
Saat ini semua orang sedang marah, kecuali Bai An, ia tertawa bahagia di dalam hatinya.
Lang Zai yang kini melihat Tuan Muda_nya langsung bergumam dalam hati, “Apa ini yang di rencanakan Tuan Muda? Tapi kenapa aku juga tidak tahu siapa? dan bagaimana caranya mencuri semua cincin penyimpanan mereka semua di jari setiap masing-masing orang.”
Lang Zai juga yang ikut memikirkan hal tersebut membuatnya pusing. Namun tak lama ia langsung membelalakan matanya, “Ini ulah Nona Xia,” gumam Lang Zai dalam hati dan ikut tertawa, namun tawanya sedikit pahit, karena ia baru memikirkan hal tersebut.
Tak lama kemudian.
Wuss,,
Wuss,,
Tetua pertama, tetua keempat, tetua keenam dan seseorang pria tua terlihat berwibawa datang dengan niat membunuh yang intens.
“Tuan Muda, orang yang bersamanya adalah seorang komandan dari Penguasa Liu Wang, ia tidak datang sendiri, ia datang dengan dua jendral dari penguasa Liu Wang yang saat ini sedang bersembunyi.”
“Jadi komandan ini hanya umpan ya,” gumam Bai An saat mendengar informasi dari Pixiu.
“Bagaimana dengan kekuatan kedua jendral tersebut?” tanya Bai An melalui telepati.
“Tingkat kedua jendral ini cukup tinggi, keduanya berada pada tingkat Dewa Alam Awal.”
Saat Bai An ingin mengatakan sesuatu ke Pixiu, sebuah teriakan membuatnya mengurungkan niatnya.
“Kau bangs*t, cepat kembalikan cincin penyimpanan ku dan sumberdaya klan Lee yang kau curi,” teriak Tetua pertama menunjuk Bai An.
Bai An langsung menaikkan sebelah alisnya.
“Ha,, ha,, ha,,”
Bai An tiba-tiba tertawa lalu berkata, “Apa kau bodoh atau pura-pura bodoh, bukan hanya kau yang kehilangan cincin penyimpanan, tapi pihak kami juga yang kehilangan. Buka matamu lebar-lebar bodoh.” Kata Bai An dengan nada dingin.
“Dia benar, apa karena kau kalah bicara membuatmu frustasi dan asal menuduh, sungguh tidak beretika.” Kata Lee Dong ikut marah saat tetua pertama menuduh Bai An.
Komandan yang tadi diam langsung memanasi, “Jika ia bukan pencurinya, lalu siapa? Coba kau periksa ia, jika bukan dia kita bisa mencari orang-orang di sebelahnya.” Kata Komandan tersebut dengan suara dingin, karena ia juga kehilangan cincin penyimpanannya saat baru datang kesini.
Wajah Bai An berkedut-kedut.
“Oh, jadi kau menuduh kami? bagaimana kalau kami menuduhmu kembali? kita periksa kalian terlebih dulu, jika ada di antara kalian yang masih terpasang cincin penyimpanan di jarinya, berarti dialah pelakunya.” Kata Bai An menyeringai.
__ADS_1
“Kurang ajar, beraninya kau menuduh kami.” Teriak Tetua pertama tidak terima.
“Ooh, jika kau keberatan berarti kaulah pelakunya, gampang sekali bukan. Kau menuduh kami sebagai tumbal, agar posisi patriark menjadi milikmu. Sungguh bodoh,”
Mendengar kata-kata Bai An yang memprovikasinya membuatnya tidak bisa menahan lebih, saat ia ingin bergerak ia tiba-tiba saja diam.
“Oh, kenapa kau diam? berarti dugaan ku benar? kaulah pelaku sesungguhnya, aku cukup bangga kepadamu, karena rencana licikmu ini.” Ucap Bai An.
“Lee Cang,, ternyata kau sehina dan selicik ini, kau mencuri semua cincin penyimpanan kami lalu kau berusaha menuduh kami? Kurang ajar.” Teriak Lee Song marah.
“Benar, aku menyesal mengikutimu,”
“Aku sungguh termakan rayuanmu.”
Para tetua besar yang mendukung Tetua pertama langsung berbalik mendukung tetua agung dan tetua ketiga.
Kini kondisi di klan Lee mulai memanas gara-gara ulah satu orang saja.
“Baik-baik, kau periksa. Tapi jika aku terbukti tidak bersalah, kau akan mati.” Teriak tetua pertama sedikit tertekan sambil menunjuk Bai An dengan niat membunuh yang besar.
Bai An langsung tersenyum menang saat ia mendengar kata-kata tersebut.
“Baik, siapa orang yang dapat di percaya untuk memeriksanya?” Tanya Bai An melirik Lee Dong dan Lee Song.
“Apa dia dapat di percaya?” Tanya Bai An terang-terangan kepada Lee Dong, sambil menunjuk tetua ke 30.
Lee Dong mengangguk, tak lama tetua ke 30 langsung memeriksa tetua ke 4, dan itu terus berlanjut kepada semua pengikut tetua pertama.
Senyum bahagia terlihat di wajah tetua pertama karena semuanya bersih tidak ada sedikitpun apa-apa tersembunyi dibalik jubah mereka, termasuk cincin penyimpanan terselip di jari mereka.
Tetua pertama menyeringai ke arah Bai An, ia merasa sudah menang.
Tiba saat ia akan di periksa, wajah Bai An langsung tersenyum menyeringai, “Kena kau.” Gumam Bai An dalam hati.
“Ini,,?”
Dengan wajah tak percaya, tetua pertama sungguh murka saat ia melihat cincin penyimpanannya ada di balik jubahnya.
“Kurang ajar kau Lee Cang,” teriak Lee Dong murka, sambil mengeluarkan auranya.
__ADS_1
Saat Lee Dong ingin menyerang tetua pertama, suara teriakan menghentikannya.
“Tunggu dulu, cincin ini belum terbukti perbuatannya, kita periksa isinya terlebih dahulu, jika di dalamnya ada semua cincin penyimpanan kita, barulah ini perbuatannya.” Kata Komandan dari pengikut Liu Wang menengahi, walau ia juga tidak akan percaya dan ada jejak kemarahan di matanya.
“Benar, kau jangan asal tuduh Lee Dong,” teriak Lee Cang meraung frustasi.
Sementara Bai An terlihat tenang, walau dalam hatinya ia tertawa dan ia juga akan menduga seperti ini, jadi ia menyuruh Mu Xia'er menaruh semua cincin penyimpanan di dalam cincin penyimpanan Lee Cang. Tentu saja isinya sudah di embat habis oleh Mu Xia'er terlebih dulu dan itu hanya cincin penyimpanan kosong.
“Kali ini aku yang akan periksa.” Kata komandan tersebut.
Lee Dong merasa tidak terima, tapi Bai An langsung menghentikannya.
Komandan tersebut langsung mengayunkan tangannya dan keluar ribuan cincin penyimpanan dari cincin Lee Cang.
Saat itu juga semua aura dari pihak Lee Dong dan Lee Song langsung keluar.
“Kurang ajar kau Lee Cang, aku tidak akan terima penghinaan ini.”
Teriakan demi teriakan kemarahan dari pihak Lee Dong kini silih berganti, ada juga pihak dari Lee Cang yang kini berubah haluan memihak Lee Dong dan Lee Song.
Wajah Lee Cang kini semakin tertekan, matanya memerah menatap Bai An yang sedang tersenyum bahagia atas penderitaannya, ia yakin ini ulah Bai An, walau tetua pertama tidak dapat melihat semua wajah Bai An, namun ia dapat melihat bibir Bai An yang sedang tersenyum.
“Kau,, kalian telah di tipu, ini ulahnya. Dia menjebak aku.” Teriak tetua pertama membela diri sambil menunjuk Bai An, sambil melesat ke arah Bai An.
Tapi, baru saja ia melesat. Tetua pertama di hadang oleh tetua Lee Dong dan tetua lainnya.
“Mau lari kemana kau bangs*t,” kata Lee Dong langsung mengayunkan tangannya meninju wajah Lee Cang.
Bom,,
Lee Cang langsung terlempar dan memuntahkan seteguk darah.
Tangan Lee Cang langsung meminta bantuan kepada komandan pengikut Liu Wang, namun ia diam saja, karena belum ada perintah dari kedua jendral yang sedang bersembunyi.
Sebenarnya kedua jendral tersebut ingin bereaksi. Tapi, Pixiu lebih dulu bergerak melumpuhkan mereka atas perintah Bai An.
Bom,,
Duar,,
__ADS_1
Seketika terjadi pertempuran, kini pihak Lee Dong dan Lee Song berhasil unggul menekan Lee Cang, tetua keempat, keenam dan lainnya.
Bai An kini hanya menonton saja bersama Lang Zai dan pak tua Ho yang dari tadi diam saja, tapi ia sebenarnya sangat ingin bertanya kepada Bai An, karena ia dapat menebak ini ulah siapa. Namun tidak ada yang dapat menebak atau memikirkan ini ulah Bai An kecuali pak tua Ho.