Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mendapat informasi di kedai


__ADS_3

Saat ini Bai An masih berada di kedai, ia melihat Shin yang asik dengan araknya, sampai-sampai arak Bai An pun ikut di embatnya.


“Arak memang yang terbaik,” kata Shin dengan suara sedikit berat karena mabuk.


Bai An langsung tersenyum, “Apa perlu aku pesankan lagi lebih banyak?” kata Bai An dengan maksut tertentu.


Shin diam beberapa saat, “Apa yang sebenarnya kau inginkan dari ku teman?” tanya Shin, ia memang sudah curiga dari pertama kali Bai An datang.


“Sebuah informasi yang cukup mudah dan cukup sulit,” kata Bai An.


Shin mengeryitkan alisnya, “Bayaranku tidak murah, satu info 1 kristal tingkat rendah,” ucap Shin tersenyum mengejek, karena mengira Bai An cukup miskin, sehingga menyebut jumlah yang cukup tinggi.


Bai An yang mendengar itu mengernyitka alisnya, ia melihat orang-orang membayar dengan koin emas, dan Shin meminta dengan kristal tingkat rendah, “Apa disini menggunakan kristal tingkat rendah juga?” tanya Bai An.


“Eeh,, kau itu dari mana sebenarnya, tentu saja disini menggunakan kristal, uang paling rendah adalah koin emas, disini sudah tidak berlaku koin perunggu dan koin perak.”


Lau Shin menambahkan, “ 1 Kristal Tingkat Tinggi itu setara dengan 1000 Kristal Tingkat Menengah, 1 Tingkat Menengah itu setara dengan 1000 Kristal Tingkat Rendah dan 1 Kristal Tingkat Rendah setara dengan 10 ribu koin emas,” ucap Shin menjelaskan mata uang.


Bai An langsung mengangguk paham, kemudian ia melihat isi cincinya, untung dulu ia sempat menyita Kristal yang kakaknya Cen Tian ambil dari orang-orang klan Lee.


“Baiklah sepakat, 1 pertanyaan 1 kristal tingkat rendah,” ucap Bai An tiba-tiba mengejutkan Shin hingga ia terperanjat dari kursinya.


Orang-orang yang berada di sebelah Shin langsung melihat kelakuan Shin yang kurang sopan, Shin langsung duduk tanpa memikirkan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan tajam.


“Kamu cukup berada juga, baiklah apa pertanyaan mu?” kata Shin tersenyum.


“Cukup mudah, mana yang lebih dekat Benua Jingxi atau Benua Hongcu jika aku pergi dari sini, dan jalan mana yang paling aman jika aku kesana?” tanya Bai An tanpa basa basi.


Shin langsung mengerut, “Apa kau anak rumahan yang di larang keluar rumah hingga kau ingin kabur dari Benua ini?” tanya Shin cukup heran.


Bai An yang mendengar itu cukup kesal, bukannya menjawab, ia malah bertanya.


Sedangkan Shin yang melihat wajah jengkel Bai An langsung tersenyum, salah mengambil arti.


“Baiklah akan aku jawab, jika dari sini lebih dekat Benua Hongcu, tapi kau hati-hati disana karena sedang terjadi konflik di Sekte Aliansi Langit dan Bumi yang sedang memperebutkan siapa pemimpin yang sesungguhnya.” Kata Shin yang mengira jika Bai An benar-benar anak rumahan yang kabur.


Bai An yang mendengar itu sedikit penasaran lalu bertanya, “Memang apa yang terjadi dengan pemimpin sebelumnya?”


“Jika aku menjawab, berarti kristal tingkat rendah akan bertambah?” Kata Shin sambil melirik Bai An yang mengangguk, “Pemimpin terdahulu masih memimpin sampai sekarang, namun aku mendengar jika adik dari pemimpin terdahulu sedang memberontak dan bekerjasama dengan sebuah organisasi Teratai Hitam yang di gadang-gadang organisasi terkuat di seluruh Benua ini,” bisik Shin karena takut, jika ia membicarakan organisasi Teratai Hitam di publik, maka ia bisa di dengar oleh anggota teratai hitam itu sendiri yang kini telah menyebar di seluruh Benua.

__ADS_1


Bai An langsung geram saat mendengar nama organisasi tersebut, karena merekalah yang menyerang ke dunianya, kini tekad Bai An ingin menjadi kuat lebih besar saat mendengar jika Organisasi ini yang terkuat, Bai An ingin menghancurkan organisasi ini, tapi ia tidak bisa melakukan ini seorang diri.


“Baiklah terimakasih,” ucap Bai An lalu melemparkan 3 kristal tingkat rendah kepada Shin, “sisanya untuk mu,” kata Bai An berlalu pergi ke arah kakek pemilik kedai.


Tap,,


Tap,,


“Berapa, 2 arak dan 2 ayam goreng?” tanya Bai An, kakek tersebut langsung membalikkan badannya dan berkata, “150 koin emas Tuan Muda.”


Bai An cukup kaget, karena harganya cukup mahal, namun ia melemparkan sebuah kantong yang berisi 150 koin emas yang baru saja ia keluarkan dari cincin penyimpanannya.


“Terimakasih Tuan Muda,” ucap kakek tersebut setelah menghitung jika bayaranya pas, Bai An mengangguk lalu pergi keluar.


**


Saat ini Bai An sedang bergumam sendiri dengan nada yang kesal sambil berjalan tak tentu arah, saat mengingat kejadian tadi karena penjaga kota menahan dirinya terlalu lama di pos penjagaan, karena tak mempunyai identitas, bahkan ia di fitnah penjahat yang suka merampok.


Untung ada sesepuh tua yang sedang terbang tiba-tiba menghampirinya dan bertanya, lalu penjaga kota menjelaskan dan melebih-lebihkan hingga secara tiba-tiba penjaga tersebut di tampar oleh sesepuh tersebut dan meminta maaf kepada Bai An yang sedang bengong melihat kejadian di depannya ini.


Bai An kini sadar, sesepuh tersebut dapat melihat kekuatan sejatinya dan di kira jenius dari klan atau sekte tersembunyi hingga ia sopan kepada Bai An, Bai An pun memanfaatkan hal tersebut agar bisa keluar.


Saat Bai An berpikir harus kemana, ia tiba-tiba semakin kesal, “Keluarlah kalian,” geram Bai An, tak lama orang-orang berpakaian layaknya perampok keluar bersamaan dengan penjaga kota yang memfitnahnya dengan tawa mengejek.


“Ha,, ha sombong juga kau bocah,”


“Kalian menganggu sekali, pergilah, aku sedang kesal. Jika tidak kalian akan merasakan akibatnya,” ucap Bai An dengan nada malas lalu mencoba berjalan pergi.


“Sombong sekali kau, bunuh dia,” teriak penjaga tersebut yang kini emosinya tersulut.


Bai An langsung tersenyum, karena pancingannya berhasil, “Ooh kau mengira aku perampok tapi kau lah yang sebanarnya penjaga berkedok perampok, sungguh munafik.” Kata Bai An semakin memprovokasi.


“Mati,,”


Teriak salah satu dari mereka, saat Bai An selesai memprovokasi, Bai An langsung memiringkan badanya ke kiri.


Baru saja Bai An ke kiri, sebuah pedang hampir saja mengenai pundaknya dari belakang, Bai An langsung menunduk lalu bergeser ke kiri lagi hingga teman yang ingin menyerang pundak Bai An mengenai temannya sendiri.


Clapp,,

__ADS_1


“Ahh,, Ka,, kau kenapa kau menyerang ku bangs*t” teriak temannya marah.


Bai An yang baru selesai menghindar dan melihat mereka berdua saling serang tersenyum.


Tapi Bai An tidak bisa santai, karena 2 dari mereka langsung menyerang Bai An dengan sebuah tombak kapak, Bai An yang melihat itu malas dan langsung mengayunkan tangannya, lalu sebuah energi transparan seperti panah melesat ke arah kedua orang tersebut.


Clap,,


Clap,,


Buk,,


Buk,,


Tubuh kedua orang yang menggunakan tombak dan kapak tersebut jatuh.


Hal tersebut membuat ketua yang menyamar jadi penjaga tadi tertegun melihat kecepatan Bai An membunuh anak buahnya, dan ia berteriak langsung kepada anak buahnya yang saling menyerang.


“Kalian, berhentilah bermain-main,” kedua orang itu langsuny diam dan melihat kedua temannya kini mati.


“Brengs*k apa yang kau lakukan,” teriak yang ingin menyerang pundak Bai An tadi, ia langsung melesat ke arah Bai An.


Namun.


Clap,,


Ia tiba-tiba melihat tubuhnya yang kini tanpa kepala.


Buk,,


“Ka,, kau, monster,” ucap penjaga dan anak buahnya ingin melarikan diri, tapi Bai An tidak membiarkan mereka lari.


“Mau melarikan diri setelah menganggu ku disaat aku sedang kesal,” dengus Bai An langsung mengayunkan tangannya, lalu energi berbentuk panah melesat.


Clap,,


Clap,,


“Akkhh,, ampun Tu, Tuan Muda, aku salah,” ucap penjaga yang memfitnah Bai An saat melihat temannya mati dan hanya dirinya yang masih hidup.

__ADS_1


__ADS_2