
Jika para saudara Bai An melihat seringai Bai An, Duan Du, Tu Long dan Xiong Zai, mereka akan tahu jika akan terjadi pembantaian.
“Siapa yang akan turun kali ini?” Tanya Bai An melirik ke arah keempatnya.
“Aku..!”
“Aku..!”
“Aku..!”
“Aku..!”
Duan Du, Tu Long, Xiong Zai, bahkan Hong Ti yang baru bergabung di kelompok mereka ikut mengangkat tangan dengan semangat.
Namun saat melihat tatapan mengerikan mata Duan Du, Tu Long dan Xiong Zai.
Hong Ti seketika menurunkan tangannya berkata dengan nada rendah. “Aku lebih baik menonton saja.”
Mendengar itu, Duan Du, Tu Long dan Xiong Zai kini saling menatap dengan intens layaknya musuh.
Melihat tidak ada yang mau mengalah, Bai An langsung melirik ke arah salah satu ruang, disana ada sembunyi seorang yang Bai An kenal.
Bai An sebenarnya sudah menyadarinya dari awal, namun Bai An hanya diam saja membiarkan orang tersebut memainkan perannya.
Orang tersebut tak lain We Lian.
Bai An terkekeh kecil lalu melirik ke arah Tu Long.
“Tu Long, kau akan melawan Tuan muda We itu, sementara kalian berdua akan suit, yang menang akan melawan She Yin,” kata Bai An dengan nada serius.
Mendengar itu, wajah Tu Long seketika sangat jelek, karena ia merasa melawan semut, hanya dengan lambaian tangan ia yakin akan menang.
Saat Tu Long ingin mengajukan protes, terdengar suara Duan Du dan Xiong Zai.
“Setuju..!!”
Setelah itu tanpa menunggu waktu lama Duan Du dan Xiong Zai suit.
Seketika Duan Du menang, hal itu tidak membuat Xiong Zai marah, melainkan tersenyum lalu pergi, “Aku akan melawan bayangan hitam yang tadi pergi,” kata Xiong Zai dengan nada mengejek ke arah Tu Long.
Tu Long ingin mengejar namun Bai An langsung menatapnya sambil berkata. “Aku yakin kau akan tahu saat melawan Tuan muda We itu nanti dan itu akan membangkitkan semangat bertarungmu.”
Walaupun Tu Long tak mengerti, Duan Du yang mendengar langsung menatap ke arah We Lian dengan seksama, namun ia tidak menemukan ada yang spesial.
Namun beberapa saat mata Duan Du melotot saat We Lian tersenyum ke arah dirinya.
__ADS_1
“Orang ini tidak biasa, aku jadi ingin mencoba melawannya, apalagi ia bisa menyadari keberadaan kita,” kata Duan Du.
Mendengar itu Tu Long yang cemberut setiap saat, kini menatap ke arah We Lian, tanpa basa basi ia langsung melesat ke arah We Lian karena takut di dahului oleh Duan Du.
Duan Du yang melihat itu melirik ke arah Bai An. “Kakak,, apa kau menyadari dari awal jika We Lian ini sebenarnya telah menyadari keberadaan kita dari awal bersembunyi di sini?”
Bai An mengangguk santai saat mendengar pertanyaan Duan Du.
Duan Du langsung melesat ke arah She Yin.
Wuss..!!
Dalam sekejap Duan Du muncul di depan She Yin sambil menembakkan telunjuk jarinya.
Wuss..!!
Crash..!!
Tanpa perlawanan She Yin merasa kaku saat ingatannya di ambil oleh Duan Du.
Setelah itu Duan Du meraung dalam hati saat tahu yang membuat Shen Linlin ingatannya di segel lalu di jual ke rumah bordil.
Dengan cepat tangan Duan Du terayun, entah kapan sebuah pedang muncul di tangan Duan Du, namun pedang ini adalah pedang yang Bai An dapatkan di Alam Semesta Inti.
Crash..!!
Teriak jeritan wanita langsung menggema di kediaman We Lian.
Orang-orang yang asik tidur seketika bangun, namun saat ingin pergi ke lokasi asal teriakan, mereka merasakan tubuh mereka terasa berat hingga jatuh dengan tubuh tak utuh.
Orang membunuh seisi kediaman We Lian tak lain Bai An, Bai An terlihat cukup sadis karena ia membunuh wanita juga, entah mengapa Bai An membunuh mereka, jawabannya sebentar lagi akan terjawab.
Duan Du kini terlihat marah besar, ia tanpa segan lagi menyiksa She Yin dan menelanjanginya, jiwa She Yin kini di siksa.
Hal itu membuat She Yin merasa ia lebih baik mati, terlebih ia tak tahu siapa orang yang menyiksanya ini.
Yang She Yin tahu jika orang ini menurutnya setara atau lebih kuat dari Tuan Ling Qie.
“Aku akan menyiksa jiwamu seumur hidup, aku tak akan membiarkanmu mati dan yang ada hanyalsh penyiksaan.” Kata Duan Du dengan nada dingin.
Saat She Yin ingin mengatakan sesuatu, Duan Du sudah lebih dulu menarik jiwanya lalu memasukkannya ke dalam Dunia Jiwanya.
Duan Du telah bisa membentuk Dunia Jiwa sendiri saat ia berada di Alam Semesta Inti.
Setelah memasukkan jiwa She Yin, Duan Du menyuruh hewan buas peliharaannya menyiksa She Yin, hewan peliharaan Duan Du telah lama tinggal di dunia jiwanya semenjak Duan Du sampai kesini.
__ADS_1
Kini Duan Du menghilang lalu muncul di samping Bai An sambil berkata. “Maafkan aku jika lepas kendali kak.”
Bai An melambaikan tangannya. “Aku juga ikut marah saat merasakan kesedihanmu, terlebih aku tahu kau melihat keadaan keluargaku, dan untuk saat ini aku tak ingin melihatnya dari ingatanmu karena aku tak ingin merusak alam dewa ini karena keegoisanku, terlebih disini banyak sekali orang yang tidak bersalah.”
Duan Du langsung mengangguk lalu menatap tajam ke arah pertarungan Tu Long dan We Lian.
Mata Duan Du melotot saat melihat kekuatan We Lian yang sebenarnya.
Saat ini We Lian tersenyum menyeringai ke arah Tu Long.
Tu Long juga tak kalah menyeringai, saat ini ia masih main-main dan ia belum menggunakan 2% persen kekuatannya, jika ia menggunakan 2% persen kekuatannya maka ia yakin We Lian akan kalah menurutnya.
Tu Long langsung muncul di depan We Lian sambil mengayunkan cakarnya ke arah muka We Lian.
We Lian dengan cepat memiringkan kepalanya, namun tangan Tu Long dengan cepat mengejar kepala We Lian hingga We Lian mau tak mau harus mundur.
Saat We Lian mundur, sebuah kaki melesat lebih dulu.
Bam..!!
Namun dengan cekatan tangan We Lian menahan tendangan Tu Long.
Tapi tetap saja We Lian terpental akibat tendangan Tu Long.
Duar..!!
Tubuh We Lian menabrak dinding kediamannya hingga hancur.
Bukannya takut atau memasang wajah marah, We Lian malah tertawa.
“Hahahaha,, inilah yang aku suka, ayo kita bertarung sampai puas,” teriak We Lian sambil tertawa menikmati setiap luka di tubuhnya.
Tu Long yang melihat itu tidak heran sama sekali, karena ia dapat merasakan jika We Lian sama dengan dirinya yang suka akan pertarungan dan menikmatinya.
“Haha,, aku suka semangatmu anak muda, ayo kita lanjutkan lagi dan buat aku merasakan nikmatnya pertarungan,” kata Tu Long langsung menghilang.
Hal itu membuat We Lian langsung waspada karena ia merasakan Tu Long serius dalam pertarungan ini.
Namun ia tak tahu jika sampai saat ini Tu Long masih bermain-main.
Tu Long muncul sambil mengayunkan cakarnya yang di lapisi energi kekuatan 2% persen.
Dengan cepat We Lian menyilang tangannya untuk menahan cakar Tu Long yang sengaja mengarah ke wajahnya.
Crash..!!
__ADS_1
Tubuh We Lian langsung melayang dan memperlihatkan wajah aslinya.