
“Benar,, kalian beritahu yang lain juga jika kita semua akan pergi ke tempat yang telah di tentukan,” sambung Hei Long menatap ke arah orang-orang berpakaian compang camping.
Orang-orang ini tak lain adalah bawahan Hei Long, Huang Feng, Sin Ting dan Son Teng.
Mereka berempat menundukkan cukup banyak musuh lalu di jadikan budak dan di suruh berpakaian ini untuk mencari informasi.
Orang-orang tersebut langsung bangun dengan semangat, lalu pergi memberitahu kelompok pengemis kumuh.
“Hehe,, aku tak menduga jika mereka yang dulu terlihat enggan saat pertama menjadi budak, kini terlihat sangat bersemangat, bahkan mereka terlihat menikmati provesi mereka,” kekeh Sin Ting.
“Itu karena ia mengikuti sifatmu yang gila,” dengus Son Teng.
Wajah Sin Ting langsung berubah merah karena kesal.
“Heng,, bilang aja iri bos,” dengus Sin Ting menatap sinis ke arah Son Teng.
Son Teng dan Sin Ting langsung berdiri, terlihat mereka berdua akan bertarung lagi.
“Hei-hei,, kalian ini jangan seperti anak kecil, apa kalian ingin aku kebiri,” dengus Hei Long dengan kesal menatap tingkah kedua orang di depannya.
Son Teng dan Sin Ting saling melirik, lalu mendengus pergi ke arah yang berbeda.
Entah apa yang membuat Son Teng dan Sin Ting agak takut terhadap Hei Long. Padahal kekuatan Sin Ting dan Son Teng jauh lebih tinggi dari Hei Long dan Huang Feng.
Kekuatan Son Teng dan Sin Ting kini telah mencapai Kaisar Dewa Menengah ⭐ 3 Puncak yang sedikit dorongan lagi menembus Kaisar Dewa Puncak.
Sementara Hei Long dan Huang Feng baru mencapai Kaisar Dewa Menengah ⭐ 3 Awal.
Perbedaan ⭐ 3 Awal dan puncak sangatlah jauh, jika mereka bertarung maka dapat di pastikan Sin Ting seorang diri saja dapat mengalahkan Hei Long dan Huang Feng, itupun tidak menggunakan 100% energinya.
Saat ini, Hei Long yang melihat kepergian mereka langsung menghela nafas.
__ADS_1
“Untung saja mereka memandang kita sebagai tuan karena memiliki saudara yang telah menundukkan mereka, jika tidak, mungkin mereka sulit di atur,” kata Hei Long.
“Hmm..!! Saat mendapatkan tugas ini, mereka selalu berdebat seperti anak kecil, aku jadi penasaran, bagaimana cara saudara Lang Zai menundukkan kedua orang ini yang sulit di atur?” Sambung Huang Feng sambil bertanya-tanya dalam hati.
“Aku jadi teringat bocah nakal itu, apa mereka berdua tertular oleh anak itu ya?” Kata Hei Long terkekeh kecil saat mengingat Duan Du.
“Entah lah, dampak yang anak nakal itu bawa cukup banyak yang mengikutinya, jadi tidak heran jika dua orang ini sedikit terbawa kenakalan dan sifat bocah tersebut,” jawab Huang Feng mengangkat bahunya.
Cukup lama mereka berbincang-bincang sambil menunggu semua kelompok pengemis kumuh berkumpul.
Setelah mereka berkumpul, termasuk Sin Ting dan Son Teng yang berdiri bersebrangan seolah mempunyai faksi masing-masing, Hei Long yang melihat itu langsung berkata.
“Baiklah, ayo kita berangkat sekarang dan ingat jangan membuat masalah yang tidak perlu, apalagi melebih-melebihkan masalah saat di perjalanan, karena akan memperlambat kita sampai ke titik yang telah di tentukan.”
Semua orang langsung mengangguk, setelah itu mereka semua langsung berangkat berkelompok-kelompok agar tidak mengundang perhatian orang lain.
Kelompok pertama pergi adalah kelompok yang di pimpin oleh Sin Ting, di susul oleh kelompok Hei Long, lalu kelompok Huang Feng dan terahir kelompok Son Teng.
***
Jauh di sebuah kediaman yang cukup besar, saat ini Bai An, Duan Du, Tu Long, Xiong Zai dan Hong Ti belum mengetahui berita tentang semua bawahan dan para saudaranya sudah berjalan ke tempat titik pertemuan, padahal orang yang merencanakan titik pertemuan adalah Bai An dan Duan Du, tapi mereka semua terlihat santai.
Saat sedang asik-asiknya pesta arak, terdengar suara langkah kaki tergesa-gesa.
Tap tap..!!
“Jendral We, ada sebuah kabar,” teriak seorang dari balik pintu.
Xiong Zai yang mendengar itu langsung kesal, karena acara minumnya terasa terganggu.
Saat ingin menyuruh orang itu untuk kembali, Bai An mengangkat tangannya.
__ADS_1
“Biarkan orang itu bicara, siapa tahu informasi penting, terlebih aku merasa ia adalah bawahanmu, bukan bawahan klan We,” ucap Bai An dengan nada santai.
Xiong Zai langsung mengangguk.
“Katakan berita penting apa itu?” Tanya Xiong Zai dengan nada sedikit keras agar dapat di dengar bawahannya.
“Ini adalah berita yang Jendral tunggu-tunggu, tentang titik pertemuan, beritanya telah menyebar,” jawab bawahan Xiong Zai berteriak sedang.
Xiong Zai yang mendengar itu langsung tersenyum, ia kini tidak perlu menunggu berita itu selama bertahun-tahun, karena orang yang ia tunggu ada bersamanya sekarang.
“Kau bisa pergi dan kumpulkan yang lain, lalu berangkatlah lebih dulu, perang besar akan terjadi, persiapkan semuanya dengan matang sebelum berangkat, ingat jangan ada yang ketinggalan dan jangan membuat anggota klan We curiga,” kata Xiong Zai memberi perintah.
Bai An dan Duan Du yang mendengar berita tentang titik pertemuan telah menyebar langsung terkekeh kecil.
“Hehe,, paman Yu Fan rupanya bekerja dengan cepat, baru saja satu hari kurang kita disini, perintah kakak sudah di laksanakan tanpa menunggu waktu lama,” kekeh Duan Du.
“Hmm..!! Tapi aku masih penasaran dengan rencanamu yang menyuruh mereka berkumpul di titik ini? Karena titik ini adalah pusat dari Alam Dewa Emas ini,” tanya Bai An menunjukkan titik peta tentang seluruh Alam Dewa Emas.
Terlihat sebuah peta bewarna hitam dengan gambar banyak daratan, tapi ada sebuah titik yang telah Duan Du tandai, disanalah tempat pusat Alam Dewa Emas.
“Hehe,, seperti yang Hong Ti bilang saat di perjalanan beberapa waktu lalu, karena titik ini adalah tempat seluruh anggota klan Ling di tahan, tentu saja mengumpulkan mereka semua disana akan memudahkan kita menyerang tanpa di sadari oleh mereka semua, terlebih ini bertepatan dengan adanya acara pelelangan terbesar dalam waktu 1000 tahun, hal itu membuat orang wajar jika disana ada banyak kultivator.” Kekeh Duan Du lalu terdiam sesaat.
“Tapi aku cukup kagum dengan paman Yu Fan, rupanya ia menyadari rencanaku ini sehingga ia langsung menyuruh orang berkumpul disana juga.” Kata Duan Du menunjukkan kekagumannya.
Bai An yang mendengar itu mendengus ringan. “Bukan itu jawaban yang aku inginkan, karena jawaban ini sudah 3 kali kau ucapkan. Aku yakin dengan otak cerdasmu itu, ada beberapa hal yang kau rencanakan tapi masih kau sembunyikan dariku,” kata Bai An melotot ke arah Duan Du.
Duan Du seketika mengalihkan pandangan sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
Merasa risih di tatap oleh Bai An, terlebih Tu Long dan Xiong Zai ikut menatapnya dengan tajam juga, hal itu membuat Duan Du tersenyum kecut.
“Baiklah-baiklah akan aku katakan,” dengus Duan Du memasang wajah cemberut.
__ADS_1