Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Mendapatkan Bawahan Baru


__ADS_3

Bai An seketika tersenyum lebar. “Rencana kedua akhirnya di mulai,” gumam Bai An dalam hati.


“Ah kau terlalu sungkan patriark, aku sebenarnya membutuhkan beberapa sumberdaya untuk para bawahanku. Saat ini kami kekurangan dana juga untuk melawan para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan. Dan juga, kau pasti menyadari bahwa target utamaku adalah membunuh para pengikut Kaisar Kegelapan yang kalian benci bukan?” Tanya Bai An melirik patriark Monster Rubah di balik tudungnya.


Semua ahli suci, Patriark Monster Rubah, Patriark Iblis Kelelawar dan Raja Kerajaan Manusia menyadari maksud tertentu Bai An ini dan dengan pahit mereka mengangguk.


Tentu saja mereka memang membenci para pengikut Kaisar Kegelapan, tapi jika mereka memberikan semua harta mereka kepada Bai An. Bukan kah itu terlalu rakus.


Terlebih lagi Bai An juga mendapatkan semua harta jarahan hasil pertarungan di tempat ini dan mereka semua sama sekali tidak mengambil sepeserpun. Tapi Bai An masih tetap saja memeras mereka. Betapa tidak tahu malunya Bai An ini kutuk semua orang dalam hati.


“Itu benar Tuan, tapi apakah kami tidak bisa membawa sedikitpun harta kami sendiri? Kami juga membutuhnya untuk meningkatkan para prajurit kami untuk ikut bergabung dengan anda saat terjadi perang besar melawan para Pengikut Kaisar Dewa Kegelapan. Karena kami yakin dengan munculnya mereka lagi, ini menandakan akan terjadi kekacauan lagi seperti ratusan ribu silam. Terlebih di setiap klan atau Ras kami pasti ada para pengkhianat di sana, kami membutuhkan banyak sumberdaya untuk melawan mereka,” kata Patriark Monster Rubah sedikit hati-hati karena takut menyinggung Bai An.


Bai An langsung tersenyum. “Kalian bisa tenang akan hal tersebut. Aku yakin dengan kematian para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan yang terjadi di sini pasti akan membuat mereka lebih berhati-hati dalam bergerak, itu juga kesempatan kalian saat melihat pergerakan mereka. Kalian pasti akan mengetahui para anggota kalian dengan sangat baik.” Kata Bai An sedikit menyeringai.


Bai An kemudian menambahkan. “Aku juga akan sangat berterimakasih jika kalian membantu kami, dan mungkin ada beberapa dari kalian yang ingin menjadi pengikutku tapi tetap tinggal di kediaman kalian tanpa mengikutiku.”


Mendengar itu mereka semua seketika menjadi gusar, jika mereka tidak memberikan harta yang mereka bawa, mereka pasti akan mati di sini. Jika mereka memberikan harta mereka, mereka akan pusing memikirkan kemajuan klan mereka.


Saat mereka berpikir, Raja Kerajaan Manusia maju dengan tekad yang kuat dan optimis.


“Aku bersedia menjadi salah satu bawahan anda, tapi aku memiliki satu syarat?” Kata Raja Kerajaan Manusia tanpa takut sama sekali saat mengajukan syarat.


“Baiklah apa syaratmu?, jika aku bisa melakukannya dengan segenap kekuatanku dan tidak berlebihan maka aku akan menyetujuinya tanpa berpikir dua kali,” kata Bai An dengan santai.


“Lindungilah Ras Manusia di Kerajaan Manusia dari kepungan musuh, aku juga akan berusaha menemukan para pengkhianat yang menjadi pengikut Kaisar Dewa Kegelapan dengan sekuat tenaga walau nyawa bayarannya. Asal anda ingin melindungi Kerajaan Manusia,” kata Raja Kerajaan Manusia dengan tegas.

__ADS_1


Wajah Bai An langsung menunjukkan senyum lebar. “Seorang Raja yang menurunkan harga dirinya demi rakyatnya adalah sebuah kebanggaan bagiku, aku pasti akan setuju dengan syaratmu,” kata Bai An.


Raja Kerajaan Manusia yang sempat berkeringat dingin seketika menjadi lega. Dengan cepat ia akan bersujud, tapi sebuah tekanan langsung menahannya.


Raja Kerajaan Manusia itu cukup pintar siapa yang menekannya sehingga ia tidak memaksa untuk bersujud, bahkan kini ia kagum pada sosok bertudung di depannya ini yang tidak gila akan hormat.


Setelah mendengar pembicaraan Bai An dan Raja Kerajaan Manusia. Semua ahli suci yang sempat ragu langsung maju dan menyatakan niat mereka semua untuk bergabung dan mengajukan beberapa syarat.


Bai An tanpa ragu langsung menyutujui syarat mereka karena itu bukanlah hal yang sulit. Terlebih lagi Bai An baru tahu sekarang jika semua Ras ini sangat menyayangi keluarga mereka masing-masing dan bertahan hidup dengan cara berperang dengan ras lain untuk mengambil makanan mereka.


Terlebih Manusia yang mereka anggap Ras terlemah dan cepat memproduksi keturunan sehingga selalu menyerang Ras Manusia, tapi saat mendengar Bai An mau melindungi Kerajaan Manusia. Mau tak mau mereka akan menjadi pengikut mereka dengan alasan harus di beri makanan yang cukup.


Sementara Patriark Monster Rubah dan Patriark Iblis Kelelawar kini bimbang, mereka cukup angkuh dan tak mau tunduk kepada siapapun. Banyak pikiran yang bergejolak di pikiran mereka saat ini.


Cukup lama kedua patriark tersebut berpikir hingga Patriark Monster Rubah maju dan berkata.


“Apa itu?” Tanya Bai An kini merasa tidak enak.


“Menikahlah dengan cucu saya yang kini berprofesi sebagai jendral di kerajaan Monster,” kata Patriark Monster Rubah memutuskan, Patriark Monster Rubah cukup pintar memikirkan hal tersebut.


“Enak saja itu tidak bisa,” teriak Jing Ling dan Elf Suci yang bernama Han Lili.


Bai An langsung membuka mulutnya saat mendengar Jing Ling dam Han Lili. Untuk Jing Ling, Bai An merasa wajar karena tahu selama ini Jing Ling menaruh hati kepadanya, tapi ia pura-pura tidak tahu. Tapi untuk Han Lili, tentu saja ia bingung apa maksud Elf tersebut.


Glek..!!

__ADS_1


Patriark Monster Rubah langsung menelan ludahnya sendiri dan beberapa ahli suci juga sama dengan Patriark Monster Rubah saat melihat Jing Ling kini membuka tudung kepalanya.


Tentu mereka mengenal siapa Jing Ling, terlebih sifat Jing Ling yang sangat dingin, pendendam dan sedikit bar-bar.


“Aku tidak terima jika kau mengajukan syarat tersebut kepada Tuan muda ku, lebih baik kau mengajukan syarat yang lain,” kata Jing Ling kini terlihat mendominasi.


Bai An melihat itu langsung mengingat Bibinya yang terlihat sifatnya memiliki sedikit kemiripan.


“Saudari Jing Ling, apakah kau bisa untuk tidak ikut campur masalah Tuan muda?” Tanya Tu Long sedikit kesal.


“Itu tidak bisa saudara Tu, ini menyangkut Tuan muda. Namanya nanti akan rusak jika ia menikahi seorang Bangsa Monster, terlebih itu Bangsa yang lemah dan sangat tidak cocok,” kata Jing Ling terang-terangan menghina.


Patriark Monster Rubah seketika wajahnya langsung berubah menjadi jelek saat mendengar ejekan dari Jing Ling. Tapi ia tidak berani membalas karena ia yakin tidak akan bisa menang melawan Jing Ling.


Terlebih lagi Patriark Monster Rubah sedikit heran melihat Jing Ling mau mengikuti seseorang dan malah memanggil Bai An dengan sebutan Tuan muda. Karena ia tahu Jing Ling tidak akan pernah mau tunduk kepada siapapun kecuali kakeknya.


“Ehem..!! Jing Ling, bisakah kau lebih baik diam dan bungkam mulut gadis ini,” kata Bai An yang kini menyumpal mulut Han Lili, yang ingin berteriak tidak jelas terlihat tidak setuju juga dengan syarat yang di ajukan oleh Patriark Monster Rubah.


Jing Ling langsung menunduk malu dan mengangguk patuh kemudian memakai tudungnya dan menyumpal mulut Han Lili menggunakan beberapa pakaian iblis yang telah mati dan di penuhi oleh darah.


Sedangkan Bai An kini melihat Patriark Monster Rubah dan Patriark Iblis Kelelawar.


“Aku memiliki satu syarat jika tidak ada anggota kalian atau kalian berdua yang ingin menjadi bawahanku.”


“Syaratnya cukup gampang, bunuh semua pengikut Kaisar Dewa Kegelapan siapapun itu, walau putra kalian atau ayah kalian sekalipun, karena mereka adalah parasit yang akan terus menjalar. Dan syarat kedua atau terahir, jika terjadi perang besar. Semua anggota klan kalian semua harus ikut bertarung apapun alasan kalian aku tidak peduli, jika aku melihat satupun yang kurang dari klan kalian yang tidak hadir. Aku akan memburu kalian semua.” Kata Bai An dengan serius.

__ADS_1


Glek..!!


__ADS_2