
Du Khun lalu melirik ke arah Tu Long, Ling Che, Ling Zhu dan terahir Duan Du.
Duan Du hanya bisa terkekeh kecil saat menlihat tampang Du Khun yang kini berusaha menahan amarsh saat menatap dirinya.
“Hei anjing tua, kau tidak selevel denganku, jadi lawanlah paman-pamanku terlebih dahulu, jika kau bisa menang, barulah,” kata Duan Du tersenyum kecil.
Tepat setelah Duan Du berkata, Du Khun muncul di samping Duan Du sambil mengayunkan tinjunya, Du Khun berniat menyiksa Duan Du sehingga ia tidak membunuhnya.
Saat tinju Du Khun hampir mengenai wajah Duan Du.
Du Khun kini melayang sambil merasakan sakit di bagian perutnya, saat Du Khun melirik perutnya.
Bom..!!
Du Khun terjatuh lebih dulu.
Tap tap..!!
Lang Zai dan Pixiu muncul sambil melirik Du Khun.
“Sepertinya kita tidak terlambat dan rencana Tuan muda untuk memancing mereka keluar berhasil,” kata Lang Zai dengan santai.
Bai An sudah merasa curiga saat pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, untuk membuktikan kecurigaannya. Bai An menyusun rencana dengan menyuruh Ling Che dan Ling Zhu menyamar menjadi Hu Tang dan Hu Jat, sementara Hu Tang dan Hu Jat yang asli telah menjadi kelompok pembantai 1 tahun lalu, namun tidak ada yang mengetahui mereka berdua bergabung.
Bai An juga sengaja menyuruh mereka untuk istirahat, Bai An hanya membawa Tu Long dan Duan Du.
Saat bertemu dengan Ling bersaudara yang menyamar jadi Hu bersaudara, mereka bicara seolah itu pertemuan pertama mereka sehingga mata-mata di sekitarnya tidak curiga.
Mata-mata itu juga mengira itu kesempatan karena salah satu target utama mereka Bai An kini tidak bersama semua pengikut maupun saudaranya.
Mereka pun mengabari atasan mereka hingga Zin Ho, Bo Chil, Ti Mhun dan Du Khun mengintai dari jauh, mereka juga sama sekali tidak curiga termasuk Zin Ho.
Tapi saat Bai An mengatakan sesuatu sambil melirik mereka berempat, mau tak mau mereka muncul.
Saat ini Du Khun bangun sambil menatap Lang Zai maupun Pixiu, ia kini sangat marah karena jiwanya sedikit terguncang tadi.
“Kalian telah merencanakan ini dari awal, cukup pintar,” kata Du Khun langsung mengeluarkan aura penuhnya.
Bluss..!!
Lang Zai dan Pixiu juga ikut mengeluarkan aura penuhnya sambil melindungi Duan Du, karena ia yang terlemah.
Tanpa menunggu lama Lang Zai dan Tu Long maju sambil menggunakan teknik mereka.
Lang Zai mengayunkan cakarnya sambil bergumam.
“Cakar Serigala Alam.”
Sementara Tu Long mengeluarkan pedangnya, ia kini memegang pedangnya menggunakan tangan kiri.
“Tebasan Seribu Pedang.” Teriak Tu Long.
Cakar energi dan ribuan pedang energi langsung melesat ke arah Du Khun.
Orang-orang yang melihat itu langsung bergidik ngeri.
Namun untuk Du Khun, ia hanya bisa mendengus dingin.
__ADS_1
“Kegelapan Tanpa Batas,” teriak Du Khun.
Lalu muncul sebuah lubang hitam, semakin lama semakin membesar.
“Lenyapkan,” teriak Du Khun.
Bluss..!!
Dengan lahap lubang hitam tersebut melahap serangan Lang Zai dan Tu Long.
Hal itu membuat Lang Zai dan Tu Long semakin bersemangat terutama Tu Long yang menemukan musuh kuat.
“Haha,, inilah yang aku inginkan, ayo lawan aku duel satu lawan satu,” teriak Tu Long.
Buk buk..!!
Duan Du dan Lang Zai langsung memukul kepala Tu Long.
“Kau lihat-lihat dulu sebelum menantang musuh, lihat juga kami ada di sini,” dengus Lang Zai.
Tu Long sama sekali tidak marah, ia menggaruk kepalanya sambil terkekeh, saking semangatnya ia melupakan para saudaranya.
***
Sementara di tempat Bo Long dan Ti Mhun, kini Bo Long sedang terengah-engah.
Pakaian Bo Long compang camping, tapi terlihat wajah Bo Long sedang tersenyum karena menikmati pertarungan ini.
“Hehe,, ayo serang aku lebih kuat idiot,” teriak Bo Long.
Ti Mhun langsung mendengus dingin, ia langsung menggerakkan tangannya juga.
Bo Long dan Ti Mhun sama-sama membuat ribuan pedang energi.
Tak lama pedang mereka melesat bertabrakan dengan liar.
Bom bom..!!
Crash..!!
Salah satu pedang Ti Mhun berhasil lolos hingga mengenai pinggang Bo Long.
Bo Long tidak terlihat kesakitan, melainkan ia tersenyum.
“Bergerak,” gumam Bo Long sambil memegang pinggangnya yang darahnya terus bercucuran.
Wuss..!!
Ti Mhun yang melihat pedang datang dari bawah kakinya langsung mundur.
Tapi Ti Mhun tidak menyadari sebuah pedang muncul dari belakangnya.
Jlep...!!
Tak lama dari samping kiri dan kanan menyusul.
Crash..!!
__ADS_1
Crash..!!
“Akhh..!! Aku akan membunuhmu,” teriak Ti Mhun.
Ia tidak marah karena terluka tapi ia marah karena malu, tentu saja malu karena Bo Long saat ini hanya memiliki Dewa Biru ⭐ 3 Puncak, sedangkan dirinya Dewa Raja Tinggi ⭐ 3 Puncak.
Hal itu akan sangat memalukan baginya.
Wuss..!!
Ti Mhun muncul di samping Bo Long.
Bo Long yang tidak siap berusaha untuk menahan tebasan pedang energi di tangan Ti Mhun.
Trank..!!
Ling Lung muncul sambil menatap tajam ke arah Ti Mhun.
“Aku sebenarnya ingin menonton saja, karena Tuan muda menyuruhku menonton pertarungan kalian berdua, tapi aku tak akan membiarkan saudaraku terluka, apapun hukuman yang di berikan oleh Tuan muda nanti,” kata Ling Lung dengan dingin.
Ling Lung adalah seorang tetua cabang dulu di klan Ling, umurnya hampir sama dengan kakek Bai An.
Ti Mhun yang melihat Ling Lung muncul cukup terkejut, ia tentu mengenal Ling Lung, kekuatannya pun tidak bisa di anggap remeh saat di alam dewa. Kekuatan Ling Lung juga saat ini di tekan menjadi Dewa Raja Tinggi ⭐ 3 Puncak.
Tapi tiba-tiba Ti Mhun tersenyum saat melihat Ling Lung saat ini sedang terluka parah.
“Hehe,, untung kau terluka kakek tua, jika begini aku bisa membunuhmu, walau aku tidak tahu bagaimana kau bisa muncul di sini setelah di tangkap oleh patriark Sekte Penguasa Dewa di dunia ketiga terkuat.” Kekeh Ti Mhun.
Ling Lung mengerutkan keningnya, saat mendengar itu.
“Walau aku masih terluka, tapi apakah kau bisa membunuhku dengan mudah,” ejek Ling Lung lalu melirik ke arah Bo Long yang kini mengangguk.
Ling Lung juga ikut mengangguk, mereka berdua langsung melesat ke arah kiri dan kanan ke arah Ti Mhun.
Ti Mhun langsung waspada, ia kini terlihat serius.
***
Sementara Bai An baru selesai membunuh para tikus-tikus pengikut Kaisar Dewa.
Bai An langsung melirik ke arah Zin Ho dan Bo Chil sambil terkekeh mengejek.
Zin Ho dan Bo Chil saat ini menonton langsung bergerak setelah tersulut emosi oleh tingkah Bai An.
Tapi sebelum mereka sampai, Long Yuan muncul menghadang jalan Zin Ho.
“Pertarungan kita sebelumnya belum selesai, saat ini kita harus menyelesaikannya,” kata Long Yuan dengan dingin sambil mengayunkan cakarnya dengan kekuatan yang cukup kuat.
Zin Ho langsung mundur untuk menghindari cakar Long Yuan.
Bom..!!
Untuk Bo Chil kini ia di hadang oleh Hei Long, Huang Feng, Cen Tian dan Ling Wei.
Ling Wei adalah yang terkuat, ia kini sama seperti Bo Chil, Dewa Raja Tinggi ⭐ 3 Puncak.
“Aku akan membalas apa yang telah kau perbuat kepada adikku dulu,” kata Ling Wei dengan dingin.
__ADS_1