Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Sampai Ketempat Pixiu dan Huang Feng.


__ADS_3

"Sebentar lagi kita akan sampai dan menunggu diperbatasan sungai!"


Mendengar perkataan Bai An, semua orang menganggukkan kepala dan terus melesat di udara dengan kecepatan sedang karena mereka sebentar lagi akan sampai ditempat Pixiu dan Huang Feng menunggu mereka.


"Ayo kita berangkat, jangan sampai Tuan Muda menunggu," ucap Pixiu. Huang Feng langsung menganggukkan kepalanya dan melihat kebelakang, beberapa orang akan mengikutinya untuk menyambut Bai An.


Huang Feng juga memberitahu agar tidak bicara yang tidak-tidak dan ia juga memberitahu Tuan Muda mereka seperti orang biasa karena ia menyegel energi Qi nya, tapi jangan meremehkan tubuh fisiknya karena hanya dengan tubuh fisiknya cukup untuk membunuh ribuan dari mereka.


Saat Huang Feng bercerita banyak tentang Bai An. Mereka semua menelan iar liur mereka sendiri, karena tak ingin berlama-lama. Huang Feng, Pixiu, Bon Dan dan ketua bandit maupun perampok lainnya langsung berangkat ke tempat yang mereka janjikan.


Saat Pixiu telah sampai ia menghela nafas karena Bai An belum sampai, ia takut jika Bai An sampai dan menunggu mereka. Jika itu terjadi maka ia akan malu pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. Begitupun dengan Huang Feng, ia juga terlihat menghela nafas.


Beberapa menit setelah mereka sampai, mereka merasakan aura Tuan Muda mereka walaupun sudah disegel mereka tetap merasakan aura yang cukup menekan. Sedangkan untuk Bon Dan dan yang lainnya tidak dapat merasakannya karena mereka masih di Alam Fana.


Wuuuusssshhhh...


Wuuussshhh...


Wuussshhh...


Wuuussshhh...


Terlihat Bai An yang disusul Yue'er lalu Bai Luan dan Lin'er mendarat di depan Pixiu, Huang Feng, dan yang lainnya.

__ADS_1


"Tuan Muda!"


Terdengar mereka semua berseru serempak menyambut Bai An.


"Jangan terlalu formal Saudara Pixiu, Saudara Huang, kita semua adalah saudara!" balas Bai An tersenyum menawan membuat orang-orang yang di bawa Pixiu dan Huang Feng terpana karena ketampanan Bai An, mereka belum menyadari jika tiga orang yang bersama Bai An juga sungguh tampan dan cantik seperti seorang Dewi.


Huang Feng dan Pixiu tersenyum canggung lalu melirik ke arah Bai Luan yang terlihat sangat muda dan tingkat kultivasinya cukup mengerikan dan mereka langsung sadar jika anak tersebut adalah Bai Luan, murid dari Bai An yang pernah di ceritakan lewat pesan suara.


Menyadari tatapan ke dua saudaranya itu, Bai An tersenyum karena lupa memperkenalkan mereka.


"Oh ya saudara Pixiu dan Huang, ini adalah Bai Luan murid ku yang pernah aku ceritakan. Kalau yang ini namanya Xu Yue, dia adalah calon istriku dan yang terahir itu murid dari Saudara Lang Zai, Shen Linlin!"


Saat mendengar diri mereka diperkenalkan Bai An, mereka pun tersenyum lalu berkenalan.


Bon Dan dan semua bandit beserta para ketua perampok yang ikut tercengang saat mendengar itu, itu pun yang terlemah salah satu dari mereka, mendengar itu mereka semua menelan air liur mereka kembali.


Bai An hanya tersenyum melihat kelakuan semua orang di hadapannya ini.


"Baiklah ayo kita ke markas kalian, karena tidak baik kita hanya berdiri begini!" ucap Bai An memecah kesunyian mereka yang sedang melamun.


Pixiu dan Huang Feng tersenyum malu saat mendengar itu, karena betapa tidak sopan dirinya. Huang Feng langsung mengangguk, "Mari Tuan Muda!" ucap Huang Feng yang langsung di angguki Bai An.


Mereka semua lalu berangkat ke markas tempat Pixiu dan Huang Feng bernaung selama ini. Saat mereka sampai Bai An dapat melihat banyak sekali anak-anak yang pernah dijadikan budak dan pemuda yang seumuran dengannya berbaris dengan tubuh bergetar ketakutan, begitupun dengan anggota perampok dan bandit lainnya.

__ADS_1


Melihat hal tersebut Bai An langsung menatap Pixiu dan Huang Feng yang kini berdiri kaku saat melihat tatapan Bai An yang meminta penjelasan.


"Be... Begini Tuan Muda saya hanya tegas saja agar mereka semua tidak lembek dalam berlatih seperti kami saat dilatih oleh Tuan Bai!" Ucap Pixiu terbata-bata ia takut akan dimarahi Bai An dengan apa yang dilakukannya ini.


Sedangkan para mantan budak, anggota bandit, ketua bandit Bon Dan kini tertawa dalam hati melihat kedaian di depan mereka. Karena orang yang mereka takuti itu sedang sedang kepada pemuda yang disebut Tuan Muda olehnya.


Shen Bai tertawa melihat kelakuan Pixiu yang hanya dapat di dengar Bai An, sedangkan untuk Bai An hanya menghela nafas saja. Karena ia tahu apa yang dilakukan Pixiu ini adalah untuk kebaikan semua orang tapi beda ceritanya jika yang dilatih adalah seorang Alam Fana dan Alam Immortal.


Bai An langsung melirik orang-orang yang berkumpul didepannya lalu melirik Pixiu dan Huang Feng secara bersamaan. "Huuuf aku pribadi meminta maaf atas kelakuan kedua saudaraku kepada kalian semua, karena mereka berdua begini ingin kalian menjadi kuat dan dapat melindungi orang yang kalian sayangi atau menindak kejahatan. Tapi cara kedua saudaraku ini salah dalam melatih kalian semua jadi aku meminta maaf sekali lagi!" Ucap Bai An menunduk untuk meminta maaf.


Semua orang terpaku melihat itu, dengan cepat salah satu dari mantan budak maju, "Anda tidak perlu minta maaf Tuan Muda, karena ini juga pilihan kami dan Tuan Pixiu bersama Tuan Huang Feng juga menyuruh kami saat dibebaskan dulu dan memberitahu kalau pelatihan mereka sangat keras. Jadi anda tidak perlu meminta maaf."


Terdengar suara tegas pemuda itu yang dianggukan oleh yang lain hingga terjadi kegaduhan. Sedangkan Pixiu dan Huang Feng yang mendengar Bai An secara pribadi minta maaf, tubuh mereka bergetar keras karena kesalahan mereka Bai An sampai begini menunduk di hadapan banyak orang.


Saat Pixiu dan Huang Feng ingin bersujud didepan Bai An, sebuah aura menahan mereka. "Jangan sampai bersujud lagi seperti itu, atau aku akan marah besara Saudara Pixiu, Saudara Huang," ucap Bai An melalui telepati agar tidak dapat didengar oleh yang lain.


Saat mereka berdua ingin meminta maaf, "Jangan meminta maaf, karena aku tahu kalian berdua ingin semua orang menjadi yang terbaik, jadi jika kalian ingin meminta maaf. Kalian harus pahami jika Alam Fana dan Alam Immortal itu berbeda jadi pelatihan mereka pun berbeda."


Bai An menjeda kata-katanya lalu melirik orang-orang didepannya yang kini gaduh lalu menambahkan, "Jadi kalian berdua tahu apa yang kalian lakukan untuk latihan mereka kali ini!"


Pixiu dan Huang Feng kini paham dan menunduk agak malu, karena mereka kini baru teringat jika orang-orang ini hanyalah Alam Fana, bukan Alam Immortal. "Kami mengerti Tuan Muda." Ucap mereka bersamaan dengan suara yang tegas melalui telepati.


Setelah itu mereka semua berkumpul, berbincang-bincang sambil membakar beberapa Ayam, Kelinci, Ikan dan memakan buah-buahan, itu seperti sebuah pesta kecil bagi mereka.

__ADS_1


__ADS_2