
Tak lama berita tersebut menyebar dalam sekejap ke semua kota, bahkan ke daratan sebelah.
Saat ini dua orang berjubah putih muncul.
Wuss..!!
“Guru,” sapa Ling Dong langsung berlutut di hadapan gurunya.
Gurunya hanya mengangguk ringan sambil menatap ke arah atas.
Tak lama, terdengar sebuah suara.
“Kau tahu, jika aku terlambat sedikit saja datang tadi, mungkin kau akan mati,” kata Guru Ling Dong
Ling Dong yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya.
“Memang kenapa guru?, bukankah tingkat kultivasiku jauh lebih tinggi dari orang berjubah hitam itu, ya walau aku merasakan bahaya yang mengancam nyawaku tadi, tapi aku merasa kurang waspada saja.” Tanya Ling Dong keheranan.
Gurunya langsung menatap Ling Dong dengan dingin.
“Bukan orang yang kau lawan yang aku maksud, jika hanya dia mungkin aku sudah membunuhnya saat muncul tanpa harus melarikan diri seperti ini, tapi ada orang di belakangnya jauh lebih kuat dariku, aku juga dengan susah payah berusaha masuk dari segel hening yang ia buat. Sampai-sampai aku harus merelakan harta yang sudah lama aku simpan.” Dengus Guru Ling Dong.
Ling Dong langsung berkeringat dingin, ia tahu jika gurunya sudah marah, maka tamat sudah riwayatnya.
“Lain kali, jika bicara jagalah mulutmu itu, jika tidak guru tidak segan-segan menghukum mu walau kau murid kesayanganku,” kata guru Ling Dong dengan dingin.
“Ba.. Baik guru,” jawab Ling Dong.
“Baiklah, sekarang kau bisa pergi dengan membawa beberapa murid sekte untuk memburu anggota Klan Ling di dunia ini,” kata guru Ling Dong kemudian menghilang.
Ling Dong langsung menghela nafas lega saat melihat gurunya telah pergi.
Ling Dong langsung pergi ke sekte murid inti dan dalam.
Gurunya adalah seorang Master Sekte, dan dunia tempatnya ini tidak sama dengan dunia tempat Bai An berada.
Dunia tempat Ling Dong sekarang adalah dunia setengah dewa ketiga terkuat di seluruh dunia setengah dewa, bahkan dunia tempat Ling Dong berada di gadang-gadang akan merebut posisi kedua terkuat, karena saat ini kekuatan dunia tempat Ling Dong berada telah setara dengan dunia setengah dewa kedua terkuat.
Dari mana mengetahuinya, itu karena jumlah kultivator di setiap dunia setengah dewa, semakin banyak ahli dewa abadi, maka kekuatan dunia tersebut akan naik peringkat.
Bukan hanya itu saja, setiap 1000 tahun sekali akan ada pertarungan memperebutkan posisi dunia setengah dewa terkuat no 1 sampai 3.
Dan yang di perbolehkan mengikuti acara turnamen tersebut adalah jenius yang umurnya tidak boleh melebihi 5 juta tahun.
Kebetulan acara turnamen itu akan di tiba 5 tahun lagi dan di adakan tentunya di dunia setengah dewa terkuat no 1.
__ADS_1
Ling Dong juga di tugaskan mencari sisa-sisa klan Ling adalah untuk mencari sisa-sisa Energi Semesta yang kemungkinan ada di dalam tubuh para anggota klan Ling yang berhasil melarikan diri.
Hal ini juga yang menyebabkan Sekte yang di pimpin guru Ling Dong meningkat pesat hingga menjadi sekte terkuat di dunia tersebut, termasuk bisa setara dengan dunia setengah dewa kedua terkuat.
***
Wuss..!!
Tap tap..!!
Saat ini Bai An, Bai En, Duan Du dan yang lainnya berhenti di gerbang kota Chen.
“Ayo ikuti aku,” kata Duan Du langsung melesat.
Saat mereka melesat, semua orang langsung memberikan jalan bagi kelompok Bai An.
Tentu saja Bai An mengerti, karena saat ini mereka mengenakan jubah bertudung yang sama dengan kelompok pembantai.
Tap tap..!!
Duan Du langsung berhenti di depan penginapan Naga.
Saat ini penginapan Naga terlihat sangat ramai, Duan Du yang mengetahui apa penyebabnya hanya diam saja.
Saat Duan Du masuk.
Bai An yang melihat tingkah mereka cukup heran, tapi ia tak bertanya lebih lanjut.
Duan Du langsung membimbing Bai An dan yang lain naik ke lantai paling atas.
“Heh,, baru kali ini aku bertemu dengan orang yang mirip dirimu Tu Long,” kekeh Bai An melirik ke arah Bo Long yang sedang bersembunyi di balik bayang-bayang tembok.
Bai An mengetahui itu karena aura Bo Long yang terlihat bar-bar, ia terlihat selalu ingin bertarung.
Wuss..!!
Bo Long langsung muncul sambil melirik ke arah Duan Du.
Duan Du langsung mengangguk.
“Bo Long memberi hormat kepada Tuan muda,” sapa Bo Long.
Bai An melambaikan tangannya.
Sementara keempat anggota klan Bai yang berada di belakang heran. Tentu saja heran, seharusnya yang di hormati adalah Bai En.
__ADS_1
Tapi saat ini mereka selalu diam saja tanpa banyak tanya.
Hingga Ling Che langsung bertanya.
“Maaf jika saya kurang sopan Tuan muda,” kata Ling Che. “Jika boleh tahu siapa orang yang di samping Tuan muda?’ Tanya Ling Che melirik dengan sopan serta hati-hati ke arah Bai En lalu ke arah Bai An.
Bai En yang memakai tudung langsung membuka tudungnya.
Duan Du yang tidak pernah menyadari hal itu dari awal bertemu langsung melompat mundur, tentu saja ia terkejut, karena Bai En sangat mirip dengan Bai An.
“Eh eh,, ada apa ini, kenapa aku tidak tahu?” Tanya Duan Du.
“Heng..!! Tentu saja kau tidak tahu, kau terlalu fokus dengan harta jarahanmu,” dengus Tu Long.
Duan Du semakin heran hingga Bai An ikut membuka tudungnya.
Walau terlihat kembar, tapi jika di lihat dengan teliti maka Bai An lebih tinggi dan memiliki postur tubuh yang lebih kekar, wajahnya juga lebih bersih.
Duan Du langsung menganga.
“Kakak, apa kau mempunyai kembaran? Mengapa kau tidak cerita,” kata Duan Du bertanya dengan wajah cemberut.
Bai An dan Bai En hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu Bai En melirik ke arah klan Ling sambil berkata.
“Dia adalah adikku, tentu kalian ingat jika ibuku mengandung dulu itu adik keempatku jadi kalian tidak terlalu mengetahui adik kelimaku, dan dia adalah yang paling spesial.”
Bai An langsung menggeleng.
“Tidak ada yang spesial, kita semua keluarga dan harus saling melindungi apapun yang terjadi, tidak ada tinggi maupun rendah di antara sesama keluarga.”
Mendengar itu keempat anggota klan Ling tiba-tiba mengeluarkan air matanya.
Menurut keempat anggota klan Ling ini, kata-kata Bai An sangat mirip dengan kakek Bai An.
Hal itu juga yang membuat mereka tetap setia hingga mati sebagai bayarannya karena memegang teguh tali persaudaraan.
“Eh eh,, kakak, kau mempunyai kakak yang mirip denganmu, mengapa aku tidak tahu?” Tanya Duan Du dengan heran.
Tu Long yang mendengar pertanyaan itu kini sangat ingin memukul wajah Duan Du, sama halnya dengan Lang Zai dan Pixiu.
Sementara Bai An, Bai En dan yang lain hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah pura-pura Duan Du untuk mencairkan suasana.”
Untuk Bo Long ia kini membuka mulutnya cukup lama hingga tersadar.
Bagaimana ia tak terkejut, ia tentu sangat mengetahui klan Ling dulu di Alam Dewa, dan masa-masa kejayaannya hingga suatu hari hancur karena para pengkhianat.
__ADS_1
“Ehem..!! Bo Long, apakah yang lain masih belum selesai berkultivasi?”