Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Sarapan Bersama


__ADS_3

Pletak..!


“Jangan memanggil Tuan Muda dengan sebutan kakek, ia masih muda dan juga ada yang tidak bisa aku ceritakan kepadamu untuk saat ini. Suatu saat kamu akan mengetahuinya sendiri. Kata Long Yuan memukul kepala Jing Xan.


Pagi hari.


Tap tap..!!


“An'er bangun cepat. Jangan bilang kau alasan badan pegal lagi.”


Teriakan Lin Xue menggema di lantai 3. Bahkan suara Lin Xue terdengar hingga lantai 1. Tempat dimana orang orang berkumpul untuk sarapan pagi.


“Ya ya..!! Kau tidak perlu sampai berteriak seperti itu Bibi.” Jawab Bai An dengan nada kesal. Karena ia cukup kaget sampai terjatuh dari ranjangnya.


Bai An kemudian bangun lalu berjalan menuju pintu.


Cklek.


“Tunggu sebentar, aku ingin cuci muka dulu.” Setelah membuka pintu Bai An berjalan ke kamar mandi tanpa menunggu balasan dari Lin Xue yang sedang berdecak pinggang.


5 menit kemudian Bai An keluar dari kamar mandi dan melihat Bibinya sudah tidak berada di tempatnya. Hanya ada Pixiu saja.


“Kemana Bibi ku?”


Pixiu langsung membalik badannya. “Ah,, Tuan Muda, Nona Xue lebih dulu ke ruang makan bersama Nyonya Yusi tadi.”


Bai An mengangguk saat mendengar jawaban Pixiu.


“Ayo kita turun, mereka pasti lama menunggu.” Bai An langsung berjalan saat melihat Pixiu hanya mengangguk.


Tap tap...!


Saat Bai An dan Pixiu turun, ia mendengar suara keributan, tak lama ia mendengar suara ledakan.


Duar..!


“Ini pasti ulah kedua perempuan itu,” gumam Bai An tersenyum kecut sambil mempercepat langkahnya.


Saat ia sudah sampai, ia melihat 3 pemuda seusia Bai An kini patah tulang semua. Mereka terlihat menyedihkan.


Di sekian banyak orang, tidak ada satupun yang mau membantu ketiga pemuda tersebut. Malah mereka terlihat jijik melihat ketiga pemuda tersebut.


“Ehem,,! Ada apa ini? Kenapa ribut sekali.”


Fanghu, Po Hen, hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan Bai An.


Sedangkan Lin Xue dan He Yusi semakin kesal mendengar pertanyaan Bai An.

__ADS_1


“Kenapa mereka malah semakin kesal?”, gumam Bai An bingung.


Beberapa saat Bai An sadar di sini tidak ada Chu Jia.


“Kemana Jia'er?” tanya Bai An melihat sekelilingnya.


“Ini gara gara kau yang lama sekali kemari Nak An.” Kata He Yusi. “Benar, ini salah mu An'er, seandainya kau tidak lama di kamar mandi, Jia'er tidak akan menangis saat di ejek pemuda itu.” Tambah Lin Xue.


Bai An langsung tersenyum kecut, apa masalahnya dengan dirinya yang lama di kamar mandi. Jika mereka lapar atau apa. Mereka lakukan saja lebih dulu tanpa dirinya.


“Sudah sudah, kita sarapan dulu, anak buah Po Hen sudah memanggil penjaga kota untuk menangkap pembuat onar ini.”


Fanghu langsung menengahi untuk mencairkan suasana.


Mereka semua mengangguk kemudian berjalan ke meja makan yang sudah mereka pesan lebih dulu.


Saat makan Bai An langsung menghubungi Long Yuan dan Jing Xan karena perintah Lin Xue yang penasaran. Karena menurut Bai An kemarin orang ini sungguh kuat.


Tentu saja Lin Xue langsung mendesak Bai An, karena ia sangat ingin melihat sosok Ahli kuat seperti yang di bicarakan Bai An.


Saat mereka asik mengobrol. Bai An dan Pixiu melirik ke arah pintu masuk dengan senyum bahagia. Karena mereka berdua merindukan sosok yang selalu bersama mereka.


Melihat gelagat Bai An dan Pixiu. Fanghu pertama kali melirik ke arah kemana mata Bai An dan Pixiu memandang.


Tak lama Fanghu menjadi tegang, karena ia tidak bisa melihat kekuatan pria sepuh yang berada di samping Long Yuan. Ya mereka berdua adalah Long Yuan dan Jing Xan.


He Yusi langsung mengerutkan keningnya. Tak menunggu lama He Yusi berdiri.


“Salam senior, apa ada hal yang bisa membuat senior keluar?” Tanya He Yusi cukup mengenal Jing Xan. Karena dulu He Yusi pernah bertemu dan di ajari beberapa teknik tingkat tinggi. Jadi tentu saja ia tahu aura Jing Xan walau Jing Xan menghilangkan auranya menjadi manusia biasa dan mengubah wajahnya.


“Siapa dia Si'er?” Tanya Fanghu ikut berdiri. Ia mengenal sifat adiknya. Sangat jarang ia menghormati seseorang.


“Tentu.”


Kata kata He Yusi langsung terpotong oleh suara Jing Xan.


“Jangan beritahu nama ku Nak. Beritahu saja kau salah orang, tapi tanya dulu namaku agar mereka tidak terlalu curiga.”


“Emm,, mungkin aku salah orang kakak.” Kata He Yusi membalik badan melihat Fanghu kini curiga.


“Aku kira ia adalah Guru yang pernah mengajariku teknik tingkat tinggi dulu. Tentu kau tahu siapa yang aku maksud dan Guru yang pernah mengajariku mungkin sudah berada di Dunia Dewa.”


Fanghu mengangguk. Tentu saja ia tahu siapa yang di maksud oleh He Yusi. Dia adalah ayahnya Penguasa JingXin. Yaitu Jing Xan.


“Siapakah nama senior ini?”


Mendengar pertanyaan Fanghu ikut ikutan sopan.

__ADS_1


He Yusi terkekeh.


“Maafkan yang tua ini Nona, Tuan. Yang tua ini bernama Jing Han dari klan pusat Jing di Benua JingXin.”


“Ah pantas saja aku mengira senior mirip dengan Penguasa sebelumnya dari Benua JingXin. Ternyata senior dari sana juga.”


Bai An hanya terkekeh saja melihat Fanghu langsung percaya begitu saja.


Tak lama mereka semua duduk.


Semua orang cukup heran melihat Jing Xan sangat menghormati Long Yuan dan Bai An saat bicara.


Sedangkan Lin Xue dari tadi diam meredam kekesalannya. Ia merasa di bohongi oleh Bai An. Karena ia melihat tidak ada yang spesial dari Long Yuan maupun Jing Xan. Lin Xue mengira orang tersebut kuat agar Bai An tidak perlu bertarung dan Lin Xue bisa meminta bantuan kepada orang yang dimaksud oleh Bai An.


Tapi apa? Lin Xue merasa mereka berdua tidak kuat dan hanya mengandalkan kekuatan di belakangnya saja atau status klan Jing.


“Jadi kapan kita berangkat ke Benua Hongcun Tuan Muda?” Tanya Long Yuan.


“Memang apa yang akan kau lakukan disana An'er. Jangan kesana karena disana lebih kau dari Benua Hang Chen.” Kata Lin Xue memotong pembicaraan mereka.


“Beginilah yang membuatku malas mengajak wanita. Wanita sungguh merepotkan.” Gumam Bai An dalam benaknya agar tidak di dengar oleh siapapun termasuk Mu Xia'er.


Melihat adanya kecanggungan di antara mereka semua akibat perkataan Lin Xue. He Yusi langsung membisikkan sesuatu kepada Lin Xue yang langsung membuatnya tersenyum.


Mereka berdua lalu berdiri dan menodongkan tangannya kepada Bai An dan Fanghu.


“Apa?” tanya Bai An dan Fanghu bersamaan.


“Kami mau beli pakaian dan beberapa yang kami suka. Jadi kami minta uang karena kalian punya banyak uang hasil rampasan.”


Fanghu langsung memberikan He Yusi tanpa banyak tanya.


Berbeda dengan Bai An seperti enggan memberikan uangnya kepada Lin Xue. Karena ia juga membutuhkannya untuk meningkatkan kekuatan.


Dengan perasaan enggan Bai An melambaikan tangannya memberikan cincin penyimpanan prajurit yang ia dapat dapat dari Pixiu.


Lin Xue tersenyum kemudian melihat isinya.


“Apa apaan ini masih kurang,” teriak Lin Xue dengan kesal.


“Itu sudah banyak Bibi, 1000 kristal tingkat rendah dan 1 juta koin emas bisa membeli ratusan gaun indah,” jawab Bai An tersenyum pahit.


Lin Xue lagi mengedahkan tangannya.


“Aku mau 100 kristal tingkat tinggi. Jika tidak aku tidak akan pergi.”


Karena tak ingin berdebat Bai An memberikan Lin Xue sambil mendengus kesal. Lin Xue yang tidak mau tahu hanya tersenyum bahagia saja lalu berjalan bersama He Yusi yang selalu terkekeh mengejek Bai An.

__ADS_1


__ADS_2