Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Melawan Para Iblis


__ADS_3

Saat Ketua Assasin mundur, sebenarnya ia bukan mundur mendengar suara yang dapat di dengar banyak orang. Melainkan suara telepati dari Jendral iblis yang memberitahunya untuk lari, karena Jendral iblis yang menonton dari jauh tiba-tiba tidak bisa bergerak akibat tekanan aura dari pemuda di sebelah Bai An. Ia tidak lain Lang Zai.


Melihat ketua mereka tiba-tiba mundur dengan badan bergetar, para assasin langsung bersiaga penuh dan mengambil ancang-ancang.


"Tu.. Tuan,,!" Ketua Assasin menghiraukan anggotanya dan ingin menjelaskan. Namun, ucapannya terpotong.


"Jika aku menyuruh kalian semua keluar, maka kalian seharusnya menuruti, jangan sembunyi seperti itu!" Nada suara Lang Zai sangat dingin saat mengatakan itu, ia menatap ke arah kedua jendral yang kekuatannya sangat tinggi untuk Benua Rendah ini, yaitu tingkat Grand Dao ( Alam Immortal )


Bai An yang tahu kalau masih ada yang tetap sembunyi dari tadi tetap diam, dan membiarkan Lang Zai bertindak.


"Lepaskan mereka saudara Lang!" ucap Bai An, yang melihat jika kedua Jendral tersebut sudah tidak bisa menahan tekanan aura dari Lang Zai.


Tak lama aura Lang Zai hilang, kedua Jendral tersebut keluar dengan tubuh gemetaran dan memberanikan diri untuk muncul di hadapan Bai An dan yang lainnya.


Setelah semua iblis telah keluar, Bai An lalu tersenyum sederhana, dan bertanya. "Apa yang ingin kalian tanya?"


Mendengar itu, para iblis terdiam. Tidak ada yang berani membuka suara. Namun tak lama kemudian salah satu Jendral langsung memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf Tuan dan Nona sekalian, kami bukannya menghalangi perjalanan kalian. Tapi aku mendengar jika kalian sedang mencari kerajaan kami?,, apakah itu benar?" Suara Jendral tersebut sangat tenang, namun berbeda di dalam hatinya, ia sudah ketakutan luar biasa jika salah kata. Maka kematian yang akan menjemputnya.


"Hmm itu benar, aku sedang mencari lokasi kerajaan kalian. Namun setiap kali kami bertanya, semua orang menjauh dan ada sedikit jejak ketakutan di dalam hati mereka. Aku tidak tahu apa masalah kalian dengan manusia di masa lalu hingga membuat kalian enggan berinteraksi dengan kami."


Dengan tenang Bai An menjawab pertanyaan Jendral tersebut.


Lalu Jendral satunya lagi bertanya, "Maaf jika saya lancang, apa kalian bukan dari dunia ini?" tanya Jendral tersebut. Mendengar pertanyaan itu, Jendral yang berada di sebelahnya melirik dengan tatapan tajam kepada temannya yang bertanya.


"Tenanglah, kalian jangan takut. Aku kesini tidak untuk membuat onar, menyakiti atau membunuh bangsa kalian. Tapi aku kesini ingin bertemu Raja kalian, kalian pasti pernah melawan orang-orang berjubah hitam bukan?"


Saat mendengar kata-kata dari Bai An, sontak mereka semua mundur lumayan jauh dan membuat sebuah formasi pertahanan.


"Apa kalian salah satu orang tersebut?" tanya Jendral tersebut dengan suara dingin. Ketakutan yang tadi ia rasakan, kini berganti dengan tatapan ganas yang siap bertarung walaupun mati.


"Ohh ho ho ho... Aku suka dengan bentakan kalian ini," Lang Zai menyeringai, lalu menambahkan. "Tuan Muda, apakah aku boleh mencoba kekuatan mereka. Terlebih lagi formasi bertahan dan serangan mereka lumayan kuat jika di lihat."

__ADS_1


Mendengar ucapan Lang Zai, Bai An merenung sebentar. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah belakang dan melihat Bai Luan dan Cen Tian sangat santai.


"Hmm, boleh. Tapi jangan lukai mereka terlalu parah, stok pil pemulih ku sudah hampir habis dan bahan-bahan untuk membuatnya cukup langka di sini." Ucap Bai An.


Lang Zai langsung tersenyum bahagia seperti menemukan mainan baru, "Tuan Muda bisa tenang," jawab Lang Zai meyakinkan.


Bai An tidak menjawab, ia tetap fokus melihat Cen Tian dan Bai Laun. "Luan'er dan kak Tian, kalian berdua lawan lah Ketua Assasin tersebut, tingkat kekuatannya berda di tingkat Tryant Ahir."


Mendengar itu, mereka berdua langsung senang dan maju ke arah Ketua Assasin, "Ingat tetap ber hati-hati, jangan meremehkan lawan." Bai An tidak lupa memperingati mereka berdua.


"Lalu aku?" tanya Yunxi dengan antusias, ia juga berharap bisa meningkatkan kekuatannya dengan bertarung.


Bai An mengerut mendengar hal tersebut.


Melihat Bai An mengerut, membuat Yunxi langsung cembrut, kesal dan menginjak-injak tanah hingga berlubang.


Bai An tahu sebenarnya apa maksut Yunxi, tapi ia berpikir. Apakah Yunxi mampu menghadapi mereka atau tidak.


"Hmm apa kau bisa menghadapi mereka? ingat jika kau maju, maka tidak ada yang akan membantumu, termasuk aku."


Spontan Bai An yang telah bersiaga, kini membawa semua orang menjauh.


Xiao Lee Tan dan Xiao Yi kini telah terbiasa saat di pindahkan secara spontan begini.


Yunxi yang melihat dirinya sudah berada di tempat yang berbeda, langsung melihat tempat pertarungan terjadi. Ia langsung mengepalkan tangannya erat-erat, ia ingin sekali bertarung. Namun takut, karena yang lain tidak mau mebolongnya.


Bai An hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Yunxi. Ia sengaja mengatakan hal tersebut, agar Yunxi tidak terlalu bergantung terhadap orang lain dan mau berdiri sendiri di jalan Kultivator.


"Aku mau." "Aku akan ikut bertarung tanpa belas kasihmu," ucap Yunxi tiba-tiba, sambil melirik Bai An yang kini sedang tersenyum ke arah dirinya.


Tanpa menunggu jawaban, Yunxi langsung melesat ke arah dimana pertarungan sengit terjadi.


Kini Lang Zai sedang melayang dan menunggu kedua Jendral tersebut berdiri, karena Lang Zai lah yang menyebabkan suara ledakan, akibat serangannya yang menyebabkan keduanya terpental ke tanah, dan menyebabkan sebuah kawah lumayan besar.

__ADS_1


Sedangkan tidak jauh dari Lang Zai, Cen Tian dan Bai Luan sedang berusaha bertahan melawan serangan assasin dan Ketuanya.


Terlihat kini baju mereka berdua sedang compang camping, namun tidak ada sedikit pun luka yang berada di tubuh mereka.


Wuusshh..


Yunxi langsung datang, ia langsung menyerang beberapa assasin di depannya. Yunxi mengayunkan pedangnya yang di aliri oleh energi Qi yang lumayan besar.


Wuuuussss..


Duarr..


Serangannya Yunxi mampu di tahan oleh Ketua Assasin yang melihat jika anggotanya akan di serang, sehingga ia dengan cepat maju.


Baru saja ketua assasin menangkis serangan Yunxi, tak menyia-nyiakan kesempatan Bai Luan langsung maju dengan cepat menyerang ketua assasin tersebut.


Terlihat beberapa assain mencoba menghalangi Bai Luan, namun dengan cekatan Cen Tian menghalangi para penghalang.


"Bintang penghancur!"


Teriak Bai Luan menggunakan jurus pemberian Bai An dulu, saat ia berlatih di dalam gua.


Ketua Assasin yang melihat itu, tidak sempat menghindari serang tersebut. Sehingga ia berusaha untuk mengalirkan seluruh tubuhnya dengan energinya untuk menahan agar ia tidak terluka terlalu parah.


Duaaarrr...


Ketua Assasin langsung terpental jauh menabrak beberapa pohon hingga berhenti saat ia menabrak pohon yang paling besar, hingga membuat pohon tersebut bergetar beberapa saat.


"Hoeekk!"


"Hooeekk!"


Darah terus keluar dari mulut ketua assasin tersebut.

__ADS_1


"Ketua,,!"


Teriakan para assasin langsung menggema cukup keras, sehingga dapat di dengar oleh kedua Jendral Iblis tersebut.


__ADS_2