
Setelah Tu Long dan Hei Niu mendengar suara ledakan. Mereka berdua langsung tersenyum bahagia.
Itu karena Tuan muda mereka telah berhasil menerobos.
Tak lama kemudian suara langkah kaki terdengar.
Tap tap..!!
Cklek.!
Pintu kamar Bai An langsung terbuka, Terlihat wajah Bai An semakin dewasa dan tingginya kini bertambah beberapa senti.
“Apa kalian telah lama menunggu?” Tanya Bai An dengan senyum hangat.
“Tentu tidak Tuan muda, kami hanya duduk santai saja.” Jawab Tu Long sambil mengusap kepala botaknya. Lalu menambahkan. “Kenapa Tuan muda cepat sekali keluar? Apakah Tuan muda tidak menyetabilkan energi Tuan muda terlebih dahulu?” Tanya Tu Long.
“Sudah tidak perlu,” jawab Bai An.
“Hmm..!! Kekuatan kalian berdua meningkat begitu pesat, sungguh monster yang sesungguhnya,” kata Bai An memberi sanjungan.
“Hehe ini masih tidak seberapa dengan dirimu, aku ingin lebih kuat lagi agar bisa berdiri di sampingmu selamanya Tuan muda,” kekeh Tu Long kemudian berubah serius. Matanya sangat tajam menyiratkan bahwa ia memiliki tekad yang kuat agar bisa tetap berada di sisi Bai An.
Hei Niu juga ikut mengangguk. “Benar Tuan, aku juga harus lebih berusaha lagi untuk meningkatkan kekuatanku agar bisa menjadi tameng sekaligus pedangmu,” kata Hei Niu.
“Eeh,, memang kau menggunakan pedang?” Tanya Tu Long pura-pura bodoh.
“Itu hanya umpana saudara Tu bodoh,” teriak Hei Niu dengan kesal.
Seketika mereka bertiga tertawa bersama. Bai An ikut tertawa karena ia sangat bahagia mempunyai banyak saudara yang benar-benar tulus.
“Eeh.. Apakah lelang akan sudah lewat? Aku tidak tahu berapa lama kita berkultivasi,” tanya Bai An sambil melihat hari telah gelap.
“Acara lelang akan di mulai besok. Sebaiknya kita jalan-jalan Tuan muda, siapa tahu kita menemukan harta berjalan,” kekeh Tu Long.
Bai An yang mendengar itu langsung terkejut dalam hati. “Eeh kenapa ia sekarang berubah, apakah karena pengaruhku yang suka menjarah?” Gumam Bai An dalam hati bertanya-tanya.
Karena tidak ingin memikirkan hal yang tidak penting. Bai An mengangguk ke arah kedua bawahan sekaligus ia anggap saudara.
__ADS_1
“Tuan muda, lebih baik kita menuju ke pasar gelap saja, aku yakin akan banyak hal yang menarik di sana?” Kata Hei Niu menyarankan.
“Bukankah ini sudah memang gelap, kenapa harus menyebut kata gelap jika kau tahu gelap? Berarti jika pagi, kamu menyebutnya pasar pagi dong,” kata Tu Long mengerjai Hei Niu.
Wjaah Hei Niu langsung memerah kesal. Ia tahu dirinya saat ini sedang di kerjai. “Dasar Botak tidak berotak,” kata Hei Niu kini tersenyum mengejek.
“Apa kau bilang?”, tanya Tu Long langsung maju lalu menggaet leher Hei Niu dengan tangannya.
“Heeh,, kau mau ngajak berkelahi, kau kira aku takut. Ayo,” tantang Hei Niu ikut menggaet leher Tu Long dengan susah payah.
Bai An yang melihat itu hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat keakraban kedua bawahannya ini.
Mereka bertiga terus berjalan, saat berjalan. Banyak sekali orang melihat ke arah mereka, lebih tepatnya ke arah Tu Long dan Hei Niu yang sedang berkelahi seperti anak kecil. Untung saja aura mereka di hilangkan dan tingkat kultivasi mereka di tekan serendah mungkin.
Sedangkan Bai An yang paling kuat yaitu Tingkat Jendral Dewa Perunggu ⭐1 Awal kini menekannya menjadi Prajurit Dewa Perunggu ⭐1 Awal.
“Hei lihat, mereka seperti anak kecil saja,” teriak salah aatu anak kecil dari ras manusia sambil menunjuk Tu Long dan Hei Niu.
Mendengar teriakan tersebut. Walaupun malam kota ini sangatlah ramai. Jadi, semua orang langsung berhenti lalu melirik ke arah Tu Long dan Hei Niu sesaat lalu pergi saat beberapa dari mereka tidak bisa melihat kekuatan ketikanya.
Sementara putrinya kini menangis keras saat melihat ayahnya ketakutan. Ia cukup cerdas saat melihat ayahnya begitu, berarti ia telah salah dan tidak sengaja mengganggu orang.
“A..Ayah maafkan aku selalu menyusahkan mu, Hik.Hik.Hik,” suara tangisan anak kecil tersebut sangat keras. Tapi tidak ada yang memperdulikannya.
Tap tap..!!
Tu Long dan Hei Niu berjalan ke arah pasangan ayah dan anak tersebut.
Ayahnya yang bernama Tan Zu langsung jatuh terduduk. Sambil memeluk putrinya, ia berkata. “Tuan, maaf kan putri saya, ia tidak tahu apa-apa. Mohon jangan bunuh kami,” suara tersebut sedikit bergetar dan terdengar memilukan bagi Bai An.
Tapi ia sengaja membiarkan kedua bawahannya kesana, karena ia tahu apa yang akan di lakukan oleh mereka berdua, terutama Tu Long.
“Heehh,, kau sudah mempermalukan aku. Dan kau seenaknya saja meminta maaf,” dengus Tu Long.
“Benar, kata saudaraku. Jika kau tidak mengganti rugi akibat kau telah membuat kami malu. Maka,” kata Hei Niu dengan tampilan menyeramkan.
“Maafkan aku paman, aku tidak sengaja. Maafkan aku,” teriak wanita kecil tersebut sambil menangis di pelukan ayahnya.
__ADS_1
Ia juga memberanikan diri lepas dari pelukan ayahnya.
“Aku mohon, lepaskan ayahku. Bunuh saja aku, atau jual aku sebagai budak,” kata wanita kecil tersebut memegang kaki Hei Niu.
“Haha, harga mu paling hanya 1 Kristal Tingkat Tinggi, dan ganti rugi yang aku inginkan adalah 1 Juta Kristal Emas, jika tidak aku akan mencari seluruh ras manusia dan membunuh mereka agar tidak ada manusia di dunia ini, ini terjadi karena kesalahanmu,” kata Tu Long sedikit salah bicara.
Gadis kecil itu langsung berlari ke arah Bai An saat ia merasakan jika Bai An ras manusia murni. “Kakak, kakak. Kita akan di bunuh, mohon bantu aku. Aku akan menjadi budakmu jika membantuku dan ayahku.” Kata gadis tersebut menarik-narik tangan Bai An.
Bai An tersenyum melihat tekad gadis kecil di depannya ini. Ia tidak akan pernah menyerah sebelum mendapatkan bantuan.
Sementara Tu Long yang dari awal sudah menyadari dirinya salah bicara langsung berkeringat dingin.
Dengan cepat ia menyenggol badan Hei Niu. Hei Niu yang di senggol tak kalah gugup.
Sementara ayah dari gadis kecil tersebut merangkak ke arah Bai An. Ia kini merasakan kakinya berat dan tidak bisa berjalan.
“Wue'er jangan libatkan orang lain, dan Tuan muda, cepatlah pergi dari sini. Biarkan kami yang menghadapi kesalahan kami sendiri,” kata Tan Zu yang kini baru sampai di depan Bai An.
“Tidak apa-apa, kau bangunlah dulu,” kata Bai An melambaikan tangannya.
Kaki Tan Zu seketika berdiri karena sebuah energi menariknya.
“Gadis kecil, kau tidak usah menangis lagi oke, mereka berdua bukan orang jahat dan hanya mengerjaimu saja, dan paman. Maafkan kelakuan kedua saudaraku yang membuat kalian takut,” kata Bai An sedikit membungkukkan badan.
“Sebagai kompensasi, aku akan mentraktir kalian makan. Ayo,” ajak Bai An langsung menyadarkan Tan Zu dan Tan Wue dari keterkejutan.
“Kakak,, kakak apakah benar mereka saudaramu? Berarti aku tidak akan di jual atau di bunuh oleh mereka kan?” Tanya gadis tersebut dengan mata bersinar kegirangan.
“Benar, kau bahkan bisa menaiki punggung mereka jika kau lelah berjalan dan bermain-main,” kata Bai An tersenyum lembut.
“Tu.. Tuan muda, lebih baik ijinkan kami pergi saja sudah merasa senang,” kata Tan Zu agak gugup, ia masih tidak mempercayai ucapan Bai An.
Jika ada kesempatan pergi dari sini, ia akan merasa beruntung.
Bai An labgsung melambaikan tangannya, ia tahu jika Tan Zu tidak mempercayai kata-katanya karena ini terlalu kebetulan menurutnya.
“Kalian berdua cepat kemari dan minta maaf,” kata Bai An melihat ke arah Tu Long dan Hei Niu.
__ADS_1