Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pernikahan Bai An dengan Xi Xing dan Jing Ling.


__ADS_3

Tapi Bai An dengan santai pergi membawa Duan Du yang terdengar merengek.


Tu Long yang melihat itu langsung menghela nafas lega, ia mengira Bai An akan menghukumnya juga.


Tapi beberapa saat ia mendengar sebuah suara di pikirannya.


“Bawa orang itu ke kemah, jika kau terlambat saja maka aku akan menghukum mu, waktumu 1 jam dari sekarang.”


Mendengar itu, Tu Long dengan cepat menarik Bai En dan Kaisar Dewa Kegelapan.


Dalam sekejap mereka bertiga lenyap seolah di telan bumi.


Sementara di Alam Dewa Rendah, terlihat kini luluh lantah akibat perbuatan Tu Long dan Duan Du yang ingin bermain-main dengan Kaisar Dewa Kegelapan.


Mereka berdua tidak tahu perbuatannya ini merusak alam hingga menyebabkan kerugian bagi para kultivator maupun rakyat biasa.


***


Wuss..!!


Bruk..!!


“Ampun kakak,” teriak Duan Du dengan wajah memelas, namun Bai An hanya acuh, dengan cepat tangan Bai An bergerak membuat sebuah segel.


Wuss..!!


Tubuh Duan Du seketika terjatuh, dengan wajah jelek ia kini menatap ke arah Bai An karena telah menyegel kekuatannya.


“Kau akan kakak lepas di pelatihan penjara tempat para tahanan ikut berlatih juga,” kata Bai An dengan santai.


Wajah Duan Du kembali memelas, namun Bai An menyuruh salah satu kelompok pengemis kumuh membawanya.


Setelah itu Bai An kembali menghilang dan muncul di kemah untuk menunggu Tu Long datang.


Waktu terus berlalu.


1 Minggu kemudian, saat ini Bai An akan mengadakan acara pernikahan.


Selama satu minggu ini banyak sekali para Kaisar Dewa datang termasuk We Kai menyatakan kesetiaan mereka terhadap Bai An.


Tapi Bai An tidak bisa menemui mereka semua, Long Yuan dan Yu Fan lah yang bertugas menemui mereka semua termasuk memberitahu prihal mengapa Bai An tidak bisa menemuinya.


Setelah itu mereka semua mengerti dan pergi.


Tak lupa pula undangan pernikahan Bai An dengan cepat menyebar hingga membuat jutaan orang berdatangan dari berbagai kalangan.


Awalnya keluarga Bai An cukup terkejut saat melihat banyak kalangan atas yang datang seperti para Kaisar Dewa, karena mereka hanya mengundang rakyat biasa saja.


Namun karena Long Yuan memberitahu jika mereka semua temannya, keluarga Bai An mengizinkan.


Saat ini terlihat Bai An berada di kamarnya dengan jubah yang di sulam langsung oleh Ling Mei ibunya.

__ADS_1


Wajahnya yang tampan, di hiasi rambut alami bewarna biru dan mata bewarna biru perak hal tersebut menambah ketampanan Bai An.


Di samping Bai An kini Duan Du berdiri bersama Bai En, Bai Yan dan Bai Yun.


Mereka berempat tersenyum bahagia melihat pernikahan Bai An.


***


Sementara di kamar sebelah kini dua wanita cantik menggunakan cadar agar wajah mereka tidak terlihat oleh orang-orang.


Yang satu berambut biru dan bermata biru muda, ia tak lain Xi Xing.


Sementara di sampingnya ada wanita berambut putih dan bermata perak, ia tak lain Jing Ling. Jing Ling adalah Elf dengan telinga runcing. Namun Jing Ling menutupinya agar tidak terlihat.


Di samping Xi Xing dan Jing Ling kini ada Ling Mei, Bai Yin, Bai Lin Yin ,Bai Yin Xue, Shen Linlin dan He Yusi.


“Kalian terlihat cantik Xing'er, Ling'er,” kata Ling Mei dengan lembut sambil mengusap kedua rambut calon menantunya.


Ling Mei juga sedikit menitikkan air mata karena membayangkan Mu Xia'er disini juga.


Dengan cepat Ling Mei mengusap air matanya agar tidak terlihat sedih.


***


Sementara di aula kini sudah hadir jutaan dari berbagai kalangan dan tempat, mereka semua ada juga di luar aula dan luar kota. Walau tidak bisa menampung semua, karena aula tersebut hanya bisa menampung ribuan, orang-orang yang hadir tentu saja tidak mempermasalahkannya karena ingin melihat sosok idola mereka.


Bai Chen bersama Bai Luan, dan adik-adiknya kini bertugas di luar menyambut para tamu.


Tap tap..!!


Bai Chen langsung mengangguk.


Bai Chen menarik nafas kemudian berteriak keras sambil mengalirkan energinya agar terdengar hingga keluar kota.


“Pengantin pria akan segera keluar.”


Mendengar itu, orang-orang yang hadir, mereka yang awalnya ribut seketika terdiam.


Bahkan beberapa dari mereka menahan nafas sambil menunggu pengantin pria.


Tap Tap.


Tak lama Bai datang di giring oleh kakak dan adiknya.


Woahh..!!


Suara para wanita dan juga pria seketika menggema saat melihat ketampanan Bai An.


Bahkan ada juga memuji ketampanan semua kakak dan adik Bai An.


10 menit kemudian setelah para saudara Bai An mencoba menenangkan para wanita, janda maupun nenek-nenek yang berteriak histeris kini mereda, terdengar lagi suara teriakan.

__ADS_1


“Kedua mempelai wanita akan keluar.”


Tap tap..!!


Xi Xing dan Jing Ling keluar yang di temani oleh Ling Mei, bibi, nenek, kakak dan adik Bai An.


Woah..!!


Suara teriakan tak kalah dari yang tadi, kini yang berteriak adalah para pria.


Cukup lama setelah teriakan kini mulai mereda, Bai Chen datang dan duduk samping Bai An bersama putranya yang lain.


Sementara di depan para wanita sudah duduk, Xi Xing dan Jing Ling di temani Ling Mei dan yang lainnya.


Sementara sebagai penghulu adalah orang luar, ia tak lain We Kai.


Kini We Kai duduk di tengah-tengah orang kuat dengan sedikit gugup.


Tentu saja ia gugup, jika ia melakukan kesalahan maka ia bisa-bisa akan di kuliti hidup-hidup.


Dengan cepat We Kai menarik nafas lalu melirik ke arah Bai An, setelah itu melirik ke arah Xi Xing dan Jing Ling.


“Apakah sudah siap semua?” Tanya We Kai dengan suara pelan agar tidak di dengar oleh hadirin yang datang.


Kedua mempelai mengangguk.


We Kai tanpa basa basi langsung berkata.


“Aku nikahkan mempelai laki-laki bernama Bai An dan mempelai wanita Xi Xing dan Jing Ling. Dengan mahar yaitu berjanji akan adil kepada keduanya, tidak akan membuat keduanya bersedih, apakah mempelai pria menerima?” Kata We Kai dengan suara lantang.


“Aku terima nikahnya Xi Xing dan Jing Ling dengan atau mahar yaitu berjanji akan adil kepada keduanya, tidak akan membuat keduanya bersedih,” jawab Bai An dengan lantang.


“Apakah kedua wakil menyetujuinya?” Teriak We Kai melirik ke arah Bai Chen dan Ling Mei yang menjadi wakil kedua mempelai.


“Kami berdua menyetujuinya,” kata Bai Chen dan Ling Mei secara bersamaan.


Mendengar itu, seketika suara teriakan kebahagiaan dari para hadirin yang menghadiri acara pernikahan Bai An, Xi Xing dan Jing Ling langsung menggema.


Bai An, Xi Xing dan Jing Ling juga tentu ikut bahagia sehingga untuk mengesahkan pernikahan mereka, Bai An harus mencium kening Xi Xing dan Jing Ling terlebih dahulu.


Cium cium..!!


Cium..!!


Teriakan kembali menggema.


Hal itu membuat Bai An sedikit gugup, tapi ia memberanikan diri mencium kening Xi Xing dan Jing Ling.


Bai An langsung maju lalu membuka sedikit cadar Xi Xing, setelah itu Bai An berganti ke arah Jing Ling, hal yang sama terjadi lagi.


Setelah itu semua keluarga Bai An dan orang-orang kembali bersulang untuk merayakan acara pernikahan Bai An, Xi Xing dan Jing Ling selama 7 hari 7 malam.

__ADS_1


Kebahagian semua orang membuat Bai An dan para saudaranya merasa Alam Semesta Kecil ini akan aman selama beberapa ribu tahun ke depan.


__ADS_2