Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menginap di Kota dan Han Chi.


__ADS_3

Saat Bai An dan yang lain memasuki Kota, mereka dapat melihat jika para warga tidak peduli terhadap kedatangan mereka.


Bai An dan yang lain terus berjalan dan mengikuti arahan Bai Luan yang mengetahui dimana tempat penginapan berada.


Saat mereka sampai, Bai Luan mengatakan "Ini dulu adalah penginapan milik Bangsawan Han, tapi sekarang mungkin menjadi milik Bangsawan Shi!"


Bai An mengangguk saat mendengar penjelasan Bai Luan yang terlihat tenang, namun jauh didalam lubuk hati Bai Luan ia sedang membara ingin sekali membantai habis Bangsawan Shi dan para sekutu yang ikut andil dalam memusnahkan Bangsawan Han termasuk orang tua angkatnya.


"Akan ada saatnya tiba, jadi bersabarlah Luan'er!" ucap Bai An menenangkan.


"Baik Guru!" jawab Bai Luan dengan tegas.


Mereka lalu masuk kedalam dan melihat banyak sekali orang-orang yang sedang makan malam.


Orang-orang yang sedang asik makan melirik ke arah pintu masuk dan melihat empat orang memasuki penginapan, tak lama mereka semua meneteskan air liur saat melihat dua wanita yang seperti Dewi sedang bersama dua pria muda, namun entah kenapa semua dari yang melihat keempat orang tersebut belum ada yang berani bertindak, tidak ada yang mengetahui penyebabnya.


Saat ini Bai An langsung menuju ketempat pelayan responsif berada.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda!" ucap pelayan tersebut malu-malu karena melihat ketampanan Bai An yang melebihi kata wajar.


Yue'er langsung melototi pelayan tersebut dengan dingin, itu membuat pelayan wanita itu bergetar ketakutan.


Bai An hanya menggeleng melihat sifat Yue'er, "Aku butuh 4 kamar terbaik kalian, berapa yang harus aku bayar?"


"Kamar VIP satu malam perkamar 5 koin emas tuan, jika empat kamar jadi 20 koin emas!" jawab pelayan itu dengan gugup karena takut kepada Yue'er yang dari tadi terus-menerus melotot ke arahnya.


Bai An langsung memberikan 25 koin emas, "Ambil sisanya untukmu!" ucap Bai An.


"Terimakasih Tuan Muda, lalu apa anda akan memesan makanan?" tanya pelayan itu bersemangat karena diberikan bonus, ia terlalu senang hingga melupakan rasa takutnya akibat di tatapi Yue'er.


"Nanti saja, kami ingin istirahat terlebih dulu!" jawab Bai An yang diangguki pelayan tersebut, lalu pelayan itu memberi empat kunci kepada Bai An.


"Nanti akan ada pelayan yang akan mengantar anda ke kamar Tuan Muda dan yang lain!"


Mendengar ucapan sang pelayan Bai An mengangguk lalu Bai An membagikan kunci tersebut kepada Yue'er, Luan'er dan Lin'er.

__ADS_1


Setelah membagi kunci kamar, seorang pelayan datang dengan menunduk agak takut, "Mari saya antar Tuan Muda dan Nona sekalian!" ucap pelayan pria tua tersebut.


Bai Luan kini sedang memperhatikan pelayan pria tua tersebut dengan teliti lalu matanya langsung melotot.


Menyadari tingkah Bai Luan, Bai An dengan cepat menyuruh pelayan pria tua mengantar mereka.


"Ayo antar kami ke kamar!"


"Baik!"


Mereka lalu berjalan, kini tingkah Bai Luan terlihat gelisah, Bai An, Yue'er, dan Lin'er menyadari itu lalu Lin'er ingin bertanya namun dihalangi Bai An.


Tak lama mereka sampai ke tujuan, Bai Luan tanpa basa-basi menarik pria tua itu masuk kedalam, terlihat pria itu memberontak namun tetap tidak bisa melawan, jadi ia hanya pasrah saja.


Bai An dan kedua perempuan mengikuti masuk ke kamar Bai An.


"Tu... Tuan apa salah saya?" ucap pria tua itu bergetar ketakutan.


"Ini aku Ayah, Luan'er. Apa kau tidak bisa mengenaliku?" tanya Bai Luan kini dengan mata berkaca-kaca.


Pria tua itu kini bergetar tidak percaya melihat pria muda tampan dan terlihat lebih dewasa dari saat mereka berpisah, sehingga ia tidak bisa mengenali Bai Luan karena terlalu banyak perubahan pada putra angkatnya tersebut.


Bai Luan hanya mengangguk, "Benar ini putramu Ayah, aku berhasil selamat dari sekte walau tanganku sempat terpotong. Namun aku bertemu seseorang yang menjadi guruku sekarang dan membuatku kuat dan banyak perubahan, bahkan tanganku yang terpotong pun bisa ia tumbuhkan lagi!" ucap Bai Luan bangga.


Bai An dan yang lain menggeleng kepala, saat-saat seperti ini ia masih saja memperkenalkan Bai An dengan bangga.


Pria tua itu diam mencerna kata-kata putranya tersebut, ia meneliti kekuatan putranya namun tidak bisa.


"Ayah tidak bisa melihat tingkat kultivasimu Luan'er, kenapa bisa?" tanya pria tua tersebut dengan heran.


"Itu karena aku jauh lebih kuat dari Ayah!"


Mendengar jawaban Bai Luan, membuat pria tua atau Han Chi tersebut tercengang, ia tidak percaya akan ucapan putranya hingga mencoba meneliti tingkat kultivasi putranya lagi namun tidak bisa, jadi ia hanya menghela nafas.


"Ayah bagaimana Ayah bisa selamat dan bagaimana bisa Ayah menjadi pelayan disini?"

__ADS_1


"Huuuf itu karena kita ditangkap dan kultivasiku kau bisa lihat mereka melumpuhkannya dan menjadikanku budak disini!"


Mendengar itu membuat Bai Luan sangat marah dan ingin langsung pergi membantai orang-orang Bangsawan Han, begitu juga dengan Shen Linlin, tapi saat mendengar suara Bai An mereka langsung menunduk.


"Tahanlah, dengar dulu cerita Ayahmu sampai selesai Luan'er!" Tegas Bai An.


Han Chi langsung ternganga melihat putranya patuh terhadap pria tampan yang terlihat lebih tua dari putranya tersebut, ia penasaran siapa orang didepannya.


"Siapa Tuan Muda ini Luan'er?" Tanya Han Chi dengan sopan.


"Dia Guruku yang tadi aku ceritakan Ayah, Ayah pasti tidak akan percaya kan, hehe jika Guru mau, ia bisa menghancurkan seluruh daratan tempat kita berpijak ini ayah!"


Mendengar jawaban anaknya yang sangat bangga sekali terhadap Bai An, dan melebih-lebihkan gurunya tersebut, tentu saja ia tak akan pernah mau percaya.


Bai An melihat kelakuan Bai Luan begitu hanya menggeleng lalu menghela nafas, "Sudah jangan melebih-lebihkan Luan'er atau Guru akan menghukum mu!" "Oh ya paman bisa lanjutkan cerita anda?" ucap Bai An terhadap Bai Luan dan Han Chi.


Bai Luan langsung tegang lalu menunduk malu, ia tersadar akan kelakuannya ini terlalu berlebihan jadi ia sangat malu saat menyadarinya.


Sedangkan Han Chi mengangguk, lalu menceritakan semuanya kepada Bai Luan, Bai An dan kedua perempuan cantik tersebut.


Saat Han Chi selesai bercerita, Bai Luan yang dari tadi terlihat selalu menahan amarah kini mukanya memerah padam dan sangat ingin menyelamatkan ibu angkatnya yang dipenjarakan dan akan dijual sebagai budak.


Bai An kini sedang berpikir dengan memegang dagunya, setelah mendapat ide ia lalu melihat Han Chi dengan teliti lalu berkata, "Paman, apa anda ingin menjadi seorang kultivator lagi?"


Mendengar pertanyaan Bai An, Han Chi heran tapi tetap menjawab, "Tentu saja Tuan Muda, siapa yang tidak ingin, tapi kan saya telah lumpuh!"


Bai An mengangguk, "Tenang saja kalau masalah itu aku bisa menyembuhkannya, bahkan membuat paman lebih kuat dari tingkat kultivasi paman sebelumnya yang hanya berada pada ranah raja awal!"


Han Chi ternganga, bagaimana bisa Tuan Muda ini tahu pikirnya dalam hati, sekarang ia jadi sedikit percaya akan kata-kata putra angkatnya yang tadi ia ceritakan.


Dengan cepat Han Chi mengangguk, "Saya mau Tuan Muda, kapan anda menyembuhkan saya dan membuat saya lebih kuat lagi?" seru Han Chi tidak sabar.


Bai Luan yang dari tadi penasaran apa yang direncanakan Gurunya tersebut begitu pula Lin'er, sedangkan Yue'er hanya diam saja.


"Guru jadi apa yang guru rencanakan, kenapa Ayah harus disembuhkan terlebih dulu? bukannya menyelamatkan para budak?" tanya Bai Luan.

__ADS_1


__ADS_2