Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pelatihan terahir.


__ADS_3

Bai An yang kini sedang mengelus kepala Yue'er berhenti.


Lalu ia terlihat serius, "Baiklah ada yang ingin aku bicarakan, mohon semuanya berkumpul!"


Mendengar kata-kata Bai An yang serius mereka langsung patuh dan berkumpul.


Bai An kini melihat mereka telah kumpul dan terlihat wajah mereka semua ada yang tegang, ada yang serius ada pula yang tidak sabar menunggu apa yang akan diucapkan oleh Bai An.


"Baiklah pertama aku akan langsung bertanya kepada Saudara Yuan terlebih dahulu!" lalu Bai An melirik ke arah Long Yuan yang mengangguk.


"Ya Tuan Muda, saya siap menerima perintah!" jawab Long Yuan semangat.


"Ini bukan perintah, tapi aku hanya bertanya dan Saudara Yuan hanya menjawab jujur, tidak ada unsur paksaan, dan jika aku melihat Saudara Yuan terlihat terpaksa, aku akan kecewa!"


Mendengar ucapan Bai An, Long Yuan langsung menjadi tegang, begitu juga yang lain ikut menjadi tegang walaupun bukan mereka yang ditanya saat ini.


"Apakah Saudara Yuan ingin membimbing kak Tian berlatih dan menjadikan murid?, tapi jika Saudara Yuan tidak ingin menjadikannya murid, Saudara Yuan bisa hanya membimbingnya berlatih itu saja!"


"Aku mau Tuan Muda, aku mau!" terdengar suara Long Yuan yang sangat bahagia dan bersemangat karena sekarang ia memiliki seorang murid, terlebih lagi ia merasa memiliki murid spesial.


Tiba-tiba Long Yuan menjadi terkejut karena ia terlihat bahagia dan menghiraukan semua yang ada disana, jadi ia kaget saat mendengar suara tegas menghampirinya.


"Murid memberi hormat kepada guru, mohon beri bimbingannya!" ucap Cen Tian dengan suara yang tegas.


Long Yuan langsung tersenyum bangga lalu melirik Lang Zai yang terlihat cembrut.


"Bangunlah Tuan Muda Tian, aku menerima hormatmu!" balas Long Yuan.


"Jangan panggil murid ini Tuan Muda Guru, panggil murid ini sebutan murid atau Tian'er atau yang lain, asal jangan Tuan Muda!" jawab Cen Tian tegas.


Mendengar itu Long Yuan menjadi ragu, lalu melirik Bai An yang dijawab anggukan oleh Bai An.


"Baiklah, bangun Tian'er!" ucap Long Yuan semangat.


Setelah kejadian Long Yuan dan Cen Tian, kini mereka melirik ke arah Bai An kembali.


Bai An langsung berkata, "Aku ingin kita semua latihan, selama satu tahun atau kurang dari satu tahun untuk menjadi lebih kuat agar bisa saling melindungi"


Setelah Bai An menyelesaikan kata-katanya ia melihat ke arah mereka semua yang dijawab anggukan.

__ADS_1


"Baiklah untuk Saudara Lang Zai dan Long Yuan tetap melatih Lin'er dan Kak Tian, sambil ikut berlatih juga, apakah kalian mengerti?" ucap Bai An.


"Kami mengerti" jawab mereka berempat dengan tegas.


"Baiklah, kalian carilah tempat yang cocok untuk berlatih, sampai waktu yang telah ditentukan, paling lama satu tahun, setelah satu tahun aku ingin melihat perubahan apa saja yang terjadi pada kalian, jangan sampai kecewakan aku!" Tegas Bai An.


Setelah berbicara kepada Long Yuan, Lang Zai, Cen Tian dan Shen Linlin, kini mereka pamit lalu berpisah, dan mereka akan bertemu kembali pada waktu yang telah ditentukan.


Kini tersisa hanya Bai An, Yue'er dan Bai Luan ditempat itu.


Bai An melihat ke arah Bai Luan yang terlihat gugup saat dipandangi Bai An, Bai An hanya menghela nafas melihat kelakuan Bai Luan seperti itu.


"Baiklah mulai sekarang Guru sendiri yang akan melatihmu Luan'er dan berhentilah terlihat begitu menyedihkan seperti itu!" Tegas Bai An.


"Baik Guru!" jawab Bai Luan mencoba tegas.


Bai An lalu melirik Yue'er, ia memiliki rencana untuk menyuruh Yue'er berlatih bersama Shen Bai, namun apakah Yue'er mau atau tidak, itulah yang membuat Bai An bingung.


Melihat dirinya ditatap seperti orang bingung Yue'er lalu bertanya, "Ada apa An Gege?"


"Hmmm An Gege ingin bertanya saja namun Yue'er jawab jujur"


"Apakah Yue'er mau dilatih Paman Bai, karena hanya Paman Bai yang terlihat cocok dalam melatih Yue'er. Jika Yue'er ingin kuat dan seperti apa yang dikatakan Yue'er dulu maka pilihannya adalah Paman Bai, jika tidak ya An Gege akan melatih Yue'er!" ucap Bai An dengan ada sedikit kebohongan dari kata-katanya, karena ia tidak tega melihat Yue'er terlihat kesakitan didepan matanya jadi ia terpaksa berbohong.


Yue'er hanya mengepalkan tangannya, terlihat sebuah tekad diwajahnya lalu menjawab.


"Yue'er ingin berlatih sama Paman Bai dan saat kita bertemu pada waktu yang dijanjikan, Yue'er janji An Gege akan senang melihat perubahan Yue'er saat pertemuan kita itu!"


Bai An langsung tersenyum lalu memeluk Yue'er hingga ia tiba-tiba tersadar apa yang ia lakukan itu membuatnya kaku dan terlihat gugup.


Yue'er hanya tersenyum kecil dan tetap memeluk Bai An karena ini pertama kali ia memeluk pria selain kakek dan ayahnya dulu.


Setelah beberapa saat berpelukan Yue'er langsung berpamitan dan pergi ketempat Shen Bai berada.


Bai An tidak lupa juga mengirimkan pesan kepda Shen Bai dengan beberapa alasan yang cukup masuk akal, agar ia mau melatih Yue'er.


Kini hanya Bai An dan Bai Luan yang berada ditempat itu.


Tak menunggu lama Bai An langsung membawa Bai Luan kejurang tempat ia pertama kali terjatuh dan memperoleh Api Emas Surgawi.

__ADS_1


...__________________...


Sebulan kemudian...


"Fisikmu masih lemah Luan'er, berusahalah melawan tekanan yang guru berikan jangan lembek seperti itu!"


Mendengar kata-kata gurunya Bai Luan terlihat penuh tekad berusaha sebaik yang ia bisa untuk bertahan, ia tahu aura tersebut hanya secuil dari yang gurunya keluarkan dan berpikir gurunya terlalu menyanginya hingga tidak tega memberikan tekanan yang lebih berat lagi.


Apa yang dipikirkan Bai Luan benar, Bai An terlihat tegak tega memberikan tekanan yang lebih berat terlebih dahulu karena takut muridnya akan terluka, ia ingin dari hal kecil terlebih dahulu dan secara bertahap hal yang lebih besar.


Itulah yang diinginkan Bai An, pelan tapi pasti kepada muridnya.


Tapi beda halnya dengan Bai An, itu karena ia dibantu Api Emas, sehingga langsung ketahap yang lebih besar.


******


Disebalah barat hutan kegelapan, terlihat Cen Tian sedang berlari membawa batu besar dan diatasnya Long Yuan sedang tidur.


"Jangan lambat Tian'er, apakah kau ingin membuat Tuan Muda kecewa!"


Terdengar suara Long Yuan memberi semangat kepada Cen Tian.


Mendengar itu, membuat gairah semangat Cen Tian lebih besar dan berlari lebih kencang.


*****


Disebelah selatan hutan kegelapan, kini Lin'er sedang berdiri dengan satu kaki diatas kayu, ia terlihat membawa sebuah ember dikedua tangannya dan tetap fokus untuk menyeimbangkan diri.


Lang Zai berada dibawah melihatnya sambil bermeditasi, ia tiba-tiba membuka mata dan berkata.


"Jangan lemas seperti itu, apa kau ingin membuat Bai Luan bangga melihat hasil latihanmu, jika ia bersungguh-sungguhlah agar Bai Luan mengakuim!"


Mendengar kata-kata Lang Zai, Shen Linlin langsung terlihat penuh keteguhan.


*****


Di gua tempat Shen Bai kini Yue'er terlihat bermeditasi, dapat terlihat dari wajahnya penuh tekad walaupun dengan mata terpejam.


Shen Bai juga ikut bermeditasi untuk memulihkan kekuatannya.

__ADS_1


__ADS_2