginya melalui pikiran.


Kembali ke Gu Zu.


Dengan cepat Gu Zu menjadi tenang dan berbisik.


“Kerahkan semua assasin klan Gu, bunuh semua pengkhianat tersebut sebanyak yang kalian bisa. Tapi kalian harus bersih agar tidak di ketahui oleh para penjaga kota. Aku yakin Patriark Nu dan Patriark Sa juga mengirim semua assasin mereka, jadi itu dapat meringankan tugas kalian.”


Assasin tersebut menjawab dengan hanya anggukan lalu menghilang.


Bai An tersenyum tipis.


Bai An dengan cepat berjalan keluar saat ia melihat patriark Gu kembali ke tempatnya.


“Tang De, kau awasi area penginapan Lotus menuju ke tempat tenda para penduduk yang pernah di bawa Yu Fen. Suruh para prajurit kota untuk tidak ikut campur menyerang. Kau hanya perlu menugaskan mereka bergerak cepat membersihkan mayatnya saja.”


Tang De yang berjalan santai langsung cembrut. “Ini tidak adil, mengapa aku hanya bertugas menjadi penjaga saja. Tidak ikut membunuh Tuan muda,” teriak Tang De kesal. Ia masih belum mampu membalas melalui telepati jika jaraknya cukup jauh, jadi ia hanya bisa kesal dalam hatinya.


Wuss..!!


Bai An langsung bergerak cepat mengikuti para assasin yang bergerak dari atap ke atap. Walau masih pagi. Tapi para assasin ini cukup pintar sehingga mereka tidak bisa terlihat oleh para penduduk maupun para kultivator. Aura mereka pun di samarkan. “Sungguh para assasin yang terlatih. Tapi sayang kalian akan mati,” gumam Bai An.


Bai An yakin jika para assasin ini akan berkumpul dengan para assasin dari klan yang lain.


Dan benar saja dugaan Bai An. Para assasin ini berkumpul di keramaian agar tidak ketahuan. Mereka juga melepas pakaian assasin mereka agar tidak ketahuan.


Saat melihat jumlah para assasin ini kurang lebih 700 an. Bai An langsung cemberut. “Ah..!! Anak panah ku hanya 200 an,”

__ADS_1


__ADS_2