Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kegaduhan di Kota Netral


__ADS_3

Bo Dong juga di suruh kembali ke kamarnya. Kini hanya Bai An dan Jing Ling yang masih duduk.


“Apa sekarang kita pergi kesana Tuan muda?” Tanya Jing Ling.


Bai An melambaikan tangannya. “Tidak perlu terburu-buru, hartamu tidak akan lari kecuali di curi. Lebih baik bagaimana caramu membuat geger seisi Kota dengan arak yang akan di lelang oleh De Cang besok.” Kata Bai An santai.


Wajah Jing Ling langsung tersenyum dengan percaya diri. “Apakah boleh aku meminta 1 botol pil berisi arak Tuan muda?”


Bai An langsung memberikannya tanpa ragu. “Besok kau akan mendengar keributan dimana-mana,” kata Jing Ling dengan percaya diri.


Walau Bai An penasaran, tapi ia tidak bertanya sama sekali. Bai An langsung mengangguk dan bangkit dari duduknya.


“Aku ingin istirahat dulu. Sebaiknya kau juga istirahat dan jalankan rencana besok saja. Aku tidak ingin keluargaku sakit hanya karena masalah seperti ini.” Kata Bai An dengan serius.


Hati Jing Ling seketika tersentuh. Selama ia hidup tidak ada seorang pun yang begitu mengkhawatirkannya dengan tulus. Hanya dengan kedudukannya saja semua orang langsung menjilat. Berbeda dengan Bo Dong dan beberapa bawahan setianya. Jing Ling mengenalnya saat Jing Ling sudah menjadi Elf Suci.


Saat Jing Ling jatuh, semua orang pergi kecuali Bo Dong dan beberapa pengikut setianya. Orang-orang yang dulu menjilat semua pergi, bahkan ada beberapa yang ikut berkhianat menjatuhkannya. Hal itu membuat Jing Ling sempat benci dengan orang baru, apalagi saat ia di jadikan budak. Jing Ling sempat frustasi dan ingin bunuh diri.


Tapi ia ingin bunuh diri, ia langsung di pertemukan oleh Bai An yang sangat tulus kepadanya.


Melihat Jing Ling menangis. Bai An langsung maju dan mengusap air mata Jing Ling. “Kau tidak perlu mengingat masa lalu. Suatu saat nanti orang-orang yang melakukan ini kepadamu akan bersujud di bawah kakimu. Tapi mereka bukan bersujud minta ampun, melainkan sebagai mayat.” Kata Bai An dengan suara dingin. Karena ia juga benci pengkhianat.


Jing Ling seketika langsung memeluk Bai An. “Terima kasih Tuan muda, aku telah di pertemukan oleh mu yang tulus kepadaku. Kau sekarang keluargaku satu-satunya.” Kata Jing Ling menangis tersendu-sendu.


Sementara Bai An tersenyum tipis. “Mulai saat ini Jing Ling telah seutuhnya setia,” gumam Bai An dalam hati.


Bai An mengelus rambut Jing Ling. “Kau tenang saja, aku sebagai saudaramu akan selalu menjagamu. Aku juga akan berusaha meningkatkan kekuatan untuk melindungi, tidak mungkin kau yang menjagaku saat kekuatanmu kembali.” Kata Bai An tersenyum tulus. ”Akan sangat memalukan bagiku jika di lindungi oleh wanita terus menerus,” gumam Bai An tersenyum kecut saat mengingat ia selalu di bantu oleh Mu Xia'er.


Setelah itu Bai An dan Jing Ling kembali ke kamar mereka masing-masing.


Pagi harinya.


Jing Ling dan Bo Dong telah bangun saat matahari belum terbit.


Jing Ling lalu membisikkan sesuatu kepada Bo Dong. Dengan cepat Bo Dong mengangguk patuh.


Mereka langsung keluar dari penginapan. Sementara Bai An yang sama sekali tidak tidur langsung membuka matanya setelah beberapa jam berkultivasi.

__ADS_1


“Aku penasaran apa rencana Jing Ling,” gumam Bai An langsung menyembunyikan auranya lalu mengikuti mereka berdua hingga sampai di pasar yang sangat ramai.


Jing Ling yang baru sampai langsung berlari seperti orang ketakutan ke arah salah satu pejabat kota. Ia adalah Menteri Perdagangan, salah satu musuh De Cang.


“Pencuri..!! Berhenti kau,” teriak Bo Dong menggunakan pakaian pengawal di kediaman De Cang.


Jing Ling terus berlari hingga menabrak Menteri tersebut.


“Hei hati-hati kalau berlari,” teriak para prajurit dengan sigap mengepung Jing Ling.


Tapi dengan cepat Menteri Perdagangan itu mengangkat tangannya, tapi matanya terus menatap tajam dengan aura permusuhan ke arah Bo Dong.


“Kenapa kau lari?” tanya Menteri Perdagangan dengan lembut, ia adalah menteri yang baik, ia membenci De Cang karena De Cang menghalalkan segala cara demi kesuksesannya.


“I..Itu,,”


“Hei pencuri kemari kau cepat,” teriak Bo Dong dengan ganas. Kata-kata Jing Ling langsung terputus oleh Bo Dong yang memainkan perannya.


“Bicara saja, jangan takut dengannya. Kau tidak akan di hukum.” Kata Menteri Perdagangan dengan tegas.


“Aku.. Aku mencuri sesuatu yang paling berharga barang milik Menteri De, itu aku melakukannya untuk menjual lalu membeli obat untuk ibuku. Nama barangnya adalah.” Kata-kata Jing Ling lagi-lagi di hentikan oleh Bo Dong.


“Hentikan dia,” teriak Menteri Perdagangan dengan ganas.


Trank..!!


Trank..!!


Seketika terjadi pertarungan yang membuat keributan di pasar.


“Apa itu yang kau curi?” Tanya Menteri Perdagangan dengan lembut.


“Jika aku menyebutnya, apakah anda ingin membelinya. Harganya sangat mahal,” kata Jing Ling dengan polos.


“Aku janji akan membelinya,” kata Menteri Perdagangan dan memikirkan akan membuat De Cang marah besar jika salah satu barang berharganya ada di tangannya kini. Menteri Perdagangan langsung tersenyum licik.


“Ini adalah arak Lengendaris,” teriak Jing Ling sengaja menekan kata-katanya dengan keras agar semua orang dapat mendengarnya.

__ADS_1


Seketika, semua orang berhenti kemudian tertawa, melihat kebodohan Jing Ling.


Tapi berbeda dengan Bo Dong yang semakin mengamuk dan berkeringat dingin.


Menteri Perdagangan yang ikut terdiam tidak percaya kini melihat gelagat Bo Dong dengan cepat mengambil botol yang di tunjukan oleh Jing Ling lalu membukanya.


Seketika aroma khas arak klan Duan langsung tersebar. Bagi orang para pejabat dan para ahli yang belum meminum arak, memang mereka tidak pernah merasakannya. Tapi kalau baunya mereka pernah menciumnya saat di pelelangan setiap 10 tahun. Tapi aroma arak ini 1000 kali lebih kuat yang membuat semua orang terpana.


“Akhhhh... Terkutuk kau pencuri, aku akan membunuhmu,” kata Bo Dong semakin memana-manasi.


Dengan segera Menteri Perdagangan meminum arak tersebut karena takut ada pejabat lain yang lewat terus merebutnya.


Setelah meminumnya 1 menit ia terdiam membuat semua orang ikut hening.


Tak lama kemudian ia langsung berteriak keras. “Ini benar arak Legendaris.”


Keributan langsung terjadi setelah teriakan Menteri Perdagangan.


Semua orang kini menatap Jing Ling ingin tahu bagaimana ia mencuri arak Legendaris dar De Cang.


Sementara Bo Dong langsung berpura-pura panik lalu melarikan diri.


“Aku tidak sengaja mendengar Menteri De bicara bahwa ia akan melelang Arak Legendaris dengan pengawalnya. Lalu Menteri De tidak sengaja menjatuhkan salah satu botol. Awalnya aku ragu, tapi dengan cepat aku mengambilnya lalu bersembunyi. Tapi aku tetap di kejar oleh para prajuritnya.” Kata Jing Ling menunduk sedih.


“Haha..!! Kau tenang saja, selama aku masih hidup aku akan selalu melindungimu,” kata Menteri Perdagangan lalu menepuk pundak Jing Ling dan berkata lagi. “Ikuti aku untuk pembayar arak Legendaris yang telah aku minum, aku takut di sini banyak orang jahat yang akan mencuri hartamu.”


Setelah Jing Ling, Menteri Perdagangan dan para prajuritnya pergi.


Keributan langsung terjadi dimana-mana tentang Menteri De akan melelang arak Legendaris.


Seluruh kota langsung menjadi gaduh akibat hal tersebut.


Sementara para pemilik Toko Lelang langsung berbondong-bondong datang ke kediaman Menteri De, mereka semua menginginkan Arak Legendaris tersebut di lelang di toko lelang mereka.


Sementara De Cang kini sedang asik tidur. Ia tidak tahu keributan terjadi di depan rumahnya dan tidak peduli.


Banyak prajurit De Cang berjaga di depan gerbang dan melarang semua orang masuk. Siapapun itu tanpa terkecuali, ini karena perintah 2 Pengawal saudara kembar pribadi De Cang. Ia telah di beritahu sebelumnya oleh Bai An melalui telepati. Jadi mereka dengan cepat melakukan tugasnya.

__ADS_1


Bai An juga memberi tahu De Cang. Tapi De Cang saat ini masih asik tidur.


__ADS_2