Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menyiksa Komandan dari Penguasa Liu Wang


__ADS_3

Para prajurit yang melihat temannya di kejar dan di bantai langsung berlari sekuat tenaga.


Wuss,,


Crash,,


Darah langsung muncrat saat tubuh prajurit tersebut menganga lebar, bahkan darahnya sampai membasahi pakaian Lin Xue.


Setelah itu Lin Xue melesat lagi kesana kemari mengejar mereka dan hanya komandan tersebut yang tidak bisa Lin Xue kejar, karena tingkat kekuatan komandan tersebut setingkat lebih tinggi.


“Kurang ajar, kenapa larinya cepat sekali,” kata Lin Xue kesal tapi tetap mencoba untuk mengejar sampai jauh keluar desa.


Bai An yang melihat itu langsung ikut mengejar, karena ia khawatir Bibinya akan terluka. Tapi, Yu Fen langsung memegang pundak Bai An.


“Biar aku saja yang menjaga Nona Xue,” kata Yu Fen sedikit berharap.


Bai An yang sedikit menyadari hal tersebut langsung tersenyum yang sedikit menyeramkan bagi Yu Fen.


“Berusahalah, tapi jangan sampai Bibi ku terluka.”


Yu Fen langsung merending, ia dengan cepat mengangguk kemudian melesat pergi.


Trank,,


Trank,,


Kini Lin Xue sedang bertarung melawan komandan tersebut. Lin Xue langsung mendengus kesal karena ia dari tadi tidak bisa melukainya, jangankan melukainya? menyentuh pakaiannya pun tidak bisa.


Lin Xue tiba-tiba memasukkan pedangnya, hal itu membuat komandan tersebut mengerutkan kening mengira Lin Xue menyerah dan membiarkannya melarikan diri.


Namun, melihat Lin Xue membuat sebuah formasi membuat komandan tersebut langsung mencoba melarikan diri, ia yakin jika menyerang Lin Xue maka orang-orang yang bersama Lin Xue akan membunuhnya dalam sekejap mata.


Wuss,,


“Eeh,, ingin melarikan diri lagi? itu tidak akan terjadi,” kata Lin Xue percaya diri.


Tiba-tiba sebuah bunga muncul dari formasi yang Lin Xue buat, bunga tersebut bertebaran muncul dari segala arah yang mana areanya mencakup 20 meter.


Bunga tersebut langsung terbang ke arah komandan tersebut.


“Sial aku tahu formasi bunga ini,” teriak komandan tersebut langsung menggunakan seluruh energinya untuk menutupi tubuhnya.


Bom,,

__ADS_1


Bom,,


Saat Bunga tersebut jatuh, ke tanah atau mengenai komandan tersebut, maka bunga tersebut langsung meledak.


Asap dan debu langsung menutupi daerah tersebut.


Lin Xue yang melihat itu langsung mengeluarkan pedangnya lagi dari cincin penyimpanannya dan waspada, karena takut bila komandan tersebut tiba-tiba menyerang dirinya.


Saat asap tersebut menghilang, terlihat komandan tersebut kini terluka cukup parah, ia jatuh berlutut dengan tubuh melepuh akibat luka bakar.


“Bunuh aku, ahirilah penderitaanku ini,” kata komandan tersebut pasrah, berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa.


Lin Xue langsung tersenyum menyeringai, “Apa kau akan langsung mengampuni orang-orang yang kau siksa? Tidak bukan?, maka kau akan merasakan apa yang di rasakan oleh orang-orang yang kalian siksa.”


Komandan tersebut semakin frustasi saat mendengar suara Lin Xue yang seakan-akan bahagia mendengar penderitaannya.


Komandan tersebut mencoba mengambil pedangnya yang terlihat tidak jauh darinya untuk mengahiri hidup.


Lin Xue yang melihat itu langsung berjalan perlahan-lahan ke arah komandan tersebut, namun Lin Xue tetap waspada karena bisa saja ini tipuan.


Saat Lin Xue sudah sampai ia langsung menendang pedang tersebut menjauh lalu mengayunkan pedangnya.


Slash,,


“Ukkhhh,,”


Komandan tersebut berusaha untuk tidak berteriak. Lin Xue semakin bahagia melihat hal tersebut.


Yu Fen dari kejauhan melihat betapa kejamnya Lin Xue langsung merinding, ia langsung berjanji dalam hidupnya untuk tidak membuat Lin Xue marah. Jika ia marah maka, Yu Fen membayangkan dirinya di kebiri hidup-hidup.


Di tempat Lin Xue berada, kini ia telah memotong tangan kiri komandan itu agar ia berteriak. Namun tetap saja komandan tersebut berusaha bertahan.


Melihat Lin Xue yang semakin bersemangat, komandan tersebut mencoba mengigit lidahnya.


Lin Xue yang menyadari hal itu langsung maju dan menjambak rambut komandan tersebut kemudian pedang Lin Xue berusaha mengeluarkan lidah komandan tersebut dari pipinya yang Lin Xue robek.


“Akkhhh,,”


Sebuah teriakan langsung menggema.


“Cukup Bibi, langsung bunuh saja dia,” kata Bai An yang baru saja muncul.


Mendengar Bai An mencoba menghentikannya saat ia berusaha menyiksa musuhnya, Lin Xue langsung cemberut.

__ADS_1


“An'er dia itu lebih kejam dari apa yang aku lakukan ini,” kata Lin Xue kesal.


“Tidak semua musuh kejam, terlihat dari apa yang ia lakukan dari tadi. Ia seakan tersadar dengan apa yang telah ia perbuat makanya ia pasrah saat kau menyiksanya dan berusaha bunuh diri,” kata Bai An tegas sambil menatap Lin Xue dengan serius.


Lin Xue semakin kesal lalu mengayunkan pedangnya.


Crash,,


Kepala komandan tersebut melayang kemudian terjatuh mengelinding ke arah kaki Lin Xue.


Lin Xue seakan belum puas, ia menendang kepala tersebut hingga terpental cukup jauh lalu berjalan ke arah Chu Jia.


“Bibi kenapa kau begitu kejam?, Jia'er jadi takut,” kata Chu Jia.


Melihat itu, Lin Xue langsung tersenyum hangat kemudian mengusap rambut Chu Jia, “Jia'er jika kau hanya diam saja saat di tindas laki-laki maka mereka akan semakin menindasmu, jangan biarkan dirimu atau wanita terlihat lemah di hadapan seorang laki-laki oke,” kata Lin Xue lembut.


“Hm,, hm, kata ibu juga begitu dulu, makanya ayah sangat takut kepada ibu,” ucap Chu Jia mengangguk-angguk mengerti.


Chu Shen yang melihat Chu Jia di pengaruhi oleh Lin Xue hanya tersenyum kecut, ia yakin beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan lagi cucunya itu akan langsung berubah drastis menjadi sosok yang dingin terhadap laki-laki manapun, kecuali keluarganya.


“Bibi, baju mu penuh dengan darah dan baunya sangat tidak enak di cium, apa bibi tidak malu? disini banyak laki-laki yang melihat.”


Mendengar ucapan dari Chu Jia, Lin Xue langsung membusungkan dadanya dengan sombong, “Siapa laki-laki yang berani mengejek bibi mu bau, maka bibi patahkan seluruh tulangnya.”


Lin Xue menatap Lang Zai, Pixiu terahir Yu Fen, Lin Xue melihat mereka semua mengalihkan pandangannya untuk tidak dirinya.


Bai An melihat Lang Zai, Pixiu dan Yu Fen berkeringat dingin langsung terkekeh kecil, “Bibi kau bersihkan dirimu dulu, kita akan melanjutkan perjalanan setelah kau membersihkan diri,” kata Bai An mencoba mencairkan suasana.


“Itu tidak bisa, Bibi mu ini manusia, manusia juga akan merasa kelaparan, jadi kita makan juga baru melanjutkan perjalanan,” tegas Lin Xue lalu pergi ke arah rumah penduduk.


Bai An dan yang lainnya langsung bergumam. “Perasaan kultivator tingkat tinggi bisa tidak makan berbulan-bulan, namun Lin Xue tidak bisa sehari saja tidak makan maka ia pasti mengeluh lapar, perutnya terbuat dari apa?”


Setelah bergumam pada diri mereka masing-masing, Bai An dan yang lainnya menuju desa lagi.


Saat sampai desa, Bai An melihat para penduduk berkumpul di gerbang desa.


“Tuan Muda, anda bisa pergi dari sini, jika tidak para prajurit yang lain akan datang membawa banyak pasukan. Biarkan kami yang menanggung semuanya disini,” kata pria tua dengan sopan.


Bai An dapat melihat dari setiap penduduk yang pasrah akan kematian mereka.


“Kalian tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa pada kalian, aku akan menyuruh temanku ini untuk membawa kalian ke Kota Han, disana kalian bisa hidup tenang, dan jangan takut jika dijadikan borunan, itu hanyalah isu untuk membuat kalian takut.”


Mendengar kata-kata Bai An, semua penduduk langsung menangis, mereka entah mengapa dapat percaya akan perkataan Bai An yang sangat lembut dan hangat kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2