
“Ayo, kita akan kabari yang lainnya di kediaman Tang Rou lebih dulu agar mereka tidak khawatir.”
Bai An, Long Yuan, Pixiu dan Tu Long langsung melesat pergi. Entah apa yang di pikirkan oleh Bai An sehingga ia mau pergi ke dunia lain untuk berlatih. Padalah bisa saja ia berlatih di sini. Jika untuk bertarung, ia bisa saja melawan para pengikut Penguasa Liu Wang dan Kelompok Teratai Hitam.
Wuss..!!
Bai An yang lainnya langsung muncul di gerbang kediaman Walikota Tang Rou, mereka semua kesini menggunakan kecepatan penuh.
Tap tap..!!
Saat Bai An dan yang lain muncul dan berjalan beberapa langkah. Lang Zai pertama kali muncul dengan perasaan masih khawatir. Di belakang Lang Zai, Tang Rou dan Tang De juga langsung keluar.
“Tuan muda, apakah kau tidak apa-apa?”
Bai An langsung menggeleng sambil tersenyum saat mendengar nada suara Lang Zai.
“Kau tenang saja aku tidak apa-apa. Kita masuk dulu, karena ada yang ingin aku bicarakan.” Kata Bai An dengan wajah serius.
Lang Zai, Tang Rou dan Tang De langsung mengangguk. Karena ia cukup penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh Bai An.
Saat mereka telah sampai di aula. Bai An langsung bertanya. “Apakah saudara Yu Fan dan Fanghu belum datang?” Bai An bertanya karena ia telah mengedarkan kesadarannya ke seluruh kota tapi tidak menemukan mereka berdua. Ia hanya menemukan Jing Xan sedang mengawasi beberapa orang yang mencurigakan.
“Iya mereka belum datang, memang ada apa? Apakah mereka akan kesini?” Kata Tang Rou menjawab dan balik bertanya.
“Hmm aku hanya menduga mereka akan kembali saja. Apakah kita akan tetap berdiri begini?” Kata Bai An bertanya.
Tang Rou langsung tersenyum malu. Dengan cepat ia menyuruh semua orang untuk duduk.
“Apa yang terjadi? Aku merasakan adanya serangan di tempat mu mengintai?” Setelah duduk, Lang Zai langsung bertanya.
Bai An langsung menceritakan semua yang telah terjadi sampai ia di hadang saat ingin ke tempat Energi tersebut berada.
Semua orang mengangguk paham. Tapi Tang Rou merasa enggan melihat kepergian Bai An dan para saudaranya dari pulau ini. Walau hanya satu tahun. Sehingga Tang Rou bertanya.
“Tuan muda, apakah kau tidak bisa berlatih di pulau ini saja?”
Bai An sebenarnya tidak enak membohongi Tang Rou dan Tang De. Tapi apa boleh buat, ia harus merahasiakan kepergiannya ke dunia lain. Dengan alasan pergi ke Benua Hongcun bersama para saudaranya.
“Tidak bisa, kami harus segera pergi. Lagi pula kami pergi berlatih selama satu tahun dan kembali lagi. Kau tidak perlu khawatir, mereka tidak akan menyerang Pulau Donghan ini karena ada sebuah perjanjian.” Jawab Bai An.
__ADS_1
Tak lama para pelayan datang membawa beberapa makanan dan arak terbaik di Kota Han.
Semua orang langsung makan dengan lahap. Hanya Tu Long seorang saja yang tidak makan.
“Kenapa dia tidak makan? Apakah ia takut wajahnya di lihat oleh orang selain kau Tuan muda,” tanya Tang De sedikit curiga, jika Tu Long sebenarnya seorang perempuan sedang menyamar.
Ya sampai saat ini Tang Rou dan Tang De masih belum mengetahui bagaimana wajah Tu Long, karena mereka hanya bertemu sesaat sebelum Bai An pergi ke bersama Tu Long kemarin.
“Tidak apa-apa. Dia sudah kenyang karena kebanyakan minum arak,” jawab Bai An santai.
Tang De hanya bisa mengangguk pasrah, walau ia penasaran. tapi ia tidak bisa memaksakan kehendak penasarannya seorang.
Wuss..!!
Tak lama Jing Xan datang lalu menyapa semua orang.
“Yu Fan dan Fanghu akan sampai, aku meraskan auranya baru mencapai pulau ini.” Kata Jing Xan langsung memberitahu semuanya.
“Ayo, kau duduk dulu makan,” ajak Bai An.
Jing Xan tanpa sungkan langsung duduk. Tak lama Yu Fan dan Fanghu datang.
“Tidak ada apa-apa. Ayo kalian berdua duduk makan dulu,” kata Bai An.
Saat mereka akan duduk. Fanghu langsung mundur saat ia tidak sengaja melihat ke arah Tu Long.
“Jangan mengatakan yang tidak-tidak. Dia adalah budak ku,” kata Bai An memberikan peringatan kepada Fanghu dan Yu Fan.
“Ada apa? Kau seperti melihat monster aja?” Tanya Bai An pura-pura terkejud.
“Tidak, aku hanya kaget melihat ada orang baru di sini,” jawab Fanghu cengengesan sambil menggaruk hidungnya malu-malu.
Tang De yang tadi sempat curiga kini hanya bisa menghela nafas. “Aku kira Dewa Kapak tahu jika orang berjubah ini wanita, tapi tidak.” Kata Tang De keceplosan.
“Otak mu hanya wanita saja. Aku sudah beritahu kau jangan suka pergi ke rumah bordil. Jika kau sering pergi, otakmu akan berpikir mesum melulu,” kata Tang Rou melotot ke arah adiknya.
“Tidak kakak. Aku tidak pernah kesana lagi,” kilah Tang De sambil mengalihkan pandangan, karena ia cukup takut melihat mata Tang Rou jika marah.
Tak lama semua orang langsung tertawa melihat Tang De di marahi habis-habisan oleh Tang Rou.
__ADS_1
1 Jam kemudian, mereka semua telah selesai makan. Bai An tanpa menunggu Yu Fan dan Fanghu bertanya. Ia langsung memberi tahu semua kejadian yang ia alamani bersama yang lain.
Bai An juga memberitahu ia akan ke dunia lain. Tapi melalui telepati. Bai An juga sempat mengajak mereka berdua, tentu saja mereka berdua bersedia ikut.
Setelah selesai bercerita, Tang Rou, Tang De, Fanghu, Yu Fan langsung kembali ke tempat mereka masing-masing.
Hanya Bai An, Long Yuan, Pixiu, Lang Zai, Jing Xan dan Tu Long yang masih berada di tempat tersebut.
Long Yuan saling pandang lalu mengangguk.
“Jing Xan. Aku mempunyai permintaan untukmu dan putramu JingXin.” Kata Long Yuan dengan serius.
“Huuff..!! Aku tahu maksud dari permintaan tersebut ayah angkat. Aku berjanji akan menjaga Dunia ini dengan nyawaku. Tapi kau harus berjanji setahun kemudian kau harus kembali bersama Tuan muda Bai dan yang lainnya.” Kata Jing Xan menghela nafas berat.
Setelah mengobrol sebentar. Semua orang pergi ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap pergi.
Keesokan harinya.
Semua orang telah berkumpul, tanpa menunggu lama mereka berpamitan pergi.
Saat Bai An paling depan, sebuah teriakan menghentikan langkahnya.
“Tuan muda, kau harus berjanji akan kesini lagi tahun depan.”
Tang De langsung pergi setelah berteriak. Ia pergi bukan karena malu. Tapi ingin berlatih dan meningkatkan kultivasinya lebih tinggi lagi. Karena ia tidak ingin tertinggal terlalu jauh.
Bai An tersenyum kemudian melesat pergi.
Saat sudah cukup jauh keluar dari Kota Han. Bai An dengan cepat membuka Dunia Jiwanya. Hal itu membuat Fanghu cukup kaget. Tapi saat melihat wajah semua orang biasa saja. Ia dengan cepat mengubah ekpresi wajahnya yang kaget agar tidak ketahuan.
“Ayo masuk,” kata Bai An menyuruh semua orang masuk. Bai An terahir masuk bersamaan dengan lubang hitam tersebut lenyap.
“Dunia Jiwa kah,” gumam Shi Qiang dari kejauhan. “Hmm, aku juga perlu meningkatkan kekuatanku, aku tidak boleh malas,” gumam Shi Qiang lagi sambil tersenyum.
Lalu Shi Qiang melirik Burung Roh Iblis ia kembali berkata. “Kakak, kau jangan malas-malasan lagi, berlatihlah lebih giat karena musuhmu semua mengerikan di masa depan. Ingat jangan mengganggu Dunia ini selama setahun atau Kaisar Dewa Kegelapan akan marah.”
Shi Qiang langsung melambaikan tangannya santai lalu muncul Lubang Hitam persis seperti lubang hitam yang Bai An munculkan. Shi Qiang langsung masuk bersamaan dengan lenyapnya lubang tersebut.
Sementara, She Gou hanya bisa mendengus kesal saat mendengar perintah dari adiknya. Setelah itu She Gou pergi ke sebuah pintu antar dimensi yang bisa menuju Dunia Dewa.
__ADS_1