
Bai An mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya ke arah para tahanan yang masih pikir-pikir.
"Sebenarnya aku membutuhkan kalian bukan untuk bertarung melawan musuh, tapi aku membutuhkan kalian untuk membawa para penduduk kota yang tidak bersalah ketempat yang aman. Hanya itu saja syarat yang ku berikan kepada kalian."
Mendengar ucapan Bai An, para tahanan kini melihat ke arah Bai An dengan pandangan heran dan tanda tanya, lalu salah satu dari mereka bertanya. "Apa yang Tuan Muda ucapkan itu benar? Lalu kenapa kita tidak bertarung?"
"Aku tidak pernah mengingkari janji ku, dan untuk pertanyaan keduamu kau tak perlu tahu, kau hanya mengatakan setuju apa tidak dengan syaratku untuk mengaman para penduduk ketempat yang aman atau tetap berada disini."
Mendengar itu, para tahanan mengangguk karena berpikir itu hak setiap orang untuk menjawab atau tidak. Jadi mereka tidak bertanya lagi.
"Aku setuju untuk membantu para warga!"
"Aku juga!"
"Aku juga!"
"Aku juga!"
Satu persatu dari para tahanan mengangkat tangannya dan kini mereka semua telah setuju.
Tanpa menunggu lama, Bai An langsung melepaskan rantai yang mengikat mereka satu persatu. Setelah melepaskan mereka, kini Bai An melirik ke arah Yun Cho.
Seakan paham maksut Bai An, Yun Cho langsung berkata, "Apakah aku tidak bisa ikut bersamamu untuk bertarung?"
"Tidak bisa, cukup bantu mengamankan penduduk kota saja bersama yang lain, dan menjaga mereka dari para penjaga kota yang mungkin ingin mencelakai mereka atau berniat buruk." Bai An langsung berkata tegas ke arah Yun Cho.
Yun Cho langsung tersenyum kecut saat mendengar itu, lalu ia mengangguk dengan terpaksa.
"Baiklah kita bagi tugas, kalian langsung keluar dengan hati-hati. Lalu membawa penduduk kota keluar dari kota ini. Sedangkan aku dan muridku akan membunuh para penjaga kota lebih dulu agar para penduduk keluar dengan aman."
Mendengar ucapan Bai An mereka mengangguk, tapi Yun Cho langsung bertanya. "Terus bagaimana dengan para pangeran dan orang berjubah hitam?" Bai An melirik Yun Cho lalu menjawab, "Setelah semua penduduk kota keluar dengan aman, atau selesai membunuh semua penjaga kota. Kami berdua langsung menuju kediaman pemimpin kota."
Yun Cho langsung mengangguk, dalam hati ia akan ikut kesana jika ia telah membawa penduduk kota dengan selamat. Karena ia agak khawatir dan tidak bisa membiarkan Bai An dan Bai Luan bertarung berdua saja.
__ADS_1
"Baiklah ayo kita keluar. Jika terlalu lama, aku takut mereka curiga karena para penjaga yang kita bunuh belum keluar," ucap Bai An langsung melesat menuju lorong jalan keluar yang diikuti Bai Luan.
Yun Cho melihat kedua pemuda itu sudah jalan duluan lalu mengikutinya dan tak lama Mu Yanshen dan yang lain juga ikut keluar.
Wuuussshhh...
Wuuussshhh...
"Guru, biarkan aku saja yang membunuh para penjaga. Biar guru menguruh orang-orang berjubah hitam saja!"
Mendengar kata Bai Luan, Bai An mengangguk. "Tapi jangan pernah remehkan lawan mu dan tetap selalu berhati-hati," ucap Bai An.
"Baik Guru, aku juga tidak sabar melawan para pangeran dan sekutunya." Mata Bai Luan terlihat bersinar karena tidak sabar ingin bertarung.
Tap... Tap...
Bai An dan Bai Luan kini telah sampai ujung lorong yang terdapat sebuah gubuk. Bai An ingin membuka pintu gubuk tersebut namun tidak jadi, karena menyadari ada yang salah.
"Ada apa guru? kenapa kita tidak keluar?" Tanya Bai Luan.
Setelah mengedarkan spiritualnya Bai An bergumam, "Apa mereka menyadari kita, sehingga semua penjaga berkumpul disatu tempat?" Gumam Bai An, tapi ia heran karena para penduduk tetap berada dirumahnya masing-masing. Itu yang ia pikirkan kini.
Bai Luan yang mendengar itu langsung ikut mengedarkan spiritualnya juga, tak lama ia juga berpikir hampir sama dengan Bai An.
Tak lama Yun Cho datang bersama yang lain, "Kenapa kalian berdua masih disisni?" Yun Cho bertanya dengan heran.
"Itu karena semua penjaga berkumpul disatu tempat, aku takut mereka curiga. Tapi, aku lihat para penduduk masih aman berada dirumahnya masing-masing," balas Bai An.
"Ooh itu sudah biasa mereka lakukan selama dua hari ini, aku dengar mereka berkumpul untuk melaporkan diri. Karena pangeran takut jika salah satu penjaga adalah penyusup, jadi para penjaga itu harus melapor setiap malam!"
Yun Cho langsung menjelaskan kepada Bai An, saat mendengar ucapan curiga Bai An.
"Aku baru tahu akan hal ini, karena teman Cho tidak menjelaskan ini saat di kedai!"
__ADS_1
Yun Cho hanya tersenyum saja karena ia lupa akan hal ini, "Kapan kita keluar? apakah kalian akan tetap mengobrol disini?" Mu Yanshen bicara dengan agak kesal, karena mereka malah asik mengobrol.
Bai An langsung tersenyum malu, lalu membuka pintu gubuk dan melesat keluar yang diikuti Bai Luan yang dari tadi diam, saat Yun Cho dan yang lain tiba.
Yun Cho dan Mu Yanshen dan para tahanan langsung berpencar kerumah setiap penduduk untuk mengamankan mereka dari pertarungan yang akan terjadi nanti, agar mereka tidak terkena imbas atau dijadikan tawanan untuk prisai mereka kabur.
"Guru, apakah kita akan langsung membantai mereka semua? Karena mereka sedang berkumpul, itu memudahkan kita membunuhnya."
Mendengar pertanyaan Bai Luan yang kini terlihat, terlalu menyukai pertarungan membuat kepalanya jadi dumpul. Selalu bertindak dahulu sebelum berpikir.
"Kita lihat situasi dulu, jangan terlalu terlena karena hanya melihat sasaran terlalu empuk buat kita bunuh? Siapa tahu itu jebakan. Jadi kau harus berpikir dulu sebelum bertindak, ingat itu Luan'er."
Bai Luan langsung malu saat mendengar nasehat dari Bai An. "Baik Guru," Bai Luan menjawab dengan tegas.
Wuuussshhh...
Wuuussshhh...
Bai An dan Bai Luan sampai di tempat para penjaga berkumpul, "Sembunyikan aura mu Luan'er," teriak Bai An melalui telepati.
Bai An kini melihat ada orang berjubah hitam sedang bersembunyi disudut utara dari tempat mereka bersembunyi.
Bai Luan langsung menyembunyikan auranya mendengar teriakan dari Bai An, karena tahu ini bukan hal yang bagus. Lalu ia ikut melihat ke arah pandangan mata Bai An dan melihat ada orang bersembunyi disana dengan tingkat yang tidak bisa Bai Luan lihat.
"Apa tingkat orang itu? guru!" Tanya Bai Luan. "Alam Immortal tingkat Grand Dao Awal." Bai An menjawab.
Gleek..
Bai Luan langsung menelan ludahnya sendiri, karena tidak yakin menang jika ia bertarung habis-habisan.
"Kau tenanglah Luan'er, ia tidak menyadari kita jika aura kita tidak keluar. Tapi jika ia tahu, dengan terpaksa kita bertarung dengan terang-terangan."
Sebenarnya jika Bai An ingin, ia bisa dengan mudah membunuhnya. Namun pasti akan terjadi kegaduhan dan tidak mungkin juga jika orang berjubah hitam itu tidak mempunyai kartu As dibalik jubahnya, itulah yang dipikirkan Bai An.
__ADS_1
"Siapa disana?"
Tiba-tiba dua penjaga bertanya dengan suara agak keras hingga didengar oleh orang berjubah hitam, yang mana membuatnya melirik asal suara.