Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Peningkatan Tu Long dan Hei Niu


__ADS_3

10 menit kemudian.


Kini Bai An dan Jing Ling telah sampai di pintu gerbang penginapan malam.


Saat Bai An dan Jing Ling masuk, ia melihat jika semua orang telah berkumpul.


Bai An juga melihat De Cang yang masih mengantuk duduk disana.


“Tuan muda,” kata semua orang menyapa dan berdiri.


“Tidak usah formal, kalian duduk saja kembali. Dan juga, kenapa semua orang belum mulai sarapan?” Tanya Bai An pura-pura bertanya.


“Heehh..!! Itu karena kami sedang menunggumu kembali, tidak etis bagi kami mendahului Tuan muda,” kata Tu Long sambil mengusap kepala botaknya.


Bai An langsung tersenyum.


“Mari kita makan bersama.”


Setelah Bai An mengatakan hal tersebut, semua orang langsung mulai sarapan dengan lahap.


Setelah selesai sarapan dan minum sedikit arak.


De Cang langsung bertanya. “Tuan muda, kira-kira acara lelang kita adakan kapan?”


“Hmm..!! Mendengar kegaduhan yang terjadi, aku yakin beberapa pihak langsung keluar kota mengabari klan mereka masing-masing atau kelompok mereka.” Kata Bai An lalu melirik De Cang dan bertanya.


“Kira-kira, paling lambat mereka kembali kesini butuh berapa hari dengan kecepatan paling lambat?”


Hmm..!!


De Cang langsung menunduk karena sedang berpikir dengan tepat. Tak berapa lama, ia langsung mengangkat kepala dan berkata.


“Kita akan mengadakan acara lelang 2 minggu lagi, jika kita menunggu mereka, aku yakin dalam waktu 2 bulan pun mereka pasti belum sampai. Mereka juga yang cukup kaya dan berkuasa pasti akan berpikir kita memulai lelang setelah menunggu kedatangan mereka, karena kebanyakan dari mereka berpikir aku haus akan harta.” Kata De Cang sambil tersenyum licik. Lalu menambahkan.


“Jadi aku sengaja mempercepat acara lelang di mulai agar mereka datang 2 atau 3 hari sebelum acara lelang di mulai.”


Tu Long dan Hong Chu langsung bertepuk tangan senang.


Pok pok..!!


“Sangat cerdas, rencana yang sempurna,” kata Tu Long dengan suara keras.


Seketika semua orang termasuk Bai An langsung menatap ke arah Tu Long dengan heran.

__ADS_1


Suara tepuk tangan Tu Long langsung mengecil sambil tertawa canggung. Setelah itu ia langsung menggaruk kepala botaknya.


“Hehe, kenapa kalian semua menatapku begitu?” Tanya Tu Long dengan tawa canggung.


“Saudara Tu, kata-kataku belum selesai dan kau sudah lebih dulu memotongnya,” kata De Cang terkekeh sedikit mengejek.


“Ah aku lupa jika aku belum memberikan semua harta jarahan yang aku ambil di luar kota kemarin,” kata Tu Long langsung berlari ke arah kamarnya.


Bai An langsung menggelengkan kepalanya. “Dia punya urat malu juga ternyata,” gumam Bai An tertawa dalam hati.


Setelah itu De Cang kembali mengutarakan rencanya yang mempercepat acara lelang dalam dua minggu dan yakin jika para penguasa dan ahli suci akan cepat-cepat kesini demi arak Legendaris.


Dan untuk tempatnya akan di adakan di toko lelang tempat bawahan tersembunyinya menjadi pemilik toko tersebut.


Setelah itu De Cang meminta izin pamit, tak lupa ia juga memberikan token VIP Toko Lelang yang bernama Naga dan Phoenix. Jumlah token yang di berikan oleh De Cang ada 10.


Setelah kepergian De Cang dan dua saudara kembar yang menjadi pengawal De Cang. Kini Bai An melihat ke arah pojok. “Keluarlah, kita akan pergi berkultivasi hari ini juga dan selama 2 minggu sebelum lelang di mulai kita tidak akan keluar.” Kata Bai An.


Tak lama Tu Long keluar sambil terkekeh kecil. Dengan gayanya yang mengusap kepala botaknya ia bertanya.


“Dimana kita akan meningkatkan kekuatan Tuan muda?”


“Kau hanya perlu ikut, dan jangan banyak tanya,” kata Bai An sedikit mengerjai Tu Long.


Setelah itu, Bai An langsung memberikan Fu Chen, Hong Chu dan Bo Dong cukup banyak sumberdaya yang selama ini ia dapat dari hasil penjarahan. Bai An juga berpesan kepada mereka, jika sedang berkultivasi, Bai An menyuruh beberapa prajurit De Cang yang setia berjaga di sini selama mereka berkultivasi.”


Setelah itu, Bai An, Tu Long, Hei Niu dan Jing Ling langsung pamit ke rumah Jing Ling.


Setelah sampai di sana. Bai An langsung membagi rata harta yang ada di sana, kecuali Jing Ling. Karena saat ini ia tidak bisa berkultivasi karena dantiannya masih di segel. Dan Jing Ling juga tidak membutuhkan sumberdaya tersebut apabila kekuatannya kembali.


Bai An juga menyimpan beberapa harta sebagai cadangan, ia tidak membagi semua harta tersebut, melainkan ia mengambil setengah lalu di bagi rata. Setengahnya di simpan.


Tanpa menunggu lama, Tu Long dan Hei Niu langsung mencari kamar kosong. Lalu duduk bersila sambil menyerap semua sumberdaya yang telah di bagikan.


Bai An juga akan berkultivasi, tapi sebelum itu. Tak lupa ia menyegel rumah ini agar tidak terdengar suara ledakan apabila para bawahannya menerobos. Karena hal itu nantinya akan menyebabkan keributan.


Jing Ling juga sudah pamit lebih dulu sebelum Tu Long dan Hei Niu mulai berkultivasi. Alasannya karena tak ingin menganggu.


Setelah merasa semuanya beres, Bai An langsung melihat tumpukan sumberdaya di depannya. Untung saja Jing Ling mengumpulkan harta yang siap saji. Atau tinggal di gunakan tampa perlu mengolahnya lebih dulu.


Bai An langsung duduk posisi lotus.Ia langsung memejamkan matanya lalu kesadarannya masuk kedalam lautan energinya.


Bai An langsung melihat Energi berwarna biru atau Energi Semestanya dengan rakus menyerap dan menarik sumberdaya di depan tubuh Bai An.

__ADS_1


3 Hari telah berlalu. Bai An melihat energi di dantiannya telah penuh.


Bom..!!


Suara ledakan di dalam tubuh Bai An langsung terdengar di sertai auranya ikut menyebar lalu kembali lagi kedalam tubuh Bai An.


Bai An langsung tersenyum. Dengan cepat ia mengeluarkan Kristal Tingkat Tinggi hasil penjualan arak dari Jing Ling lalu menyerapnya untuk menyetabilkan energinya.


Setelah itu, Energi Semesta kembali lagi menyerap semua sumberdaya yang masih banyak tersisa.


Sementara di sisi lain. Tu Long tidak seperti Bai An. Tangan Tu Long kini dengan cepat mengambil beberapa sumberdaya lalu melahapnya kemudian memejamkan matanya untuk menyerapnya.


2 hari setelah Bai An menerobor. Tu Long langsung menerobos.


Bomm..!!


Tu Long membuka matanya dengan senyum bahagia. Tapi ia tidak terlalu bangga dengan pencapaiannya ini. Ia kembali lagi memakan sumberdaya yang ada di depannya.


Di tempat Hei Niu berada.


Tubuhnya kini telah berubah sepenuhnya menjadi Monster Banteng hitam pekat.


Mulutnya terbuka lebar lalu memakan sumberdaya hingga memenuhi mulutnya dan menyerapnya.


Hal yang sama terjadi dengan Tu Long, ia langsung menerobos di hari yang sama dengan Tu Long. Hanya berbeda waktu saja.


Waktu terus berlalu. Sudah beberapa kali terdengar suara ledakan dari ketika ruangan yang berbeda.


Satu hari sebelum lelang Tu Long dan Hei Niu langsung membuka matanya dengan senyum bahagia.


“Tuan muda, aku tidak akan mengecewakanmu dan tidak akan menjadi beban lagi," gumam keduanya secara bersamaan. Entah kebetulan atau tidak, sudah di rencanakan atau tidak. Tapi kata-kata mereka sama dan waktu pengucapannya pun sama.


Kini kekuatan Tu Long cukup mengerikan. Dalam dua minggu ia yang paling banyak menerobos lalu di susul Bai An yang berbeda tipis, kemudian Hei Niu yang paling sedikit menerobos.


Tu Long kini berada Di Kesatria Dewa Emas ⭐ 3 Awal.


Sementara Hei Niu kini berada Di Kesatria Perunggu ⭐ 2 Awal.


Untuk Bai An ia kini dalam masa-masa genting. Jika di ganggu ia akan langsung gagal menerobos dan akan merusak dantiannya.


Bom..!!


Setelah Tu Long dan Hei Niu mendengar suara ledakan. Mereka berdua langsung tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2