
Karena To Gel dan keempat klan Dhu menunggu hampir satu minggu.
1 minggu telah berlalu, perjalanan mereka cukup panjang karena keempat orang dari klan Dhu memiliki kekuatan yang paling rendah, sehingga Bai An dan para saudaranya mengikuti kecepatan mereka.
Tap tap..!!
Saat melihat sebuah danau yang sangat panjang, To Gel dan Keempat klan Dhu langsung bersemangat, karena setelah melewati hutan, maka danau yang panjang ini adalah wilayah Daratan Timur.
“Huh,, akhirnya, kita sampai di danau ini,” kata Dhu Lan menghela nafas lega.
“Benar, setelah melewati danau ini, maka kita akan langsung melewati perbatasan yang sebenarnya, sebaiknya kalian bertiga berhati-hatilah karena aku yakin kita akan di buru,” kata Dhu San melirik ke arah ketiga cucunya.
“Hoho,, bukan mereka yang memburumu mulai sekarang, tapi aku yang memburu mereka setelah bertemu dengan calon menantumu ini,” kekeh Tu Long sambil menepuk-nepuk pundak To Gel.
Uhuk-uhuk..!!
To Gel langsung tersendak dan jatuh akibat pukulan To Gel yang menurut To Gel pukulan tersebut sangatlah keras.
Bai An yang melihat itu langsung menatap Tu Long sambil berkata.
“Tubuhmu itu sangat kuat, kendalikan dirimu jika ingin bersentuhan dengan orang yang tingkatannya jauh di bawahmu.”
Mendengar suara Bai An melalui telepati. Tu Long langsung tersendak salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Duan Du dan Bo Long hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian, mata Tu Long dan Bo Long bersinar cerah setelah melihat 3 kapal sedang kesini dengan aura membunuh yang sangat kental, Bai An juga melihat ke arah kapal sambil berkata. “Aroma darah yang sangat menyengat, orang-orang yang tidak bersalah mereka bunuh tanpa belas kasih,” kata Bai An sambil melirik ke arah Tu Long.
Tu Long langsung tersenyum kecut karena menyadari kesalahannya, ia tahu ia telah menghancurkan kerajaan yang pastinya disana ada orang-orang yang tidak bersalah.
“Iya-iya,, aku akan menebusnya dengan membunuh banyak orang jahat,” kata Tu Long kini tersenyum setelah menemukan alasan.
Bai An langsung tersenyum kecut bersamaan dengan Duan Du terkekeh kecil.
__ADS_1
Tap tap..!!
Setelah kapal mendarat, terlihat banyak orang-orang yang memiliki kekuatan Dewa Hijau dan Dewa Biru.
“Hoh,, ternyata kekuatan Daratan Timur ini sedikit lebih kuat dari Daratan Barat, tapi para kultivator Daratan Barat lebih banyak sehingga mereka berpikir dua kali untuk datang menyerang kesini,” kekeh Bo Long kini melirik ke arah Tu Long yang sudah bersiap-siap untuk melesat.
“Jika kalian kesana maka aku akan menghukum kalian tidak boleh bertarung lagi selain di alam dewa,” kata Bai An tersenyum licik.
Tu Long dan Bo Long langsung melotot ke arah Bai An.
“Apa? Apakah kalian keberatan?” Tanya Bai An tak mau kalah, Bai An melotot ke arah Tu Long dan Bo Long.
Tu Long dan Bo Long langsung ciut sambil tersenyum masam berusaha menahan gairah bertarung mereka.
Bai An langsung mengalihkan perhatiannya ke arah To Gel yang kini memiliki kekuatan lumayan, selama seminggu ini Bai An terus menerus memberikan To Gel banyak sumberdaya, sama dengan Keempat klan Dhu, Bai An juga memberikan mereka sumberdaya, namun tidak sebanyak To Gel.
“Kekuatanmu sudah mencapai Dewa Hijau ⭐ 2 Menengah, aku yakin kau mampu melawan mereka jika kau bergabung dengan Dhu San dan cucunya,” kata Bai An.
Bai An mempunyai alasan menyuruh To Gel bertarung bersama keempat klan Dhu, selain menambah pengalaman bertarung To Gel, Bai An juga ingin To Gel menguatkan pondasi kekuatannya yang meningkat secara langsung, jadi, jika ia tidak menguatkan pondasinya maka walau kekuatan To Gel Dewa Hijau ⭐ 2 Menengah, ia pasti akan kalah melawan Dewa Kuning ⭐ 3 Puncak.
Tapi To Gel sama sekali tidak membantah, walau To Gel melihat musuhnya ada cukup banyak Dewa Biru dan yang paling tinggi Dewa Biru ⭐ 1 Puncak. To Gel berpikir ini demi kebaikannya dan berpikir To Gel harus membuktikan dirinya cukup kuat untuk melindungi Dhu Lan yang kini telah menjadi pasangannya.
“Baik Tuan muda, aku akan membuktikan bahwa Kelompok Pembantai itu tidak lemah,” kata To Gel melirik ke arah Dhu San yang kini ia panggil kakek.
“Kakek,, apakah kau tidak keberatan jika bekerja sama?” Tanya To Gel.
Dhu San tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Tentu saja aku tidak keberatan, bahkan aku merasa senang dan tidak sabar ingin ikut bertarung bersama menantu cucuku ini,” kata Dhu San melirik ke arah Dhu Lan yang terlihat khawatir.
To Gel yang ikut menatap ke arah Dhu Lan langsung memegang pundaknya. “Jangan khawatir, kelompok pembantai itu semuanya sangat kuat, mungkin jika semua disini maka kau akan melihat aku adalah yang terlemah, tapi aku ingin membuktikan kepada mereka, walau aku yang terlemah sekalipun mereka tak boleh meremehkan Kelompok Pembantai dan juga sebagai peringatan untuk mereka agar berhenti menganggu kalian.” Kata To Gel dengan percaya diri.
Dhu Lan hanya bisa mengangguk pasrah sambil ikut mengeluarkan senjatanya.
__ADS_1
Tapi To Gel langsung melirik ke arah Bai An seperti ingin mengatakan sesuatu.
Bai An langsung mengangkat tangannya.
“Baiklah, cukup laki-laki saja yang bertarung, wanita hanya boleh menonton,” kata Bai An.
To Gel langsung mengangguk mengelaurkan senyum tanda berterimakasih.
Saat Dhu Lan dan Dhu Qian ingin protes, Dhu Yan langsung memukul pundak kakak dan adiknya hingga pingsan.
“Kakak ipar, wanita itu sangat merepotkan jika saat khawatir seperti ini, jadi lebih baik kita buat pingsan saja, untuk masalah marahnya saat mereka sadar kita urus belakangan setelah kita membunuh mereka semua,” kata Dhu Yan menatap ke arah salah satu orang yang paling ia benci, hingga tak sadar Dhu Yan mengeluarkan aura membunuhnya.
Hal itu membuat Bai An dan para saudaranya mengerutkan keningnya.
“Jika di biarkan maka anak ini akan haus akan darah,” gumam Bai An langsung menembakkan setitik energinya menggunakan jarinya.
Wuss..!!
Dhu Yan yang tidak sadar akan hal itu tiba-tiba merasa ada nyamuk yang mengigitnya hingga menepuk pundak lehernya, setelah itu Dhu Yan merasa pikirannya kini lebih luas dan dewasa.
To Gel dan Dhu San juga tidak menyadari hal itu karena saat ini mereka menatap ke arah kerumunan orang yang menuju kesini.
Tap tap..!!
“Hehe,, Dhu San, aku tak menyangka orang lemah seperti dirimu bisa juga melarikan diri, mungkin di antara para tetua klan Dhu, maka kau hanyalah sampah tidak berguna,” kekeh seseorang yang cukup tua bertubuh jangkung dengan tubuh kurus.
“Heng,, Cho Bek, aku yang dulu dengan sekarang kini telah berbeda,” dengus Dhu Lan sambil mengeluarkan auranya yang setara dengan To Gel.
Melihat itu, Cho Bek cukup terkejut. Tapi beberapa saat ia langsung terkekeh kecil.
“Hoho,, walau kekuatanmu meningkat pesat tapi kau masih sesongok sampah di mataku,” kekeh Cho Bek dengan sombong.
Sementara Dhu Yan kini melirik ke arah Kang Kung.
__ADS_1
“Kang Kung,, aku akan membalas apa yang telah kau lakukan kepada calon istriku," teriak Dhu Yan langsung melesat ke arah Kang Kung.