Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Larilah Terbirit-birit


__ADS_3

Setelah semua patuh dan memulihkan diri, Shi Qiang kini melihat ke arah langit. “Aku merasa akan mati di Alam Dewa Perunggu ini,” gumam Shi Qiang.


“Entah kenapa aku merasakan ada banyak sosok kuat bersembunyi di sini yang melebihi kekuatan Kaisar Dewa terkuat sekalipun.” Shi Qiang kembali bergumam sambil memejamkan matanya.


Tidak jauh dari Shi Qiang, Bai An kini berdiri sambil tersenyum lebar, entah dari kapan Bai An berada disana, yang pasti ia sudah ada disana sebelum Shi Qiang datang.


“Hmmm..!! Dari sekian banyak musuh, hanya kau yang datang dengan niat biasa, tidak ada sedikitpun niat membunuh yang kau bawa,” gumam Bai An.


Dari pertama Bai An bertemu dulu pun memang Shi Qiang tidak terlalu suka membunuh jika tidak dalam keadaan terpaksa, yang ia suka adalah melawan orang-orang kuat, sama halnya dengan Tu Long, Bo Long dan Cen Tian yang gemar bertarung melawan musuh kuat.


Setelah melihat tidak ada yang cukup membahayakan Shi Qiang, Bai An kemudian menghilang.


Wuss..!!


Tak lama Bai An muncul di depan Duan Du, Tu Long, dan Hong Ti.


“Kak, kau dari mana saja?” Tanya Duan Du dengan curiga. “Jangan bilang kau telah membunuh semua semua,” kata Duan Du lagi dengan wajah cemberut, ia sama sekali tidak memberikan Bai An kesempatan untuk menjawab.


Hal itu membuat Bai An sedikit jengkel sehingga ia mengayunkan tangannya, di tangan Bai An langsung muncul tongkat energi melesat ke kepala Duan Du.


Pletak..!!


“Aduh-aduh, apa yang kau lakukan kakak? Kenapa kau memukulku,” dengus Duan Du.


“Kau ini jika bertanya, berikan dulu orang untuk menjawab, jangan asal bekoar-koar,” dengus Bai An lalu menambahkan.


“Kau tenanglah, mereka akan datang sebentar lagi, dan yang pertama datang adalah Kaisar Dewa Sesat,” kata Bai An.


Baru saja Bai An selesai memberitahu Duan Du, terdengar suara teriakan dari luar.


“Chu Tang, keluar kau,” teriak San Tet kini berdiri dengan wajah sombong di udara.


Hong Ti yang telah menyamar jadi Chu Tang langsung melirik ke arah Duan Du dan Tu Long yang kini menyeringai lebar.


Hong Ti yang melihat itu langsung bergidik ngeri sambil memberanikan diri bertanya.


“Tu.. Tuan muda, apakah kita akan keluar?” Tanya Hong Ti.


“Tentu saja,” ayo ajak Duan Du langsung menarik Hong Ti.


Tu Long langsung mendengus sambil menyusul.


Sementara Bai An hanya bisa menggeleng kepala.


Wuss..!!


Tap tap..!!


San Tet yang melihat itu langsung menyeringai karena merasa hanya mereka bertiga saja yang tersisa.

__ADS_1


“Kikiki,, aku tak menduga kau berani juga keluar Chu Tang,” kekeh San Tet.


“Heng,, aku tak menduga saat aku terkena musibah, kau memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang,” geram Hong Ti bersandiwara.


“Kiki,, tidak ada yang namanya teman, teman hanya untuk saling memanfaatkan saja, kau pasti sadar akan hal itu,” kata San Tet langsung melesat sambil mengeluarkan pedangnya.


Wuss..!!


Pedang San Tet langsung terayun dengan cepat ke arah Hong Ti.


Trank..!!


Namun sebelum pedang San Tet sampai, Duan Du yang menyamar jadi Hong Ti langsung menghalangi dengan seringai lebar.


“Hoho,, kau tidak layak melawan Tuan ku, cukup aku saja sudah bisa membuatmu lari terbirit-birit,” kekeh Duan Du.


Wajah San Tet seketika menyeramkan. “Aku tak menduga kau menggunakan anjing kecil untuk membuat energiku terkuras sehingga memanfaatkan aku kehabisan energi baru kau maju, sungguh licik,” kata San Tet, tapi ia kemudian tersenyum meremehkan. “Tapi kau tenang saja, aku akan membereskannya dalam hitungan detik,” dengus San Tet.


San Tet kembali melesat ke arah Duan Du, sementara tangan kanan San Tet kini melawan Tu Long.


Dengan beringas dan percaya diri San Tet mengayunkan pedangnya tanpa persiapan.


Duan Du terkekeh kecil, dengan santai Duan Du mengayunkan tangan kosongnya.


Bam..!!


San Tet langsung mundur 10 langkah dengan tangan kanan bergetar beserta pedang yang ia pegang.


San Tet langsung menatap tajam Duan Du dengan teliti, beberapa saat kemudian San Tet bergumam. “Apa hanya halusinasiku saja ya, dan juga mungkin aku tidak terlalu siap sehingga ia menyerang titik lemahku agar terlihat kuat.”


“Heng,, aku terlalu meremehkanmu, mulai saat ini aku akan serius,” kata San Tet dengan nada dingin berserta auranya keluar membuat udara di sekitarnya menjadi bau.


Duan Du hanya terkekeh saja. “Hmm..!! Jika kau serius maka aku akan main-main lebih lama denganmu,” kata Duan Du dengan santai.


San Tet langsung salah mengartikan, ia mengira Duan Du sedang mempermainkannya sehingga San Tet meraung.


“Aku akan membunuhmu anjing liar,” teriak San Tet lalu berubah menjadi besar.


Kepala santet langsung berubah menjadi kepala anjing berkepala tiga dengan tubuh raksasanya San Tet hanya melangkah satu langkah saja hingga sampai ke tempat Duan Du melayang.


Salah satu kepala Chu Tang langsung mengeluarkan api lalu menyemburkannya ke arah Duan Du.


Sementara dua kepala lainnya menutupi jalan keluar Duan Du.


Wuss..!!


Api tersebut sangat panas dan bisa membakar seorang ahli hidup-hidup tanpa bisa melakukan perlawanan.


Bam..!!

__ADS_1


Bertepatan api tersebut mengenai tubuh Duan Du. San Tet tersenyum sombong.


Namun ia tidak sadar jika Duan Du saat ini berada di belakangnya.


“Hehe,, apa yang kau tertawakan anjing liar,” kekeh Duan Du dengan nada mengejek.


Saat mendengar itu, San Tet mau tak mau langsung maju sambil membalikkan badanya.


“Ka.. Kapan kau ada di sni?” Tanya San Tet.


Namun Duan Du tetap diam dan kembali menghilang, tak lama Tu Long muncul di belakang San lagi.


Wuss..!!


Bam..!!


Tubuh San Tet langsung terlempar tanpa tahu siapakah yang menyerangnya.


Dengan cepat San Tet berdiri sambil menatap tajam ke arah Duan Du.


“Rupanya aku terlalu meremehkanmu, mulai saat ini aku akan lebih serius,” kata San Tet kembali berubah bentuk ke sosok yang jauh lebih mengerikan.


Duan Du yang melihat itu langsung bertepuk tangan.


Setelah itu Duan Du muncul di samping kanan San Tet.


Bam..!!


San Tet kembali terlempar yang kini lebih jauh dari lokasi pertama kali ia terlempar.


Saat San Tet berusaha berdiri, Duan Du kembali muncul di depan San Tet sambil mengayunkan tangannya.


San Tet yang melihat itu langsung menyilang tangannya.


Bam..!!


San Tet kembali terlempar lebih jauh.


San Tet berusaha berdiri dengan pandangan kosong, setelah itu ia menatap Duan Du dengan pandangan sedikit takut.


“Si.. Siapa kau sebenarnya?” Tanya San Tet.


“Kau tidak punya hak untuk bertanya, yang harus kau lakukan sekarang adalah berusaha lari, karena jika kau tertangkap, maka di situlah ahir hidupmu,” kekeh Duan Du.


Dengan cepat San Tet membalikkan badannya lalu lari terbirit-birit.


Hal itu membuat Duan Du tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha,, benar bukan apa yang aku ucapkan jika ia pasti akan lari terbirit-birit,” suara Duan Du cukup keras sehingga mampu di dengar oleh Tu Long yang kini menampar tangan kanan San Tet seolah ia sedang melemaskan jari-jarinya.

__ADS_1


San Tet yang mendengar itu tidak memperdulikan, yang ia lakukan saat ini adalah berusaha melarikan diri.


__ADS_2