Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Perpisahan Bersama Para Bawahan Bai An


__ADS_3

Bai An langsung tersenyum kecut. Kini Bai An mulai memikirkan bagaimana lidahnya kini mulai memainkan kata-kata?


“Begini saja paman Gong, aku adalah Tuanmu saat ini, jadi aku menugaskan mu untuk menjaga mereka semua yang ada di disini, kau juga akan menjadi pemimpin mereka untuk melawan para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan.” Kata Bai An dengan nada serius.


“Tapi,,” kata Gong Tanru langsung terpotong oleh Bai An.


“Tidak ada tapi-tapian, ini adalah perintah,” kata Bai An dengan nada tegas dan sedikit dingin.


Dengan enggan Gong Tanru mengangguk patuh. “Baiklah Tuan muda tapi aku ingin anda kembali dengan sehat, dan juga jangan terlalu lama,” kata Gong Tanru berharap.


Bai An mengangguk. “Tentu saja, aku akan secepat mungkin menyelesaikan urusanku.”


Setelah mendengar ucapan Bai An, Gong Tanru langsung menghilang.


Bai An kemudian melirik ke arah para bawahannya yang kini sedang tertawa bersama.


Bai An langsung ikut tersenyum, ia kini melirik ke arah Tu Long sambil merencanakan sesuatu.


“Tu Long, kita akan pulang menyelesaikan urusan kita dan bertemu dengan para saudara kita, tapi kau harus diam, jangan bicarakan ini kepada yang lain.” Kata Bai An melalui telepati.


Tapi tetap saja, Tu Long yang mendengar itu langsung melompat kaget bercampur senang.


“Apakah itu benar,” teriak Tu Long.


Untung saja dari semua orang yang ada di sana tidak ada yang curiga, sebab mereka mengira jika Tu Long sedang ngaur karena mabuk.


Tu Long langsung diam setelah tadi sempat lupa peringatan dari Bai An.


Tapi wajah Tu Long kini tersenyum berseri-seri, tentu saja ia senang. Karena ia telah lama tak bertemu dengan mereka.


Bahkan Tu Long tak sadar jika ia telah di dunia ini selama satu tahun.


***


Satu hari telah berlalu, kini Bai An dan Tu Long duduk bersama.

__ADS_1


Bai An juga telah memberi tahu rencananya agar bisa pergi dari dunia ini.


Tap tap..!!


Setelah semua orang berkumpul, kini Bai An melirik ke arah semua bawahannya.


“Ehem..!! Baiklah karena semua orang telah berkumpul, aku tak akan menunda lagi.” Kata Bai An terlihat serius.


Melihat wajah Bai An, semua orang langsung memasang wajah serius dan siap mendengarkan.


“Kekuatan kalian semua meningkat pesat, hal tersebut membuatku bangga. Tapi, jangan terlalu terlena, karena kekuatan kalian ini masih lemah jika di banding musuh-musuh kita yang selama ini bersembunyi. Maka dari itu aku menugaskan kalian sekali lagi tapi secara berkelompok dan lebih berhati-hati, aku tak ingin kejadian yang sama terulang lagi.”


Mendengar ucapan Bai An. Semua orang langsung memasang wajah ganas, mereka semua seperti telah menunggu saat-saat seperti ini dan membantai musuh mereka.


Bai An langsung tersenyum saat melihat wajah ganas mereka.


“Baiklah, untuk pembagian kelompok aku serahkan kepada saudari Jing dan Tu Long.” Kata Bai An kemudian menghilang dari tempatnya.


Jing Ling dan Tu Long langsung berdiskusi.


Tapi Tu Long yang telah di beritahu oleh Bai An tentang cara membuat Jing Ling menurut.


Tu Long langsung memberitahu Jing Ling jika semua yang terkuat ikut Bai An, lalu apakah seseorang dari kita harus mati lagi karena tidak ada orang kuat membantu?


Hal itu langsung membuat pikiran Jing Ling terngiang-ngiang dan langsung membuat Jing Ling terpaksa mengikuti ke inginan Tu Long.


Setelah itu Jing Ling dan Tu Long langsung membagi tugas mereka masing yang membuat kelompok.


Setelah selesai membuat kelompok berjumlah 3 orang dan ada yang dua orang.


Mereka adalah kelompok, Jing Ling, yaitu Jing Ling dan dua iblis bersaudara.


Dan kelompok Hong Chu, yaitu Hong Chu, De Cang, dan Bo Dong.


Sementara dua orang itu tak lain adalah Bai An dan Tu Long.

__ADS_1


Ide ini sebenarnya berasal dari Bai An. Bai An juga telah menyuruh Gong Tanru selalu mengawasi Hong Chu dan yang lainnya. Untuk Jing Ling, Bai An juga memikirkan siapa yang akan melindungi mereka, saat ia berpikir. Zin Ho memberitahunya jika Ba Dut ada di kota ini dan Ba Dut adalah salah satu pengikut setia Ling Mei.


Ba Dut juga kakak dari Gong Tanru dan saat ini menjabat sebagai Penguasa Kota Netral.


Bai An langsung mengangguk tanpa terkejut, ia pernah mendengar ini dari Gong Tanru, tapi ia tak tahu namanya dan dulu sempat berpikir jika Penguasa Kota Netral adalah teman Gong Tanru. Tapi pikirannya melenceng jauh.


Setelah itu Bai An menyuruh semua orang istirahat selama beberapa hari sebelum melakukan tugas mereka.


Waktu terus berlalu, selama itu Bai An dan yang lainnya hanya berjalan-jalan di Kota.


Bai An juga sempat membeli beberapa barang untuk di jadikan hadiah kepada keluarganya.


Saat ini Bai An sedang duduk bersama yang lain. Karena hari ini adalah hari dimana mereka semua pergi ke tempat berbeda untuk menjalankan tugas masing-masing.


“Ehemm..!! Apakah kalian telah siap?” Tanya Bai An basa basi.


Semua orang mengangguk.


“Tentu kami siap Tuan muda, bahkan semua orang sudah tidak sabar menantikan hari ini,” kata Tu Long membangkitkan semangat semua orang.


“Apa yang di katakan saudara Tu itu benar Tuan muda, aku sudah tidak sabar membalaskan dendam saudara Hei Niu dan saudara Fu Chen,” kata Hong Chu dengan mata memerah seperti darah, bahkan wajahnya juga ikut memerah.


“Benar kami tidak sabar membantai habis mereka, ayo kita berangkat sekarang saja,” kata Bo Dong ikut menambahkan.


“Hmm.. Kalau aku, aku ingin menyiksa mereka lebih dulu sebelum membunuh mereka, aku ingin membuat mereka sadar bahwa mereka salah memilih musuh dan membuat mereka menyesal telah di hidupkan di dunia ini,” kata De Cang dengan dingin, matanya juga menyiratkan kebencian yang sangat dalam. Kebencian karena dua keluarganya telah di bunuh dan satu kakaknya telah di culik, walau kakaknya telah kembali tapi kebenciannya tidak pernah hilang, malah ia semakin benci.


“Walau kami bersaudara jarang bertemu saudara Hei Niu dan saudara Fu Chen, tapi kami tidak terima jika keluarga kami di pandang rendah, bahkan sampai di bunuh. Hanya satu yang kami inginkan yaitu Bantai,” kata dua iblis bersaudara.


“Hmm..!! Aku juga ingin memusnahkan mereka semua, agar dunia ini aman, walau tidak sepenuhnya aman, tapi setidaknya bisa mengurangi masalah yang akan terjadi ke depannya,” kata Jing Ling mengangguk.


Bai An langsung tersenyum mendengar itu, ia kini tersenyum sangat tulus dan hangat.


“Kalian jangan terlalu gegabah, membunuh mereka boleh, tapi kalian harus berhati-hati, aku tak ingin kejadian yang lalu terulang lagi, aku menyangai kalian semua seperti keluarga, aku juga tak ingin kalian terluka, itu bisa membuat hatiku terluka, walau jalan kultivator itu adalah resikonya kematian tapi kekeluargaan kita harus tetap terjalin erat dan saling terhubung.” Kata Bai An dengan tulus.


Bai An kembali memambahkan. “Baiklah, sekarang kita semua akan berpisah, dan perpisahan kita ini hanya sementara, kita akan bertemu jika misi yang aku berikan telah selesai.”

__ADS_1


“Baik Tuan muda,” jawab semua bawahan Bai An.


__ADS_2