
“Ibu, apa ibu lebih percaya dengan orang lain dari pada putramu yang baik dan patuh ini?” Tanya Duan Du kini memasang wajah imut dengan bola mata berair.
Ling Mei yang melihat itu mau tak mau menjadi luluh, ia tentu saja akan lebih mempercayai putranya dari pada orang lain, hanya saja ia tak ingin semua putra dan putri maupun keluarganya terlibat masalah lagi.
Ling Mei saat ini sudah cukup bahagia, ia tak ingin ada konflik lagi dengan orang lain yang menyebabkan keluarganya terluka atau mati.
Bai An, Duan Du dan semua orang paham apa yang di pikirkan Ling Mei hingga ia menjadi galak dan tegas, sehingga mereka semua tidak ada yang berani melawan ataupun membantah ucapan Ling Mei, malah mereka semua sangat senang ada seorang yang tulus mengkhawatirkan mereka.
“Baiklah, tapi ibu akan menyuruh orang kesana untuk memastikan apakah ucapanmu ini benar atau tidak,” kata Ling Mei dengan tegas dan tajam.
Duan Du yang mendengar itu langsung tersenyum licik, ia sudah memperkirakan ini sehingga ia sudah lebih dulu memberitahu Hong Ti jika ada seseorang mengecek kebenaran tentang kematian Zhi Zuan, maka Hong Ti harus menutupi semuanya tanpa ada kesalahan.
Melihat senyum Duan Du, Ling Mei langsung mendengus sambil berkata. “Walau begitu, kau juga harus di kurung di dalam kamar, sama seperti kakak mu yang telah ibu kurung.”
Duan Du seketika cemberut, walau begitu ia langsung di seret oleh Ling Mei ke kamar yang bersebelahan dengan Bai An di kurung.
***
2 hari telah berlalu semenjak di kurungnya Bai An dan Duan Du.
Semua di keluarga Bai An berjalan normal, sama halnya dengan para saudara dan bawahan Bai An. Mereka melakukan perkerjaan dengan baik tanpa ada kesalahan.
Selama dua hari ini, sangat banyak para prajurit pengikut Kaisar Dewa Kematian yang berjaga maupun berkeliling untuk menangkap para bandit yang sangat meresahkan.
Bahkan di setiap tembok toko, rumah, tiang kini telah terpapar poster buronan Cen Tian, Liu Fang, Sin Ting dan Son Teng, mereka semua mengtuai para bandit yang tak lain kelompok pembantai, kelompok pengemis kumuh dan seluruh bawahan Long Yuan.
Tapi sampai saat ini tidak ada yang bisa menemukan jejak mereka berempat, usaha telah di kerahkan oleh para penjaga, bahkan para jendral dan komandan langsung di turunkan untuk mencari keempat buronan no satu ini, tapi semuanya nihil.
__ADS_1
Hal itu membuat para klan besar, maupun para kaisar dewa mempertanyakan tentang bagaimana kekuatan no satu di seluruh alam dewa begitu lemah.
Namun mereka hanya menggrutu dalam hati saja, tidak ada yang berani melawan Ling Qie karena setiap Kaisar Dewa tahu jika ada sosok mengerikan di belakang Ling Qie yang menjadi pelindungnya.
Tapi tidak untuk Kaisar Dewa Kematian, bahkan Kaisar Dewa Api secara terang-terangan datang kesana mempertanyakan bagaimana cara penjagaannya, karena banyak pengikut Kaisar Dewa Api yang memimpin klan besar menjadi sasaran mereka juga.
Kaisar Dewa Kematian hanya bisa diam saja, apa lagi yang datang terahir adalah Kaisar Dewa Api, tentu saja Kaisar Dewa Kematian tahu batasannya, ia pasti akan kalah jika bertarung dengan Kaisar Dewa Api.
Tapi Kaisar Dewa Kematian sama sekali tidak takut di bunuh maupun di ancam, karena ia memiliki Ling Qie sebagai perisainya sekaligus tuannya.
Saat ini Kaisar Dewa Api hanya menggeram marah saat melihat Kaisar Dewa Kematian yang sangat arogan.
“Heng,, tunggu saja, suatu saat kepalamu akan aku cabut sendiri menggunakan kedua tanganku, di saat itulah kau sadar betapa menakutkannya diriku jika kau remehkan,” kata Kaisar Dewa Api dengan nada dingin lalu berdiri dan berjalan pergi.
Mendengar ancaman tersebut, Kaisar Dewa Kematian terkekeh. “Coba saja jika kau bisa, bukankah aku berdiri saat ini, tapi kenapa kau tidak mencabut kepalaku saat ini, apa jangan-jangan itu hanya ucapan omong kosong,” kata Kaisar Dewa Kematian memprovikasi.
Kaisar Dewa Api yang jiwanya meledak-ledak langsung berhenti tepat di depan pintu.
Bahkan api di tangannya kini melelehkan pintu di belakangnya hingga hangus, lantai yang Kaisar Dewa Api pijaki pun kini seperti bara lautan api.
Kaisar Dewa Kematian yang melihat itu langsung merinding, namun sesaat kemudian ia dengan arogan mengangkat kepalanya.
“Apa? Kau sungguh berani melawan perintah Ratu Ling, apa kau ingin mati, hahh..!” Dengus Kaisar Dewa Kematian dengan sombong mengandal orang yang ada di belakangnya.
Kaisar Dewa Api yang mendengar itu sama sekali tidak takut dengan ancamannya, tapi yang ia takutkan adalah jika ia mati, maka seluruh keturunan maupun yang berkaitan dengannya akan ikut mati, jika itu terjadi, siapa yang akan membalas dendamnya jika ia dan semua orangnya mati.
Terlebih We Tan dan Lin Yun saat ini masih belum kembali, jika mereka berdua ada di sini dan bergabung melawan Ling Qie, Kaisar Dewa Api yakin keluar jadi pemenang, tapi satu hal yang masih ada di keraguan Kaisar Dewa Api, sosok mengerikan di belakang Ling Qie.
__ADS_1
Walau ia tak pernah melihatnya dan tak pernah keluar, Kaisar Dewa Api yakin jika sosok itu ada.
Saat ini Kaisar Dewa Api bimbang, saat ia melamun, sosok yang cukup ia kenal berkata melalui telepati.
“Untuk saat ini, biarkan saja ia tertawa yang mulia, suatu saat nanti kau pasti bisa memenggal kepalanya.”
Orang tersebut tak laing Xiong Zai yang menyamar jadi jendral We Zai, ia saat ini telah menjadi tangan kanan Kaisar Dewa Api.
Xiong Zai bisa saja bergabung membunuh semua orang yang ada di sini, tapi ia takut rencana Tuan muda akan gagal jika langsung menyerang.
Sementara Kaisar Dewa Api yang mendengar itu langsung menghilangkan api yang ada di tangannya, setelah itu ia mengangguk kepada Xiong Zai lalu berjalan pergi bersama Xiong Zai.
Melihat kepergian mereka, Kaisar Dewa Kematian langsung tertawa terbahak-bahak dan meraung mengejek dengan berbagai cercaan.
Walau begitu, setiap provokasinya tidak di dengar Kaisar Dewa Api dan Xiong Zai hingga ia menghilang.
Duan Du yang bersandar di samping tiang hanya tersenyum, setelah itu ia menghilang.
Wuuss..!!
Duan Du langsung muncul di sebuah kedai, ia kini duduk bersama Bai An, Tu Long, Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu.
Melihat semua orang minum, Duan Du langsung ikut minum sambil bicara.
“Semua rencana berjalan baik, paman Xiong Zai mampu menghentikan Kaisar Dewa Api yang ingin membunuh Kaisar Dewa Kematian, untuk saat ini Ling Qie juga masih belum keluar, ia masih duduk di depan pintu gerbang bawah tanah menunggu monster itu membuka gerbang.”
Semua orang yang mendengar cerita Duan Du langsung mengangguk.
__ADS_1
“Satu hari lagi, kita pasti akan melihat sebuah pertunjukan seru,” kekeh Tu Long, ia juga tak sabar ingin bertarung, atau lebih tepatnya bermain-main.
“Hmm..!! Jangan banyak omong, lebih baik kita bertiga kembali sebelum ibu curiga, karena ia selalu mengecek kamar kita dengan teliti,”