Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menghadapi kesengsaraan prajurit petir terahir


__ADS_3

Mu Xia'er langsung cemberut, entah mengapa ia tidak suka dengan kata-kata terahir Bai An.


“Jangan panggil aku seperti itu, cukup Mu Xia'er atau Xia'er saja.”


Bai An yang melihat Mu Xia'er cemberut ia langsung tertawa kecil, “Baik lah Xia'er, jadi apa permintaan mu?" tanya Bai An sekali lagi.


Mu Xia'er langsung terlihat berpikir, tak lama ia tersenyum, “Cukup aku wanita terahir yang kau dekati, jika kau berani mencoba mendekati wanita lain untuk kau buat menjadi istri mu, maka,” Mu Xia'er langsung menggenggam erat tangannya lalu muncul Api Emas yang siap membakar Bai An sampai hangus.


“Ta,, Tapi, aku sudah mempunyai Yue'er juga, aku berjanji untuk menikahinya.” Bai An terlihat gugup saat ia mengatakan hal tersebut.


Mu Xia'er langsung tersenyum, “Kalau masalah itu kau tenang saja, kau tidak akan menikah dengan nya, untuk alasan_nya kau akan tahu saat kau pulang ke tempat Ayah dan Ibu mu berada.”


Bai An langsung mengerutkan keningnya, “Apa yang kau katakan tadi itu benar? Xai'er.” tanya Bai An memastikan.


“Hm,, Hm,, Aku berkata jujur, tapi aku tidak akan memberikan mu apa penyebab nya, kau akan tahu sendiri nanti saat kau pulang. Cukup itu saja yang kau tahu An Gege.” Mu Xia'er tersenyum malu-malu saat memanggil Bai An dengan panggilan akrab seperti itu.


Bai An langsung tersenyum pahit, “Ya sudah kalau kau tidak memberitahu, terus untuk permintaan kedua?” tanya Bai An kembali.


Mu Xia'er lagi-lagi berpikir terlebih dahulu, “Hmm, untuk permintaan kedua, ketiga, dan keempat, nanti saja kapan jika aku menginginkannya."


Bai An langsung mengangguk, lalu pandangannya ke atas, “Kenapa prajurit petir kesengsaraan ini seperti menunggu sesuatu dengan santai, bahkan ia terlihat seperti mempunyai jiwa?" tanya Bai An lalu menunjuk ke atas.


Mu Xia'er ingin mengatakan sesuatu, namun ia teringat sesuatu sehingga ia diam cukup lama dan memikirkan apa yang ia ajan katakan kepada Bai An.


“Mungkin untuk orang yang menjalani petir kesengsaraan kedua atau True God, akan di berikan waktu luang untuk memulihkan energinya, jadi bersiap-siap lah, aku yakin jika kau bisa melawan petir ke delapan dan kesembilan, dan jika kau bisa menyerap energi yang terpancar di petir tersebut, maka kau bisa naik tingkat An Gege, jadi semangatlah,”


Mu Xia'er tidak bisa memberitahu kebenaran tentang ini, jadi ia mencoba memberikannya semangat.


Bai An langsung mengangguk, pandangannya tetap ke arah prajurit petir tersebut. Tekadnya kini sudah bulat, ia ingin menjadi kuat untuk melindungi orang-orang yang berada di sekelilingnya, ia tidak ingin ada kejadian yang sama seperti Xiong Zai lagi.


“Aku siap,,!” teriak Bai An.


Ia langsung memposisikan dirinya untuk siap bertahan dan menyerang.


Seakan mengerti apa yang di ucapkan Bai An, tiba-tiba prajurit petir tersebut langsung berubah menjadi petir keemasan, ia langsung membuat pedang yang sangat besar.


Bai An yang melihat petir tersebut kini sudah mau menyerangnya tak mau kalah, ia langsung mengeluarkan pedang pemberian Ayahnya dan berteriak.


''Tebasan Sang Ashura,,''


Jdeerr,,

__ADS_1


Wuusshh,,


Duaarr,,


Serangan Bai An dan prajurit petir tersebut langsung beradu hingga menyebabkan ledakan dahsyat.


“Benteng Surgawai,”


Bai An langsung berteriak kembali untuk bertahan, saat melihat serangannya di hancurkan dan pedang petir tersebut kini terus melaju ke arah Bai An berdiri.


Bomm,,


Duar,,


“Seraplah energi yang terpancar dari sisa-sisa petir tersebut, jangan menghalanginya,” Mu Xia'er langsung berseru melalui telepati agar Bai An mengikuti intruksinya.


Bai An yang awalnya ingin menghalangi sisa serangan dari pedang yang terbuat dari petir tersebut kini menghilangkan penghalangnya dan membiarkan dirinya terkena sisa-sisa dari serangan petir tersebut.


Jderr,,


“Ukhh,, walaupun hanya sisa, ini masih sangat kuat dan menyakitkan,” gumam Bai An mencoba bertahan dan terus menyerap energi dari petir tersebut.


Bai An langsung bersila setelah ia melihat prajurit petir tersebut kini kembali bersantai dan seperti menunggu dirinya siap menjalani petir kesengsaraan terahir.


Wuusshh,,


Bang,,!


Bang,,!


Bang,,!


Bai An langsung naik tiga tingkat, kini ia telah berada di tingkat True God Puncak.


Bai An kini yang terpejam, secara perlahan membuka matanya, aura di sekitarnya langsung berhembus kencang.


Pancaran dari aura Bai An sungguh tekanan yang sangat kuat jika ada orang yang setara True God Puncak, maka mereka akan langsung menyerah jika mereka ingin bertarung dengan Bai An.


Pandangan pertama Bai An membuka mata adalah mencari Xia'er, setelah ia bertemu pandang, Bai An langsung tersenyum tulus, “Terimakasih,”


Satu kata tulus dari Bai An membuat Mu Xai'er gugup dan langsung menghilang, Bai An yang melihat Mu Xia'er tiba-tiba menghilang cukup heran.

__ADS_1


Tak lama, Mu Xia'er kembali dengan wajah biasa, namun masih ada bekas rona merah di pipi Mu Xia'er.


“Kamu kenapa?” tanya Bai An setelah ia melihat Mu Xia'er muncul.


“Tidak apa-apa, apakah kamu sudah siap? jika iya langsung jalani petir kesengsaraan terahirmu.”


Mu Xia'er langsung mengalihkan pembicaraan, ia sebenarnya ingin memukul kepala Bai An saat bertanya seperti itu, namun ia tidak tahu alasan apa yang ia buat untuk memukul Bai An.


“Hmm, aku ingin memulihkan diri dulu, apakah kau tidak lihat tubuh dan baju ku hangus,”


Mu Xia'er langsung mengalihkan pandangannya, tak lama ia menutup wajahnya. “Mesum, apa kau ingin ku hajar,” suara panik Mu Xia'er membuat Bai An terkekeh.


Entah mengapa, ia lebih menyukai sifat dari Mu Xia'er dari pada Yue'er, ini membuat hati Bai An lebih berwarna saat ia bersama Mu Xia'er, sikap nya juga ikut berubah, namun ia tidak ingin seperti ini di depan para saudaranya nanti.


Saat memikirkan itu, Bai An tersenyum kecil, Mu Xia'er juga mengetahui apa yang di pikirkan Bai An kini ia berpikir jahil.


Karena tidak ingin berlama-lama, Bai An langsung mangganti pakaiannya dan menyuruh Energi biru nya untuk mempercepat proses penyembuhan.


Tak lama, kini Bai An berdiri dan memandang ke arah prajurit yang terlihat berdiri dengan gagah siap menyambarnya kapan pun.


“Aku siap,”


Prajurit petir kini telah membuat 10 pedang dan 10 tombak, lalu tak lama ia melempar 10 tombak dan 10 pedang tersebut ke arah Bai An.


Bai An yang melihat itu langsung menggunakan teknik dan jurus terkuatnya.


''Pukulan Api Surgawi,,,''


''Tebasan Sang Ashura,,,''


''Tendang Naga bayangan ke 3 ,,,''


''Benteng Surgawi,,,''


''Dinding Dunia,,''


Jdeerr,,


Duar,,


“Ukkhh, sangat kuat, aku tidak bisa bertahan,” gumam Bai An.

__ADS_1


Bai An langsung terlempar keras menuju kebawah dasar laut.


Buurrr,,


__ADS_2