
Mu Xia'er yang berada di dalam dunia jiwa kini sedang tertawa terbahak-bahak saat melihat ekpresi Bai An yang sangat jengkel dan frustasi.
Bai An langsung mematahkan busur panah tersebut lalu melemparnya dan mengeluarkan pedang biasa.
Bai An langsung melesat dan saat Bai An akan membunuh kelinci tersebut.
Mu Xia'er langsung muncul.
“Kau ini cepat sekali menyerah dalam belajar,” kata Mu Xia'er kesal yang mana membuat Bai An berkeringat dingin.
Bai An langsung menggaruk rambut kepalanya yang tidak gatal, “Hehe,, bukannya aku kesal karena itu. Tapi aku takut Bibi Xue menunggu lama hingga membuatnya marah,” jawab Bai An beralasan.
Mu Xia'er menatap wajah Bai An apakah terlihat berbohong, namun apa yang dikatakan Bai An adalah kejujuran.
Mu Xia'er mengangguk dan langsung berkata, “Aku akan mengajarkanmu cara menggunakan panah, dan kau pasti akan bahagia saat kau tahu cara menggunakan panah, karena panah adalah cara praktis dalam membunuh musuh dari jarak jauh.”
Bai An langsung mengangguk dengan semangat, walau ia tadi agak kesal karena tidak bisa memanah dengan benar, ia sebenarnya memikirkan Bibinya yang lama menunggu sehingga terlalu tidak sabar saat memanah buruannya.
Saat Bai An semangat, ia tiba-tiba di tarik Mu Xia'er memasuki lubang hitam.
Wuuss,,
Bai An dan Mu Xia'er langsung lenyap.
Bai An langsung muncul di dunia jiwanya. Mu Xia'er langsung menyuruh Bai An mengubah waktu di dunia jiwa, 1 bulan disini 10 menit di dunia nyata.
Dengan semangat Mu Xia'er mengajari Bai An cara memanah.
Di mulai dari cara memegang busur dan anak panahnya, setelah itu cara membidik sasaran.
Setelah mengetahui cara dasar, Bai An langsung mencobanya. Kini Bai memiliki sedikit kemajuan, jarak sasaran dan terjatuh anak panahnya terjatuh kini berjarak 15 meter.
Mu Xia'er langsung mengajari Bai An cara mengetahui arah mata angin, karena arah angin lah yang membuat anah panah Bai An jauh melenceng dan kekuatan tembakan Bai An juga sangat lemah.
Mu Xia'er sengaja memberikan Bai An busur panah biasa yang tidak mempunyai kekuatan, agar Bai An saat menggunakan Busur panah level 10 awal, ia memiliki kekuatan menembak lebih hebat dan kuat dari orang yang bisa menggunakan busur panah level 10 awal.
Bai An terus berlatih dengan keras tanpa istirahat selama 2 minggu penuh.
__ADS_1
Wuss,,
Jlep,,
Kini sasaran anak panah Bai An dapat mengenai sasaran 80% dari titik yang di tandai oleh Mu Xia'er, kekuatan anak panah Bai An juga saat melesat sangat kuat.
“Bagus An Gege,, lanjutkan. Jangan berpuas diri.”
Bai An langsung menganguk, ini sudah 20 ribu anak panah yang Bai An tembakkan dan kini ia memiliki cukup banyak kemajuan.
Terlihat juga tangan Bai An kini banyak luka akibat ia memegang busur panah dan menarik tali busur.
Bai An sadar, saat menarik tali busur juga tidak segampang yang ia pikirkan. Namun, Bai An tidak pernah mengeluh dari pertama berlatih memakai busur panah.
2 minggu kembali berlalu, kini tangan Bai An semakin banyak luka.
“Cukup An'Gege, kau lebih baik temui Bibi Xue, ia terlihat khawatir,” kata Mu Xia'er.
Bai An langsung mengangguk, ia kini sudah bisa mengenai tepat sasaran, namun ia tidak ingin berpuas diri saat mengetahui ada tingkatan juga sebagai pemanah.
Bai An kini masih berada di tingkatan dasar yang hanya bisa mengenai tepat sasaran.
Bai An langsung merobek ruang dan memunculkan lubang hitam lalu masuk.
***
Di tempat Lin Xue, kini ia sedang memarahi Lang Zai dan Pixiu.
“Kalian ini, apa kalian benar-benar dalam mencari An'er ku,” teriak Lin Xue kesal lalu menambahkan, “Cepat cari dan jangan kembali sampai ketemu.”
“Nona Xue,, Tuan Muda sangat kuat dan ada juga yang menjaganya jadi kau tidak perlu terlalu khawatir,” kata Lang Zai memberanikan diri.
“Apa kau bilang? walaupun An'er kuat dan ada yang menjaga pokoknya aku tidak mau tahu, cepat cari,” teriak Lin Xue semakin kesal.
Lin Xue ingin mencari Bai An, namun dengan tegas Lang Zai dan Pixiu melarang karena tidak ada yang menjaga Chu Jia, hal itulah membuatnya semakin kesal dan berteriak-teriak tak karuan.
Lang Zai dan Puxiu hanya bisa tersenyum kecut dan mengutuk Bai An karena menghilang tanpa kabar, sebenarnya Lang Zai dan Pixiu tahu mengapa Bai An menghilang, Bai An pasti masuk kedalam dunia jiwa, itulah pikir mereka berdua.
__ADS_1
Wuss,,
“Bibi, baru saja kurang lebih 30 menit aku menghilang kau sudah berteriak marah-marah, apalagi aku menghilang berhari-hari atau berbulan-bulan.”
Bai An langsung muncul dengan tersenyum cengar cengir melihat Lang Zai dan Pixiu hanya bisa menunduk saat mendengar ocehan Lin Xue.
“An'er,,” teriak Lin Xue langsung berlari memeluk Bai An.
“Apa kau tidak apa-apa?” Lin Xue langsung mengecek badan Bai An dengan khawatir, saat melihat tangan Bai An yang penuh bekas luka.
Lin Xue tiba-tiba meneteskan air mata, “Siapa yang melukaimu?, biarkan bibi yang menghajarnya,” kata Lin Xue menangis dan ada nada dingin di matanya walau ia menangis.
Bai An, Lang Zai dan Pixiu langsung terharu melihat Lin Xue yang begitu khawatir.
Bai An langsung memegang tangan Lin Xue, “Aku tidak apa-apa Bibi, tadi aku sempat berlatih memanah sehingga tangan ku lecet sedikit,” kata Bai An dengan senyum hangat.
Saat Lin Xue ingin memarahi Bai An. Mu Xia'er langsung muncul di samping Lin Xue kemudian membisikkan sesuatu.
Lin Xue langsung mengangguk kemudian tersenyum bahagia.
“Baiklah An'er jangan sampai kau kecewakan Xia'er,, awas jika kau mengecawakannya,” kata Lin Xue tiba-tiba.
Bai An langsung bingung. “Apa yang di bicarakan Xia'er kepada bibi sehingga ia langsung berubah?”, gumam Bai An dalam benaknya.
Namun saat Lang Zai datang membisikkan sesuatu. Bai An menatap Lin Xue dengan seksama yang kini sedang bicara dengan Mu Xia'er.
Bai An langsung merasakan jika Yu Fen akan tersiksa nantinya. Karena Bai An sadar jika Yu Fen menyukai bibinya, begitupun bibinya tahu jika Yu Fen menyukainya. Tapi bibinya sampai sekarang tidak mau mengakui.
Bai An juga sadar karena mereka juga baru bertemu dan itu butuh proses, tidak mungkin juga Yu Fen dan Bibinya langsung mengungkapkannya secara langsung.
Berbeda dengan dirinya, dulu ia masih tidak terlalu paham arti percintaan. Jadi saat bertemu Yue'er dan Xia'er ia dengan polosnya saja.
“Bibi Xue, siapa wanita yang begitu cantik itu?”, tiba-tiba Chu Jia bangun dan bertanya.
Mu Xia'er langsung menghilang, ia juga tidak sempat menyadari Chu Jia bangun, biasanya ia tetap waspada. Tapi, karena keasikan mengobrol ia jadi lupa.
“Jia'er siapa yang kau maksut keponakan kecil ku?” Lin Xue langsung berpura-pura tidak tahu.
__ADS_1
“Tadi disana Bibi Xua,” kata Chu Jia menunjuk ke tempat kosong, “Eeh, iya tidak ada orang, apa karena aku baru bangun ya,” Chu Jia langsung mengucek-ucek matanya berkali kali namun memang tidak ada siapa-siapa.
“Sudah lupakan, mungkin adik Jia baru sadar makanya tidak terlalu sadar, lebih baik kita makan malam,” kata Bai An yang di jawab anggukan semua orang.