Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Keturunan Phoenix Langit


__ADS_3

Tubuh Lin Feng langsung bergetar keras, walaupun ia tidak merasakan tekanan apapun dari Shen Bai, karena segel yang menyegel kultivasinya. Namun Lin Feng dapat merasakan aura pembunuh dari Shen Bai.


"Itu,, itu!" kata-kata Lin Feng langsung dipotong oleh Shen Bai.


"Jelaskan ini nanti, saat masalah yang sekarang selesai."


Terdengar nada dingin Shen Bai yang menahan kekesalannya.


Kini Bai Chen, Shen Bai sedang mengobrol masalah tentang orang-orang dari dunia luar. Sambil menunggu Xu Lang dan Xu Yue datang.


Sedangkan Ling Mei kini sedang mengobrol bersama putrinya. Masalah tentang Bai An.


Cukup lama mereka menunggu Xu Lang dan Xu Yue, mereka berdua akhirnya datang.


Kini Ling Mei langsung menyuruh Xu Yue duduk di hadapannya.


Xu Yue sangat gugup saat di tatap seperti ini oleh Ling Mei yang akan menjadi ibu mertuanya.


"Jelaskan mengapa An'er ku tidak ikut bersama mu nak Yue?" tanpa menunggu lama Ling Mei langsung bertanya.


Xu Yue sangat gugup saat di tanya seperti itu. Shen Bai yang melihat ke gugupan Xu Yue langsung berkata. "Jangan gugup nak, jawab saja seperti kamu sedang bicara bersama An'er!"


Mendengar itu Xu Yue langsung mengangkat kepalanya dan melihat senyum Ling Mei, hal itu membuatnya cukup terpana.


Lalu tak lama Xu Yue menjelaskan mengapa Bai An tidak bisa datang kesini, cukup lama Xu Yue bertanya jawab dengan Ling Mei.


Kini Ling Mei mengetahui jika Xu Yue adalah calon istri dari Bai An. Hal itu membuatnya tersenyum bahagia, karena ia cukup menyukai sifat dan sikap Xu Yue.


"Yue'er, mulai detik ini aku adalah ibu mu juga, karena An'er putra ku jadi kau harus memanggil aku sama seperti An'er memanggil ku!"


Yue'er langsung menangis saat mendengar kata-kata Ling Mei, dan langsung memeluknya. Ling Mei juga ikut memeluk Yue'er.


Melihat kebahagian antara Ling Mei dan Yue'er, semua orang tersenyum kecut. Karena mereka berdua berbuat seolah-olah mereka tidak ada dari tadi.

__ADS_1


Namun tidak ada yang mengeluh akan hal tersebut.


Saat sedang asik saling memeluk. Shen Bai langsung mengganggu acara pelukan mereka.


"Ling Mei, bisakan kau lepaskan segel ini? aku ingin membuat perhitungan dengan anak tidak tahu diri ini!" Shen Bai langsung bertanya sambil menujuk Lin Feng dengan kesal.


Namun beberapa saat kemudian, ia langsung meringkuk dan terdiam saat mendengar balasan Ling Mei.


"Aku juga belum menyelesaikan urusan dengan mu. Jadi tunggu saja dan jangan ganggu aku, atau kau akan menambah masalah yang kau buat bertambah lagi. Hal itu bagus juga, agar aku bisa dengan puas menyiksamu."


Tidak ada yang tertawa atau bersuara saat mendengar kata-kata Ling Mei, mereka semua menelan air liur mereka menatap Shen Bai dengan tatapan kasihan, termasuk Lin Feng yang kini sedang tertawa bahagia di dalam hatinya.


***


Sementara di restaurant Yunxi.


Kini Bai An dan yang lainnya sedang menatap Manager Yunxi yang ikut duduk bersama mereka dengan pandangan penuh tanya.


Yunxi hanya membalas dengan senyuman indah lalu berkata, "Apakah aku tidak boleh ikut makan bersama Tuan-tuan muda dan tuan putri sekalian?"


Namun, Yunxi saat mendengar hal itu malah membuat Yunxi semakin tersenyum dan tetap duduk. Karena ia cukup penasaran siapa orang-orang yang bersama pangeran ke 4 dan putri Xiao Yi.


Bai An yang dari tadi melihat perdebatan ini, menyuruh Lang Zai untuk membiarkan Yunxi ikut, agar masalah ini cepat selesai. Ia tidak ingin ambil pusing.


"Dari pada melihat kalian berdebat, lebih baik kita makan saja, Lee Tan, biarkan saja Manager itu ikut makan." Lang Zai yang diberikan perintah langsung melaksanakannya.


Xiao Lee Tan dengan cepat langsung mengangguk, hal itu membuat Yunxi tersenyum tipis, dugaannya benar. Yang berkuasa disini bukan lah pangeran, tapi orang-orang yang bersamanya.


Terbukti dari mimik wajah Xiao Lee Tan yang terlihat patuh.


Mereka lalu makan bersama, dan Yunxi selalu bicara dengan jebakan-jebakan yang lumayan licik, agar bisa membongkar identitas siapa orang-orang ini.


"Rubah ini sangat licik!" Gumam Lang Zai dalam hati, seandainya Bai An tidak ada. Mungkin Lang Zai akan mencincang-cincang Yunxi.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Xiao Lee Tan akan mengajak Bai An dan yang lainnya melanjutkan perjalanan. Tapi Yunxi langsung menawarkan penginapan.


"Pangeran, apakah anda tidak ingin beristirahat dulu, di penginapan kami?" Senyum Yunxi sungguh dapat memikat laki-laki yang lewat, namun tidak dengan Bai An dan yang lainnya. Apalagi Xiao Lee Tan yang kini merasa jijik melihat kelakuan Yunxi.


"Tidak perlu, kami akan langsung melanjutkan perjalanan. Jika kau menghalang-halangi lagi, nyawa mu akan langsung melayang tanpa tahu siapa yang akan membunuhmu." Lang Zai yang tidak tahan langsung menjawab dengan ancaman sambil mengeluarkan sedikit aura untuk menekan Yunxi.


Yunxi langsung tertunduk menahan aura yang cukup mengerikan bagi dirinya.


"Hoeeekk!"


Dari mulut Yunxi keluar seteguk darah, kini senyum Yunxi telah hilang sepenuhnya. dan berganti dengan wajah yang terlihat memohon.


"Lang Zai hentikan, ia akan mati jika kau terus menekannya," ucap Bai An karena merasa Lang Zai terlalu berlebihan.


Lang Zai langsung menarik auranya, sambil melirik Yunxi dengan tatapan tajam. "Jika kau mengulangnya lagi, aku akan langsung membunuhmu!"


Bukannya menjawab, Yunxi langsung bersujud. Hal itu membuat orang-orang heran kecuali Lang Zai dan Bai An. karena mereka berdua dapat menebak hal ini saat pertama kali Yunxi ikut makan bersama mereka.


"Langsung saja, apa mau mu?" ucap Lang Zai dengan nada dingin.


"Tuan Muda, mohon balaskan dendam ku,,, aku akan menjadi budakmu." Yunxi langsung ke intinya dengan mata merah menahan amarah.


"Apa untungnya bagi kami?" Bai An langsung angkat bicara.


"Apapun yang Tuan Muda lakukan kepada ku, walaupun itu tubuhku Tuan Muda jual di rumah bordil sekalipun, aku pasrah, asal kalian mau membantuku membalaskan dendam." Mata Yunxi kini terlihat berubah menjadi merah dan tatapannya sangat tajam karena mengingat kejadian kelamnya.


"Tubuh Phoenix Langit!" ucap Bai An langsung, suaranya pelan namun dapat di dengar oleh yang lainnya, termasuk Yunxi.


Lang Zai terkejut karena ucapan Bai An. Berarti wanita ini salah satu keturunan dari Huang Feng, itu lah yang di pikiran Lang Zai.


"Taun Muda!" Lang Zai langsung angkat bicara melalui telepati, pikiran Lang Zai kini sama dengan Bai An.


Bai An langsung mengangguk.

__ADS_1


Cen Tian dan Bai Luan yang mendengar itu agak terkejut, tapi mereka tidak mengerti apa maksut dari Bai An dan Lang Zai, jadi mereka akan menunggu penjelasan nanti.


__ADS_2