
Setelah Mo Shengyun dan Zu Xioyun pergi, kini Han Chi berpikir apakah ia akan mengirim pesan suara atau tidak, karena kertas formasi yang diberikan untuk mengirim pesan suara hanya ada dua. 1 untuk mengirim pesan kepada Bai An dan 1 lagi untuk mengirim pesan kepada Shi Ba.
Tapi karena ia belum berhasil menyelamatkan para tahanan Han Chi berpikir nanti saja saat ia telah selesai melakukan tugasnya.
Tak lama Mo Shengyun dan Zu Xioyun datang bersama 5 tetua yang menyerah tadi.
Wuuussshh...
Wuuussshh...
Han Chi langsung mengerut saat ia melihat Mo Shengyun dan Zu Xioyun membawa semua tetua yang menyerah.
Tak.. Tak..
Suara langkah kaki Mo Shengyun menghampiri Han Chi, "Tuan Han, he he maaf sebelumnya. Aku tidak tahu bagaimana cara melihat diantara mereka berlima yang mana dapat di percaya, jadi aku membawa mereka semua he he," ucap Mo Shengyun cengar cengir dan terlihat malu-malu.
Mendengar itu, Han Chi juga bingung harus apa? Karena ia juga tidak mengetahui caranya.
"Hmm apa aku mengirim pesan ke Tuan Muda ya, mungkin ia tahu caranya!" Gumam Han Chi berpikir, setelah cukup lama berpikir, Han Chi langsung mengeluarkan kertas formasi lalu menulis sesuatu menggunakan batu, karena ia tidak punya alat tulis jadi ia menggunakan batu saja, karena kertas itu otomatis jadi menggunakan benda apa saja akan bisa.
Setelah selesai menulis, tak lama kertas itu menyala lalu hilang, hal itu membuat Mo Shengyun dan yang lainnya membelalakkan matanya dan ternganga karena berpikir betapa canggihnya alat pengirim pesan tersebut.
***
__ADS_1
Bai An yang kini bersama Bai Luan, saat sedang pemeriksaan masuk kota tempat dimana markas putra mahkota dan orang berjubah hitam berada tiba-tiba diam karena menerima sebuah pesan dari Han Chi.
"Hei kalian berdua kesini!" ucap salah satu penjaga kota.
Sontak Bai An dan Bai Luan yang sedang diperiksa oleh penjaga lainnya pun menoleh lalu berjalan ke arah penjaga yang memanggilnya dengan sedikit takut agar mereka tidak curiga.
"Ya Tuan!" jawab Bai An, "Hmmm kalian ini mengapa perlu mengantri, langsung masuk saja, tadi kalian sebelum keluar sudah minta izin kepadaku untuk cari rumput dan kayu bakar jadi langsung masuk saja, atau kalian itu sengaja mengantri agar antrian semakin panjang dan membuat kami semakin lelah dalam bertugas?" tanya petugas itu agak curiga.
Sedangkan petugas yang tadi memeriksa Bai An dan Bai Luan yang ikut mendengar kata temannya itu mengangguk-angguk, ia tadi sempat berpikir kalau Bai An dan Bai Luan adalah penyusup yang ingin memata-matai mereka, jadi sekarang ia tidak curiga lagi dan melanjutkan tugasnya untuk pemeriksaan orang-orang yang akan masuk.
"Bu.. Bukan Tuan, tadi kami dipaksa ikut mengantri, kalau tidak mengantri kami nanti ditangkap dan dikira seorang penyusup!" jawab Bai An terbata-bata.
Petugas itu langsung mengeryitkan alisnya lalu melirik temannya yang bertugas dalam pemeriksaan dan temannya itu langsung mengangguk, setelah melihat temannya mengangguk Petugas itupun melirik Bai An dan Bai Luan, "Kalian masuklah dan jangan terlalu berkeliaran didalam kota!" ucap petugas itu lalu pergi menjalankan tugasnya.
"Guru untung saja kita bertemu dua pemuda yang kebetulan membawa rumput dan kayu bakar yang sama seperti kita bawa tadi di perjalanan menuju kesini. Dan untung saja Guru menyuruhku menghadang mereka dan membuatnya pingsan, lalu menyamar menggunakan wajah mereka he he!" ucap Bai Luan terus cengar cengir.
Bai An yang mendengar itu hanya menggeleng saja, lalu ia teringat akan pesan dari Han Chi tadi dan mendengar pesan suara itu. Setelah mendengarnya Bai An menggeleng hal sepele ini saja Han Chi tidak tahu caranya, apalagi yang lebih sulit sedikit.
Setelah membalas surat Han Chi, Bai An kini berhenti sesaat karena bingung mau kemana. "Guru kita kesana saja!" seakan mengerti apa pikiran Bai An, Bai Luan langsung menyarankan.
Melihat apa yang ditunjuk Bai Luan, Bai An langsung mengangguk dan pergi menuju kedai kecil tersebut.
***
__ADS_1
"Han Chi kini sedang menunggu balasan dari Bai An, ia melirik ke arah mantan tetua Sekte Kelelawar Merah, para tetua yang menyadari diri mereka di tatap seperti itu langsung gugup karena mereka agak takut karena kesadisan Han Chi tidak pernah mereka lupakan tadi saat membunuh para tetua serta patrick sekte mereka.
Kelima tetua ini sebenarnya berkonflik dengan patrick sekte karena patrick sekte mereka ikut andil dalam pemberontakan yang dilakukan putra mahkota kepada Kekaisaran Xiao. Jadi pada saat Han Chi menyerang mereka tadi, kelima tetua ini langsung menyerah karena mereka tidak ingin terkena imbasnya karena ulah patrick mereka, dan mereka berlima berpikir kalau Han Chi adalah orang-orangnya Kaisar Xiao.
Tapi pikiran mereka salah, walaupun tidak salah sepenuhnya karena Han Chi juga membenci pemberontakan dan Han Chi juga akan ikut andil dalam membantu Kekaisaran Xiao untuk membasmi para pemberontak.
Saat Han Chi ingin bertanya, ia tiba-tiba diam karena ada balasan dari Bai An dan setelah mendengar balasan dari Bai An, Han Chi terkagum-kagum karena betapa pintarnya Bai An.
Setelah mengetahui cara agar mengetahui cara salah satu tetua dapat dipercaya yaitu mengancam akan membunuh semua keluarganya agar ia tidak berhianat, itulah isi pesan dari Bai An.
Han Chi terlalu bodoh atau ia tidak bisa berpikir sampai kesana hingga berpikir Bai An terlalu pintar itu hanya Author yang tahu. 😁
"Apakah kalian semua mempunyai keluarga?" tanya Han Chi sambil melihat ke arah mereka yang kini tiba-tiba gugup saat ditanya seperti itu.
"Kami semua punya Tuan!" jawab mereka berlima serempak dengan tubuh bergetar.
Han Chi mengangguk lalu berkata, "Panggil semua keluarga mereka berlima kesini Mo Shengyun dan cari tahu keluarga mereka dari murid-murid yang kita tahan saat ini." Han Chi melirik ke arah Mo Shengyu sambil berbicara kepadanya, Mo Shengyu langsung mengangguk lalu melesat pergi.
"Tu.. Tuan jangan apa-apakan keluarga kami, kami akan mengikuti semua perintah Tuan walaupun kami harus mati, asal bebaskan keluarga kami." Salah satu tetua berbicara kepada Han Chi sambil bersujud.
"Huuuf baiklah jika begitu, tugas kalian gampang, kalian hanya masuk ke ruang tahanan dan aku yakin jika Shi Shuy ada disana. Pancing ia keluar atau apapun alasan kalian yang penting ia keluar, mati itu terserah kalian, asal jangan ada yang mati satupun di antara para tahanan. Jika ada satu nyawa melayang maka salah satu keluarga kalian juga akan mati."
Mendengar suara tegas Han Chi, mereka berlima mengangguk patuh dan langsung pergi dengan cepat untuk melaksakan tugas mereka.
__ADS_1