
“Aku akan membalas apa yang telah kau perbuat kepada adikku dulu,” kata Ling Wei dengan dingin.
Ling Mei langsung muncul di depan Bo Chil, Bo Chil yang melihat itu langsung mengayunkan pedangnya untuk menahan cambuk Ling Mei.
Namun dengan reflek Bo Chil mundur.
Ctar..!!
Bo Chil menatap Ling Mei yang kini pandai memainkan cambuknya, dulu Ling Mei tidak selihai ini saat memainkan cambuknya saat ia bertarung.
Ling Mei yang melihat Bo Chil mampu menghindari cambuknya tetap memasang ekspresi dingin.
Tap tap..!!
“Jangan lampiaskan kemarahan dan dendam mu seorang diri, kami ada di sini jadi kita bisa bersama-sama melampiaskannya,” kata Hei Long dengan santai.
“Benar, kita adalah keluarga, mulai sekarang jangan pernah menanggung beban seorang diri,” kata Huang Feng mengangguk.
“Iya, bebanmu maka beban kami juga, jadi ayo kita balas dendam kita kepadanya,” kata Cen Tian langsung melesat maju yang di susul oleh Hei Long, Huang Feng, dan terahir Ling Mei yang kini merasa terharu dengan keluarga barunya.
Wuss wuss..!!
Bo Chil yanng melihat dirinya di kepung langsung tersenyum meremehkan, walau ia tahu banyak orang yang mengepungnya, ia hanya waspada kepada Ling Mei setara yang dengannya.
Melihat diri mereka di anggap angin lalu, Hei Long, Huang Feng dan Cen Tian sama sekali tidak marah, malah mereka kini semakin mengembangkan senyum mereka masing-masing.
“Hehe,, mari kita buktikan kepadanya jika kita tidak bisa di remehkan,” kata Cen Tian.
Hei Long langsung mengayunkan pedangnya, bersamaan dengan Huang Feng menerjang dari samping.
Melihat itu, Bo Chil santai saja. Bo Chil langsung mengayunkan pedangnya ke arah Hei Long bersamaan dengan ia menggeser tubuhnya sedikit ke kanan.
Trank..!!
Saat pedang Hei Long berbenturan dengan pedang Bo Chil, dan Huang Feng hanya menerjang udara.
Cen Tian dengan sigap mengayunkan tinjunya ke arah tungkuk kepala Bo Chil.
“Tinju Daun Emas,” teriak Cen Tian dalam hati.
Wuss..!!
Bo Chil yang merasa ada musuh di belakangnya dengan sigap membalikkan badannya sambil mengayunkan pedangnya.
Namun Ling Mei dengan cepat menahan tangan kanan Bo Chil dengan mengikatnya menggunakan cambuknya.
Bo Chil langsung menggeram marah, dengan cepat ia menggunakan tangan kirinya, namun Huang Feng lebih mencengkram tangan kiri Bo Chil.
Saat Bo Chil ingin menggerakkan kakinya, ia merasakan juga kakinya tidak bisa ia gerakkan, saat melihat kebawah, Hei Long sudah mencengkram kedua kakinya menggunakan kedua tangan.
Saat Bo Chil ingin berteriak karena marah.
__ADS_1
Bom..!!
Bo Chil langsung melayang jauh hingga di sana Fang Liu sudah menunggu sambil mengayunkan kakinya bersiap menendang Bo Chil kembali.
“Tendangan Penghancur Langit,” gumam Fang Liu.
Duar..!!
Bo Chil yang tidak mampu merasakan kehadiran Fang Liu hanya bisa menahan amarah saat ia terkena tendangan kembali ke arah Cen Tian dan yang lainnya.
Cen Tian langsung tersenyum bersama Ling Mei, Hei Long dan Huang Feng.
Dengan segera mereka membentuk lingkaran, lalu Hei Long lebih dulu menendang Bo Chil mengopernya ke arah Ling Mei.
Ling Mei dengan sigap mengayunkan cambuknya mengoper Bo Chil ke arah Huang Feng.
Bo Chil yang kini di permainkan langsung cepat menyetabilkan dirinya, Bo Chil langsung mengusap darah yang terus menetes dari mulutnya.
Tatapan Bo Chil kini berubah, wajahnya memerah dan matanya berubah hitam.
Tanpa banyak bicara Bo Chil langsung menghilang lalu muncul di depan Cen Tian sambil mengayunkan tinjunya juga.
Bo Chil terlihat ingin membalas apa yang di lakukan oleh Cen Tian terhadap dirinya.
Cen Tian yang melihat itu dengan cepat mengencangkan seluruh ototnya agar mengeras sambil ikut mengayunkan tinjunya.
Bam..!!
Duar..!!
Tapi seutas senyum muncul di bibir Cen Tian, dengan cepat ia bangun saat melihat Bo Chil menghilang.
Sementara Bo Chil kini datang ke arah Huang Feng.
Wuss..!!
Bo Chil terlihat mengayunkan kaki kanannya ke arah kepala Huang Feng.
Dengan cepat Huang Feng memiringkan kepalanya, ia dapat melihat kecepatan Bo Chil, berbeda dengan Cen Tian yang harus membiasakan diri terlebih dahulu terhadap musuhnya.
Bo Chil yang melihat serangannya di hindari dengan mudah langsung mengerutkan keningnya.
“Orang ini sangat lemah namun bisa melihat kecepatanku yang sangat cepat ini? Bahkan orang yang setara denganku belum tentu bisa melihatnya.” Gumam Bo Chil cukup penasaran.
Saat Bo Chil bergumam, ia merasa ada serangan dari sampingnya.
Huang Feng kini mengayunkan cakarnya ke arah lengan Bo Chil.
Bertepatan dengan Cen Tian, Fang Liu juga mengerahkan teknik mereka.
“Tinju Naga Langit,” gumam Cen Tian.
__ADS_1
“Amarah Sang Kaisar Perang,” gumam Fang Liu.
“Cakar Emas,” gumam Huang Feng.
Bo Chil yang melihat serangan gabungan dari musuh langsung berteriak.
Tapi Bo Chil tidak sempat menggunakan teknik terkuatnya karena di kunci oleh Ling Mei.
“Cambuk Neraka Penjerat,” gumam Ling Mei.
Srett..!!
Ukhh..!!
Terdengar suara mengeluh dari Bo Chil yang dengan mudah di pojokkan oleh kelompok Cen Tian.
Bam bam bam..!!
Serangan gabungan dari Cen Tian, Fang Liu dan Huang Feng sukses mendarat di tubuh Bo Chil.
Sementara Hei Long muncul sebagai eksekusi terahir.
“Cakar Naga Semesta,” teriak Hei Long.
Bo Chil yang terluka ringan kini mau tidak mau berteriak keras sambil berusaha melepaskan diri karena saat ini ia dapat merasakan krisis hidup.
“Kalian semua pengecut, lawan aku satu lawan satu jika kalian berani.” Teriakan Bo Chil menggema dan dapat di dengan oleh para komandan dari para pengikut Kaisar Dewa termasuk Zin Ho.
Bom..!!
Tubuh Bo Chil langsung hancur sebagian dengan mata melotot ia masih bisa bergerak maju ke arah Hei Long.
Namun Bo Chil kini merasakan berat di bagian kepalanya.
Bam..!!
Bo Chil dapat melihat tubuhnya kini terjatuh lebih dulu.
Bo Chil terlihat mati dengan mata melotot mengeluarkan darah, ia seperti tidak terima jika mati di tangan orang-orang ini, terlebih ia tak tahu siapa yang membunuhnya dan bagaimana cara lehernya di potong.
Cen Tian kini tersenyum dingin, saat ia memegang pedang yang di penuhi oleh darah.
Bai An yang melihat itu langsung tersenyum karena ia baru tahu jika tingkatan kakaknya Cen Tian setara dengan Kakaknya Bai En.
Jika Cen Tian tidak menggunakan kekuatan penuhnya tadi saat memotong kepala Bo Chil, Bai An mungkin tidak akan bisa tahu walau Cen Tian saat ini masih menyembunyikan tingkat kekuatannya.
“Hmm..!! Aku tidak tahu siapa yang membuat kakak melakukan hal ini yang menyembunyikan kekuatannya, tapi ini juga untuk kebaikannya, seperti diriku yang menyembunyikan kekuatanku karena saat ini aku masihlah lemah walau dapat membunuh mereka semua dengan mudah” gumam Bai An melirik ke arah Zin Ho, Ti Mhun dan Du Khun.
Sementara Duan Du yang ada di sebelah Bai An yang tahu apa penyebab Cen Tian menyembunyikan kekuatannya hanya diam saja, karena ia dan Fang Liu juga menyembunyikan kekuatannya.
Alasan utamanya adalah karena mereka masih lemah dan akan membebani Bai An nanti jika mereka memperlihatkan kekuatan mereka yang sebenarnya.
__ADS_1