Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pembagian Harta dari Bai Luan untuk Para Saudara Bai An di Benua Naga


__ADS_3

“Hmm,, aku ingin kalian mempersiapkan diri dari awal. Dengan terbukanya Aura mu dan Istrimu tadi. Aku yakin ada beberapa pengikut para Dewa yang sedang menyamar disini pasti akan melaporkan hal tersebut.” Kata Bai Luan.


“Aku rasa kau ada benarnya Ayah. Untung juga saat ini saudara Shen Bai tidak ada di sini. Jika ia tahu aku menyembunyikan kekuatanku bersama anak dan istriku. Ia pasti akan marah marah tidak jelas. Karena dulu aku bisa membantunya saat ia kesulitan,” kata Bai Chen.


“Ah benar juga. Kemana harimau nakal itu? Pantas saja saat pertama kali sampai kesini aku tidak melihatnya.” Tanya Bai Luan.


“Dia pergi ke Benua Atas mengantar anak angkatnya, sambil mencoba membantu mengusir orang dari Dunia Luar.” Jawab Bai Chen.


Tap tap..!!


Saat asik mengobrol. Datang beberapa orang yang Bai Luan kenal.


Mereka tidak lain. Huang Feng, Hei Long, Shen Linlin, Han Chi, Shi Ba, Yunxi, Xiao Lee Tan, Xiao Yi'er dan Xiao Wei.


Xiao Yi'er langsung menghampiri Cen Tian saat ia melihat Cen Tian sudah berada di sana. “Tian Gege, dari tadi aku mencarimu. Ternyata kau sudah ada di sini. Aku sempat takut kau kenapa-kenapa karena tadi ada aura yang mengerikan sedang beradu.” Xiao Yi'er langsung memeluk Cen Tian dengan perasaan khawatir.


Berbeda dengan Han Chi dan Shen Linlin. Han Chi menangis saat ia melihat Bai Luan. Untuk Shen Linlin ia kini menunduk malu malu saat melihat Bai Luan.


“Luan Gege,” terdengar suara Shen Linlin berhenti.


Bai Chen langsung menglongo. “Apa ayah menyukai anak anak?” Gumam Bai Chen dalam hati bertanya-tanya. Walau ia pernah di beritahu hubungan Shen Linlin dengan Bai Luan. Ia sempat tidak percaya, tapi sekarang ucapan Hei Long, Huang Feng dan Shen Bai benar adanya.


“Aku tahu apa yang ada di pikiranmu. Dulu aku tidak mengingat siapa diriku saat berhubungan dengan Lin'er. Tapi karena umurku sekarang juga setara dengannya. Mengapa harus malu bersama anak anak,” kata Bai Luan tersenyum melalui telepati kepada Bai Chen.


Bai Luan berjalan ke arah Shen Linlin lalu mengelus rambutnya. “Kau berubah banyak sekarang. Siapa yang mengubah sifat bar bar mu?” Tanya Bai Luan dengan polos.


Bibir Shen Linlin langsung berkedut-kedut saat mendengar itu.


Menyadari ia salah bicara. Bai Luan dengan cepat mengalihkan. “Kau semakin cantik Lin'er, lembut, aku menyukai itu.”


Wajah Shen Linlin langsung merona, walau ia tahu Bai Luan mengalihkan pembicaraan agar ia tidak marah. Tapi siapa yang tidak senang di bilang cantik oleh orang yang di cintai.


Setelah itu Bai Luan menatap ayah angkat. “Maafkan aku ayah,” kata Bai Luan menghampiri lalu memeluk Han Chi.


“Kau tidak salah, nak. Ayah yang salah karena tidak bisa menjagamu.” Jawab Han Chi menangis bahagia.

__ADS_1


Cukup lama mereka mengobrol. Untung Bai Luan dan Bai Chen memberitahu Cen Tian, Fang Liu dan Yue'er untuk tidak mengungkapkan identitas Bai Luan yang sebenarnya.


Saat ini mereka sedang makan bersama.


“Hmm Luan'er, apakah Tuan muda disana baik-baik saja?” Tanya Hei Long membuka suara pertama kali setelah selesai makan bersama.


“Ya..!! Guru sekarang sudah sangat kuat, bahkan hampir setara dengan Penguasa Di Dunia itu,” jawab Bai Luan menduga duga jika kekuatan Bai An kini meningkat lagi. Dan ternyata dugaannya hampir benar. Tapi untuk kekuatan Bai Luan salah.


Bai Luan tadi sempat menceritakan pertarungan Bai An dengan Klan Lee hingga terlempar ke dunia besar dan berpetualang disana.


Hei Long dan Huang Feng mengepalkan tangannya erat erat. Bertekad menjadi kuat agar bisa mengikuti Bai An sama seperti Long Yuan, Lang Zai dan Pixiu.


Saat Bai Luan bercerita lagi. Ia tersenyum karena melihat Ling Mei dan Bai Lin Yin mengintip dari jauh untuk mendengar pembicaraan mereka semua.


Sedangkan untuk Bai Yun, Bai Yan, Bai Shao, Bai Shan dan Bai Lian sudah lama pergi. Saat saudara Bai An datang mereka telah pergi.


Bai Chen hanya duduk santai menikmati tehnya. Saat ia di sekte atau ada Ling Mei. Bai Chen tidak berani meminum arak. Tapi saat di luar, ia sama seperti Bai An yang suka minum arak.


Kembali ke Bai Luan.


Ini adalah hasil jarahan Bai An saat menjarah Klan Lee dulu, dari senjata, pill, teknik gulungan, herbal, dan kristal tingkat rendah. Untuk kristal tingkat menengah dan kristal tingkat tinggi Bai An tidak memberikannya. Entah apa alasannya.


“Ini adalah kristal tingkat rendah. Kalian pasti tahu kegunaannya, selain di gunakan sebagai uang, ini juga bisa digunakan untuk berkultivasi. Kalian bagi rata saja karena itu pesan dari Guru.” Kata Bai Luan.


Cen Tian hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat Bai Luan dengan pandainya memanggil cucunya sebagai guru.


Mereka semua mengangguk lalu Hei Long dan Huang Feng dengan cepat membagikan harta tersebut.


“Hei, kalian berdua. Nanti saja mesra-mersaannya, cepat ambil bagian kalian,” kata Bai Luan sedikit iri melihat kemesraan Cen Tian dan Xio Yi'er.


Shen Linlin hanya cekikikan kecil saat melihat Bai Luan iri. Shen Linlin sebenarnya ingin juga begitu.Tapi ia malu melakukannya di depan Bai Chen. Karena ia adalah Leluhur Klan Bai sekaligus Leluhur Sekte Istana Naga.


15 menit berlalu. Kini semua orang telah kembali. Hanya Yue'er dan Shen Linlin yang belum kembali. Melihat keakraban kedua gadis tersebut. Bai Luan tersenyum hangat.


“Apa kalian tidak kembali dulu. Saat ini Leluhur Bai ingin membicarakan sesuatu kepadaku tentang Guru,” kata Bai Luan pura-pura sambil menghampiri kedua gadis tersebut.

__ADS_1


“Hmm,, Luan Gege, jangan lupa untuk menghampiriku nanti. Aku berada di tempat yang sama dengan para Penetua dan Patriark,” kata Shen Linlin berlari kecil bersama Yue'er yang hanya menggeleng kepalanya dari tadi.


“Chen'er, dimana cucu perempuanku Yin'er?” Tanya Bai Luan penasaran, karena ia tidak melihat gadis yang dulu paling kecil dan imut itu.


“Yin'er saat ini,” ucapan Bai Chen terpotong saat mendengar suara teriakan yang cukup menggema.


“Kakek, apakah ini kau.”


Wuss..!!


Dengan cepat Bai Yin melesat lalu memeluk Bai Luan.


“Kakek, dulu aku masih kecil dan tidak tahu wajahmu, tapi aku bisa merasakan aura mu sama dengan kakek. Jadi aku yakin kau adalah kakekku.”


Bai Yin memeluk Bai Luan dengan erat sambil ceplas ceplos tanpa menunggu jawaban dari Bai Luan.


“Semua wanita di keluarga Bai sama saja, tidak Bai Lin Xue, Ling Mei, Bai Lin Yin, sekarang Bai Yin,” gumam Bai Luan pasrah.


30 menit berlalu, barulah Bai Yin melepaskan pelukannya.


“Hehe, maafkan aku kakek jika aku cerewet. Itu karena aku merindukanmu.” Kata Bai Yin cengengesan sambil menodongkan tangannya.


“Apa?” Tanya Bai Luan heran.


“Tadi Tian'er memberitahuku kalau kau membawa harta titipan Adik kecilku yang sangat banyak. Jadi tentu saja aku menagihnya. Tidak mungkin bukan Adik kecilku tidak menitip barang beharga.” Kata Bai Yin dengan mata berbinar-benar.


“Kurang ajar kau Cen Tian,” teriak Bai Luan dalam hati.


“Huaaciihh..!!”


“Eeh.. Siapa yang mengutukku pagi pagi ya?” gumam Cen Tian terus berjalan ke kediamannya.


Kini wajah Bai Luan sangat jelek. Sedangkan Bai Chen langsung kabur sambil tertawa keras mengejek Bai Luan.


Untuk Ling Mei dan Bai Lin Yin tertawa terbahak-bahak bahagia saat melihat wajah Bai Luan lalu berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2