Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Penipu Ulung Tingkat Tinggi


__ADS_3

Glek..!!


Dengan terpaksa Kedua patriark tersebut mengangguk dengan patuh.


Untuk membunuh semua pengkhianat tentu saja mereka berdua sangat ingin, karena mereka juga sangat membenci pengkhianat apalagi mereka berkhianat kepada Kaisar Dewa Kegelapan.


Tapi menyuruh semua anggota klan mereka ikut berperang, jika mereka mati semua itu sama saja dengan menghancurkan masa depan klan mereka.


Bai An yang kini melihat mereka berdua mengangguk langsung berkata. “Baiklah karena kalian berdua setuju, buka punggung kalian karena tentu saja aku masih belum percaya ucapan kalian. Jadi aku harus memasang segel budak.”


Kedua patriark tersebut langsung melongo. Mereka seperti di bodohi oleh Bai An, itu sama saja mereka dengan bersedia menjadi pengikut Bai An jika di pasangkan segel budak.


Saat Patriark Monster Rubah ingin menuntut, ia langsung diam saat melihat sekilas cahaya di mata Bai An dari balik tudungnya.


“Baiklah saya setuju,” ucap Patriark Monster Rubah sedikit enggan.


Melihat Patriark Monster Rubah setuju, mau tidak mau Patriark Iblis Kelelawar juga ikut setuju, karena jika ia sendiri yang tidak setuju. Nasibnya mungkin akan malang. Itulah yang ada di pikiran Patriark Iblis Kelelawar.


Bai An langsung tersenyum karena target keduanya bukanlah harta rampasan. Tapi memperbudak semua para ahli suci yang ada di sini.


Setelah itu, Bai An langsung memasang segel budak kepada mereka semua yang mau tunduk kepadanya.


Setelah selesai, Patriark Monster Rubah yang bernama Yao Ren langsung maju dengan hormat dan sedikit ragu-ragu.


Menyadari keraguan Yao Ren. Bai An langsung berkata. “Katakanlah apa yang ingin kau utarakan sebelum kita kembali ke tempat masing-masing.”


“Itu Tuan, apakah untuk harta ku. Apakah boleh aku tidak memberikannya kepada Tuan? Karena kami membutuhkannya juga.” Tanya Patriark Yao Ren dengan hati-hati.


“Tentu saja, kalian sekarang bawahanku, aku tidak ingin memperlambat tingkat kultivasi kalian semua. Kalian juga akan aku bagikan beberapa hasil harta rampasan,” kata Bai An dengan santai. Kemudian ia melihat semua orang dan menambahkan. “Apakah ada lagi yang ingin kalian tanyakan? Maka tanyakanlah sebelum aku kembali ke Kota Netral.”


“Hmm,, itu, bolehkah saya melihat wajah Tuan? Agar kami tahu rupa wajah Tuan kami.” Tanya Raja Kerajaan Manusia yang bernama Ming Rei.


Bai An langsung menggeleng. “Untuk saat ini kalian belum boleh melihat wajahku yang sebenarnya. Akan ada saatnya nanti pada waktu yang tepat kalian dapat melihatnya. Ini juga untuk kebaikan kalian dan kebaikanku, karena aku takut akan ada sesuatu yang tidak di inginkan.” Jawab Bai An santai.


Semua bawahan baru Bai An langsung mengerti maksud Bai An. Mereka langsung mengangguk patuh.

__ADS_1


Setelah mengobrol beberapa saat. Semua orang kembali ke tempat mereka masing-masing. Bai An juga memberikan mereka beberapa rencana dan masukan untuk mengetahui dan menghadapi para pengkhianat di klan mereka masing-masing.


Kini yang berada di tempat tersebut hanya Bai An, Jing Ling, Tu Long, De Cang, Gong Tanru dan Han Lili.


“Baiklah saatnya kita kembali ke penginapan malam dan merencanakan memusnahkan sisa-sisa pengikut Kaisar Dewa Kegelapan di Kota Netral,” kata Bai An sedikit menyeringai.


Lalu tangan Bai An bergerak sangat cepat dan menutupi tubuh semua orang dengan energinya. Bai An kemudian melesat dengan kecepatan penuh.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah sampai gerbang Kota Netral. De Cang langsung maju lebih dulu untuk membuka jalan agar tidak terjadi masalah.


Setelah masuk mereka langsung ke penginapan malam.


Beberapa menit kemudian, kini Bai An dan semua bawahannya sedang berkumpul bersama.


Bai An langsung menyuruh De Cang dan Fu Chen untuk memperluas kekuasaan di kota ini.


Bai An juga menyuruh De Cang menandai para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan dan nanti Tu Long, Hong Chu dan Hei Niu yang akan bertugas membunuh mereka.


Untuk masalah Penguasa Kota, Bai An yang akan mengurusnya. Tapi untuk para pejabat kota, Bai An menyerahkannya kepada De Cang dan Fu Chen.


De Cang, Fu Chen, Tu Long, Hong Chu, Hei Niu langsung mengangguk dengan semangat.


Saat mereka bicara, Zi Yiu, Jing Ling dan Han Lili yang di paksa menjadi pelayan penginapan malam langsung datang membawa beberapa makan malam.


Terlihat Han Lili dengan mata berbinar saat menatap Bai An yang masih mengenakan tudung kepala. Tapi Jing Ling selalu menindas Han Lili sehingga ia tidak bisa melakukan apa-apa.


Setelah itu mereka mulai makan malam bersama dan minum arak seperti biasa dan Tu Long selalu membuat orang mulai tertawa dengan sifatnya yang congak.


Sementara jauh dari Kota Netral. Para bawahan baru Bai An kini sudah kembali dengan wajah bahagia karena mendapatkan bagian dari hasil harta rampasan.


Patriark Monster Rubah kini dengan cepat masuk ke dalam kediamannya.

__ADS_1


Tap tap..!!


Setelah masuk ia langsung memeriksa isi cincin pemberian Bai An. Saat ia melihat isinya wajahnya langsung berubah menjadi sangat jelek.


Memang benar apa yang di katakan oleh Bai An bahwa mereka akan mendapatkan banyak sumberdaya dari hasil rampasan.


Tapi..!!


Semua harta tersebut isinya tidak bisa ia gunakan atau bisa di sebut sebagai sampah. Bagaimana tidak, isinya hanya pedang tingkat 9 Awal paling tinggi, baju jirah prajurit, pil penyembuh tingkat 10, pil kultivasi tingkat 10, beberapa herbal penyembuh, semuanya hanya untuk prajurit tingkat rendah yang setara Dewa Penguasa. Bahkan semua ini sangat tidak cocok untuk para prajurit tingkat setengah Dewa.


Sama halnya dengan Patriark Iblis Kelelawar, raut wajahnya bahkan jauh lebih jelek. Pasalnya ia sengaja memperlihatkan hasil rampasan tersebut kepada semua anggota klannya. Betapa malunya dirinya saat ini.


Bahkan beberapa dari tetua yang ada disana sampai menutup mulut mereka karena menahan tawa.


Sementara untuk Raja Kerajaan Manusia Ming Ren, ia terlihat biasa saja. Bahkan ada sesikit kebahagian di wajahnya. Karena rasnya yaitu manusia memiliki prajurit paling lemah dan ia kebetulan membutuhkan semua yang di berikan Bai An kepadanya.


Dan untuk para ahli suci, wajah mereka hanya tersenyum pahit saja. Mereka sudah menduga jika hasil rampasan yang di berikan oleh Bai An pasti tidak akan berguna bagi mereka. Jadi mereka memberikannya kepada yang membutuhkan untuk menghormati pemberian Bai An.


Kembali ke penginapan malam.


Bai An kini tiba-tiba saja tersenyum di balik tudungnya. Mungkin Bai An telah menduga jika para bahawan barunya saat ini sedang melihat hasil jarahan yang ia berikan sehingga ia tiba-tiba tersenyum sambil memainkan cincin penyimpanan yang kini ada di tangannya.


Sebenarnya semua yang Bai An berikan itu adalah hasil rampasannya saat ia berada di dunia Heavenly Chaos, untuk hasil rampasan tadi saat bertarung atau pembantaian yang ia lakukan tidak ia berikan karena Bai An masih belum mempercayai mereka walau sudah di pasang segel budak.


Bai An selalu berhati-hati saat memilih bawahan, walau tidak pernah terlihat kehati-hatiannya di depan semua orang. Karena ia selalu pintar menutupinya dengan sedikit kepolosan dan sedikit bercanda.


Hanya Jing Ling dan Gong Tanru yang bisa menyadari hal tersebut. Jing Ling tahu karena ia juga pandai bersandiwara, sedangkan Gong Tanru tahu karena sifatnya tak kalah jauh dari ayahnya Bai Chen.


..._________...


Jangan lupa mampir ke “Novel Baru” Author ya?


Untuk cerita LRPD Author mungkin tidak akan menampilkan Bai An lagi 2 atau 3 chapter karena Author akan menampilkan perjalanan para saudara Bai An yang ikut berpetualang di dunia yang berbeda juga.


Terimakasih. 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2