
Bai An di belakang penasaran dengan tingkah Tu Long langsung bertanya. “Ada apa Tu Long?”
“Aku merasakan ada energi yang kuat di sekitar pulau ini. Tapi entah kenapa aku tidak bisa merasakan energi tersebut dengan jelas karena ia kadang terasa ada, kadang menghilang,” kata Tu Long sambil tetap melesat, kepalanya mengarah ke samping melihat keadaan sekitar.
Bai An tiba-tiba tersenyum tipis tapi hanya sesaat, sehingga Tu Long tidak bisa melihatnya.
Ternyata dugaan Bai An tentang pulau ini menyembunyikan sesuatu yang beharga benar. Makanya Penguasa Liu Wang, Hongcun dan Pemimpin Teratai Hitam sangat menginginkannya. Apalagi Bai An juga ikut merasakan energi tersebut saat ia melawan Jendral Besar dan para assasins beberapa saat lalu.
Mereka terus melesat ke arah barat. Lokasi yang mereka tuju lumayan jauh, karena Bai An merasakan aura Penguasa Hongcun juga cukup jauh dari tempat mereka berhenti tadi.
***
Di tempat Long Yuan.
Saat ia mendapat pesan suara dari Bai An. Ia langsung bergerak cepat untuk mengabari yang lain.
Tak menunggu lama. Long Yuan, Pixiu, Jing Xan, Tang Rou, Tang De, Xio Ren, Xio Ron dan Xio Dan sudah berkumpul di kediaman Walikota Tang Rou.
“Apa kalian sudah mengumpulkan pasukan yang terkuat?” Tanya Long Yuan kepada Tang Rou dan Xio Ren.
Mereka berdua langsung mengangguk. “Sudah Tuan Yuan, kelompok kami juga bergabung dengan budak Tuan muda Bai dari berbagai klan, kami mengetahui ini dari Xio Dan, karena ia sempat di beritahu oleh Tuan muda Bai.” Jawab Xio Ren dengan jujur dan tegas.
“Baiklah, kalian bisa bergerak secara bertahap. Masing-masing 20 kelompok agar tidak mengundang kecurigaan pihak mata-mata.”
Setelah Long Yuan mengatakan hal tersebut. Semua Xio Ren, Xio Ron dan Xio Dan langsung bergerak. Termasuk Jendral Tang De langsung bergerak bersama prajurit elitnya.
“Jing Xan, kau tinggal di sini untuk melihat keadaan. Jangan sampai kecolongan, karena aku takut ini pancingan musuh agar kita keluar sehingga bisa menguasai kota ini beserta para penduduk sebagai sandera.” Kata Long Yuan dengan serius.
Jing Xan mengangguk dengan tegas. “Aku mengerti ayah angkat,” kata Jing Xan melalui telepati.
Long Yuan mengangguk, lalu melihat Jing Xan menghilang.
Kini Long Yuan melirik Pixiu dan Tang Rou. “Dimana saudara Lang Zai?”, tanya Long Yuan baru sadar.
“Apa kau lupa, ia sedang melatih Duan Du,” jawab Pixiu heran.
“Ah..!! Karena terlalu banyak pikiran aku jadi lupa,” jawab Long Yuan mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
“Bukannya karena kau banyak minum sehingga kau menghiraukan ucapan saudara Lang Zai tadi,” kata Pixiu dengan senyum mengejek.
He he he..!!
Long Yuan langsung cengengesan tidak tahu apa yang katakan untuk membuat alasan lagi, ia melirik Tang Rou.
“Tang Rou kau bisa pergi bersama saudara Lang Zai nanti. Aku sudah mengirim pesan telepati dan memberitahu semuanya. Jadi kau tinggal mendatanginya saja atau menunggu ia selesai melatih Duan Du.” Kata Long Yuan.
“Baiklah kalau begitu. Aku juga berencana membawa beberapa orang dari pihak Assosiasi Dunia, dan Assosiasi Senjata.” Kata Tang Rou.
“Baiklah kalau begitu kami berdua pergi dulu,” kata Long Yuan sambil melirik Pixiu yang mengangguk.
Tanpa menunggu jawaban dari Tang Rou, Long Yuan dan Pixiu langsung menghilang.
Melihat keduanya menghilang, Tang Rou ikut pergi ke tempat Jing Fu berada lebih dulu.
Sementara di tempat Lang Zai. Ia telah mendengar pesan suara dari Long Yuan. Tapi ia masih santai saja dan melihat Duan Du melawan 3 prajurit elit.
Duan Du kini memasang kuda kudanya, sambil memegang pedang terbuat dari kayu pilihan.
Sementara ketiga prajurit elit saling memandang tak lama mereka bertiga mengangguk, seperti berencana untuk menyelesaikan ini dengan cepat.
Ketiga prajurit langsung mengepung Duan Du, salah satunya langsung mengayunkan tombaknya.
“Hati-hati dengan seranganku Tuan muda,” teriak prajurit tersebut sambil mengayunkan tombaknya.
Duan Du langsung mengangguk sambil menatap tajam kemana arah tombak tersebut melesat. Setelah tahu, ia melirik ke kiri dan melihat prajurit yang membawa pedang siap menyergapnya.
Dengan cepat Duan Du maju menerjang melawan prajurit yang menyerangnya dengan tombak. Dengan lincah Duan Du ke kiri dan ke kanan untuk menghindari tombak tersebut. Lalu setelah ia merasa jangkauan pedangnya bisa mengenai musuh. Duan Du langsung mengayunkan pedangnya tanpa basa basi.
“Teknik pedang Naga Angin,”
“Tebasan kilat,” teriak Duan Du.
Dengan cepat prajurit bertombak tersebut melakukan pertahanan biasa.
Trank..!!
__ADS_1
Saat prajurit pedang akan menyerang Duan Du yang pokus ke satu musuh Lang Zai langsung berteriak.
“Cukup, kalian bertiga bisa istirahat dan bebas tugas sampai waktu aku memanggil kalian,” kata Lang Zai sambil melempar kantong berisi beberapa kristal dan tanaman herbal.
“Terimakasih Tuan Lang Zai,” teriak ketiga prajurit dengan semangat. Lalu dengan cepat pergi.
Lang Zai kini menatap Duan Du dengan tatapan tajam lalu berkata. “Apa kau tahu apa kesalahanmu?”
Duan Du menunduk lalu mengangguk malu. “Aku terlalu fokus ke satu musuh saja dan tidak ingat jika yang aku lawan adalah 3 musuh,” jawab Duan Du menggaruk kepalanya.
“Huuff..!! Untung kau masih kecil Nak, pelajari kesalahanmu ini. Jika kau ingin menjadi kuat seperti Kakak Bai, maka kau harus bersungguh-sungguh dalam berlatih. Jangan bermain seperti tadi.”
Duan Du hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Perasaan ia dari pertama berlatih telah bersungguh-sungguh. Tapi mengapa semua orang yang melatihnya selalu berkata ia main-main? Tentu saja ia bingung.
“Kau akan mengerti suatu saat nanti nak, jangan kecewakan Tuan muda Bai An yang mengangkatmu menjadi adiknya,” kata Lang Zai lalu menambahkan. “Kau bisa istirahat sekarang.”
Duan Du hanya mengangguk dan melihat jika Lang Zai telah menghilang. “Kenapa semua pengikut Kakak Bai aneh-aneh ya?”, gumam Duan Du. Lalu pergi ke tempat para prajurit penjaga kota untuk bermain-main.
Bukannya istirahat malah ia pergi bermain. Hal ini telah di ketahui oleh semua orang kecuali Bai An.
***
Sementara di tempat Bai An berada, ia kini sedang duduk santai bersama Tu Long.
Tidak jauh dari tempat Bai An dan Tu Long. Penguasa Hongcun, Panglima Liu Qiu 5 Jendral Besar duduk santai sambil merencanakan sesuatu.
Tepatnya ada 2 Jendral pengikut Penguasa Liu Wang dan 3 Jendral pengikut Penguasa Hongcun.
“Tu Long apakah kau yakin mereka tidak akan menyadari kita?” Tanya Bai An sedikit ragu.
“Kau duduk santai sambil mendengar apa rencana mereka saja Tuan muda, bila perlu keluarkan minuman bernama arak itu agar kita bisa mendengar rencana mereka sambil minum,” kata Tu Long sambil menggosok-gosok tangannya.
Bai An langsung mendengus. Tapi ia tetap mengeluarkan kendi berukuran besar berisi arak. Mata Tu Long langsung bersinar saat ia melihat itu. Dengan sabar Tu Long menunggu Bai An menuangkannya.
“Enak saja. Kau yang tuang, ini.” Kata Bai An sambil memberikan kendi arak dan satu gelas untuk Tu Long.
Tu Long hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Lalu mengambil dan menuangkan arak ke gelas Bai An sambil mendengar apa yang di bicarakan oleh Penguasa Hongcun, Liu Qiu dan yang lainnya.
__ADS_1
****
“Apakah kita akan menunggunya atau langsung berdiskusi saja Yang Mulia?”