
Tidak ada yang keberatan tentang pembagian tugas yang di ucapkan oleh Bai An, mereka semua langsung pergi menjalankan tugas mereka masing-masing.
“Untuk kami, bagaimana Tuan Muda?” Hei Long langsung bertanya, berharap mendapatkan tugas yang membuatnya lebih bersemangat.
“Ya tugas kami apa? An'er, jangan bilang kami hanya berdiam diri saja.” seru Cen Tian dengan nada cembrut.
Bai Luan, Feng Huang, Yunxi, Xiao Lee Tan dan Xiao Yi ikut mengangguk, saat mendengar ucapan Cen Tian.
Bai An kini tidak tahu harus mengatakan apa?
Tak lama kemudian, suara teriakan yang cukup menggema dari luar memanggil seseorang.
Wuusshh,,
“Luan Gege, aku merindukan mu,” Shen Linlin yang baru sampai, langsung meselat dari luar dan memeluk Bai Luan.
Wajah semua orang yang ada di sana tercengang melihat kejadian tersebut.
Sedangkan untuk Bai Luan, kini malu setengah mati karena kelakuan Shen Linlin yang seperti itu.
Wuusshh,,
Lang Zai yang munyusul belakangan sambil menggandeng Fang Liu kini memberi hormat kepada Bai An dengan senyum bahagia. Karena tugasnya telah selasai dengan lancar.
“Guru, kenapa kau lama sekali kembali, aku juga merindukan mu, sama seperti kakak Linlin yang tidak tahu malu itu,” ucap Fang Liu dengan suara imut melengkingnya, ia lalu melompat dan memeluk Bai An.
Shen Linlin yang mendengar itu, kini wajahnya langsung menjadi kesal saat Fang Liu mengejeknya.
“Ka,, Kau anak kecil tahu apa tentang perasaan,, Haahh.” teriak Shen Linlin kesal.
Semua orang mendengar perdebatan mereka kini mulai tertawa, mereka cukup terhibur dengan kelakuan Shen Linlin dan Fang Liu.
Tak mereka sangka, akibat kelucuan mereka berdua membuat beban mereka terasa sedikit hilang.
Bai An kini dapat menghela nafas, karena pertanyaan Cen Tian tidak perlu ia jawab akibat kedatangan Shen Linlin dan Fang Liu.
__ADS_1
“Guru, kak Linlin sangat kejam saat melatih aku, dia jahat.” tiba-tiba Fang Liu dengan cembrut berkata kepada Bai An.
Wajah Shen Linlin semakin memerah, ia melepaskan pelukannya dari Bai Luan dan ingin menjitak kepala Fang Liu, walaupun ia masih berada di pelukan Bai An.
Dengan cepat Fang Liu melompat dari pelukan Bai An dan berlari menghindari tangan Shen Linlin yang ingin menangkapnya.
Aksi saling kejar pun terjadi, walau Fang Liu tidak bisa berkultivasi, larinya sangat cepat dan banyak perubahan pada dirinya.
Gelak tawa pun semakin menjadi, suasana di ruangan aula kerajaan kini menjadi riuh. Mo Shen yang melihat hal tersebut dengan cepat menyuruh prajurit memanggil pelayan dan menyiapkan pesta kecil-kecilan.
Sedangkan Bai Luan, mukanya sudah seperti kepiting rebus, akibat malu terhadap sikap Shen Linlin yang begitu tidak tahu malu, di depan banyak orang.
Shen Linlin yang menyadari itu, tidak terlalu peduli. Karena tidak bisa menangkap Fang Liu, Shen Linlin langsung kembali ke tempat Bai Luan dan memeluk lengan kanannya dengan cengengesan.
Wajah Bai Luan semakin kesal dan ingin memarahi Shen Linlin, ia melotot ke arah Shen Linlin. Shen Linlin dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah Bai An dengan tatapan memohon.
Bai An yang melihat kelakuan Shen Linlin hanya menggeleng, “Biarkan saja Luan'er, Lin'er merindukan mu karena sudah lama kau tak bertemu dengannya.”
Mendengar suara Bai An melalui telepati, Bai Luan hanya pasrah dan membiarkan Shen Linlin semaunya. Sedangkan Shen Linlin makin menjadi-jadi.
Saat pesta kecil-kecilan dimulai, Shen Linlin tidak tanggung-tanggung membuat semua orang tertawa, dengan manja ia meminta Bai Luan menyuapinya dan mengejek Fang Liu yang sudah di bangunkan untuk ikut makan bersama.
“Liu'er kau jangan ikuti jejak mereka berdua ya,,!” Long Yuan tertawa sambil memperingati agar tidak mengikuti kelakuan Bai Luan dan Shen Linlin.
“Hmm,, Hmm,,” Fang Liu hanya mengangguk saja sambil terus memakan ayam gorengnya dengan rakus.
Sontak hal itu membuat orang-orang memegang perut mereka, mereka semua sadar. Akan jarang mereka seperti ini esok harinya, jadi mereka memuaskan diri mereka untuk bergembira.
Tidak tanggung-tanggung, Mo Shen menyuruh mereka semua mengajak keluarga, anak istri, kerabat mereka untuk ikut berkumpul. Para penduduk iblis juga ikut pesta kecil-kecilan di halaman Kerajaan.
Kini Shen Linlin mulai bertingkah, karena di abaikan oleh Bai Luan, ia cembrut dan mulai merengek agar tidak di abaikan.
Bai Luan, sebenarnya sudah malu setengah mati. Ia ingin membenamkan kepalanya di suatu tempat agar tidak terlihat. Tapi, karena gurunya yang menyuruh untuk membiarkan Shen Linlin semaunya, jadi ia hanya pasrah saja.
“Lin'er, bisakah kau sedikit dewasa?” bisik Bai Luan.
__ADS_1
“Aku sudah dewasa,,” teriak Shen Linlin sambil memasang wajah cembrut, dahi Bai Luan semakin berkerut, saat mendengar teriakan Shen Linlin.
Orang-orang semakin tertawa melihat pasangan muda tersebut yang terlihat semakin akur, lama kelamaan mereka semua iri, mereka juga ingin di perlakukan seperti itu oleh istri mereka, atau pasangan mereka masing-masing.
Bai An termasuk salah satunya, ia langsung mengingat kebersamaannya dengan Yue'er, walaupun hanya sementara. Namun banyak kenangan yang membuat Bai An kini senyum-senyum sendiri.
“Guru,, Guru,, Apakah aku boleh memakan itu?” teriak Fang Liu menunjuk daging hewan buas. Mulut Fang Liu penuh dengan makanan saat ia teriak, hingga menyebabkan banyak makanan keluar dari mulutnya.
Lamunan Bai An dan orang-orang yang di ruangan aula seketika buyar melihat tingkah lucu Fang Liu.
“Liu'er, habiskan dulu makanan mu, baru setelah itu kau boleh bicara,” Bai An langsung memperingati Fang Liu.
“Hmm,, Hmm,,” Fang Liu langsung mengangguk-angguk sambil tetap menunjuk daging Hewan Buas tersebut.
Bai An hanya menggeleng melihat kelakuan Fang Liu, lalu mengangguk, “Ambil lah, tapi jangan berlebihan,” ucap Bai An.
Dengan sigap Fang Liu mengambil banyak sekali daging, yang mana membuat orang ternganga, lalu tertawa kembali.
Bai An langsung menatap Shen Linlin, ia yakin kelakuan Fang Liu ini akibat ulahnya.
Shen Linlin langsung menunduk saat melihat tatapan Bai An yang menyiratkan pertanyaan, ia tak tahu harus menjelaskan ini kepada Bai An bagaimana.
“Lin'er, sudah ku bilang, ubah kelakuan mu ini. Apa kau tidak sadar dengan kelakuan mu ini sehingga Liu'er mengikuti cara mu” bisik Bai Luan dengan kesal.
Shen Linlin langsung cembrut, namun wajahnya tiba-tiba membeku saat melihat tatapan Bai Luan yang tajam dan serius.
“Ma,, Maaf Luan Gege,” Shen Linlin langsung menunduk sedih, air mata langsung keluar.
"Luan'er, cepat minta maaf, bawa Lin'er pargi dari sini untuk meminta maaf,” suara Bai An cukup geram melalui telepati saat melihat Shen Linlin menangis.
Wajah Bai Luan langsung pucat, ia dengan cepat mengangguk. Bai Luan lngsung menarik Shen Linlin keluar.
Setelah kepergian Shen Linlin dan Bai Luan, kini Fang Liu yang membuat gelak tawa bagi orang-orang.
Itu terus berlalu hingga tengah malam dan orang-orang kini mulai kerumah masing-masing untuk istirahat. Begitu pun dengan Bai An yang di antar ke kamar yang di sediakan oleh Mo Shen.
__ADS_1
Kini Bai An bersama Fang Liu berada di kamar yang cukup luas, karena kelelahan, ia langsung menaruh Fang Liu yang sudah tidur terlebih dahulu dan ikut tidur.